Perkuat Link and Match, Mahasiswa SIKC Poltekba Dalami Smart City di Bappeda

Konsep Smart City kini menjadi salah satu fokus penting dalam pembangunan kota modern, termasuk di Kota Balikpapan. Sejalan dengan perkembangan tersebut, mahasiswa Program Studi Sistem Informasi Kota Cerdas (SIKC) Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba) melaksanakan kunjungan akademik dan wawancara ke Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappeda Litbang) Kota Balikpapan pada tanggal 11 November 2025. Kunjungan ini diikuti oleh mahasiswa Arief Giri, Dwiqi Kurniawan, Ary Fairuzyan, dan Tasya Al Zahra sebagai bagian dari implementasi Mata Kuliah Konsep Teknologi Kota Cerdas yang diampu oleh Danar Retno Sari, S.Kom., M.Kom., serta menjadi wujud nyata penerapan konsep link and match vokasi, di mana pembelajaran berlangsung langsung di lapangan dan melibatkan pihak pemangku kepentingan kota.

Dalam pertemuan tersebut, Bappeda Balikpapan menegaskan bahwa Smart City tidak dapat dipahami sekadar sebagai penerapan teknologi canggih. Kota cerdas merupakan upaya menghadirkan lingkungan yang lebih nyaman, efisien, dan mudah diakses oleh masyarakat. Tantangan terbesar adalah mengubah pola pikir bahwa Smart City bukan hanya sistem informasi, melainkan konsep besar yang mencakup enam pilar penting seperti Smart Environment, Smart Governance, Smart Living, dan Smart Branding. “Teknologi hanyalah alat untuk mempermudah. Contohnya CCTV yang digunakan bukan sekadar sebagai kamera, tetapi bagian dari ekosistem untuk mengurangi kemacetan dan meningkatkan keamanan,” jelas Ibu Irena selaku Kasubbid Infrastruktur Perkotaan. Ia juga menekankan pentingnya indikator keberhasilan pada setiap pilar Smart City, misalnya pengelolaan sampah yang lebih fokus pada proses pengolahan di hulu agar volume sampah yang tiba di hilir semakin berkurang.

Sementara itu, Ali Ichwani selaku Kabid Pengembangan Infrastruktur dan Perekonomian Perkotaan menjelaskan bahwa Bappeda saat ini tengah mempersiapkan transformasi dari Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) menuju regulasi baru berupa Indeks Pemerintahan Digital (PEMDI). Regulasi ini akan mulai diterapkan pada 2026 dan direncanakan disosialisasikan pada 2028, menunggu arahan dari pemerintah pusat. Transformasi ini menjadi langkah penting dalam memperkuat tata kelola pemerintahan modern, sekaligus mendukung terwujudnya Smart City yang lebih terukur, adaptif, dan sesuai dengan perkembangan teknologi global.

Kegiatan akademik ini tidak hanya memperkaya wawasan mahasiswa, tetapi juga menjadi bentuk nyata kontribusi Poltekba dalam program Kampus Berdampak dengan mendorong mahasiswa terlibat langsung memahami isu dan kebutuhan kota. Melalui interaksi dengan instansi pemerintah, mahasiswa dapat melihat secara langsung bagaimana konsep Smart City direncanakan, diterapkan, dan dievaluasi. Dosen pengampu mata kuliah, Danar Retno Sari, S.Kom., M.Kom., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan upaya memperkuat kompetensi mahasiswa agar memahami konsep Smart City secara komprehensif dan aplikatif. “Mahasiswa tidak hanya mempelajari teori, tetapi melihat langsung bagaimana konsep Smart City direncanakan dan diterapkan di pemerintahan. Harapannya, mereka dapat menjadi bagian dari lahirnya solusi inovatif untuk kota kita,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Poltekba menegaskan komitmennya dalam mempersiapkan sumber daya manusia vokasi yang siap berkontribusi dalam pembangunan kota masa depan. Dengan memperkuat kolaborasi melalui program link and match serta mengintegrasikan program Kampus Berdampak, Poltekba berupaya mencetak lulusan yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memahami tantangan perkotaan modern dan mampu memberikan kontribusi nyata dalam mewujudkan Smart City yang berkelanjutan.