Poltekba Kukuhkan Hampir Seribu Mahasiswa Baru di Momen Dies Natalis ke-23

Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba) menggelar Sidang Terbuka Senat dalam rangka Dies Natalis ke-23 sekaligus Pengukuhan Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2025/2026 di Gedung Workshop Terpadu. Kegiatan ini menjadi momentum bersejarah yang menandai capaian strategis Poltekba dalam membangun reputasi sebagai kampus vokasi unggul yang berdampak bagi bangsa dan sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045. Dalam sambutannya, Direktur Poltekba, Dr. Emil Azmanajaya, S.T., M.T., menyampaikan apresiasi atas perjalanan kampus selama 23 tahun terakhir. Tahun ini menjadi istimewa karena Poltekba berhasil melahirkan guru besar pertama sekaligus profesor termuda di lingkungan Politeknik se-Indonesia. Selain itu, jumlah penerimaan mahasiswa baru juga mengalami peningkatan signifikan hingga 214 persen, dengan hampir seribu mahasiswa baru resmi bergabung dalam keluarga besar Poltekba. “Dies Natalis ke-23 ini bukan sekadar perayaan, tetapi momentum untuk bersyukur sekaligus memperkuat tekad agar Poltekba semakin unggul, relevan, dan berdampak. Kami berharap ke depan dapat menambah jumlah profesor, memperluas kerja sama, dan melahirkan lebih banyak inovasi untuk mendukung Indonesia Emas 2045,” ungkap Emil. Prestasi lain yang patut dicatat adalah raihan akreditasi Unggul untuk Program Studi D3 Teknik Sipil dari Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM Teknik). Capaian ini menjadi yang pertama di antara 12 program studi di Poltekba dan dijadikan sebagai tolok ukur pengembangan mutu prodi lainnya. “Tantangan berikutnya bukan hanya meraih, tetapi menjaga dan meningkatkan kualitas agar tetap relevan dengan kebutuhan industri dan masyarakat,” tambahnya. Tidak hanya di tingkat nasional, Poltekba juga terus memperluas kiprahnya di kancah internasional. Saat ini, sebanyak 41 mahasiswa tengah menjalani magang industri di Taiwan melalui kerja sama dengan enam hingga tujuh universitas dan industri mitra. Program ini tidak hanya memberikan pengalaman praktis, tetapi juga membuka peluang penguatan daya saing global lulusan. Ketua Senat Poltekba, Yogiana Mulyani, M.M., Par., menegaskan bahwa Dies Natalis merupakan kesempatan reflektif untuk menghargai perjuangan civitas akademika sekaligus memperkokoh komitmen mencetak tenaga vokasi profesional. “Poltekba hadir untuk berkontribusi nyata pada pembangunan Kalimantan Timur dan Indonesia, sejalan dengan semangat Kampus Berdampak,” ujarnya. Sementara itu, Ketua Panitia Dies Natalis, Lisnawaty Simatupang, S.S., M.Hum., menjelaskan bahwa tema besar tahun ini adalah “Poltekba University: Dari Kampus Berdampak Menuju Indonesia Emas.” Tema ini menggambarkan tekad Poltekba untuk tidak hanya mencetak lulusan berkualitas, tetapi juga memberi dampak positif bagi masyarakat, industri, dan pembangunan nasional. Rangkaian kegiatan Dies Natalis telah berlangsung sejak 17 Agustus hingga 3 September 2025 dengan berbagai agenda, mulai dari lomba poster ilmiah, talkshow kewirausahaan, hingga kegiatan budaya seperti fashion show etnik modern, lomba karaoke, dan pertunjukan musik. Acara puncak sekaligus menjadi tonggak awal perjalanan akademik mahasiswa baru dalam mewujudkan visi Poltekba sebagai kampus unggul, inovatif, dan berdampak. “Melalui semangat Dies Natalis ke-23, Poltekba meneguhkan perannya sebagai bagian penting dalam mencetak sumber daya manusia unggul yang siap membawa Indonesia menuju kejayaan 2045,” tutup Lisnawaty.
Imdaad Hamid Sport Convention Centre, Wujud Penghormatan Poltekba kepada Sang Pendiri

Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba) secara resmi akan mengabadikan nama tokoh penting dalam perjalanan sejarah kampus vokasi ini. Gedung Workshop Terpadu akan berganti nama menjadi Imdaad Hamid Sport Convention Centre (IHSCC), sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi almarhum Imdaad Hamid, Wali Kota Balikpapan periode 2001–2011 yang dikenal sebagai pendiri Poltekba. Pengumuman perubahan nama tersebut disampaikan oleh Direktur Poltekba, Dr. Emil Azmanajaya, S.T., M.T., dalam Sidang Terbuka Senat Dies Natalis ke-23 sekaligus Pengukuhan Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2025/2026, yang digelar di Gedung Workshop Terpadu pada Kamis (21/8/2025). “Keputusan ini adalah wujud rasa syukur sekaligus penghargaan atas dedikasi almarhum Imdaad Hamid, yang dengan visi dan perjuangannya berhasil mewujudkan lahirnya Poltekba sebagai kampus vokasi kebanggaan Kota Minyak,” ungkap Direktur Poltekba. Lebih lanjut, Emil menjelaskan bahwa perubahan nama gedung bukan sekadar simbol penghormatan, melainkan juga identitas baru Poltekba untuk terus melangkah maju. Gedung ini diharapkan dapat berfungsi sebagai Dome Balikpapan Utara, pusat kegiatan akademik, olahraga, dan konvensi berskala besar yang terbuka untuk masyarakat. Jejak Sejarah Poltekba dan Peran Imdaad Hamid Poltekba lahir pada tahun 2002 atas inisiatif Pemerintah Kota Balikpapan, dengan dorongan kuat dari Imdaad Hamid yang kala itu menjabat sebagai Wali Kota. Beliau meyakini pentingnya pendidikan vokasi untuk mendukung pembangunan daerah berbasis sumber daya manusia. Berkat gagasan tersebut, Poltekba resmi berdiri dan terus berkembang menjadi salah satu politeknik terkemuka di Kalimantan Timur. Almarhum Imdaad Hamid dikenal sebagai sosok pemimpin visioner, religius, dan dekat dengan masyarakat. Semasa menjabat, ia banyak melahirkan program pembangunan yang berdampak luas, termasuk dalam bidang pendidikan, kesehatan, serta infrastruktur. Salah satu warisan terbesarnya adalah pendirian Poltekba, yang kini menjadi rumah bagi ribuan mahasiswa dan pusat pengembangan inovasi daerah. “Harapan kami, Wali Kota Balikpapan saat ini dapat meresmikan gedung ini bersama keluarga mendiang. Penamaan ini merupakan ungkapan terima kasih atas jasa besar beliau yang melahirkan Poltekba dari rahim Pemerintah Kota Balikpapan,” tambah Emil. Poltekba akan segera berkoordinasi dengan pihak terkait untuk proses peresmian gedung tersebut. Momentum ini diyakini tidak hanya memperkuat sejarah kampus, tetapi juga meneguhkan ikatan emosional antara Poltekba dan masyarakat Balikpapan, sesuai dengan semangat Kampus Berdampak yang diusung oleh Poltekba dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.