Wardah Gelar Campus Roadshow,Talkshow Beauty Moves Youth di Poltekba

Wardah melaksanakan kampus roadshow di Politeknik Negeri Balikpapan, Kamis (6/10/2022). Mengangkat tema beauty moves youth dengan mengundang dua narasumber yakni Creative Director @anakmudabpp, Bambang Pujiono dan Wardah Beauty Promotor, Yandira Cantika.Ketua Jurusan Akuntansi Poltekba, Dessy Handa Sari, S.E.,M.M mengatakan sesuai tema yang diambil, talkshow ini sangat penting bagi para mahasiswa. Tentunya dalam menyiapkan mereka menghadapi dunia magang atau praktek kerja lapangan (PKL).”Termasuk saat bekerja nanti, bagaimana para mahasiswa bisa meningkatkan personal branding nya,“ jelas Dessy Handa Sari.Ya, dalam talkshow ini, total 177 mahasiswa turut ambil bagian. Mereka berasal dari mahasiwa yang berencana akan melaksanakan PKL.”Berharap dari kegiatan ini, para mahasiswa dan mahasiswi siap menghadapi dunia magang. Pun menjadi lebih percaya diri untuk memasuki dunia yang baru lagi,” harapnya.Selain talkshow, juga dilaksanakan demo beauty make-up oleh Yandira Cantika. Dalam prakteknya bagaimana make-up yang sesuai untuk memasuki dunia magang atau bekerja. ”Semoga ke depan bisa terus menjadi agenda rutin tahunan,” tutupnya

Tim D8 Poltekba Juara 3 Specta KCI 2022 Garapan ITK

Poltekba berhasil meraih peringkat ketiga di Karya Cipta Inovasi (KCI) 2022 garapan Institut Teknologi Kalimantan. Ya Tim D’8 mengangkat tema implementasi bidang kemaritiman monitoring pasang surut air laut berbasi Internet of Things (IoT).Dosen Pendamping, Mikail Eko Prasetyo Widagda, S.T., M.T. menjelaskan alat didalam lomba ini dipergunakan untuk memonitoring pasang air surut air laut di area Dermaga Semayang Balikpapan. Nantinya, alat tersebut dapat membantu memberikan informasi level pasang surut air laut bagi kapal – kapal yang akan bersandar di dermaga dan yang akan berlabuh dari dermaga.Informasi level pasang surut air laut, lanjut dia dapat ditunjukkan dengan lampu indikator berwarna merah dan hijau. Indikator warna merah menandakan bahwa kondisi air laut surut, sedangkan indikator berwarna hijau menandakan bahwa kondisi air laut pasang.”Website Open Source ThingSpeak digunakan untuk akses monitoring pasang surut air laut yang dapat diakses oleh siapapun yang memilik link project kami. Didalam website ThingSpeak akan tampil ukuran jarak ketinggian air laut dari sensor ultrasonik JSN-SR04T terhadap permukaan air laut bagian atas, bersama itu juga akan ditampilkan tanda lampu kerja alat dalam keadaan air laut surut dan keadaan air laut pasang,“ jelasnya.Untuk dapat dilihat oleh manusia di area dermaga, dikatakan dibuatlah lampu monitoring pasang surut air laut dengan lampu LED Strip. Untuk air laut surut, lampu akan menyala berwarna merah, untuk air laut sedang, lampu akan menyala berwarna kuning, kemudian untuk air laut pasang, lampu akan menyala berwarna hijau.”Ide tersebut kami ambil karena alat yang dikerjakan masuk dalam tema lomba tersebut.Alat tersebut selain digunakan sebagai monitoring pasang surut air laut, juga bisa digunakan sebagai upaya penanganan banjir di Balikpapan,” ujarnya.”Tetapi ada metode pengamatan yang berbeda. Tim D’8 masih tergolong baru, dan untuk lomba serupa sebelumnya juga masih baru,“ sambungnya.