POLTEKBA KEMBANGKAN PERTANIAN CERDAS BERBASIS INTERNET OF THINGS (IoT)

1024 768 Politeknik Negeri Balikpapan

Sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat Jurusan Teknik Elektro Politeknik Negeri Balikpapan (POLTEKBA) menggelar pelatihan dan pemanfaatan IPTEKS untuk petani jamur tiram di Km.15, Karang Joang. Pengabdian ini berdasarkan hasil survey permasalahan petani jamur tiram yaitu bahwa suhu dan kelembaban menjadi faktor kualitas panen jamur tiram, teknik penyiraman baglog jamur tiram yang dilakukan secara konvensional dengan menggunakan selang plastik dan hanya mengunakan intuisi dalam menentukan frekuensi penyiraman baglog jamur tiram. Hal ini menjadi latar belakang pengabdian pada masyarakat yaitu dengan membuat alat penyiram jamur tiram berdasarkan suhu dan kelembabab secara otomatis berbasis Internet of Things dan daya yang dihasilkan dari Solar Cell. Pengabdian Kepada Masyarakat ini terdiri dari Qory Hidayati, S.T, M.T sebagai ketua, Nur Yanti, S.T, M.T  dan Nurwahidah Jamal, S.T, M.T sebagai anggota serta melibatkan 3 mahasiswa.  Demikian pernyataan yang disampaikan ketua PKM, saat tim presentasi dihadapan masyarakat dan para kelompok tani di KM.15 Karang Joang, Sabtu (18/7/2020).

Ditegaskan oleh ketua tim yang juga Dosen Teknik Elektro Poltekba Qory Hidayati, S.T, M.T,Tim PKM POLTEKBA mengusung teknologi ini karena latar belakang persoalan-persoalan yang timbul di masyarakat khususnya masyarakat petani jamur. Dengan adanya alat ini, menjadi solusi untuk membantu mereka saat menyiram jamur dan monitoring kondisi rumah kumbung dengan real time dengan system IOT serta memanfaatkan tenaga surya untuk daya yang digunakan. Alat yang diterapkan di salah satu rumah kumbung pemilik jamur tiram yaitu milik pak Budi ini bisa menjaga temperature udara, apakah sudah memenuhi standar atau belum, kemudian relative humidity (RH) nya juga menjadi pertimbangan. Unsur daripada jamur itu akan berkembang atau tumbuh produktif, indikatornya ada 2, yaitu temperature dan RH. Kegunaan dari alat ini tentunya sangat bermanfaat bagi mereka ungkapnya, dan hasil ujicoba menunjukan alat ini meningkatkan produktivitas. Namun, tetap perlu terus evaluasi kembali untuk penyempurnaan alat.

“Alat yang kami terapkan ini merupakan sebuah alat yang memiliki teknologi untuk menyiram jamur tiram dengan otomatis secara vertikal yang terhubung dengan aplikasi android, menyiram secara otomatis berdasarkan sistem The internet of things atau IoT. Diharapkan, ada perusahaan yang melirik untuk memproduksinya secara masal, kemudian diberikan kepada petani jamur, karena sangat potensial. Jamur saat ini menjadi komoditas incaran masyarakat perkotaan,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.