Dosen Poltekba Yogiana Mulyani Raih Penghargaan atas Kontribusinya dalam Pengembangan Ekonomi Kreatif dan Pariwisata

Dalam acara Diseminasi Penguatan Karakter Keluarga Berlandaskan Nilai-Nilai Pancasila yang berlangsung pada Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-53, Kamis 22 Mei 2025 di BSCC Dome, Balikpapan, Yogiana Mulyani, M.M., Par, Dosen Jurusan Pariwisata dan juga sekaligus sebagai Ketua Senat Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba), dianugerahi penghargaan atas kontribusinya yang luar biasa dalam pemberdayaan perempuan, khususnya dalam bidang ekonomi dan pariwisata. Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi terhadap dedikasi Yogiana dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dengan fokus pada pengembangan sektor pariwisata yang berkelanjutan. Sebagai seorang ibu dari tiga anak yang juga aktif dalam dunia akademik dan pengembangan masyarakat, Yogiana telah memberikan kontribusi nyata dalam pemberdayaan perempuan melalui berbagai inisiatif, salah satunya adalah program pendampingan kelompok sadar wisata (Pokdarwis) yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat lokal di bidang pariwisata. Program ini tidak hanya memberikan pelatihan teknis, tetapi juga membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya pariwisata berbasis pemberdayaan masyarakat. Dengan pendekatan yang melibatkan komunitas lokal secara langsung, Yogiana telah mengukir jejak signifikan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor pariwisata. Dalam keterangannya kepada tim humas, Yogiana menyampaikan rasa syukurnya atas penghargaan tersebut, sekaligus menekankan bahwa kontribusinya berasal dari dedikasi yang tulus sebagai bagian dari tanggung jawab seorang dosen. “Saya bekerja dengan ikhlas karena memang sudah menjadi kewajiban seorang dosen untuk menyebarkan ilmu dan memberikan manfaat kepada masyarakat. Saya melihat keberhasilan ini bukan sebagai tujuan akhir, melainkan bagian dari proses berkelanjutan yang harus dilakukan untuk menciptakan perubahan positif,” ujarnya. Yogiana juga menegaskan bahwa kiprahnya di bidang pariwisata adalah bentuk dari upaya membangun sinergi yang kuat antara dunia akademik, industri pariwisata, dan komunitas lokal. Melalui peran aktifnya, ia telah berhasil menjembatani kesenjangan antara teori yang diajarkan di bangku kuliah dengan kebutuhan praktis di lapangan. Melalui kiprahnya di bidang pariwisata, Yogiana aktif membangun sinergi antara dunia akademik dengan industri dan komunitas lokal. Kontribusinya telah menciptakan dampak positif bagi pengembangan ekonomi kreatif dan destinasi wisata di Balikpapan. “”Dengan menciptakan kerjasama antara pihak kampus, pelaku industri, dan masyarakat, kami dapat bersama-sama membangun pariwisata yang berkelanjutan dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat sekitar,” lanjut Yogiana. Program Kampus Berdampak yang baru diluncurkan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Kemendiktiristek) menjadi salah satu platform utama bagi Poltekba untuk mendorong dosen-dosen, termasuk Yogiana, untuk lebih terlibat dalam pengabdian masyarakat. Kampus Berdampak bukan hanya berfokus pada pendidikan tinggi yang berkualitas, tetapi juga bertujuan menjadikan perguruan tinggi sebagai agen perubahan yang mampu memberikan solusi nyata terhadap masalah sosial dan ekonomi di masyarakat. Yogiana sendiri telah membuktikan komitmennya dalam program ini, dengan mengembangkan sektor pariwisata sebagai pendorong utama ekonomi kreatif di Balikpapan. “Melalui program Kampus Berdampak, kami mengajak mahasiswa dan dosen untuk berperan aktif dalam pembangunan ekonomi masyarakat, salah satunya melalui pengembangan sektor pariwisata. Balikpapan sebagai kota yang sedang berkembang memiliki potensi luar biasa dalam hal destinasi wisata. Dengan mengoptimalkan potensi ini, kami tidak hanya menciptakan lapangan pekerjaan, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui pemberdayaan ekonomi kreatif,” ungkap Yogiana. Selain itu, Yogiana juga membagikan pengalamannya dalam mengatur waktu antara peran sebagai seorang dosen, ibu rumah tangga, dan penggerak pemberdayaan masyarakat. Ia percaya bahwa manajemen waktu yang baik adalah kunci utama untuk menjalani kehidupan yang seimbang. “Sebagai seorang ibu dari tiga anak, saya harus bisa menyeimbangkan antara pekerjaan, keluarga, dan tanggung jawab sosial. Dukungan dari keluarga sangat membantu dalam menjalankan semua peran ini. Saya percaya bahwa dengan perencanaan yang matang dan dukungan yang solid, segala tugas dapat dijalankan dengan baik,” ujarnya. Penghargaan yang diterima Yogiana ini juga menjadi pemicu semangat bagi perempuan lainnya untuk lebih aktif berkontribusi dalam bidang akademik dan sosial. Yogiana berharap, dengan adanya penghargaan ini, semakin banyak perempuan yang terinspirasi untuk tampil berprestasi dan memberikan dampak positif kepada masyarakat. “Semoga penghargaan ini dapat menjadi dorongan bagi lebih banyak dosen perempuan untuk terus berprestasi. Kami harus membuktikan bahwa perempuan bisa berperan besar dalam dunia pendidikan, pengabdian masyarakat, dan pengembangan ekonomi kreatif, terutama di sektor pariwisata,” tutup Yogiana.