Poltekba Wujudkan Inklusi Sosial dengan Program Pelatihan Wirausaha untuk Penyandang Disabilitas

Menguatkan Kemandirian Ekonomi Penyandang Disabilitas: Poltekba Laksanakan Pelatihan Pembuatan Roti di Balikpapan

Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung inklusi sosial dan pengembangan kemandirian ekonomi melalui program Kampung Vokasi, yang kali ini menyasar pemberdayaan komunitas penyandang disabilitas di Kota Balikpapan. Kegiatan “Peningkatan Kemandirian Wirausaha Penyandang Disabilitas melalui Pengembangan Kemampuan Pembuatan Roti dan Isian” berlangsung pada 19–20 Juli 2025 di Laboratorium Pastry Bakery Poltekba. Program ini sejalan dengan upaya Poltekba dalam menciptakan dampak positif melalui pendidikan vokasi berbasis kearifan lokal dan pemberdayaan sosial.

Berdasarkan data Dinas Sosial Kota Balikpapan, terdapat lebih dari 2.500 penyandang disabilitas di Kota Balikpapan, dengan sebagian besar mengalami keterbatasan akses terhadap pendidikan dan pekerjaan. Untuk itu, kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk memberikan keterampilan yang dapat meningkatkan kemandirian mereka, serta membuka peluang usaha yang berkelanjutan.

Kampus Berdampak Poltekba: Peningkatan Keterampilan Wirausaha Penyandang Disabilitas di Balikpapan

Dipimpin oleh Farida, M.Pd, bersama tim dosen program studi, yakni Henry Winnarko, S.Pd., M.Pd., Abdul Gafur, S.Pd., M.Pd, Syahrul Karim, S. St., M.Sc, Firda Rahmayanti, S.Tr.Par., M.Par, Dr. Nur Vita Opu, SE., MM, dan Muhammad Albar Gusti Syaf, S.Mat., M.Acc, pelatihan ini berhasil menggandeng Kelurahan Telaga Sari sebagai mitra dalam pelaksanaan program. Keberhasilan ini menambah momentum bagi Poltekba Ecotech Fusion Campus, yang mengintegrasikan pendekatan teknologi dan ekologi dalam pengembangan keterampilan berbasis ekonomi kreatif.

Pada hari pertama, para peserta menerima materi penyuluhan mengenai teknik dasar pembuatan roti, pizza, dan abon sebagai isian. Mereka juga diberikan pengetahuan praktis tentang cara menghitung harga jual produk secara tepat, yang merupakan aspek penting dalam memulai usaha mandiri. Sementara itu, pada hari kedua, peserta mengikuti sesi praktik langsung, menggunakan peralatan standar industri untuk membuat roti, dengan bimbingan dari para fasilitator yang berpengalaman.

Lurah Telaga Sari, Airin Amir, S.Sos., M.A.P, mengapresiasi program ini sebagai langkah strategis untuk memberdayakan komunitas penyandang disabilitas, khususnya bagi mereka yang tergabung dalam Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kota Balikpapan. “Kami sangat mendukung inisiatif ini karena memberikan peluang bagi penyandang disabilitas untuk meningkatkan kualitas hidup mereka melalui keterampilan wirausaha yang berkelanjutan,” ungkap Airin.

Peserta yang terdiri dari 15 penyandang disabilitas fisik dan 5 kader PKK setempat menunjukkan semangat luar biasa dalam mengikuti pelatihan. Salah satu peserta, Sugianto, Ketua PPDI Kota Balikpapan, menyatakan, “Pelatihan ini memberikan kami bekal keterampilan yang sangat berharga. Kami merasa diberi kesempatan untuk berkembang, dan ini adalah peluang untuk meningkatkan ekonomi keluarga kami.”

Sebagai bentuk dukungan lanjutan dan keberlanjutan program, Poltekba memberikan bantuan alat produksi roti kepada komunitas PPDI Kota Balikpapan. Bantuan tersebut berupa oven 2 deck, mixer, loyang, kuas roti, rolling pin, pisau roti, gelas ukur, serta berbagai peralatan lain yang mendukung produksi roti. Selain itu, peserta juga menerima bahan baku dan kemasan sebagai modal awal untuk memulai usaha mandiri mereka. Farida, selaku pengarah kegiatan, menambahkan, “Semangat dan antusiasme yang ditunjukkan oleh peserta sangat luar biasa. Program ini tidak hanya memberikan keterampilan teknis, tetapi juga membangun rasa percaya diri mereka dalam berwirausaha.”

Program ini bukan hanya sekadar pelatihan keterampilan, tetapi juga merupakan bagian dari Kampus Berdampak Poltekba yang mengedepankan semangat inklusi sosial melalui pemberdayaan ekonomi, serta berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama pada tujuan ke-10 tentang pengurangan ketimpangan sosial dan ekonomi.

Poltekba berkomitmen untuk terus mengembangkan dan melaksanakan program-program yang mendukung masyarakat, tidak hanya melalui ruang kelas, tetapi juga dalam rangka membangun masyarakat yang lebih inklusif, mandiri, dan berdaya saing tinggi. Dengan Poltekba Ecotech Fusion Campus, Poltekba terus menghadirkan solusi berbasis teknologi yang ramah lingkungan, untuk memberikan dampak positif yang luas bagi masyarakat Balikpapan dan sekitarnya.