Poltekba Lakukan Penjajakan Kerjasama Internasional dengan Singapore Polytechnic

Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba) menjadi satu dari 17 politeknik di Indonesia yang melakukan kerjasama dengan Singapore Polytechnic (SP) pada 17-18 Oktober 2024 lalu. Hadir secara langsung Direktur Poltekba, Dr. Emil Azmanajaya, S.T., M.T.Dr. Emil Azmanajaya mengatakan kerjasama yang dilakukan dalam bentuk penguatan SDM dan metode pembelajaran project based learning dan beberapa kerjasama lain. “Penjajakan ini cukup baik. Dan rencananya, para mahasiswa Poltekba juga akan bergabung dengan mahasiswa Singapore Polytechnic untuk kegiatan lomba desain industry otomasi berbasis robotik regional Asia,” jelas Dr. Emil Azmanajaya.Wakil Direktur III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama Poltekba, Candra Irawan, S.T., M.Si menambahkan, kerjasama lain yang akan dilaksanakan tahun depan yakni berupa kelas kerjasama terkait pertukaran pelajar dengan melakukan pengabdian ke masyarakat. Dalam program pengabdian tersebut, ia menambahkan para mahasiswa asal Indonesia termasuk Poltekba akan membuat satu program dan dihibahkan ke masyarakat Singapur yang dituju.“Nantinya gabungan mahasiswa asal Indonesia, Australia, Vietnam, Myanmar bahkan China diarahkan ke tempat atau desa yang telah ditunjuk. Mereka membuat konsep atau prototipe ataupun alat yang bisa difungsikan masyarakat sana,” jelasnya.Ia berharap, ada mahasiswa Poltekba yang terlibat dalam program ini. Sehingga tidak hanya membuat program di dalam negeri, tapi juga di luar negeri. “Balikpapan sebagai perwakilan Indonesia juga siap jika ditunjuk menjadi host. Menyambut para mahasiswa dari luar untuk melakukan pengabdian di Kota Balikpapan,” harapnya.
Mahasiswa Poltekba Didorong Menjadi Penggerak Demokrasi dalam Pilkada 2024 Melalui Edukasi dari Bawaslu Balikpapan

Demi memperkuat semangat demokrasi yang bersih dan transparan, Bawaslu Kota Balikpapan menyambangi Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba) dalam rangkaian kegiatan “Bawaslu Goes to Campus” pada Jumat, 25 Oktober 2024. Edukasi ini dihadiri oleh lebih dari 150 mahasiswa dari berbagai program studi dan dilaksanakan di Gedung Terpadu lantai 4, di mana mereka diberikan pemahaman tentang pentingnya peran pemilih muda dalam menjaga suara rakyat pada Pilkada 2024. Kepala Divisi Pencegahan Pelanggaran Bawaslu Balikpapan, Hamrin, S.H., M.H., menyampaikan bahwa partisipasi mahasiswa sebagai penggerak perubahan sangatlah penting dalam proses demokrasi. Ia menekankan bahwa mahasiswa bisa berkontribusi dalam mengawasi pemilu, bahkan tanpa harus bergabung secara formal dalam kepanitiaan pemilu. “Mahasiswa berpotensi menjadi pengawas mandiri yang bertindak jujur dan proaktif melaporkan indikasi kecurangan pemilu kepada lembaga terkait. Ini adalah bagian dari peran mereka sebagai agen perubahan,” ungkap Hamrin. Lebih jauh, sosialisasi ini juga menyoroti isu penting lainnya, yakni bagaimana mahasiswa dapat membentengi diri dari berita hoaks yang sering kali menyebar di media sosial. “Generasi muda memiliki peran krusial dalam memverifikasi informasi, dan kami berharap edukasi ini membantu mereka lebih bijak dalam memilih informasi yang benar,” tambahnya. Wakil Direktur III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama Poltekba, Candra Irawan, S.T., M.Si., turut mendukung inisiatif ini, mengapresiasi Bawaslu Balikpapan yang mengedukasi mahasiswa sebagai pemilih pemula. “Perguruan tinggi memang netral, tetapi mahasiswa tetap memiliki hak memilih dan membutuhkan wawasan yang benar agar dapat menentukan pilihan berdasarkan harapan mereka masing-masing,” ujarnya. Ia juga berharap kegiatan ini membantu mahasiswa menjadi pemilih yang cerdas dan bertanggung jawab, serta bisa menyebarkan pengetahuan yang mereka dapatkan ke lingkungan sekitar. Kegiatan ini tak hanya berfokus pada edukasi seputar pemilu, tetapi juga menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memahami peran mereka dalam membentuk budaya demokrasi yang sehat. Melalui sosialisasi ini, Poltekba dan Bawaslu Balikpapan berharap agar mahasiswa semakin peka terhadap peran mereka dalam mengawal proses demokrasi, baik sebagai pemilih yang kritis maupun sebagai agen perubahan yang menjaga integritas suara rakyat.