Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba) bersama Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Kalimantan Timur menyelenggarakan Ekspose Seminar Hasil Riset bertema “Strategi Implementasi Model Skill e-Passport ASEAN Toolbox dalam Kebijakan Merdeka Belajar Menengah Kejuruan Pusat Keunggulan Bidang Pariwisata.” Kegiatan ini merupakan bagian dari riset kolaboratif yang dilakukan oleh Tim Riset Poltekba dan BRIDA Kaltim sebagai upaya memperkuat ekosistem pendidikan vokasi yang lebih adaptif, berdaya saing internasional, dan selaras dengan tuntutan industri.
Acara digelar pada tanggal 4 Desember 2025, di Aula Mandiri Lantai 1 Kantor DPM Pemdes Provinsi Kalimantan Timur, Jl. MT. Haryono No. 96, Samarinda, dan berlangsung mulai pukul 09.00 WITA hingga selesai. Kegiatan juga diikuti secara daring melalui Zoom untuk memperluas akses partisipasi.
Rangkaian acara dimulai dengan registrasi peserta, pembukaan, Lagu Indonesia Raya, doa, serta sambutan oleh Kepala BRIDA Prov. Kaltim, Dr. M. Ir. H. Fitriansyah, ST., MM.. Selanjutnya dilaksanakan pemaparan hasil riset oleh tim peneliti, tanggapan narasumber penanggap, diskusi interaktif, dan ditutup oleh panitia.

tim peneliti dari Poltekba
Ekspose hasil riset ini dihadiri oleh lebih dari 50 institusi strategis, meliputi pemerintah pusat, DPRD Provinsi Kaltim, dinas pendidikan dan pariwisata provinsi serta kabupaten/kota, dinas tenaga kerja, perguruan tinggi, asosiasi industri pariwisata, hotel berbintang, serta SMK Pusat Keunggulan (SMK PK) bidang pariwisata dari berbagai daerah. Kehadiran lintas pemangku kepentingan tersebut menunjukkan kuatnya dukungan terhadap implementasi standar kompetensi ASEAN melalui model Skill e-Passport.
Dalam paparannya, tim peneliti yang di motori oleh Prof. Dr. Tuatul Mahfud, M.Pd sebagai Ketua Tim Serta Anggota Tim yang terdiri dari Yogiana Mulyani, M.M.Par, Henry Winnarko, M.Pd dan Andi Yasir Amsal, M.Pd.. menjelaskan bahwa Skill e-Passport merupakan e-portfolio yang digunakan untuk merekam dan memvalidasi capaian kompetensi siswa berdasarkan standar ASEAN Common Competency Standards for Tourism Professionals (ACCSTP) dan Common ASEAN Tourism Curriculum (CATC). Model ini menjawab kebutuhan sistematis terkait mekanisme penyetaraan, rekognisi pembelajaran lampau (RPL), serta rekam jejak kompetensi digital yang dapat digunakan siswa untuk melanjutkan studi, memasuki dunia kerja, atau mengikuti sertifikasi lanjutan.
Ketua Tim Peneliti, Prof. Dr. Tuatul Mahfud, M.Pd menegaskan pentingnya inovasi ini bagi masa depan pendidikan vokasi Indonesia. Beliau menyampaikan:
“Skill e-Passport adalah langkah strategis untuk membawa lulusan SMK kita ke level ASEAN. Dengan rekognisi kompetensi yang terdigitalisasi dan selaras standar internasional, kita memastikan setiap capaian siswa benar-benar bermakna. Poltekba melalui inisiatif Kampus Berdampak telah menunjukkan peran nyata dalam membantu sekolah dan industri bertemu dalam satu peta kompetensi yang relevan dan berorientasi masa depan.”
Melalui kegiatan ini, Poltekba menegaskan komitmennya dalam mengaktualisasikan program Kampus Berdampak, yaitu kampus yang menghasilkan kontribusi nyata bagi masyarakat, dunia pendidikan, dan industri. Poltekba juga akan melanjutkan tahapan strategi pengembangan, mulai dari penguatan SDM, penyelarasan kurikulum, pengembangan platform digital Skill e-Passport, hingga pelaksanaan uji kompetensi berbasis standar ASEAN.
Kegiatan riset bersama ini diharapkan menjadi fondasi kuat dalam menghadirkan transformasi nyata bagi SMK, khususnya pada bidang pariwisata, agar lulusan semakin mampu menjawab kebutuhan pasar kerja regional hingga internasional.