Penanaman Modern Dengan TUMOD

1024 575 Politeknik Negeri Balikpapan

Direktur Politeknik Negeri Balikpapan melakukan Pengadian masyarakat kepada kelompok tani sangkutu yang berada di kutai kertanegara. pengabdian berupa metode meningkatkan efektifitas waktu kerja dan tenaga dalam proses penanaman bibit dengan menggunakan alat tugal moderen (TUMOD), dengan memberikan alat tumod ini.

Program Kreativitas Mahasiswa Politeknik Negeri Balikpapan yang diselenggarakan pada tanggal 14 juli 2018 yang salah satunya diikuti oleh Mahasiswa Politeknik Negeri Balikpapan dalam bidang Pengabdian Kepada Masyarakat, dalam hal ini yaitu Fajar Ramadhan selaku Ketua Pelaksana, Artha Yudha Kusma, Elton Rante, dan Ebin Novi Pangestu dibawah bimbingan Dosen Muhammad Amin, S.Pd.T., M.Pfis berhasil menjadi pemenang PKM dengan mengangkat tema MENINGKATKAN EFEKTIFITAS WAKTU KERJA DAN TENAGA DALAM PROSES PENANAMAN BIBIT DENGAN MENGGUNAKAN ALAT TUGAL MODEREN (TUMOD). PKM-M yang menjadi tujuan pelaksanaan salah satunya adalah Kelompok Tani Sangkutu yang berada di Kelurahan Merdeka, Kecamatan Samboja Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Indonesia.

Di daerah ini mayoritas penduduk bermatapencaharian sebagai Petani. Dalam bidang pertanian, penanaman bibit tanaman memerlukan beberapa proses yaitu pembersihan lahan yang akan di tanami bibit, mencangkul atau menggemburkan tanah, melubangi tanah, meletakkan bibit , serta menimbun lubang yang telah ditanami. Sedangkan untuk kelompok Tani Sangkutu dalam Proses penanaman, mereka menggunakan tugal (tongkat kayu yang runcing untuk membuat lubang) dan meletakkan bibit secara konvensional.

“Alat pertanian tradisional untuk menanam padi ada 3 (tiga) jenis , yaitu kiding , sayak, dan gencam atau tugal. Ketiga alat tersebut umumnya dibuat sendiri oleh petani karena bahan – bahannya mudah diperoleh , yakni dari lingkungan dan hutan” Ujar Budjang.  Kidjang adalah alat berbentuk bulat lonjong dan umumnya digunakan untuk mengangkut bibit pada umunya terbuat dari kayu rotan yang dianyam sedemikian rupa . Sayak adalah sejenis baku berukuran kecil sebesar tempurung kepala umumnya digunakan untuk menampung biji padi yang akan disemai  dan Gencam atau tugal adalah sepotong kayu berbentuk bulat panjang yangdigunakan melubangi tanah tempat menanam benih padi[2].

Dalam penelitian lain oleh A.E Basuki menyatakan bahwa pemakaian Tugal atau Gejik sebenarnya sangat tidak efisien jika dilihat dari segi  biaya, tenaga, dan waktu yang dibutuhkan. Sehingga para Mahasiswa ini melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat untuk membantu beberapa kelompok tani di daerah ini dengan menggunakan TUMOD (Tugal Modern). TUMOD merupakan alat yang terbuat dari pipa yang berbahan besi atau sejenisnya yang dirancang sedemikian rupa sehingga dapat melakukan 2 (dua) proses dalam sekali langkah pengerjaan yaitu melubangi dan meletakkan bibit tanaman secara bersamaan.

Sampai saat ini, TUMOD sudah menjadi pilihan favorit yang digunakan oleh Para Petani di Kelurahan Merdeka, Kutai Kartanegara.

2 comments

Leave a Reply to Serpongku Cancel Reply

Your email address will not be published.