Seminar Safety Riding oleh Astra Honda Motor-Polda Kaltim, Beri Edukasi ke Mahasiswa Poltekba

Politeknik Negeri Balikpapan menjadi host dalam seminar safety riding bertajuk Bangga Menjadi Generasi “Cari Aman”. Garapan Astra Honda Motor (AHM) Balikpapan bersama Jasa Raharja dan Polda Kaltim, Kamis (21/9/2023) lalu, dihadiri oleh 175 mahasiswa.Wakil Direktur III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama Poltekba, Candra Irawan, S.T., M.Si mengatakan para mahasiswa yang hadir, sebanyak 75 persen berasal dari mahasiswa baru.“Kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi para mahasiswa bagaimana tahu cara berkendara yang baik. Bagaimana maksud dan tujuan safety riding,” ujar Candra Irawan, S.T., M.Si.Mengundang mahasiswa baru, menurutnya karena mereka merupakan masa transisi dari bangku SMA ke perkuliahan. Sehingga perilaku di masa SMA, tidak lagi dibawa ke bangku kuliah.“Ada edukasi yang didapat mereka dengan tidak ugal-ugalan saat berkendara. Karena hal itu akan mengakibatkan fatal bagi mereka sendiri,” jelasnya.Memang, saat ini kata dia angka kecelakaan berkendara didominasi oleh pelajar. Tercatat di angka 70 persen. “Makanya seminar ini diadakan. Agar tahu bagaimana berkendara yang benar. Sehingga meminimalisir angka kecelakaan,” akunya.Ia pun berharap acara seminar ini bisa terlaksana setiap tahun. Memberikan edukasi bagi mahasiswa baru. Dengan begitu, mereka bisa menjadi pelopor keselamatan bagi teman-teman kampusnya.“Jangan untuk sekali ini saja ada seminar. Berharap ada terus secara berkelanjutan untuk mahasiswa baru, sehingga ada edukasi didapat,” harapnya
Poltekba Raih Dua Gelar di PIN 2023 Tingkat Nasional Garapan Institut Teknologi Kalimantan

Hasil cukup luar biasa diraih Politeknik Negeri Balikpapan dalam ajang Pejuang Inovasi Nasional (PIN) 2023 garapan Institut Teknologi Kalimantan (ITK). Mereka sukses menyabet dua gelar dalam lomba teknologi tepat guna bertajuk A New Generation In Maximizing Technology for Era of Society 5.0.Ya pertama meraih juara umum 2 dengan judul alat : sistem cerdas pakan ikan otomatis. Kedua, meraih juara favorit dua dalam judul alat : penghangat payudara dan pemijat punggung untuk mencegah bendungan ASI pada ibu post partum.Dosen Pembimbing dan Pendamping Mikail Eko Prasetyo Widagda, S.T., M.T mengatakan cukup bangga dengan hasil yang dicapai para mahasiswa. Dengan persiapan sejak dua bukan lalu, dapat menghasilkan prestasi yang sesuai.“Kalau dibilang cukup puas, ya bisa saja dibilang cukup puas. Karena semua kunci keberhasilan ada di manajemen waktu tim. Tim perlu mengatur waktu untuk bisa bertemu semua dengan mengerjakan alat, uji coba alat, dan finishing alat,” kata Mikail Eko Prasetyo Widagda, S.T., M.T.“Makanya, kami berusaha agar terus berinovasi mengembangkan alat tersebut menjadi lebih istimewa lagi supaya dapat dipakai oleh khalayak umum,” sambungnya Ya, untuk alat yang menjaid favorit dua, kata dia konsep kerja alat nya ada dua hal, yaitu menghangatkan payudara dan memijat punggung di sisi kiri dan di sisi kanan tulang punggung.Konsep kerja menghangatkan payudara dapat dilakukan sebagai berikut : pada payudara diberi penghangat yang bernama Breast Relaxant BKA yang diletakkan di dalam kain Bra Sport untuk menghangatkan payudara dengan cara penggunaannya yaitu merendam Breast Relaxant BKA di air panas selama 3-5 menit.Setelah itu Breast Relaxant BKA dimasukkan ke dalam kain Bra Sport. Jika dirasa hangat dari Breast Relaxant BKA berkurang, maka Breast Relaxant BKA dapat dikeluarkan dari dalam kain Bra Sport untuk kemudian di masukkan ke dalam freezer selama 1-2 jam.Jika ingin menggunakan kembali Breast Relaxant BKA, maka Breast Relaxant BKA direndam ke dalam air putih biasa selama 3-5 menit. Setelah itu Breast Relaxant BKA dimasukkan kembali ke dalam kain Bra Sport dan dapat digunakan kembali untuk menghangatkan payudara.“Hal tersebut dapat dilakukan jika ingin menghangatkan payudara menggunakan Breast Relaxant BKA. Jika sudah dirasa tidak ingin menggunakan Breast Relaxant BKA dapat direndam kedalam air putih biasa selama 3-5 menit dan disimpan kedalam wadah yang bersih,“ jelasnya.Dijelaskan, untuk konsep kerja memijat punggung di sisi kiri dan di sisi kanan tulang punggung dapat dilakukan sebagai berikut : Untuk memijat punggung di sisi kiri dan di sisi kanan tulang punggung menggunakan motor getar kecil yang dihubungkan dengan baterai 9V ke rangkaian motor getar kecil, sehingga ada aliran listrik untuk menggetarkan motor getar kecil tersebut.Kemudian untuk mengatur kecepatan atau intensitas getaran maka diperlukan Potensiometer. Dengan memutar potensiometer, nilai resistansinya berubah, dan ini mengubah tegangan yang diteruskan ke motor getar kecil.Lalu motor getar kecil akan mulai bergetar dengan intensitas yang sesuai dengan posisi potensiometer. Semakin rendah resistansi pada potensiometer (semakin besar arus yang mengalir), maka semakin tinggi intensitas getaran motor getar kecil tersebut, sehingga dapat dirasakan punggung ibu menyusui terasa rilex, dan membantu melancarkan ASI.Pun dengan alat yang menjadi juara umum dua, dijelaskan cara kerja alat pakan ikan otomatis akan di setting sesuai waktu tertentu untuk memberi makan ikan. Settingan waktu pemberi makan ikan akan ditampilkan di LCD 2×16.Settingan waktu untuk memberikan pakan ikan dituliskan ke dalam program Arduino IDE, agar waktu memberikan pakan ikan otomatis bekerja dengan waktu yang tepat, maka diperlukan alat yang namanya RTC DS3231, dengan menggunakan Motor Servo SG90.Program yang dituliskan di dalam Arduino IDE di download ke dalam alat yang bernama Arduino UNO dengan menggunakan laptop atau PC. Arduino UNO akan bekerja jika mendapat sumber listrik dari Power Adaptor Arduino 12 VDC/1 Ampere. Pakan ikan dimasukkan ke dalam botol kecil yang letaknya di samping alat Pakan Ikan Otomatis. Alatpakan ikan otomatis saat tertutup di setting pada posisi 117 derajat. “Botol kecil tempat pakan ikan otomatis akan mengeluarkan pakan ikan sesuai gerak dari motor servo yang digunakan untuk membuka dan menutup alas dari pakan ikan tersebut dengan sudut 20 derajat,” katanya.Untuk waktu memberikan pakan ikan dapat di setting sesuai waktu yang dikehendaki pemilik ikan sesuai jumlah ikan yang ada di dalam akuarium atau kolam ikan, disini kami setting waktunya memberi pakan ikan 2 kali sehari, yaitu di jam 07.00WITA dan di jam 17.00 WITA.“Gerakan motor servo untuk membuka dan menutup alas pakan ikan per 0,8 detik, dengan gerakan motor servo 3 kali buka tutup di botol kecil penampung pakan ikan. Begitu seterusnya sistem kerja alat pakan ikan otomatis tersebut bekerja,” jelasnya.Usai dua raihan ini, ia mengatakan akan terus membuat inovasi baru untuk diperlombakan di ajang lebih tinggi. Tentunya, demi membawa nama Poltekba hingga kancah Internasional.
Poltekba Terima Lisensi Lembaga Sertifikasi Profesi

Jum’at (8/9/2023) bertempat di Ruang Rapat Lantai 2 Kampus Politeknik Negeri Balikpapan, dilaksanakan Serah Terima Sertifikat Lisensi Lembaga Sertifikasi Profesi Politeknik Negeri Balikpapan (LSP Poltekba), yang dihadiri oleh Manajemen Poltekba dan Pengurus LSP. Lisensi LSP Poltekba ditetapkan melalui Surat Keputusan Ketua Badan Nasional Sertifikat Profesi (BNSP) Nomor KEP.0046/BNSP/I/2023 dan Sertifikat Lisensi Nomor: BNSP-LSP-2244-ID dengan masa berlaku Lisensi LSP Poltekba hingga 6 Januari 2028. Sertifikat Lisensi LSP Poltekba diterima oleh Direktur Politeknik Negeri Balikpapan yang juga selaku Dewan Pengarah LSP Poltekba Bapak Ramli, S.E., M.M. Terlisensinya LSP Poltekba oleh BNSP merupakan bagian dari komitmen manajemen sebagai penyelenggara pendidikan vokasi dalam menjamin mutu dan kualitas lulusan yang kompeten dan berdaya saing. Kedepannya lulusan tidak hanya dibekali dengan Ijazah tetapi juga diberikan kesempatan untuk mendapatkan Sertifikat Kompetensi dari BNSP melalui pelaksanaan uji sertifikasi kompetensi.Selain itu, eksistensi LSP Poltekba secara tidak langsung ikut menunjang Poltekba dalam rangka menuju status Badan Layanan Umum (BLU).Pada kesempatan yang sama, Ketua LSP Poltekba Ir. Wahyu Anhar, S.T., M.Eng. menyampaikan diperolehnya Lisensi LSP Poltekba dari BNSP setelah melalui proses yang panjang, diawali dengan kegiatan Apresiasi, Verifikasi Skema Sertifikasi, Full Asesmen hingga Witness oleh BNSP.Saat ini, Lisensi LSP Poltekba untuk mengakomodir 6 Skema Sertifikasi mewakili Jurusan Teknik Mesin, Jurusan Rekayasa Elektro dan Jurusan Akuntansi. Kedepannya, LSP Poltekba akan melakukan Penambahan Ruang Lingkup (PRL) Skema Sertifikasi untuk Jurusan Pariwisata dan Jurusan Sipil.
Poltekba Jawara di Blue Sky Hospitality Competition

Satu lagi prestasi yang sukses diraih Politeknik Negeri Balikpapan. Berpartisipasi dalam ajang Blue Sky Hospitality Competition, Sabtu (2/9/2023) lalu, kampus vokasi Kota Minyak ini menyabet juara satu dan tiga.Ketua Jurusan Pariwisata Henry Winnarko, S.Pd., M.Pd mengatakan sangat bangga dengan penampilan para mahasiswa. Menurunkan lima tim, dua diantaranya berhasil meraih juara.“Alhamdulillah cukup puas dengan hasil ini dan saya merasa bangga dengan tim yang telah berjuang sehingga mendapatkan hasil yang terbaik sekaligus membawa nama baik Jurusan Pariwisata maupun Poltekba,” kata Henry Winnarko, S.Pd., M.Pd, Selasa (5/9/2023).Berpartisipasi dalam event ini, kata dia tim melakukan persiapan kurang lebih satu pekan. Persiapan tersebut tentu cukup singkat. Hanya saja, ia mengakui keikutsertaan ini menjadi ajang pemanasan untuk tampil di National Tourims Vocational Skill Competition di Politeknik Negeri Bali, 23-25 September 2023.“Rencananya kami akan menurunkan tim di kategori making bed, dessert plating, vlog dan fruit carving. Untuk sementara, Semuanya masing-masing satu tim dan making bed dua tim,” jelasnya.Dalam ajang tingkat nasional tersebut, ia berharap dapat mengulangi kesuksesan tahun lalu dengan meraih juara di kategori dessert plating. “Semoga bisa meraih hasil maksimal di semua nomor yang kami ikuti,” harapnya.Untuk diketahui, Blue Sky Hotel Balikpapan menggelar Blue Sky Hospitality Competition dalam rangkaian peringatan HUT ke-50 Blue Sky Hotel Balikpapan dengan tema “The Magic of Blue Sky”.
Tingkatkan Kualitas Mahasiswa Poltekba, Gelar Seminar Kepariwisataan dan Kewirausahaan

Politeknik Negeri Balikpapan menggelar seminar kepariwisataan dan kewirausahaan,Senin (4/9/2023). Total 72 mahasiswa berpartisipasi yang berlangsung di Gedung Terpadu Lantai 4. Hadir sebagai pemateri yakni dosen Jurusan Pariwisata Poltekba Drs Bambang Jati Kusuma, M.M dan Febby Rio Pratama Syarif, A.Md., S.Par., M.Par.Dalam pemaparannya, Bambang Jati Kusuma membahas terkait orang yang sukses adalah mereka yang berupaya. Ya, di Indonesia, kata dia jumlah pengusaha masih kurang dari 3%, sementara negara tetangga sudah mencapai 5-7%. Dalam berusaha, faktor internal dan eksternal berpengaruh pada keberhasilan dan kegagalan wirausaha. “Modal usaha bukan hanya uang, melainkan juga SDM, pengetahuan bisnis, jaringan, tekad, rencana matang, pengalaman, kreativitas, dan inovasi,” ujar Bambang Jati Kusuma.Menurutnya untuk memulai sebagai wirausaha, harus fokus pada hal-hal kecil. Diantaranya tawarkan produk spesifik yang sesuai pasar, perluas jaringan, dan cari peluang. Bisnis model canvas dan strategi pemasaran bisa menjadi strategi yang efektif.“Ingatlah, usaha itu seperti manusia, semua pernah menjadi bayi dan tidak ada yang langsung kuat dan besar,” katanya. Pada pemateri kedua, Febby Rio Pratama Syarif, membahas terkait pengusaha sukses tanpa bersekolah. Dalam paparannya, ada beberapa hal dibahas. Yakni persoalan Affinity (kedekatan) penting dalam bisnis. Kepercayaan lebih besar pada ulasan dari ahli seperti seorang chef daripada selebriti.Pun persoalan pentingnya pariwisata. Dalam hal ini, pariwisata punya peran penting dalam membuka lapangan kerja untuk 34 juta orang di Indonesia. “Pariwsata salah satu hal yang dapat memerangi kemiskinan,” jelas Febby Rio.Pun begitu, di era saat ini, kata dia masa depan pariwisata harus terfokus pada ekowisata, milenial, pola kunjungan yang berkualitas, dan berkelanjutan. “Kesuksesan hotel dan restoran diukur dari pendapatan, bukan popularitas. Jadi pentingnya dengan melakukan marketing 4.0 dalam hal ini menggunakan media sosial yang memiliki pengaruh besar karena pengalaman orang sering dibagikan di sana,” jelasnya dihadapan mahasiswa.Sementara itu, Ketua Panitia Rio Rangga Kurniawan mengatakan dalam seminar ini mengangkat tema yakni membangun wirausaha dan kreativitas dalam industri pariwisata.Kegiatan ini, kata dia bertujuan ingin memberi wawasan kepada mahasiswa baru agar mengetahui dunia wirausaha dan pariwisata secara dasar. Disisi lain, lanjut dia agar mereka mengetahui dampak positif dan negatif dari berwirausaha dan industri pariwisata.“Alhamdulillah acara berjalan sukses. Terima kasih atas partisipasi semua peserta dan sponsor,” ujar Rio Rangga Kurniawan. Dalam seminar ini, turut disponsori oleh Berkah Box, Air Mineral Santri dan Senyum Design.
Program Pengabdian kepada Masyarakat oleh Poltekba, Maksimalkan Kader PKK Bentuk Kelompok Usaha

Politeknik Negeri Balikpapan melaksanakan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM). Selama beberapa bulan, sejak Juni hingga Oktober, melakukan penyuluhan, pelatihan hingga pendampingan di Kecamatan Balikpapan Selatan. Program kali ini dipimpin oleh Dr. Tuatul Mahfud, M.Pd. beranggotakan Ria Setyawati, M.Pd, Drs. Bambang Jati Kusuma, MM, Dra. Nawang Retno Dwiningrum, M.Si, Basri, S.Ag., M.Pd. Dr. Tuatul Mahfud, M.Pd mengatakan PKM ini berupa pemberdayaan kader PKK melalui pembentukan kelompok usaha bersama (Kube) bisnis kuliner untuk peningkatan pendapatan keluarga di Kecamatan Balikpapan Selatan. Total ada 20 peserta mengikuti kegiatan ini. Mereka melakukan pelatihan teknis soal pengolahan produk kuliner berupa bakpia borneo, donat singkong, dan thai tea.“Khusus bakpia borneo dan donat singkong merupakan inovasi produk dengan memanfaatkan potensi pertanian singkong yang mnjdi salah satu potensi unggulan di Kaltim,” ujar Dr. Tuatul Mahfud, M.Pd. Ya melalui pengolahan paska panen singkong dalam bentuk bakpia borneo dan donat singkong, diharapkan dapat dijadikan ide bisnis kuliner secara kelompok oleh kader PKK Kecamatan Balikpapan Selatan. “Sehingga dapat menjadi oleh-oleh khas Balikpapan yang dapat dinikmati. Tentunya kami mengoptimalkan peran wanita pada kegiatan ekonomi khususnya kewirausahaan,” harapnya.
Selama Dua Hari, Poltekba Gelar Pelatihan Pembuatan Cake dan Cookies ke Penyandang Disabilitas

Politeknik Negeri Balikpapan terus gencar dalam melakukan pengabdian kepada masyarakat. Kali ini melakukan pelatihan pembuatan cake dan cookies kepada teman-teman penyandang disabilitas Balikpapan. Selama dua hari, 26-27 Agustus 2023 di Laboratorium Tata Boga, total ada 17 peserta mengikuti pelatihan.Dalam program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) kali ini dipimpin oleh Farida, S.Pd.,M.Pd. Dengan beranggotakan Henry Winnarko, Abdul Gafur dan Nur Vita Opu.Farida mengatakan pada hari pertama melakukan pemberian materi tentang penghitungan harga jual dan pembukuan, dilanjutkan dengan materi tentang kewirausahaan dan pengemasan. Pun di hari kedua, pelaksanaan pelatihan pembuatan cake yaitu nastar cake dan pembuatan cookies (taiwanese nastar). Setelah pelaksanaan pelatihan dilanjutkan dengan serah terima peralatan seperti, oven tangkring 1 unit, hand mixer 1 unit, manual hand sealer 3 pcs, dan cetakan taiwan nastar 2 pcs, dan bahan pemmbuatan cake dan cookies sebagai modal awal untuk memulai usaha.“Diharapkan setelah pelaksanaan pelatihan teman-teman penyandang disabilitas yang telah mengikuti kegiatan tersebut dapat menerapkan apa yang telah di dapatkan di pelatihan sehingga akan membangkitkan semangat wirausaha,“ ujar Farid Nah, setelah pelaksanaan pelatihan, kata dia akan dilaksanakan pendampingan untuk mendampingi teman-teman penyandang disabilitas untuk mengembangkan kemampuan mereka untuk membuat kue ataupun cookies (kue kering) untuk memastikan kelayakan produk yang dibuat.“Semoga pelatihan ini memberikan manfaat kepada teman-teman disabilitas. Utamanya dalam melakukan wirausaha pembuatan kue dan kue kering,“ harapnya.
Poliban Benchmarking ke Poltekba, Bertukar Informasi Demi Kemajuan Kampus

Politeknik Negeri Banjarmasin (Poliban) melakukan kunjungan ke Poliktenik Negeri Balikpapan. Melalui Program Studi Teknologi Rekayasa Konstruksi Jalan dan Jembatan (TRKJJ) melakukanbenchmarking, Jumat (25/8/2023). Kunjungan tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Jurusan Teknik Sipil dan Kebumian Dr Reza Adhi Fajar, S.T., M.T.Perwakilan Poltekba Rahmat Bangun Giarto, S.T., M.Eng mengatakan dalam pertemuan ini, ada beberapa pembahasan yang dilakukan. Diantaranya terkait kurikulum Diploma IV TRKJJ. Termasuk penggunaan laboratorium yang ada. Pun persoalan penyusunan kurikulum MBKM yang saat ini telah diterapkan. “Tentunya sebagai benchmarking bagi kedua kampus. Sekaligus bertukar pikiran demi kemajuan kedua kampus,” ujar Rahmat Bangun Giarto.Memang, Poltekba kata dia memiliki laboratorium untuk Prodi TRKJJ cukup mumpuni untuk pembelajaran. Tak hanya itu, sudah meluluskan dua angkatan dengan diperkuat kerjasama untuk menunjang mahasiswa dalam pelaksanaan praktek kerja lapangan, magang dan kampus hiring.“Prodi TRKJJ di Poltekba memang berdiri lebih dulu dibanding Poliban. Makanya mereka ingin bertukar pengalaman dengan kami,“ katanya.
CDC Poltekba Gelar Seminar Persiapan Karir Calon Alumni

Career Development Centre (CDC) Poltekba menggelar seminar dengan tema persiapan karir calon alumni. Berlangsung di Gedung Lantai 4 Terpadu, Rabu (23/8/2023) kemarin, diikuti para mahasiswa tingkat akhir asal jurusan mesin, elektro, sipil, dan pariwisata. Turut hadir sebagai pemateri yaitu asset training superintendent Petrosea Nurhidayat dan Dosen Poltekba yakni Patria Rahmawaty, S.Psi., M.M.Pd Psikolog. Seminar ini juga dibarengi dengan agenda sosialisasi tarcer study. Tracer study merupakan kegaitan pelacakan alumni di dunia kerja. pelacakan tersebut dibutuhkan untuk memantau keselarasan lulusan perguruan tinggi dengan kebutuhan industri. Salah satu pemateri, Patria Rahmawaty, S.Psi, M.MPd, Psikolog menjelaskan terkait strategi memilih karir sesuai kepribadian. Di Indonesia, berdasarkan penelitian Indonesia Career Center Network (ICCN)tahun 2017, kata dia sebanyak 87% mahasiswa Indonesia mengakui bahwa jurusan yang mereka ambil tidak sesuai dengan minatnya. Atau dengan kata lain salah jurusan. Kenapa seperti itu?, ia melanjutkan jika semakin dipikir, biasanya cenderung bingung.“Yang terjadi, malah memasukkan semua lowongan pekerjaan tanpa menyesuaikan, sebenarnya diri kita cocoknya dimana, maunya apa dan lain sebagainya. Ujung-ujungnya yang terjadi bosan bekerja, kurang nyaman, penuh penekanan,“ jelas Patria dalam pemaparannya. Sementara, Kepala Career Development Centre (CDC) Poltekba Lisnawaty Simatupang S.S., M.Hum mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk mempersiapkan calon alumni Poltekba dalam menentukan karir. Setelah wisuda, diharapkan alumni tidak hanya sekadar bekerja tetapi dapat melihat peluang Karir dengan baik. “CDC melakukan kegiatan seperti ini setiap tahun meskipun dalam tema yang berbeda. Kegiatan selalu dilaksanakan saat mendekati jadwal yudisium dan wisuda,” ujar Lisnawaty Simatupang S.S., M.Hum. Dari kegiatan ini, ia berharap para mahasiswa siap mental dan strategi dalam mempersiapkan karir mereka agar linear dengan jurusan dan sesuai dengan kompetensi mereka.
Welcome Home! Poltekba Kukuhkan 543 Mahasiswa Baru

Politeknik Negeri Balikpapan melaksanakan Rapat Terbuka Senat pengukuhan mahasiswa baru tahun akademik 2023/2024. Jumat (18/8/2023), total 543 mahasiswa dikukuhkan oleh Direktur Ramli, S.E.,M.M. Sebelum dikukuhkan para mahasiswa baru terlebih dahulu melaksanakan Pengenalan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 14 – 17 Agustus 2023. Ramli, S.E., M.M mengatakan dalam sambutannya, para mahasiswa baru ini merupakan penerus bangsa. Mereka orang-orang terpilih yang berhasil masuk ke kampus vokasi.“Mewakili kampus, saya ucapkan terima kasih dan selamat bergabung di keluarga Poltekba. Adik-adik semua patut bersyukur karena sudah masuk ke salah satu kampus vokasi di Indonesia,“ ujar Ramli, S.E., M.M. Melalui Poltekba, kata dia memfasilitiasi para mahasiswa untuk berprestasi dan menjadi lulusan yang siap bersaing. Dengan ratusan dosen baik yang telah S2 maupun S3. “Ditambah dengan fasilitas lengkap yang dapat membantumahasiswa baik akademik maupun non akademik,” jelasnya.Tak hanya itu, berada di Poltekba tentu para mahasiswa akan dihadapkan dengan kolaborasi. Mengingat politeknik merupakan kampus kolaborasi dengan link and match. “Di Politeknik, banyak praktek dari pada teori. Dengan menerapkan konsep 8+i dengan link and match,” tambahnya.Sementara, Wakil Direktur III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama Poltekba, Candra Irawan, S.T., M.Si mengatakan dari total, 543 calon mahasiswa, Program Akuntansi paling diminati. Tercatat ada 125 calon mahasiswa baru.Selain pengukuhan, para mahasiswa baru juga mendapatkan kuliah umum olehDr. Tuatul Mahfud, M.Pd. Mengangkat tema pengembangan keterampilan masadepan : Revolusi Industry 4.0 & Society 5.0. Dalam paparannya, perkembangan dunia kerja dan dunia industri telah mengalami perkembangan yang sangat pesat dan sangat dinamis sekali. Bagi Politeknik sebagai lembaga pendidikan vokasi tentu saja perkembangan tersebutharus direspon secara positif.Bahkan menurutnya, dunia kerja dan dunia industri merupakan kiblat utama dalam pengembangan pendidikan vokasi. Artinya, sekecil apapun perubahan yang terjadi di dunia kerja dan dunia industri akan menjadi acuan utama dlm pengembangan pendidikan vokasi. Semua itu dilakukan dalam rangka menjagarelevansi antara kebutuhan dunia industri dengan dunia pendidikan. “Tentu saja, ketika konsep ini dibawa dengan baik akan menggeser paradigmalama pendidikan vokasi. Semula menggunakan pendekatan supply driven berubah menjadi demand driven. Dahulu, paradigma supply driven dimaknai : pokoknya SMK dan Politeknik berusaha sebanyak-banyaknya mencetak calon tenaga kerja tanpa mempertimbangn kebutuhan pengguna lulusan,” jelasnya. Nah, hampir sekitar 70% jenis pekerjaan seperti collecting, processing data, dan pekerjaan fisik terancam tergantikan oleh teknologi otomasi dan kecerdasan buatan. Kondisi ini jika tidak diantisipasi dengan baik adik-adik mahasiswa kelak hanya menambah angka pengangguran jika pembelajaran hanya difokuskan pada penguasaan keterampilan teknis tersebut. Karena pekerjaan tersebut kelak tidak tersedia dan digantikan oleh teknologi otomasi. Selain itu, permasalahan pengangguran juga menjadi isu yang hangat di pendidikan vokasi. Sejauh ini, pendidikan vokasi menyumbang angka pengangguran terbuka yang paling besar termasuk SMK dan politeknik.Melihat kondisi ini, maka sistem monitoring keterampilan dan informasi pasar kerja sangat perlu dilakukan oleh dunia pendidikan untuk menjamin kesesuaian kualifikasi lulusan dengan kebutuhan dunia industri. Lalu keterampilan yang seperti apa yang dibutuhkan di masa depan?.Jadi, begitu pentingnya penguasaan keterampilan non-teknis atau soft skill untuk menghadapi tantangan masa depan. Adik-adik mahasiswa perlu membekali diri sedini mungkin selama perkuliahan di kampus ini. Ada banyak cara yang dapat saudara lakukan, baik di dalam perkuliahan maupun di kegiatan kemahasiswaan.“Jangan pernah berpuas diri dengan capaian IPK tinggi tapi miskin pengalaman organisasi. Karena sejatinya, perolehan keterampilan non- teknis juga banyak dijumpai di kegiatan kemahasiswaan. Sekali lagi selamat bergabung dan terus berkarya,“ tutup Dr. Tuatul Mahfud, M.Pd.