PENGOLAHAN DAUR ULANG MINYAK BEKAS MENJADI BIODIESEL PADA KEGIATAN PKM DOSEN POLTEKBA

1024 576 Politeknik Negeri Balikpapan

Politeknik Negeri Balikpapan kembali melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada  Masyarakat. Kali ini berjudul Pengolahan Daur Ulang Minyak Bekas Menjadi Biodisel Untuk Sumber Energi Alternatif Di Kelurahan Karya Merdeka Kabupaten Kutai Kertanegara. Ide dari inovasi tersebut didasari oleh kondisi geografis kelurahan Karya Merdeka terletak di kabupaten Kutai kertanegara yang letaknya startegis namun tingkat perekonomian warganya sekitar 30% masih berprofesi sebagai petani kelapa sawit. Hasil olahan kelapa sawit akan diproduksi menjadi minyak goreng untuk konsumsi industry dan rumah tangga. Jika telah digunakan berkali-kali akan berubah warna menjadi hitam atau biasa disebut minyak jelantah. Tentunya sudah tidak layak untuk dikonsumsi lagi. Agar tidak menjadi limbah lingkungan, maka disarankan untuk didaur ulang menjadi biodiesel, yaitu sumber energy alternatif pengganti fungsi solar. Biodisel tersebut diperoleh dari hasil daur ulang minyak jelantah yang dicampurkan dengan Methanol dan NaOH. Fungsi biodiesel sama dengan solar, hanya lebih irit biodiesel dibandingkan solar.

Berdasarkan hasil pengujian, 1 liter solar dapat digunakan pada mesin air (dompeng) selama 2 jam, namun 1 liter biodiesel dapat digunakan selama 6 jam jika diimplementasikan pada mesin dompeng untuk mengairi perkebunan sawit. Berarti jika petani akan menggunakan mesin dompeng selama 6 jam, hanya mengeluarkan biaya Rp 7500,- untuk membuat biodiesel, sementara jika menggunakan solar, butuh 3 liter solar yang senilai Rp 18000,- . Berarti dapat disimpulkan bahwa dengan pemakaian biodiesel, petani perkebunan sawit dapat menghemat Rp11500,- untuk pemakaian 1 liter biodiesel.

Tim pelaksana PkM ini terdiri dari 3 dosen Poltekba yaitu  Andi Sri Irtawaty, S.T., M.Eng., Maria Ulfah, S.T., M.T., dan Drs. Armin, M.T., serta dibantu 4 orang mahasiswa Lutfie, Rio, Abizal dan Andy sebagai asisten pendamping.

Kegiatan PkM ini diselenggarakan selama 3 hari berturut-turut, yaitu tanggal 2 Juli, 3 juli dan 6 juli 2020. Kegiatan tersebut mendapat respon positif dan antusias yang tinggi dari warga yang mengikuti kegiatan PkM tersebut. Tanggapan mitra Kelurahan Karya Merdeka yaitu, dengan adanya inovasi tersebut, mereka ingin mencoba mewujudkan sebagai suatu bisnis produksi olahan rumah tangga. Mereka berkeinginan agar di tahun mendatang produksi made home tersebut difasilitasi bantuan insentif dari pihak pemerintah sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan hidup warga Kelurahan karya Merdeka.

Leave a Reply

Your email address will not be published.