Prodi SIKC Poltekba Tingkatkan Kompetensi Mahasiswa lewat Eksplorasi Teknologi Lingkungan Digital DLH Balikpapan

Program Studi Sistem Informasi Kota Cerdas (SIKC) Politeknik Negeri Balikpapan terus memperkuat perannya sebagai prodi vokasi yang mencetak talenta unggul di bidang teknologi perkotaan. Sebagai bagian dari implementasi Mata Kuliah Konsep Teknologi Kota Cerdas, mahasiswa SIKC melakukan kunjungan lapangan dan wawancara mendalam ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan untuk mempelajari inovasi digital Elektronik Lingkungan atau E-Link. Kegiatan ini dipimpin oleh dosen pengampu, Danar Retno Sari, S.Kom., M.Kom., dan melibatkan empat mahasiswa: Dwiky Kristian, Athar Rabbani, Raihan Rabbani, dan Ryan Angga. Melalui pendekatan experiential learning, mahasiswa SIKC diperkenalkan langsung dengan bagaimana teknologi diterapkan untuk menjawab tantangan nyata di sektor lingkungan kota. Prodi Sistem Informasi Kota Cerdas Poltekba dirancang untuk membekali mahasiswa dengan kemampuan analisis, desain, pengembangan, dan implementasi solusi digital bagi kebutuhan kota modern. Melalui kurikulum yang berbasis praktik lapangan, mahasiswa tidak hanya belajar konsep, tetapi juga melihat langsung penerapannya di instansi pemerintah dan layanan publik. Kunjungan ke DLH Balikpapan menjadi salah satu bentuk penerapan tersebut. Mahasiswa menggali peran teknologi dalam pengelolaan sampah dan mitigasi permasalahan lingkungan yang kian meningkat seiring pembangunan Ibu Kota Negara (IKN). Dalam wawancara bersama narasumber Ibu Toety AR dan Ibu Muryati Sagita, mahasiswa memperoleh pemahaman mendalam mengenai aplikasi E-Link yang dikembangkan DLH. Aplikasi ini menyediakan layanan pengaduan, data lingkungan, informasi cuaca, hingga pengajuan kunjungan ke fasilitas pengelolaan sampah. Melalui studi kasus ini, mahasiswa SIKC mempelajari bagaimana data, teknologi informasi, dan layanan pemerintah terintegrasi untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan kota—sebuah kompetensi inti yang menjadi fokus pembelajaran di Prodi SIKC. DLH juga mengungkapkan sejumlah tantangan dalam implementasi E-Link, seperti rendahnya partisipasi masyarakat dan keterbatasan aplikasi pada platform iOS. Strategi sosialisasi melalui kecamatan dan kelurahan menjadi langkah lanjutan dalam mendorong pemanfaatan teknologi oleh masyarakat. Bagi mahasiswa SIKC, tantangan ini menjadi ruang belajar sekaligus peluang inovasi. Mereka dapat memahami bagaimana desain aplikasi, literasi digital, dan kebijakan publik saling memengaruhi keberhasilan sebuah solusi kota cerdas. Ketua tim, Dwiky Kristian, menegaskan bahwa proses pembelajaran ini memperluas cara pandang mahasiswa terhadap teknologi kota. “E-Link bukan hanya aplikasi, tetapi strategi DLH dalam merespons persoalan lingkungan yang semakin kompleks. Dari sini kami belajar bahwa teknologi kota cerdas harus dibangun bersamaan dengan kesadaran masyarakat,” ungkapnya. Melalui kegiatan seperti ini, Prodi Sistem Informasi Kota Cerdas Poltekba menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan yang siap berkontribusi dalam transformasi digital perkotaan, khususnya menghadapi perkembangan IKN. Mahasiswa dibimbing untuk memahami masalah kota secara komprehensif dan mampu merancang solusi digital yang berkelanjutan. Dengan semakin banyaknya kolaborasi pembelajaran dengan instansi pemerintah, Prodi SIKC memperkuat posisinya sebagai pionir pendidikan vokasi yang fokus pada integrasi teknologi dan tata kelola kota, serta siap mendukung terwujudnya ekosistem kota cerdas di Balikpapan dan wilayah IKN.