Pembangunan IKN Nusantara Mendorong Peningkatan Dunia Pendidikan dan Berdampak Positif Terhadap Kualitas SDM

Undang-Undang tentang Ibu Kota Negara (UU IKN) akan menjadi dasar pembangunan IKN di Kalimantan Timur. Nah sebutan Otorita IKN sebagai pemerintah daerah khusus Ibu Kota Nusantara diberikan untuk merespons perkembangan era digital saat ini dalam memudahkan pelaksanaan segala urusan pembangunan IKN. Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Poltekba, Ir. Ida Bagus Dharmawan, S.T., M.Si. mengatakan terdapat tiga tujuan utama IKN, yakni simbol identitas nasional, kota berkelanjutan di dunia, serta sebagai penggerak ekonomi Indonesia di masa depan. Pembangunan IKN, selain menjadi upaya mengubah paradigma pembangunan menjadi Indonesia-sentris, juga sekaligus untuk merealisasikan Visi Indonesia 2045. Nah, Kota Balikpapan kata dia merupakan kota penyangga IKN yang diharapkan siap untuk dapat menerima perubahan perubahan yang akan terjadi. Dalam upaya menyiapkan SDM terampil dan ahli serta Kompeten di bidangnya. Salah satu Perguruan tinggi Vokasi yang ada terdekat dari IKN adalah Politeknik Negeri Balikpapan, yang tentu saja nantinya dalam setiap prosesnya pembangunan IKN juga akan melibatkan masyarakat dan PT sekitar Kalimantan Timur. ”Peranan Pendidikan Vokasi, Perguruan Tinggi Vokasi (Politeknik) dibutuhkan dalam pembangunan IKN tersebut, karena pendidikan vokasi menghasilkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dan dapat mendukung pembangunan di IKN,“ ujar Ir. Ida Bagus Dharmawan, S.T., M.Si. Dikatakan perguruan tinggi mempunyai peranan penting dalam menghasilkan invensi dan inovasi serta publikasi ilmiah melalui kegiatan pertemuan ilmiah. Salah satunya adalah melalui kegiatan Seminar Nasional Terapan Riset Inovatif (Sentrinov) ke-8 tahun 2022 dengan tema ”Peran Pendidikan Vokasi Dalam Rangka Mewujudkan Kemandirian Infrastruktur, Sosial Ekonomi dan Lingkungan Ibu Kota Nusantara Sebagai Kota Masa Depan”. Kegiatan ini berencana akan terlaksana pada 5 November 2022 mendatang di Swiss-Bell Hotel. Sementara, Indonesian Society of Applied Science (ISAS) sebagai perkumpulan Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, sebanyak 44 Politeknik Negeri se-Indonesia dalam lindungan Forum Direktur Politeknik Negeri se-Indonesia memandang perlu untuk bersinergi dan menyatukan potensi dalam menyiapkan SDM Vokasi dalam menyambut IKN di Kalimantan Timur. ”Hal ini agar semua program bidang penelitian dan pengabdian masyarakat Politeknik dapat berjalan lancar, efektif, efisien dengan luaran yang berkualitas sesuai dengan tuntutan kebutuhan Dunia Industri dan Dunia Kerja (Iduka),“ pungkasnya. Berita ini telah tayang di kaltimkita.com

Poltekba Loloskan Dua Program di PKM 2022 Garapan Kemendikbudristek

Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba) sukses meloloskan dua proposal di Progra Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2022 garapan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek). Kampus vokasi Kota Minyak ini bersaing dengan seluruh proposal yang dimiliki Perguruan Tinggi Negeri (PTN) Vokasi seluruh Indonesia. Proposal pertama yang berhasil lolos yakni berjudul Pemanfaatan Bahan Tambah Sika-Viscocrete Guna Meningkatkan Kuat Tekan Beton Tanpa Pasir (No Fines Concrete) Sebagai Alternatif Pengendali Banjir. Proposal kedua berjudul Tong Sampah Laut Berbasis Energy Baru Terbarukan. ”Alhamdulillah tahun ini kembali meloloskan dua proposal. Raihan ini sama seperti tahun lalu. Untuk tahun ini, dari beberapa kategori PKM, Poltekba meloloskan proposal di kategori PKM Riset Eksakta dan PKM Karya Inovatif. Semoga dua tim yang lolos PKM bisa berlanjut ke level lebih tinggi,“ harap Wakil Direktur III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama Poltekba, Candra Irawan S.T., M.Si, Minggu (12/6/2022). Ya puncak dari pelaksanaan PKM yakni di Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas). Tentunya, dua proposal ini diharap bisa berpartisipasi dan memberikan hasil yang baik. Nah, setelah lolos PKM 2022, para mahasiswa akan langsung melakukan dan melaksanakan penelitian. Mengingat, beberapa bulan kemudian mendapatkan kunjungan dari Kemendikbudristek. Kehadirannya untuk melihat kemajuan penelitian. ”Harapan kami, tentu dua tim ini bisa lolos Pimnas dan memberikan hasil terbaik,” harapnya. Sementara Ketua Tim PKM Polteka Dr. Tuatul Mahfud, M.Pd menambahkan menuju PKM 2022, sejatinya Poltekba menyiapkan 17 tim pengusulan dari berbagai skema. Dari jumlah tersebut, dua tim berhasil lolos dan meraih hibah nasional. ”Ini adalah tiket masuk ke Pimnas. Sekarang, para penerima dana hibah melaksanakan riset sesuai usulan proposal, sambil tim internal kampus menyiapkan dua tim tersebut menuju Pimnas,“ kata Dr. Tuatul Mahfud, M.Pd. Ia mengatakan saat ini Poltekba belum sekalipun meraih hasil terbaik di Pimnas. Ia berharap tahun ini memberikan yang terbaik. ”Kami berharap tim PKM yang lolos bisa melanjutkan ke tahap Pimnas mewakili kampus. Meski nantinya tidak mendapatkan hasil terbaik, setidaknya sudah memberikan motivasi kepada mahasiswa lain untuk terus mengharumkan nama kampus dengan prestasi,“ ujarnya. berita ini telah tayang di kaltimkita.com