Poltekba Serahkan SK PPPK Paruh Waktu kepada 14 Pegawai untuk Perkuat Tata Kelola SDM

Politeknik Negeri Balikpapan menggelar kegiatan Penyerahan Surat Keputusan (SK) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu yang berlangsung pada hari ini di Ruang Rapat Lantai 2 Gedung Direktorat. Sebanyak 14 pegawai resmi menerima SK sebagai bagian dari pengangkatan PPPK Paruh Waktu sesuai kebijakan terbaru Badan Kepegawaian Negara (BKN) yang mendorong fleksibilitas, efisiensi, dan optimalisasi layanan melalui skema penugasan paruh waktu. Direktur Politeknik Negeri Balikpapan, Dr. Emil Azmanajaya, S.T., M.T., dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh penerima SK dan menegaskan pentingnya menjaga integritas serta etos kerja tinggi dalam menjalankan amanah sebagai aparatur yang profesional.“Selamat kepada seluruh pegawai yang hari ini menerima SK PPPK Paruh Waktu. Ini adalah bentuk kepercayaan negara kepada Saudara sekalian. Saya berharap seluruh pegawai dapat menunjukkan kinerja terbaik, bekerja dengan penuh tanggung jawab, dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Poltekba. Dengan etos kerja yang baik, kita dapat mewujudkan layanan pendidikan vokasi yang semakin unggul dan berdampak,” ungkapnya. Sementara itu, Wakil Direktur II Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Umum, Dr. Hadi Hermansyah, S.Si., M.Si., dalam sambutannya menekankan bahwa proses pengangkatan PPPK Paruh Waktu telah dilakukan sesuai regulasi serta mekanisme yang ditetapkan BKN. Beliau juga menyampaikan harapan agar para pegawai yang telah menerima SK dapat beradaptasi dengan cepat dan memahami fungsi strategis dari skema paruh waktu dalam mendukung tata kelola kelembagaan.“Pengangkatan PPPK Paruh Waktu adalah bagian dari transformasi pengelolaan SDM Aparatur yang lebih fleksibel dan responsif. Kami berharap 14 pegawai yang menerima SK hari ini dapat segera berkontribusi sesuai kebutuhan unit kerja masing-masing dan mampu mendukung efektivitas layanan kampus. Tugas ini bukan hanya administratif, tetapi juga tanggung jawab profesional yang harus dijalankan dengan penuh komitmen,” tuturnya. Kegiatan penyerahan SK ini juga sejalan dengan komitmen Poltekba dalam mewujudkan Program Kampus Berdampak, yaitu upaya menghadirkan layanan yang responsif, produktif, dan membawa manfaat nyata bagi sivitas akademika serta masyarakat. Kehadiran PPPK Paruh Waktu diharapkan dapat memperkuat kinerja unit-unit kerja strategis, meningkatkan efisiensi, dan mendorong kualitas layanan yang semakin prima. Dengan diserahkannya SK kepada 14 pegawai PPPK Paruh Waktu, Poltekba menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat tata kelola sumber daya manusia dan memastikan setiap pegawai memberikan kontribusi optimal bagi kemajuan institusi.

Start Your Professional Journey! Poltekba Fasilitasi Rekrutmen PT Chakra Jawara

Politeknik Negeri Balikpapan melalui Unit Pengembangan Karier dan Kewirausahaan kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat link and match antara pendidikan vokasi dan dunia industri. Pada hari ini,Kamis 11 Desember 2025, Poltekba menggelar kegiatan Career Opportunity & Technician Recruitment Day bersama PT Chakra Jawara bertempat di Gedung Terpadu Lantai 4 Poltekba. Kegiatan ini diikuti oleh para alumni Politeknik Negeri Balikpapan yang berkesempatan mendapatkan informasi langsung mengenai peluang karier serta mengikuti proses seleksi untuk bergabung dengan PT Chakra Jawara, perusahaan yang bergerak di bidang dealer truk berat dan solusi transportasi terpadu. PT Chakra Jawara merupakan anak perusahaan PT Mahadana Dasha Utama dan pemegang dealer eksklusif IVECO, FPT Engine & Sprinkler, serta bekerja sama sebagai ZF Service Partner untuk layanan after-sales di berbagai sektor industri seperti pertambangan, konstruksi, logistik, dan migas. Dalam sesi rekrutmen ini, peserta mengikuti beberapa tahapan seleksi, meliputi: Kepala UPA Pengembangan Karier dan Kewirausahaan Poltekba, Lilik Damayanti, S.S., M.Hum., menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen Poltekba dalam menyiapkan lulusan yang siap bersaing di dunia kerja. “Kami terus berupaya menghadirkan industri langsung ke kampus agar alumni Poltekba memiliki akses yang lebih luas terhadap pasar kerja. Kerja sama dengan PT Chakra Jawara ini bukan hanya membuka peluang karier, tetapi juga memberikan wawasan tentang kebutuhan industri sehingga lulusan dapat mempersiapkan diri dengan lebih baik,” ujarnya. Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa kegiatan seperti ini merupakan implementasi Poltekba sebagai Kampus Berdampak, yang menghadirkan manfaat langsung bagi alumni dan memberi kontribusi pada pembangunan sumber daya manusia vokasi di Kalimantan Timur. Melalui kegiatan ini, diharapkan alumni Poltekba dapat memulai langkah karier profesional di industri heavy-duty truck and service serta semakin memperkuat reputasi Poltekba sebagai perguruan tinggi vokasi yang menghasilkan lulusan kompeten dan berdaya saing tinggi.

Sinergi Poltekba dan PT Sany Heavy Industry Indonesia Hadirkan Peluang Kerja bagi Alumni

Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba) melalui UPA Pengembangan Karier dan Kewirausahaan menyelenggarakan kegiatan Walk in Interview bagi alumni Jurusan Teknik Mesin dan Jurusan Rekayasa Elektro. Kegiatan yang berlangsung pada 4–5 Desember 2025 di Gedung Terpadu Lantai 4 Poltekba ini merupakan hasil kerjasama dengan PT. Sany Heavy Industry Indonesia, salah satu perusahaan yang bergerak di bidang alat berat dan industri manufaktur. Pelaksanaan Walk in Interview ini menjadi bagian dari penguatan program kampus berdampak, inisiatif strategis Poltekba dalam memastikan bahwa keberadaan kampus memberikan manfaat langsung bagi mahasiswa, alumni, masyarakat, dan dunia industri. Melalui program ini, Poltekba terus membangun ekosistem yang menghubungkan kompetensi lulusan dengan kebutuhan riil industri sehingga alumni dapat terserap tepat pada bidang yang sesuai dengan keahliannya. Ketua UPA Pengembangan Karier dan Kewirausahaan Poltekba, Lilik Damayanti, S.S., M.Hum., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata kontribusi Poltekba dalam pemberdayaan alumni dan penguatan hubungan industri.“Walk in Interview ini menjadi salah satu wujud komitmen institusi untuk menghadirkan peluang karier langsung di lingkungan kampus. Kerjasama dengan PT. Sany Heavy Industry Indonesia menunjukkan bahwa Poltekba terus dipercaya sebagai mitra strategis dalam penyediaan sumber daya manusia kompeten di bidang teknik,” ungkapnya. Lilik juga menambahkan “Kemitraan ini menjadi contoh konkret bagaimana kampus menjalankan perannya sebagai simpul perubahan, Walk in Interview ini bukan sekadar membuka lowongan, melainkan memfasilitasi transisi alumni dari kampus ke dunia kerja industri, sekaligus memperkuat link and match antara pendidikan vokasi dan kebutuhan sektor industri.” Kegiatan berlangsung dengan lancar, tertib, serta mendapatkan respons positif dari para alumni yang hadir. Pelaksanaan Walk in Interview ini juga memperkuat rekognisi industri terhadap kompetensi lulusan Poltekba, sekaligus menjadi bagian dari keberlanjutan kerja sama antara Politeknik Negeri Balikpapan dan PT. Sany Heavy Industry Indonesia dalam bidang pengembangan SDM vokasi.

Kolaborasi Poltekba–Dinas Kesehatan Kota Balikpapan Perkuat Upaya Pencegahan HIV/AIDS di Kampus

Dalam rangka memperingati Hari AIDS Sedunia Tahun 2025, Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba) bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kota Balikpapan menggelar kegiatan Sosialisasi Pencegahan HIV/AIDS dan Skrining HIV/AIDS bagi sivitas akademika Poltekba. Kegiatan yang berlangsung pada Rabu, 3 Desember 2025 ini diselenggarakan di Gedung Terpadu Lantai 4 dan menghadirkan pemateri dari Dinas Kesehatan Kota Balikpapan. Melalui kegiatan ini, peserta mendapatkan penjelasan mengenai pentingnya pemahaman yang benar tentang HIV/AIDS, termasuk cara penularan, langkah pencegahan, serta layanan kesehatan yang tersedia. Selain penyampaian materi, Dinas Kesehatan juga menyediakan layanan skrining HIV/AIDS secara sukarela, rahasia, dan gratis bagi seluruh peserta. Wakil Direktur 3 Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama Poltekba, Candra Irawan, S.T., M.Si., yang mewakili pimpinan dalam sambutan pembukaan, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian kampus terhadap kesehatan mahasiswa dan tenaga pendidik. “Poltekba berkomitmen untuk menciptakan lingkungan kampus yang sehat, aman, dan peduli terhadap isu-isu kesehatan masyarakat. Melalui kegiatan ini, kami berharap seluruh sivitas akademika memiliki pengetahuan yang tepat mengenai HIV/AIDS sehingga mampu menghindari hoaks, mengurangi stigma, dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya pencegahan,” ujarnya. Ia juga menambahkan apresiasi kepada Dinas Kesehatan Kota Balikpapan atas kerjasama yang baik dalam memberikan edukasi dan layanan skrining, serta berharap kolaborasi ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa. Kegiatan peringatan Hari AIDS Sedunia di Poltekba ini berlangsung dengan tertib dan mendapatkan antusiasme tinggi dari para peserta. Melalui langkah edukatif ini, Poltekba menegaskan komitmennya dalam meningkatkan literasi kesehatan dan membangun budaya hidup sehat di lingkungan kampus.

Poltekba Gelar Sosialisasi Pemanfaatan AI dan Jalin Kerja Sama dengan Hetifah Scholarship

Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba) bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi serta Komisi X DPR RI menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam Pembelajaran Perguruan Tinggi, hari ini Selasa 2 Desember 2025 bertempat di Gedung Terpadu Lantai 4 Poltekba. Acara ini menghadirkan Keynote Speaker Dr. Hetifah Sjaifudian, MPP, serta pemateri dari LLDIKTI Wilayah XI dan pakar pendidikan nasional Prof. Dr. Tuatul Mahfud, M.Pd. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya memperkuat kesiapan perguruan tinggi menghadapi era transformasi digital melalui pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan yang semakin tidak terpisahkan dari proses pembelajaran, penelitian, dan tata kelola perguruan tinggi. Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada penguatan literasi AI, tetapi juga diisi dengan agenda strategis berupa penandatanganan naskah kerja sama antara Poltekba dan Hetifah Scholarship. Dalam kegiatan ini turut ditandatangani Perjanjian Kerja Sama terkait pengembangan sumber daya manusia, pengembangan soft skill mahasiswa, serta alokasi beasiswa, sebagai upaya memperluas akses dan meningkatkan kualitas kompetensi generasi muda di Kalimantan Timur. Dalam keynote speech-nya, Dr. Hetifah Sjaifudian, MPP, menegaskan bahwa integrasi AI dalam pendidikan tinggi merupakan langkah penting dalam meningkatkan daya saing bangsa. “Pemanfaatan AI bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan. Perguruan tinggi harus bergerak cepat dan adaptif agar mahasiswanya memiliki kompetensi masa depan. Komisi X DPR RI mendukung penuh inovasi ini sebagai bagian dari transformasi pendidikan nasional,” ujarnya. Beliau juga mengapresiasi Poltekba yang dinilai konsisten membangun ekosistem pembelajaran berbasis teknologi. “Poltekba menunjukkan komitmen kuat terhadap pembelajaran modern dan berkelanjutan. Inisiatif seperti ini akan memperkuat posisi Balikpapan dan Kalimantan Timur sebagai pusat pengembangan SDM unggul,” tambahnya. Direktur Politeknik Negeri Balikpapan, Dr. Emil Azmanajaya, S.T., M.T., turut memberikan sambutan sekaligus menekankan bahwa kegiatan ini selaras dengan arah pengembangan kampus. “Poltekba bergerak menuju konsep EcoTech Fusion Campus—Transforming Today, Sustainable Tomorrow, di mana teknologi dan prinsip keberlanjutan menjadi fondasi utama. Pemanfaatan AI akan menjadi bagian integral dalam pembelajaran dan manajemen kampus,” jelasnya. Beliau menegaskan bahwa Poltekba terus memperkuat Program Kampus Berdampak, yaitu menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat, dunia industri, dan dunia pendidikan. “Dengan penguatan literasi AI bagi dosen dan mahasiswa, Poltekba berkomitmen menciptakan pembelajaran yang inklusif, efektif, dan relevan dengan kebutuhan industri,” lanjutnya. Sesi materi yang dibawakan oleh LLDIKTI XI menyoroti kebijakan nasional terkait penggunaan AI secara bertanggung jawab dan beretika, sementara Prof. Dr. Tuatul Mahfud, M.Pd. memberikan pemaparan teknis mengenai strategi implementasi AI dalam pengajaran, evaluasi, serta peningkatan mutu layanan akademik di perguruan tinggi. Penyelenggaraan kegiatan ini menjadi bukti komitmen Poltekba dalam mempersiapkan SDM vokasi yang siap menghadapi tantangan era digital, sekaligus memperkuat langkah transformasi menuju kampus yang inovatif, berkelanjutan, dan berdampak bagi masyarakat.

MTQ Kota Balikpapan Digelar di Poltekba, Kampus Inklusif yang Buka Peluang Studi Tanpa Tes bagi Juara

Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba) kembali mempertegas komitmennya sebagai kampus vokasi yang inklusif dan ramah bagi seluruh umat dengan menjadi lokasi penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-53 tingkat Kota Balikpapan. Seluruh rangkaian kegiatan yang terpusat di Kecamatan Balikpapan Utara ini dilaksanakan di Gedung Workshop Terpadu (GWT) Poltekba dan resmi ditutup pada Rabu (19/11/2025) malam. Wakil Direktur III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama Poltekba, Candra Irawan, S.T., M.Si., menyampaikan apresiasi mendalam atas kepercayaan yang diberikan kepada Poltekba. Ia menegaskan bahwa pelaksanaan MTQ di lingkungan kampus menjadi bukti nyata Poltekba sebagai ruang terbuka yang tidak hanya fokus pada pengembangan akademik, tetapi juga memfasilitasi kegiatan keagamaan, sosial, dan budaya yang diikuti oleh seluruh lapisan masyarakat. “Alhamdulillah, penutupan MTQ Kota Balikpapan berlangsung dengan baik. Tahun ini Balikpapan Utara menjadi tuan rumah, dan Politeknik Negeri Balikpapan dipercaya sebagai tempat pelaksanaan, sebuah kehormatan yang sangat kami syukuri,” ujarnya. Sebagai bagian dari upaya menciptakan akses pendidikan yang merata dan inklusif, Poltekba memberikan apresiasi khusus berupa beasiswa bagi para juara MTQ tingkat kota, terutama peserta kelas XII SMA/SMK yang akan melanjutkan pendidikan tinggi. Kebijakan ini juga terintegrasi dalam Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Poltekba melalui jalur prestasi keagamaan yang kini menjadi salah satu jalur seleksi unggulan. “Tahun ini kami memberikan hadiah spesial kepada para pemenang MTQ. Peserta yang saat ini duduk di kelas XII dapat masuk Poltekba tanpa tes, bebas memilih jurusan, dan menerima beasiswa penuh. Ini merupakan bagian dari jalur prestasi dalam PMB Poltekba,” jelas Candra. Ia menambahkan bahwa Poltekba secara konsisten mendorong penguatan ekosistem keagamaan kampus melalui Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Al Fatihah. LDK menjadi mitra penting dalam membina mahasiswa berprestasi di bidang tilawah, tartil, tahfiz, serta berbagai cabang keagamaan lainnya, sehingga kampus semakin siap membentuk generasi yang unggul secara akademik maupun spiritual. Menurut Candra, langkah menghadirkan siswa berprestasi di bidang MTQ ke Poltekba juga sejalan dengan persiapan menghadapi dua ajang nasional besar, yakni MTQ Bidang Nasional (MTQ BN) untuk mahasiswa politeknik se-Indonesia dan MTQ Perguruan Tinggi se-Indonesia. Kehadiran talenta baru diharapkan dapat memperkuat kontingen Poltekba di kancah nasional. “Kami berharap para juara MTQ yang bergabung ke Poltekba dapat menjadi kekuatan baru saat kampus berlaga di tingkat nasional,” tambahnya. Lebih jauh, ia menegaskan bahwa para juara tidak hanya disiapkan untuk sukses dalam perkuliahan dan praktik vokasi, tetapi juga difasilitasi untuk terus mengembangkan kemampuan di bidang keagamaan. Melalui kolaborasi antara unit kemahasiswaan dan LDK Al Fatihah, mahasiswa akan mendapatkan ruang pembinaan, pengembangan minat, dan pelatihan intensif hingga ke tingkat nasional. “Kesempatan emas ini kami harapkan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh para juara 1, 2, dan 3. Semoga mereka tidak hanya membawa kebermanfaatan bagi diri dan keluarga, tetapi juga mengharumkan nama Poltekba serta memberikan kontribusi nyata bagi Kota Balikpapan tercinta,” pungkasnya.

Prodi SIKC Poltekba Tingkatkan Kompetensi Mahasiswa lewat Eksplorasi Teknologi Lingkungan Digital DLH Balikpapan

Program Studi Sistem Informasi Kota Cerdas (SIKC) Politeknik Negeri Balikpapan terus memperkuat perannya sebagai prodi vokasi yang mencetak talenta unggul di bidang teknologi perkotaan. Sebagai bagian dari implementasi Mata Kuliah Konsep Teknologi Kota Cerdas, mahasiswa SIKC melakukan kunjungan lapangan dan wawancara mendalam ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan untuk mempelajari inovasi digital Elektronik Lingkungan atau E-Link. Kegiatan ini dipimpin oleh dosen pengampu, Danar Retno Sari, S.Kom., M.Kom., dan melibatkan empat mahasiswa: Dwiky Kristian, Athar Rabbani, Raihan Rabbani, dan Ryan Angga. Melalui pendekatan experiential learning, mahasiswa SIKC diperkenalkan langsung dengan bagaimana teknologi diterapkan untuk menjawab tantangan nyata di sektor lingkungan kota. Prodi Sistem Informasi Kota Cerdas Poltekba dirancang untuk membekali mahasiswa dengan kemampuan analisis, desain, pengembangan, dan implementasi solusi digital bagi kebutuhan kota modern. Melalui kurikulum yang berbasis praktik lapangan, mahasiswa tidak hanya belajar konsep, tetapi juga melihat langsung penerapannya di instansi pemerintah dan layanan publik. Kunjungan ke DLH Balikpapan menjadi salah satu bentuk penerapan tersebut. Mahasiswa menggali peran teknologi dalam pengelolaan sampah dan mitigasi permasalahan lingkungan yang kian meningkat seiring pembangunan Ibu Kota Negara (IKN). Dalam wawancara bersama narasumber Ibu Toety AR dan Ibu Muryati Sagita, mahasiswa memperoleh pemahaman mendalam mengenai aplikasi E-Link yang dikembangkan DLH. Aplikasi ini menyediakan layanan pengaduan, data lingkungan, informasi cuaca, hingga pengajuan kunjungan ke fasilitas pengelolaan sampah. Melalui studi kasus ini, mahasiswa SIKC mempelajari bagaimana data, teknologi informasi, dan layanan pemerintah terintegrasi untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan kota—sebuah kompetensi inti yang menjadi fokus pembelajaran di Prodi SIKC. DLH juga mengungkapkan sejumlah tantangan dalam implementasi E-Link, seperti rendahnya partisipasi masyarakat dan keterbatasan aplikasi pada platform iOS. Strategi sosialisasi melalui kecamatan dan kelurahan menjadi langkah lanjutan dalam mendorong pemanfaatan teknologi oleh masyarakat. Bagi mahasiswa SIKC, tantangan ini menjadi ruang belajar sekaligus peluang inovasi. Mereka dapat memahami bagaimana desain aplikasi, literasi digital, dan kebijakan publik saling memengaruhi keberhasilan sebuah solusi kota cerdas. Ketua tim, Dwiky Kristian, menegaskan bahwa proses pembelajaran ini memperluas cara pandang mahasiswa terhadap teknologi kota. “E-Link bukan hanya aplikasi, tetapi strategi DLH dalam merespons persoalan lingkungan yang semakin kompleks. Dari sini kami belajar bahwa teknologi kota cerdas harus dibangun bersamaan dengan kesadaran masyarakat,” ungkapnya. Melalui kegiatan seperti ini, Prodi Sistem Informasi Kota Cerdas Poltekba menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan yang siap berkontribusi dalam transformasi digital perkotaan, khususnya menghadapi perkembangan IKN. Mahasiswa dibimbing untuk memahami masalah kota secara komprehensif dan mampu merancang solusi digital yang berkelanjutan. Dengan semakin banyaknya kolaborasi pembelajaran dengan instansi pemerintah, Prodi SIKC memperkuat posisinya sebagai pionir pendidikan vokasi yang fokus pada integrasi teknologi dan tata kelola kota, serta siap mendukung terwujudnya ekosistem kota cerdas di Balikpapan dan wilayah IKN.

Kunjungan Internasional Poltekba Tegaskan Komitmen Menuju Vokasi Berkelas Dunia

Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperluas jejaring internasional dengan melakukan kunjungan resmi ke Liuzhou Polytechnic University (LZPU), China, pada 10–15 November 2025. Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat implementasi kerja sama yang telah terjalin sekaligus membuka peluang kolaborasi baru lintas program studi. Delegasi Poltekba dipimpin oleh Wakil Direktur III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Candra Irawan, S.T., M.Si., bersama Sekretaris Jurusan Rekayasa Elektronika, Angga. Setibanya di LZPU, rombongan mendapat sambutan langsung dari Vice President Qiu Fuming serta Director of International Exchange Department, Eileen Wei. Pertemuan ini berlangsung hangat dan produktif dalam membahas arah kolaborasi ke depan. Dalam diskusi, Candra menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan kelanjutan dari Memorandum of Understanding (MoU) yang telah ditandatangani sebelumnya. Ia menegaskan bahwa kedua institusi kini mulai masuk pada tahap implementasi, khususnya untuk program 1+1+1 dan 2+1+1 bagi Jurusan Teknologi Kelistrikan. “Kami mendalami teknis pelaksanaan program double degree dan skema mobilitas mahasiswa agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh mahasiswa Poltekba,” jelasnya. Selain memastikan keberlanjutan program yang sudah direncanakan, Poltekba juga mendorong perluasan kerja sama ke bidang lain. Salah satu area yang mulai dijajaki ialah kolaborasi pada Program Studi Tata Boga dan Pariwisata di LZPU. Inisiatif ini dinilai sejalan dengan arah pengembangan teknologi pangan dan industri pariwisata yang tengah diperkuat Poltekba sebagai bagian dari kontribusi menuju visi Indonesia Emas 2045. Pada hari berikutnya, delegasi Poltekba berkesempatan mengunjungi Liugong Machinery China, salah satu produsen alat berat terbesar di negara tersebut. Rombongan diterima oleh jajaran staf perusahaan dan diajak melihat langsung proses manufaktur excavator dan wheel loader. Candra menuturkan bahwa pemahaman mendalam tentang proses industri ini memberi wawasan penting bagi pengembangan kompetensi vokasi di Poltekba. “Kami memperoleh gambaran nyata mengenai ekosistem manufaktur alat berat. Liugong merupakan pemain utama di industri ini, dan wawasan tersebut sangat relevan untuk mempersiapkan mahasiswa menghadapi kebutuhan industri global,” ungkapnya. Kunjungan industri tersebut membuka peluang kerja sama baru di bidang magang internasional, riset terapan, dan penguatan link and match antara pendidikan vokasi dan dunia industri. Hal ini sekaligus mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU), khususnya IKU kerja sama luar negeri, melalui peningkatan kualitas kemitraan internasional yang berdampak pada mahasiswa dan dosen. Setelah menyelesaikan agenda di Liuzhou, delegasi Poltekba melanjutkan perjalanan ke Wuhan untuk menindaklanjuti kerja sama dengan Wuhan Central Group, yang MoU-nya telah ditandatangani pada September–Oktober sebelumnya. Selain itu, Poltekba juga dijadwalkan bertemu dengan Wuhan Vocational College untuk membahas peluang kolaborasi di bidang teknologi informasi dan kelistrikan. Pertemuan ini menjadi lanjutan upaya Poltekba memperluas jejaring global guna memperkuat kualitas pendidikan dan relevansi vokasi. Candra menegaskan bahwa seluruh rangkaian kunjungan ini dilakukan untuk memastikan bahwa kerja sama internasional tidak berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi benar-benar menghasilkan program nyata yang memberikan manfaat langsung. “Kami ingin memastikan implementasi berjalan konkret—mulai dari double degree, joint research, pertukaran mahasiswa, hingga training of trainer bagi dosen,” ujarnya. Ia berharap kerja sama ini mampu memberikan dampak signifikan bagi mahasiswa Poltekba, terutama dalam membuka akses pendidikan internasional, peningkatan kompetensi global, serta kesempatan mengikuti riset dan magang di China. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen Poltekba dalam mewujudkan program Kampus Berdampak, memperkuat peran vokasi dalam menghadapi tantangan masa depan, dan mendukung pencapaian visi Indonesia Emas 2045 melalui SDM unggul yang kompeten secara global.

Perkuat Link and Match, Mahasiswa SIKC Poltekba Dalami Smart City di Bappeda

Konsep Smart City kini menjadi salah satu fokus penting dalam pembangunan kota modern, termasuk di Kota Balikpapan. Sejalan dengan perkembangan tersebut, mahasiswa Program Studi Sistem Informasi Kota Cerdas (SIKC) Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba) melaksanakan kunjungan akademik dan wawancara ke Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappeda Litbang) Kota Balikpapan pada tanggal 11 November 2025. Kunjungan ini diikuti oleh mahasiswa Arief Giri, Dwiqi Kurniawan, Ary Fairuzyan, dan Tasya Al Zahra sebagai bagian dari implementasi Mata Kuliah Konsep Teknologi Kota Cerdas yang diampu oleh Danar Retno Sari, S.Kom., M.Kom., serta menjadi wujud nyata penerapan konsep link and match vokasi, di mana pembelajaran berlangsung langsung di lapangan dan melibatkan pihak pemangku kepentingan kota. Dalam pertemuan tersebut, Bappeda Balikpapan menegaskan bahwa Smart City tidak dapat dipahami sekadar sebagai penerapan teknologi canggih. Kota cerdas merupakan upaya menghadirkan lingkungan yang lebih nyaman, efisien, dan mudah diakses oleh masyarakat. Tantangan terbesar adalah mengubah pola pikir bahwa Smart City bukan hanya sistem informasi, melainkan konsep besar yang mencakup enam pilar penting seperti Smart Environment, Smart Governance, Smart Living, dan Smart Branding. “Teknologi hanyalah alat untuk mempermudah. Contohnya CCTV yang digunakan bukan sekadar sebagai kamera, tetapi bagian dari ekosistem untuk mengurangi kemacetan dan meningkatkan keamanan,” jelas Ibu Irena selaku Kasubbid Infrastruktur Perkotaan. Ia juga menekankan pentingnya indikator keberhasilan pada setiap pilar Smart City, misalnya pengelolaan sampah yang lebih fokus pada proses pengolahan di hulu agar volume sampah yang tiba di hilir semakin berkurang. Sementara itu, Ali Ichwani selaku Kabid Pengembangan Infrastruktur dan Perekonomian Perkotaan menjelaskan bahwa Bappeda saat ini tengah mempersiapkan transformasi dari Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) menuju regulasi baru berupa Indeks Pemerintahan Digital (PEMDI). Regulasi ini akan mulai diterapkan pada 2026 dan direncanakan disosialisasikan pada 2028, menunggu arahan dari pemerintah pusat. Transformasi ini menjadi langkah penting dalam memperkuat tata kelola pemerintahan modern, sekaligus mendukung terwujudnya Smart City yang lebih terukur, adaptif, dan sesuai dengan perkembangan teknologi global. Kegiatan akademik ini tidak hanya memperkaya wawasan mahasiswa, tetapi juga menjadi bentuk nyata kontribusi Poltekba dalam program Kampus Berdampak dengan mendorong mahasiswa terlibat langsung memahami isu dan kebutuhan kota. Melalui interaksi dengan instansi pemerintah, mahasiswa dapat melihat secara langsung bagaimana konsep Smart City direncanakan, diterapkan, dan dievaluasi. Dosen pengampu mata kuliah, Danar Retno Sari, S.Kom., M.Kom., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan upaya memperkuat kompetensi mahasiswa agar memahami konsep Smart City secara komprehensif dan aplikatif. “Mahasiswa tidak hanya mempelajari teori, tetapi melihat langsung bagaimana konsep Smart City direncanakan dan diterapkan di pemerintahan. Harapannya, mereka dapat menjadi bagian dari lahirnya solusi inovatif untuk kota kita,” ujarnya. Melalui kegiatan ini, Poltekba menegaskan komitmennya dalam mempersiapkan sumber daya manusia vokasi yang siap berkontribusi dalam pembangunan kota masa depan. Dengan memperkuat kolaborasi melalui program link and match serta mengintegrasikan program Kampus Berdampak, Poltekba berupaya mencetak lulusan yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memahami tantangan perkotaan modern dan mampu memberikan kontribusi nyata dalam mewujudkan Smart City yang berkelanjutan.

Poltekba Gelar FGD Teaching Factory Plumbing: Wujud Implementasi Program Revitalisasi dan Kampus Berdampak

Komitmen Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba) dalam memperkuat pendidikan vokasi yang berorientasi industri kembali diwujudkan melalui penyelenggaraan Focus Group Discussion (FGD) Teaching Factory Plumbing, yang berlangsung pada 10–11 November 2025 di Lantai 4 Gedung Terpadu Kampus Poltekba. Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah nyata Poltekba dalam mendukung Program Revitalisasi Pendidikan Vokasi dan Pelatihan yang dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Melalui program ini, perguruan tinggi vokasi didorong untuk memperkuat kolaborasi dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) agar lulusan memiliki kompetensi yang relevan dan siap bersaing di dunia kerja. FGD Teaching Factory Plumbing di Poltekba menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, di antaranya kontraktor, praktisi engineering hotel, dosen, serta mahasiswa, yang secara aktif berdiskusi dan merumuskan arah pengembangan teaching factory di bidang sistem perpipaan bangunan. Dalam kegiatan tersebut, Poltekba turut menghadirkan narasumber dari Balai Jasa Konstruksi Wilayah V Kalimantan dan PT Westpex Industry. Kedua lembaga tersebut berbagi pengetahuan mengenai perkembangan teknologi terkini dalam sistem perpipaan serta penerapan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) di bidang konstruksi. Direktur Politeknik Negeri Balikpapan, Dr. Emil Azmanajaya, S.T., M.T., dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya memperkuat hubungan antara kampus dan industri, tetapi juga menjadi fondasi untuk membangun model pembelajaran berbasis produksi yang nyata dan berkelanjutan. “FGD ini bukan sekadar forum diskusi, tetapi bagian penting dari proses penyelarasan kurikulum agar lulusan Poltekba memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri. Hasil FGD akan kami implementasikan dalam kurikulum Program Studi Teknologi Rekayasa Bangunan Atas Air (TRKBA) yang telah disesuaikan dengan SKKNI. Ini sejalan dengan semangat Kampus Berdampak, di mana setiap aktivitas akademik Poltekba harus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan dunia industri,” ungkap Dr. Emil. Melalui FGD ini, Poltekba berupaya membangun ekosistem teaching factory yang memadukan teori dan praktik lapangan. Mahasiswa tidak hanya belajar konsep teknik instalasi plumbing, tetapi juga memahami standar industri, manajemen proyek, serta inovasi teknologi terkini di bidang bangunan atas air. Implementasi hasil FGD ini diharapkan mampu memperkuat kompetensi lulusan dan menjadikan Poltekba sebagai salah satu pusat unggulan dalam pengembangan teknologi terapan di Kalimantan Timur. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Politeknik Negeri Balikpapan menegaskan komitmennya sebagai kampus vokasi yang berdampak, adaptif, dan inovatif, mendukung penuh kebijakan Kemendikbudristek dalam mewujudkan pendidikan vokasi yang berdaya saing dan relevan dengan kebutuhan industri.