Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba) kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak lulusan yang kompeten dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Melalui Program Studi Teknologi Listrik, Jurusan Rekayasa Elektro, Poltekba menyelenggarakan Sertifikasi Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan bagi 30 mahasiswa pada Jumat (29/8/2025). Program ini tidak hanya menegaskan peran Poltekba dalam Kampus Berdampak, tetapi juga menjadi langkah strategis untuk mendukung kebutuhan tenaga kerja profesional di kawasan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Koordinator Program Studi Teknologi Listrik, Andi Sri Irtawaty, S.T., M.Eng, menyampaikan bahwa terdapat tiga skema sertifikasi yang dipilih mahasiswa sesuai bidang peminatan mereka. Dari total peserta, 13 mahasiswa memilih skema Pembangkit Tenaga Listrik, 4 mahasiswa pada Distribusi Tenaga Listrik, serta 13 mahasiswa lainnya mengambil skema Instalasi Pemanfaatan Tenaga Listrik. Ketiga bidang tersebut merupakan kompetensi yang sangat dibutuhkan dalam pengembangan infrastruktur energi di IKN.
Untuk menjamin mutu proses sertifikasi, Poltekba menghadirkan tiga asesor dari PT Lisan Nusantara Satu yang menguji langsung mahasiswa sesuai skema masing-masing. Kegiatan ini telah menjadi agenda rutin tahunan, sekaligus bagian dari implementasi Program Kampus Berdampak yang menekankan pada pemenuhan standar kompetensi industri. Dengan cara ini, mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga dibuktikan kesiapan praktisnya melalui sertifikasi resmi yang diakui secara nasional.
Andi Sri Irtawaty menambahkan, pelaksanaan sertifikasi ini sejalan dengan kurikulum serta Praktik Kerja Lapangan (PKL) mahasiswa selama lima bulan di berbagai perusahaan mitra. Pengalaman kerja nyata di industri tersebut memudahkan mahasiswa ketika diuji. “Mereka sudah terbiasa dengan praktik langsung, sehingga saat sertifikasi bukan hanya teori yang diuji, tetapi juga penerapan nyata di lapangan,” jelasnya. Hal ini tentu relevan dengan kebutuhan sumber daya manusia di IKN yang menuntut tenaga profesional siap kerja.
Selain sertifikasi, Poltekba juga telah menyiapkan rencana tindak lanjut berupa kerja sama dengan politeknik di Tiongkok. Kerja sama ini mulai berlaku untuk mahasiswa baru tahun ini, sehingga semakin memperluas akses pembelajaran internasional. Sementara itu, bagi mahasiswa tingkat akhir, kampus secara konsisten memfasilitasi proses rekrutmen dengan mendatangkan perusahaan langsung ke kampus. Setiap tahunnya, banyak lulusan terserap ke perusahaan besar, seperti PLN, PT Bayan, hingga Pertamina, yang juga menjadi pemain penting dalam mendukung keberlanjutan energi di kawasan IKN.
Melalui berbagai langkah tersebut, Poltekba berharap dapat melahirkan lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi tinggi di bidang ketenagalistrikan, tetapi juga mampu bersaing secara global. “Harapan kami, lulusan Poltekba bisa berkontribusi nyata dalam pembangunan IKN maupun sektor industri lainnya, sehingga keberadaan kampus benar-benar memberikan dampak positif bagi bangsa,” pungkas Andi.