Dapat Jatah 14 Sekolah, Poltekba Lakukan Program Pendampingan SMK Pusat Keunggulan

Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba) melakukan pendampingan SMK Pusat Keunggulan kepada 14 sekolah. Ya pendampingan tersebut dilakukan di tiga provinsi yakni Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur.Ketua Tim Pendamping, Dr. Tuatul Mahfud, M.Pd merincikan 14 sekolah yang dilakukan pendampingan. Di Kaltim terdiri dari SMKN 1 Balikpapan, SMKN 6 Balikpapan, SMKN 4 Balikpapan, SMKN 3 Samarinda, SMKN 4 Samarinda, SMKN 4 Penajam Paser Utara, SMKN 4 Tanah Grogot, SMKN 1 Berau, SMKN 1 Tanjung Selor dan SMKN 1 Bontang.Pun di Kalimantan Barat yakni SMKN 1 Singkawang, SMKN 2 Singkawang dan SMKN 3 Singkawang. Sementara di Kalimantan Tengah dengan satu sekolah di SMKN 3 Palangkaraya.“Tercatat ada 10 sekolah bidang pariwisata pada jurusan tata boga dan perhotelan serta empat sekolah bidang kelistrikan.14 Sekolah ini merupakan permintaan dari kementerian,“ ujar Dr. Tuatul Mahfud, M.Pd, Kamis (15/9/2022). Dikatakan pendampingan ini dilaksanakan selama enam bulan hingga awal Desember 2022 nanti. ”Pendampingan di Singkawang sudah dilakukan ke tiga sekolah. Pendampingan akan terus dilakukan,“ jelasnya. Sementara, Wakil Direktur III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama Poltekba, Candra Irawan ST., MSi juga turut dalam melakukan pendampingan di Singkawang. Dikatakan, ada tambahan satu sekolah pendampingan yakni di SMKN 2. Sementara dua lainnya masuk di tahun kedua.” Alhamdulillah, tahun ini ada 14 SMK yang didampingi. Meningkat dari tahun lalu yang hanya enam SMK, “ jelas Candra Irawan ST., MSi.Dalam pendampingan kali ini menekankan pada keselarasan mendalam dan menyeluruh SMK Pusat Keunggulan dengan Dunia Kerja melalui 8+i link and match.”Harapannya, sekolah yang dilakukan pendampingan bisa menjadi SMK Pusat Keunggulan. Sehingga bisa berimbas positif dan menjadi pioneer kepada SMK disekitarnya yang belum unggul,“ harapnya.Sementara di SMKN 2 Singkawang, Wakil Direktur III Poltekba mengangkat materi tentang penguatan kerjasama. Menurutnya SMK Pusat Keunggulan diperlukan. Kenapa begitu, kata dia karena saat ini SMK masih sulit menjawab kebutuhan dunia kerja sehingga kondisi ini perlu dibenahi.Nah, adanya pendampingan, kesempatan untuk peningkatan kompetensi guru, kepala sekolah dan pengawas SMK sesuai kebutuhan dunia kerja yang masih sedikit.Pun sinergi pemangku kepentingan termasuk dunia kerja pada program pengembangan SMK yang masih kurang. Tak hanya itu, belum semua SMK mengembangkan kurikulum bersama dunia kerja. Belum semua SMK memiliki fasilitas yang sesuai standar dan manajemen sekolah masih cenderung terbebani hal administrasi. ”Makanya ini penting nya dalam pendampingan,“ ujarnya.Ya visi dalam program SMK Pusat Keunggulan yakni menghasilkan lulusan yang terserap Industri, dunia usaha dan dunia kerja (Iduka) atau menjadi wirausaha melalui keselarasan pendidikan vokasi yang mendalam dan menyeluruh serta menjadi rujukan atau pengimbas dalam peningkatakn kualitas dan kinerja SMK lainnya
Menuju Sentrinov ke-8, Poltekba Gelar Seminar Terkait Pembangunan IKN

Politeknik Negeri Balikpapan ditunjuk sebagai penyelenggara Seminar Nasional Terapan Riset Inovatif (Sentrinov) ke-8 tahun 2022. Berlangsung di Hotel Platinum, 5 November 2022 mendatang, kegiatan ini, merupakan gagasan oleh Forum Direktur Politeknik Negeri se-Indonesia (FDPNI).Nah sebelum menuju ke acara puncak, soft launching Sentrinov dilaksanakan dengan menggelar seminar secara zoom, Rabu (14/9/2022).Dalam seminar tersebut, dua keynote speaker diundang. Yakni Tizar Muhammad Kautsar selaku Ketua Tim Kajian Pengembangan Kota Balikpapan sebagai Beranda Ibu Kota Negara dan Achmad Rozali, Plant Manager-Branch Balikpapan PT Universal Tekno Reksajaya. Mengangkat tema peran pendidikan vokasi dalam rangka mewujudkan kemandirian infrastruktur, sosial ekonomi dan lingkungan ibu kota negara sebagai kota masa depan.Dalam paparannya, Tizar mengatakan sudah dua tahun belakangan ini bekerja sama antara Institut Teknologi Bandung dengan Poltekba. Kerja sama tersebut berkaitan dengan kajian Balikpapan sebagai beranda. Pemerintah Kota Balikpapan meminta kajian sebagai antisipasi dampak pengembangan IKN.”Peran pendidikan vokasi sangat penting dalam pembangunan IKN. Terutama bagi Poltekba sebagai kampus di Balikpapan,” ujar Tizar.Sementara, Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Poltekba, Ir. Ida Bagus Dharmawan, ST.,MSi mengatakan seminar ini terlaksana agar pendidikan vokasi diharapkan bisa selaras dengan penelitian terapan. Sehingga dapat berkontribusi dengan kesejahteraan masyarakat dan sesuai kebutuhan industri. ”Seminar ini merupakan rangkaian kegiatan dari Sentrinov. Dengan harapan, adanya peningkatan kontribusi dalam bidang penelitian kepada masyarakat,“ ujar Ida Bagus.Sekretaris Forum Forum Direktur Politeknik Negeri se-Indonesia (FDPNI), Uuf Brajawidagda berharap bisa mensukseskan Sentrinov. Dalam seminar kali ini, tema diangkat perihal IKN tentunya berkaitan dengan masa depan. Namun jika boleh usul, bila ada pembahasan politeknik dalam diskusi.”Kegiatan ini juga sebagai ajang silaturahmi. Sehingga bisa lebih berkolaborasi diantara politeknik. Berharap dari seminar ini, bermunculan banyak karya. Syukur-syukur bisa dibuatkan pameran hasil karya penelitian. Saya yakin, pasti banyak produk penelitian yang berkualitas ke masyarakat,“ harap Uuf Brajawidagda.Direktur Poltekba, Ramli, S.E., M.M mengatakan pelaksanaan Sentrinov mengatakan hari ini merupakan soft launching sebelum menuju acara puncak di November nanti.Nah, melalui seminar ini diharap dapat menghasilkan penelitian yang berkualitas. Terutama bagi kampus vokasi dalammenghadapi Ibu Kota Negara (IKN ”Poltekba sudah dipastikan berada di pusat pemerintahan setelah ditetapkan sebagai IKN. Sehingga cepat atau lambat, Poltekba dan Polteknik sebagai bagian pendidikan vokasi masuk ke dalam pembangunan IKN secara komprehensif,“ ujarnya.Dikatakan sebagai penyangga IKN, dibutuhkan perguruan tinggi yang dinamis, kreatif serta inovatif. Tentunya dengan menyiapkan dan menghasilkan tenaga kerja yang kompeten.”Adanya IKN, tentu imigrasi besar-besaran terjadi. Sehingga akan jadi kompetisi SDM yabg ketat. Poltekba dan politeknik se-Indonesia harus mempersiapkan lulusan berkualitas dan siap bersaing,“ harapnya.Sementara, Wakil Ketua Indonesian Society of Applied Science (ISAS), Mike Yuliana mengucapkan terima kasih kepada Poltekba karena sudah berkenan menjadi tuan rumah. Berharap setelah soft opening, ada banyak paper yang masuk.”Diharapkan dengan seminar ini, kualitas di politeknik meningkat. Dan paling penting, kegiatan ini sebagai ajang silaturahmi, dan bisa meningkatkan kerja sama terutama dalam hal penelitian,“ ujar Mike Yuliana.
Poltekba Lakukan Pengabdian di Kelurahan Sungai Nangka, Manfaatkan Sampah Terpadu Berbasis Ekobrik

Politeknik Negeri Balikpapan melakukan pengabdian di Kawasan Toga Warna-Warni,Kelurahan Sungai Nangka, Kecamatan Balikpapan Selatan. Ya mereka memaksimalkan pemanfaatan sampah terpadu berbasis ekobrik dan peningkatan SDM Pengolahan Sampah.Tim yang melakukan pengabdian yakni Rahmat Bangun Giarto, Masrul Huda, Mohamad Isran M dan Ali Arifin Soeparlan. Saat dihubungi, Salah satu anggota Tim Pengabdian Poltekba, Rahmat Bangun Giarto mengatakan pengabdian ke masyarakat ini dilaksanakan sejak Mei lalu. Dijelaskan pengurangan sampah, dilakukan dengan cara pembatasan timbulan sampah, pendauran ulang sampah dan pemanfaatan kembali sampah. Kegiatan yang dapat dilakukan yaitu dengan cara menggunakan bahan yang dapat digunakan kembali, didaur ulang atau bahan yang mudah terurai serta mengumpulkan dan menyerahkan kembali sampah dari produk kemasan yang sudah digunakan. Memang Kota Balikpapan saat ini memiliki Peraturan Walikota Balikpapan Nomor 8 Tahun 2018 tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik sehingga hal ini berdampak pada berkurangnya jumlah sampah plastik di Kota Balikpapan.“Makanya, kemudian penanganan sampah, dilakukan dengan melakukan pengelompokan dan pemisahan sampah sesuai dengan jenis, jumlah, dan/atau sifat sampah. Pengelolaan sampah dengan metode 3R (Reduce, Reuse dan Recycle) merupakan metode yang populer di masyarakat dan salah satu solusinya yakni dengan ekobrik,“ jelasnya.Program ini, kata dia merupakan usaha mengurangi sampah plastik menjadi produk yang mempunyai daya jual seperti kursi, meja, dan barang-barang kesenian lainnya. Ekobrik ini di beberapa tempat sudah dikembangkan tetapi belum maksimal.”Di kota Balikpapan itu sendiri, ekobrik ini jarang dijumpai, volume sampah yang besar tiap harinya dan dengan ekobrik menjadi sesuatu yang menjanjikan dari segi ekonomi yang akhirnya dapat meningkatkan kondisi ekonomi bagi warga sekitar,” jelasnya.Ia pun berharap dari program pengabdian yang dilaksanakan dapat menumbuhkan ekonomi warga.Sementara, Lurah Sungai Nangka, Sanrang mengatakan sangat berterima kasih dengan pengabdian yang dilakukan oleh tim Poltekba. Kegiatan ini diharap bisa meningkatkan skill dan kompetensi warga.”Program ini sangat bagus, karena bisa memaksimalkan bekas sampah menjadi sesuatu yang menghasilkan,“ ujar Sanrang.
Seminar Menyiapkan Jutaan Talenta Digital Indonesia dengan Kurikulum Merdeka dan Platform LearningX
Politeknik Negeri Balikpapan bersama PT Global Investment Institusi melalui Platform LearningX menggelar workshop kepada seluruh perwakilan SMK se-Balikpapan. Berlangsung di Gedung Terpadu Lantai 4 Poltekba, Rabu (7/9/2022) dengan mengundang Pakar Pendidikan Vokasi Indonesia, Wikan Sakarinto, S.T., M.Sc., Ph.D.Mengangkat topik pembahasan menyiapkan jutaan talenta digital Indonesia dengan Kurikulum Merdeka dan Platform LearningX, workshop ini sebagai bagian dari rancangan peogram edukasi learningX (LG Group-Korea Selatan) berbasis industri 4.0 guna meningkatkan kompetensi pendidikan digital siswa SMK.Kepada para perwakilan SMK, Wikan mengatakan dalam proses pembelajaran, yang paling utama bagaimana meningkatkan soft skill para pelajar, kemudan hard skill. Selama ini, kebanyakan terpusat pada hard skull saja. ”Dengan soft skill, tentunya inovasi-inovasi bisa tercipta. Selama ini masalah pendidikan kita, terlalu fokus pada hard skill semata,“ ujar Wikan. Nah berkaitan dengan dunia digital, saat ini kata dia kehidupan sehari-sehari sudah berhubungan pada dunia digital. Bahkan semua bidang apapun, termasuk di dunia pendidikan.Tuntutan era saat ini, membuat pendidikan vokasi dituntut untuk mampu menciptakan jutaan talenta digital Indonesia. Terlebih, ia mengaku ada dua perusahaan besar di Indonesia yang justru mencari tenaga programmer hingga ke India.”Ini menjadi tantangan dan tugas bersama bagi kita semua untuk menciptakan jutaan talenta digital Indonesia“ ujar mantan Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbudristek RI memberikan motivasi.Dalam workshop kali ini, Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Kota Balikpapan, Mujadi, S.Pd.,M.Pd mengatakan workshop ini cukup penting dilakukan. Tentunya, bisa menambah wawasan dalam hal dunia digital.”Seminar ini juga, bukti bila Poltekba dan Platform LearningX sangat peduli dalam meningkatkan kualitas SMK di Balikpapan, sehingga lulusannya bisa dibutuhkan industri. Pun link and match antara Poltekba dan SMK bisa terjalin,“ ujar Mujadi, Sementara, Direktur Poltekba Ramli, S.E., M.M mengatakan workshop ini tak hanya demi menciptakan pendidikan vokasi yang berkompeten, juga sebagai ajang mempererat silaturahmi. Mewakili Poltekba, sangat berterima kasih kepada seluruh sekolah yang sudah hadir. Pun dengan narasumber yang telah memberikan ilmu nya kepada para peserta.”Berharpa kegiatan ini bisa menjadi awal kolaborasi dalam menyiapkan jutaan talenta digital di Indonesia. Sehingga Balikpapan sebagai penyangga IKN, benar-benar siap,“ harapnya.Dalam sambutannya, ia juga menerangkan perihal program pendampingan SMK Pusat Keunggulan. Tahun ini, kampus vokasi Kota Minyak tersebut melakukan pendampingan kepada 14 sekolah. Lebih banyak dibanding tahun lalu yang hanya tujuh sekolah.Ia merincikan dari 14 sekolah tersebut, terdiri dari tiga sekolah asal Kalimantan Barat, satu sekolah dari Kalimantan Tengah dan sisanya berasal dari Kaltim.
Wardah Gelar Campus Roadshow,Talkshow Beauty Moves Youth di Poltekba
Wardah melaksanakan kampus roadshow di Politeknik Negeri Balikpapan, Kamis (6/10/2022). Mengangkat tema beauty moves youth dengan mengundang dua narasumber yakni Creative Director @anakmudabpp, Bambang Pujiono dan Wardah Beauty Promotor, Yandira Cantika.Ketua Jurusan Akuntansi Poltekba, Dessy Handa Sari, S.E.,M.M mengatakan sesuai tema yang diambil, talkshow ini sangat penting bagi para mahasiswa. Tentunya dalam menyiapkan mereka menghadapi dunia magang atau praktek kerja lapangan (PKL).”Termasuk saat bekerja nanti, bagaimana para mahasiswa bisa meningkatkan personal branding nya,“ jelas Dessy Handa Sari.Ya, dalam talkshow ini, total 177 mahasiswa turut ambil bagian. Mereka berasal dari mahasiwa yang berencana akan melaksanakan PKL.”Berharap dari kegiatan ini, para mahasiswa dan mahasiswi siap menghadapi dunia magang. Pun menjadi lebih percaya diri untuk memasuki dunia yang baru lagi,” harapnya.Selain talkshow, juga dilaksanakan demo beauty make-up oleh Yandira Cantika. Dalam prakteknya bagaimana make-up yang sesuai untuk memasuki dunia magang atau bekerja. ”Semoga ke depan bisa terus menjadi agenda rutin tahunan,” tutupnya
Tim D8 Poltekba Juara 3 Specta KCI 2022 Garapan ITK

Poltekba berhasil meraih peringkat ketiga di Karya Cipta Inovasi (KCI) 2022 garapan Institut Teknologi Kalimantan. Ya Tim D’8 mengangkat tema implementasi bidang kemaritiman monitoring pasang surut air laut berbasi Internet of Things (IoT).Dosen Pendamping, Mikail Eko Prasetyo Widagda, S.T., M.T. menjelaskan alat didalam lomba ini dipergunakan untuk memonitoring pasang air surut air laut di area Dermaga Semayang Balikpapan. Nantinya, alat tersebut dapat membantu memberikan informasi level pasang surut air laut bagi kapal – kapal yang akan bersandar di dermaga dan yang akan berlabuh dari dermaga.Informasi level pasang surut air laut, lanjut dia dapat ditunjukkan dengan lampu indikator berwarna merah dan hijau. Indikator warna merah menandakan bahwa kondisi air laut surut, sedangkan indikator berwarna hijau menandakan bahwa kondisi air laut pasang.”Website Open Source ThingSpeak digunakan untuk akses monitoring pasang surut air laut yang dapat diakses oleh siapapun yang memilik link project kami. Didalam website ThingSpeak akan tampil ukuran jarak ketinggian air laut dari sensor ultrasonik JSN-SR04T terhadap permukaan air laut bagian atas, bersama itu juga akan ditampilkan tanda lampu kerja alat dalam keadaan air laut surut dan keadaan air laut pasang,“ jelasnya.Untuk dapat dilihat oleh manusia di area dermaga, dikatakan dibuatlah lampu monitoring pasang surut air laut dengan lampu LED Strip. Untuk air laut surut, lampu akan menyala berwarna merah, untuk air laut sedang, lampu akan menyala berwarna kuning, kemudian untuk air laut pasang, lampu akan menyala berwarna hijau.”Ide tersebut kami ambil karena alat yang dikerjakan masuk dalam tema lomba tersebut.Alat tersebut selain digunakan sebagai monitoring pasang surut air laut, juga bisa digunakan sebagai upaya penanganan banjir di Balikpapan,” ujarnya.”Tetapi ada metode pengamatan yang berbeda. Tim D’8 masih tergolong baru, dan untuk lomba serupa sebelumnya juga masih baru,“ sambungnya.
Tingkatkan Kualitas, Jurusan Teknik Elektro Poltekba Gelar Workshop Review Kurikulum

urusan Teknik Elektro Politeknik Negeri Balikpapan menggelar workshop Review Kurikulum untuk dua prodi. Ya berlangsung di Hotel Grand Tjokro, Sabtu (27/8/2022) lalu para dosen dan tenaga kependidikan di teknik elektronika dan teknologi listrik mengikuti pelatihan dengan mengundang pihak Industri, dunia usaha dan dunia kerja (Iduka).Ketua Jurusan Teknik Elektro Drs. Armin.,M.T. mengatakan kegiatan review kurikulum memang biasa dilakukan empat atau lima tahun sekali. Namun kali ini dilakukan lebih cepat, lantaran tuntutan kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).”Kami mereview kembali kurikulum, walaupun kurikulum 2019 baru dilaksanakan tiga tahun. Pada workshop kemarin itu, kami mengundang beberapa pihak Iduka untuk memberikan masukan dan saran terhadap draft kurikulum yang telah disusun tim review kurikulum,“ jelas Drs Armin.,M.T. Memang sebelum melaksanakan workshop, pihaknya telah membentuk tim review kurikulum yang bertugas menganalisis kurikulum 2019 untuk direview dan disesuaikan dengan Kurikulum MBKM. ”Kurikulum hasil review ini, kami sebut sebagai Kurikulum 2022 yang akan dilaksanakan mulai tahun ini (Tahun Akademik 2022/2023),” jelasnya.Pada Kurikulum 2022 yang menerapkan MBKM, dijelaskan bobot kegiatan magang atau Praktek Kerja Lapangan ditingkatkan dari 6 SKS menjadi 20 SKS. Sehingga pada Semester V (Prodi D3 Teknik Elektronika) atau Semester VI (Prodi Teknologi Listrik). Selama satu semester penuh mahasiswa melaksanakan magang atau PKL di Iduka.“Selain itu beberapa mata kuliah di semester IV, kita rencanakan untuk dilaksanakan di Iduka dengan dosen dari pihak Iduka yang telah bekerja sama dengan Politeknik Negeri Balikpapan,“ jelasnya.
Pengumuman Seleksi Pengganti Penerima Beasiswa Bank Indonesia (Pengganti) Tahun 2022 di Lingkungan Politeknik Negeri Balikpapan
Pengumuman Nomor 163/PL32.3/BW/2022 Berdasarkan surat dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan dengan nomor 24/612/Bpp/Srt/B tanggal 30 Agustus 2022, tentang Penyaluran Beasiswa Bank Indonesia tahap II dengan ini kami sampaikan beberapa hal sebagai berikut. Download Pengumuman selengkapnya disini :
Poltekba Gelar Pengembangan Keterampilan Dasar Teknik Instruksional

Politeknik Negeri Balikpapan tak henti-hentinya meningkatkan kualitas sumber daya manusia nya. Salah satunya dengan melaksanakan pengembangan keterampilan dasar teknik instruksional (Pekerti).Selama enam hari, sejak 26 Agustus-1 September 2022 pelatihan dilaksanakan di Hotel Grand Tjokro. Dalam kegiatan ini, tercatat ada 20 peserta dari internal kampus mengikuti pelatihan ini. Sebagian besar merupakan para dosen baru. Ya pelatihan ini, materi langsung disampaikan oleh Fasilitator dari Universitas Negeri Sebelas Maret Solo berkaitan dengan isu strategis perguruan tinggi, konsep pengembangan kurikulum, teori belajar, teori motivasi, model pembelajaran inovatif. analisis kompetensi, rencana pembelajaran semester, metode pembelajaran inovatif, penilaian hasil belajar serta praktek mengajar.Koordinator Pengembangan, Pembelajaran dan Penjaminan Mutu Pendidikan Poltekba, Fitriyani, S.E., M.Sc. mengatakan pelatihan ini dilaksanakan untuk meningkatkan kemampuan mengajar dosen, khususnya dosen-dosen yang berasal dari pendidikan murni. ”Kegiatan ini memang ditujukan untuk dosen-dosen baru. Tentunya sudah menjadi agenda rutin tahunan, selama masih ada dosen-dosen baru yang direkrut,“ ujar Fitriyani.Ia pun berharap dari kegiatan ini kemampuan atau pedagogis dosen Poltekba bisa meningkat sehingga transfer knowledge dan skill kepada mahasiswa menjadi lebih optimal. Tentunya menghasilkan lulusan yang menguasai kompetensi dan keterampilan sesuai dengan CPL yang ditetapkan,” pungkasnya
Poltekba Gelar Sosialisasi Permendikbud Tentang Tata Naskah

Politeknik Negeri Balikpapan menggelar sosialisasi peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 3 Tahun 2021. Perihal Tata Naskah Dinas di Hotel Platinum, Sabtu (27/8/2022). Turut hadir sebagai narasumber Perwakilan Kemendikbudristek RI Annuha dan Gita Tri Widiasti.Dalam paparannya, keduanya silih berganti menjelaskan tentang pembuatan naskah dinas. Menurut Annuha, seluruh unit kerja di bawah naungan Kemendikbudristek wajib mengikuti pedoman peraturan menteri Nomor 3 tersebut. “Ketika membuat naskah dinas, wajib berpedoman. Ada aturan font, huruf dan lainnya sudah disepakati dalam aturan kesepakatan. Sehingga menjadi identitas resmi,“ ujar Annuha dihadapan para tenaga kependidikan dan dosen yang hadir.Ya peraturan ini, kata dia untuk penyeragaman bagi semua. Mulai dari kop surat hingga turunannya. “Ketentuan seperti ini yang wajib diikuti dan diselaraskan,“ tambahnya yang disepakati oleh Gita Tri Widiasti. Ia pun berharap dari kegiatan ini, penulisan tata naskah dinas yang dilakukan Poltekba benar-benar sesuai pedoman yang sudah ditetapkan. Sementara, Direktur Poltekba Ramli, S.E., M.M. mengatakan dalam sambutannya memang sangat diperlukan sosiaisasi terkait dengan tata naskah. Sebab perlu ada peningkatan dan mengikuti pedoman dari tahun ke tahun.”Terima kasih kepada narasumber yang sudah hadir dalam rangka peningkatan kualitas. Tentunya, peningkatan kualitas seperti ini juga untuk mempersiapkan dalam menyambut IKN,“ kata Direktur Poltekba.