Ibu-Ibu Karang Joang Serbu Tata Boga

150 150 Politeknik Negeri Balikpapan

20141114_084917

Poltekba, Humas – 25 orang ibu-ibu serbu tata boga dalam acara pengabdian masyarakat yang diselenggarakan oleh Program Studi Tata Boga Politeknik Negeri Balikpapan.

Acara bertemakan “Pengolahan Pasca Panen Salak Sebagai Upaya Peningkatan Nilai Tambah (Value Added) Pangan Local Desa Karang Joang” kegiatan Pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan beberapa tahap seperti pemaparan materi dulu kemudian praktek pembuatan salak.

Narasumber pelatihan pembuatan salak ini adalah Syahrul Karim, S.St., M.Sc. yang menjelaskan “Urgensi Pengelolaan Salak Pasca Panen” dan Tuatul Mahfud, M. Pd. dengan “Pengolahan Pasca Penen Salak dalam bentuk Cake And Pie”

Dijelaskan oleh Dra. Nawang Retno Dwiningrum, M. Si.  selaku Dosen di Jurusan Tata Boga, tentang kenapa memilih salak? beliau berujar bahwa komoditi unggulan yang dimiliki Kota Balikpapan adalah Salak” selain itu dilihat dari cita rasa yang dimiliki berbeda dengan komoditi yang sama yang dihasilkan daerah lain.

Komoditi unggulan salak di balikpapan memang sudah mulai dikenal, terutama hasil komoditi salak pondoh pada komunitas petani salak di KM. 23 Balikpapan. namun banyaknya komoditas tersebut yang belum diimbangi dengan kemampuan petani lokal dalam mengolah produk pasca panen salak tersebut. sehingga banyak ditemukan petani yang rugi karena harga jual salak rendah.

Hal tersebut menjadi permasalahan bersama yang perlu diselesaikan secara bersama pemerintah , institusi pendidikan dan masyarakat setempat dalam menjamin kesejahteraan petani lokal dengan pembekalan teknis pengolahan pasca penen produk salak dalam bentuk Brownies Kukus Salak, Cake And Pie.

Sasaran Kegiatan pengabdian masyarakat dengan Program Penerapan Iptek ini adalah salah satu kelompok petani salak pondoh di KM.23 Balikpapan. Pemilihan Mitra dari Komunitas Petani Salak ini didasarkan pada tersediannya potensi pangan lokal yaitu berupa komoditas salak yang dihasilkan oleh masyarakat setempat dan belum dapat dioptimalkan nilai ekonominya. oleh karena itu, para petani salak perlu dibekali pemahaman tentang pentingnya penerapan teknologi pascapanen dan kemampuan teknik pengolahan komoditas salak. komoditas salak tersebut agar memiliki nilai tambah (valeu added) dalam aspek ekonomi, maka akan diimplementasikan dalam berbagai produk pangan yaitu diantaranya seperti produk Brownies Kukus Salak , Cake And Pie.

berita terkait dari kaltim post

4 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.