Kampus Berdampak Poltekba Perkenalkan Inovasi Alat Pencacah Pakan Ikan Tenaga Surya untuk UMKM

Mewujudkan Kampus Berdampak: Poltekba Hadirkan Alat Pencacah Pakan Ikan Berbasis Surya untuk Budidaya Perikanan

Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba) melalui Program Katalisator Kemitraan Berdikari telah meluncurkan sebuah inovasi teknologi yang revolusioner, yaitu alat pencacah pakan ikan berbasis tenaga surya. Inovasi ini merupakan jawaban nyata atas tantangan pembudidaya ikan, khususnya dalam hal efisiensi biaya pakan, yang selama ini menjadi salah satu beban terbesar dalam usaha budidaya perikanan. Alat ini dikembangkan melalui kolaborasi erat antara dosen, mahasiswa, dan siswa SMK, sejalan dengan visi Poltekba untuk menjadi institusi pendidikan vokasi yang menghasilkan teknologi terapan yang aplikatif dan berdampak langsung pada masyarakat. Peluncuran alat ini dilaksanakan pada Sabtu (26/7/2025) di Hotel Horison Ultima, dan dihadiri oleh perwakilan dari Dinas DP3, Bappeda Litbang, serta Care ID. Acara tersebut diresmikan oleh Wakil Direktur III Poltekba, Candra Irawan. Alat pencacah pakan tenaga surya ini mampu menghasilkan hingga 30 kg pakan per jam, sepenuhnya menggunakan energi matahari, sehingga sangat ramah lingkungan dan efisien dalam pengoperasiannya. Selain itu, alat ini dilengkapi dengan sistem IoT yang memungkinkan pemantauan secara real-time terhadap enam parameter mesin, termasuk status baterai dan efisiensi pengisian daya dari panel surya melalui aplikasi smartphone. Inovasi ini juga mencerminkan komitmen Poltekba untuk mendukung program kampus berdampak, yang tidak hanya berfokus pada pengembangan teknologi, tetapi juga pada pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar. Dengan kemampuan untuk memproduksi pakan secara mandiri menggunakan limbah organik, pelaku usaha perikanan, terutama UMKM, dapat mengurangi ketergantungan pada pakan pabrikan, yang selama ini memiliki harga yang tinggi. Qory Hidayati, Dosen Teknik Elektronika Poltekba, menegaskan, “Dengan alat ini, UMKM bisa memproduksi pakan sendiri dari limbah organik tanpa tergantung pada pakan pabrikan.” Program ini juga merupakan bagian dari upaya Poltekba untuk memperkuat posisi pendidikan vokasi sebagai penggerak inovasi terapan yang langsung menjawab kebutuhan masyarakat dan dunia usaha. Alat pencacah pakan surya ini, yang kini menjadi bagian dari program teaching factory Poltekba, diharapkan dapat memperkuat ekosistem perikanan lokal dengan meningkatkan kemandirian ekonomi dan efisiensi produksi. Inovasi ini juga berpotensi untuk dipatenkan dan dipasarkan secara massal, yang tentunya dapat membuka peluang usaha baru bagi masyarakat dan pelaku UMKM di bidang perikanan. Wakil Direktur III Poltekba, Candra Irawan, dalam sambutannya menekankan pentingnya kemitraan dengan dunia usaha dan masyarakat dalam pengembangan teknologi tepat guna. Ia mengatakan, “Poltekba berkomitmen mengembangkan teknologi yang aplikatif dan dapat memberikan solusi bagi permasalahan yang dihadapi masyarakat. Harapannya, alat ini tidak hanya dimanfaatkan secara lokal, tetapi juga dapat menjangkau wilayah lain yang memiliki potensi perikanan serupa.” Program ini sejalan dengan visi Ecotech Fusion Campus Poltekba, yang mengedepankan integrasi antara teknologi dan ekosistem yang berkelanjutan, dengan tujuan menciptakan solusi inovatif di bidang perikanan yang ramah lingkungan dan ekonomis. Dengan total biaya riset dan pengembangan yang mencapai Rp150 juta, alat ini kini mulai diproduksi sesuai pesanan dan terus diuji coba bersama pelaku UMKM lokal. Hasil uji coba menunjukkan efisiensi waktu dan biaya yang signifikan dibandingkan dengan metode konvensional. Melalui skema teaching factory dan pendampingan usaha, Poltekba juga berencana menginkubasi kelompok-kelompok binaan untuk membantu mereka mengakses pasar dan membangun ekosistem perikanan yang lebih tangguh, baik dari segi ekonomi maupun teknologi. Inovasi ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang bagi pembudidaya ikan dalam mengatasi mahalnya harga pakan dan meningkatkan efisiensi operasional. Dengan produksi pakan mandiri, para pelaku usaha perikanan dapat meningkatkan margin keuntungan dan mencapai kemandirian ekonomi yang lebih baik. Poltekba, melalui program ini, tidak hanya menciptakan teknologi cerdas, tetapi juga memberdayakan masyarakat untuk memiliki ketahanan ekonomi yang lebih kokoh dalam menghadapi tantangan di industri perikanan.

Poltekba Gelar Pelatihan Pencegahan Kebakaran: Edukasi dan Kesiapsiagaan di Tengah Meningkatnya Kasus Kebakaran di Balikpapan

Poltekba Gelar Pelatihan Pencegahan Kebakaran: Edukasi dan Kesiapsiagaan di Tengah Meningkatnya Kasus Kebakaran di Balikpapan

Merespons tingginya angka kejadian kebakaran di Kota Balikpapan pada awal tahun 2025 serta Sebagai bentuk nyata implementasi program Kampus Berdampak dan komitmen terhadap Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba) menggelar kegiatan Pelatihan Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran pada Sabtu, 26 Juli 2025. Kegiatan ini dilaksanakan di lingkungan kampus dan menyasar anggota TP PKK Kelurahan Karang Joang sebagai peserta utama, dengan dukungan aktif dari mahasiswa dan dosen Poltekba. Para peserta antusias mengikuti pelatihan yang terbagi dalam dua sesi. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh dosen Jurusan Pariwisata, Maria Veronika Simanjuntak, S.Pd., M.Pd., bersama tim dosen program studi, yaitu Dra. Nawang Retno D., M.Si., Enita Rahayu, S.Pd., M.Pd., Lisnawaty Simatupang, S.S., M.Hum., Yogiana Mulayani, M.M.Par., dan Firda Rahmayanti, S.Tr.Par., M.Par. Pelatihan ini menjadi respons proaktif terhadap tingginya risiko kebakaran di lingkungan rumah tangga. Berdasarkan data dari Dinas Pemadam Kebakaran Kota Balikpapan, selama periode Januari hingga 6 Mei 2025 telah tercatat 52 kejadian kebakaran, termasuk 17 kasus kebakaran bangunan dan 35 kebakaran lainnya, seperti korsleting listrik dan kebakaran sampah. Kejadin kebakaran ini sebagian besar berasal dari korsleting listrik dan kelalaian pengguna kompor gas. Fakta ini menunjukkan perlunya edukasi intensif mengenai kesiapsiagaan dan penanggulangan kebakaran, terutama di kalangan ibu rumah tangga sebagai garda terdepan pengelola rumah. Pada sesi pertama, Maria Veronika menyampaikan materi tentang faktor-faktor pemicu kebakaran di lingkungan domestik, seperti penggunaan kabel ekstensi yang tidak sesuai standar, kebocoran tabung gas, kebiasaan merokok dalam ruangan, serta kelalaian saat menyalakan lilin atau alat pemanas. Peserta juga diajak untuk membuat denah jalur evakuasi rumah tangga, sebagai langkah awal mitigasi bencana. “Satu menit pertama saat api muncul adalah momen paling krusial. Jika kita bisa bertindak cepat dan tepat, kebakaran besar bisa dicegah,” tegas Maria dalam sesi pemaparannya. Memasuki sesi kedua, pelatihan menghadirkan narasumber dari UPTD Pemadam Bahaya dan Kebakaran (PBD) Wilayah Timur Kota Balikpapan, yaitu Riduwan, S.Sos. Ia memaparkan jenis-jenis Alat Pemadam Api Ringan (APAR) seperti Powder dan CO₂, serta mendemonstrasikan cara penggunaannya secara tepat. Selain itu, Riduwan juga memperkenalkan alat pemadam darurat sederhana yang dapat disiapkan di rumah, seperti ember berisi air, karung goni, dan kain basah. Sesi praktik menjadi puncak kegiatan, di mana seluruh peserta mengikuti simulasi pemadaman api di lapangan parkir Gedung Elektro Poltekba. Dengan pendampingan dari enam personel UPTD PBD, para peserta mempraktikkan teknik pemadaman menggunakan karung goni dan tong terbakar, dilanjutkan dengan penggunaan APAR secara bergantian. Pelatihan ini tidak hanya memberikan pengetahuan teknis semata, tetapi juga bertujuan membangun kesadaran kolektif akan pentingnya budaya siaga bencana. Tim dosen Poltekba berharap para peserta mampu menjadi agen perubahan di lingkungannya, menyebarluaskan edukasi keselamatan kebakaran kepada keluarga dan warga sekitar. “Kami ingin para ibu rumah tangga menjadi garda terdepan dalam edukasi keselamatan kebakaran di rumah. Edukasi sederhana ini bisa menyelamatkan nyawa,” ungkap Maria Veronika, menutup sesi pelatihan. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya jangka panjang Poltekba dalam membangun kemitraan dengan masyarakat serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada tujuan ke-11 tentang kota dan permukiman yang aman dan berkelanjutan. Dengan semangat Kampus Berdampak, Poltekba berkomitmen untuk terus melaksanakan program yang berakar pada kebutuhan lokal dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Mengasah Kompetensi Mahasiswa Poltekba Melalui Kuliah Tamu dan Pembekalan OJT di Dunia Industri

Kuliah Tamu dan Pembekalan OJT di Poltekba: Meningkatkan Kesiapan Mahasiswa untuk Berkarir di Industri Alat Berat

Dalam menghadapi tantangan dunia industri, khususnya di sektor alat berat, penting bagi perguruan tinggi untuk mempersiapkan lulusannya dengan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pasar tenaga kerja. Sejalan dengan program kampus berdampak yang bertujuan untuk meningkatkan relevansi pendidikan tinggi dengan dunia kerja, Program Studi Alat Berat, Jurusan Teknik Mesin, Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba) terus berupaya menyelaraskan pendidikan dengan tuntutan kebutuhan tenaga kerja, khususnya di level middle skill. Pada Senin (21/7/2025), Poltekba menyelenggarakan kuliah tamu dan pembekalan bagi 86 mahasiswa yang akan melaksanakan On the Job Training (OJT). Kegiatan ini menjadi agenda rutin yang wajib diikuti oleh mahasiswa sebelum terjun ke dunia industri. Koordinator OJT yang merupakan Sekretaris Jurusan Teknik Mesin, Yudi Kurniawan, M.T., menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya sebagai persiapan teknis, tetapi juga untuk membekali mahasiswa dengan pengetahuan mengenai etika, keselamatan, dan target yang harus dicapai selama OJT. “Pembekalan ini bertujuan agar mahasiswa memiliki kesiapan teknis, mental, serta pemahaman yang memadai agar dapat bersaing di dunia industri yang dinamis,” ujarnya. Selama lima bulan, mahasiswa akan mengimplementasikan ilmu yang telah dipelajari di berbagai perusahaan besar yang bergerak di sektor alat berat, seperti PT United Tractors, PT United Tractors Pandu Engineering, PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA), PT Komatsu Remanufacturing Asia, dan PT Petrosea. Lokasi OJT tersebar di beberapa daerah, termasuk Kalimantan, Pekanbaru, Sorong, hingga Palu. Keterlibatan mereka dalam program ini akan memberikan pengalaman langsung dan memungkinkan mahasiswa untuk menyesuaikan diri dengan tuntutan kompetensi yang dibutuhkan oleh dunia industri, khususnya dalam kategori tenaga kerja dengan keterampilan menengah (middle skill), yang kini semakin banyak dicari oleh perusahaan-perusahaan besar. Dalam kuliah tamu kali ini, para mahasiswa mendapatkan pembekalan materi yang komprehensif dari berbagai narasumber. Aris Budi Santoso, seorang trainer dari PT Chitra Paratama, menjadi pemateri utama yang menyampaikan materi tentang perbaikan dasar unit alat berat. Selain itu, dua dosen Poltekba, Ir. Ida Bagus Dharmawan, S.T.,MS.i, dan Patria Rahmawati, S.Psi.,M.Mpd.,Psikolog, turut mengisi sesi tentang etika dan perilaku kerja, serta kesehatan dan keselamatan kerja (K3) yang sangat krusial di lingkungan industri. Materi etika dan perilaku kerja ini mengajarkan mahasiswa bagaimana berinteraksi dengan profesionalisme tinggi di tempat kerja, mengelola hubungan antar kolega, serta memahami pentingnya sikap dalam berkontribusi di dunia industri. Sementara itu, pemahaman mengenai K3 bertujuan untuk memastikan bahwa mahasiswa dapat bekerja dengan aman dan meminimalkan risiko kecelakaan yang mungkin terjadi selama masa OJT mereka. Yudi Kurniawan menambahkan bahwa mahasiswa juga diberikan panduan terkait pencapaian target dan tujuan selama OJT. Dengan demikian, pengalaman lima bulan mereka dapat memberikan manfaat maksimal bagi perkembangan kompetensi mereka. “Kami berharap mahasiswa dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan baik, menunjukkan kemampuan terbaik di perusahaan, dan membuktikan bahwa mereka siap menjadi tenaga kerja yang kompeten dan profesional di bidangnya,” pungkasnya. Dengan langkah-langkah strategis seperti ini, Poltekba tidak hanya menghasilkan lulusan yang siap pakai di dunia industri, tetapi juga turut berperan dalam memenuhi kebutuhan tenaga kerja middle skill yang sangat dibutuhkan oleh sektor industri alat berat, yang terus berkembang pesat. Program seperti OJT ini memberikan dampak yang signifikan bagi mahasiswa, serta memperkuat hubungan antara dunia pendidikan dan industri dalam menghadapi era digital dan revolusi industri 4.0.

Kolaborasi Generasi Muda untuk Indonesia Emas 2045: Digitalize Your Business Vol. 2

Politeknik Negeri Balikpapan: Mendorong Kewirausahaan Muda Melalui Digitalize Your Business Vol. 2

Acara Digitalize Your Business Vol. 2 yang digelar oleh Politeknik Negeri Balikpapan melalui Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Bisnis, dengan tema “Membangun Jiwa Entrepreneur Muda yang Inovatif dan Tangguh di Era Digital,” berhasil menarik lebih dari 160 peserta, yang terdiri dari pelaku UMKM dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Balikpapan. Antusiasme yang tinggi dari peserta mencerminkan kesadaran generasi muda dan pelaku usaha akan pentingnya transformasi digital dalam mengembangkan bisnis yang berdaya saing di tengah pesatnya perkembangan teknologi. Kegiatan ini merupakan contoh nyata dari program kampus berdampak yang diusung oleh Politeknik Negeri Balikpapan. Program semacam ini sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045, yang menargetkan Indonesia menjadi negara dengan ekonomi terbesar di dunia pada tahun 2045. Dalam mewujudkan visi tersebut, generasi muda memiliki peran yang sangat penting, khususnya dalam mengembangkan kemampuan wirausaha yang inovatif dan adaptif terhadap perubahan zaman, terutama di era digital. Sebagai bagian dari upaya mencetak mahasiswa berdampak, acara ini menghadirkan dua narasumber yang sangat inspiratif. Endah Tri Hapsari, Ketua UMKM Balikpapan Selatan, memberikan pemaparan tentang pentingnya inovasi dan keberanian dalam menjalankan usaha agar UMKM tetap relevan di era digitalisasi. Dengan berbagi pengalaman praktis, ia mendorong peserta untuk tidak takut mencoba langkah baru dalam mengembangkan bisnis. Sementara itu, Brian Mupratomo, atau yang akrab disapa Mas Bray, yang merupakan pemilik Cafe Diorama dan Warung KPK Balikpapan, turut berbagi kisah suksesnya dalam membangun brand lokal dan memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas pasar serta memperkuat eksistensi bisnisnya di tengah tantangan zaman. Acara ini bukan hanya sekadar wadah berbagi ide, namun juga sebuah kesempatan untuk memperluas jejaring bisnis dan memperkenalkan semangat kewirausahaan kepada generasi muda. Ketua Panitia, Feia Marfela Christa Sendow, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan semangat berwirausaha yang adaptif, kreatif, dan resilien. “Harapannya, acara ini dapat menjadi pemicu lahirnya lebih banyak entrepreneur muda yang siap berinovasi dan menghadapi tantangan era digital,” ujar Feia. Hal ini sejalan dengan upaya untuk menciptakan mahasiswa berdampak yang dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan perekonomian Indonesia. Tak hanya itu, dalam acara ini juga diumumkan berbagai apresiasi bagi peserta yang berprestasi. Pemenang Doorprize, Ananda Arifahdani Agustino, berhasil meraih penghargaan, begitu juga dengan peserta lain yang berprestasi, seperti Dira, Isti, dan Fristya, yang meraih penghargaan sebagai Penanya Terbaik. Selain itu, Muhammad Khalis dari UPN Veteran Jawa Timur, Rima Puji Astuti, dan Astuti dari Poltekba masing-masing meraih juara dalam Post-Test tercepat dengan nilai 100. Melalui acara ini, Politeknik Negeri Balikpapan tidak hanya memberikan wawasan seputar digitalisasi dalam dunia bisnis, tetapi juga menjadi titik awal bagi generasi muda Balikpapan untuk mempersiapkan diri sebagai entrepreneur yang siap bersaing di dunia digital. Dengan semangat kolaborasi yang tinggi, diharapkan acara Digitalize Your Business Vol. 2 dapat menjadi inspirasi dan landasan bagi para peserta untuk mengembangkan potensi kewirausahaannya, serta berkontribusi dalam mendukung tercapainya Indonesia Emas 2045.

Poltekba Wujudkan Inklusi Sosial dengan Program Pelatihan Wirausaha untuk Penyandang Disabilitas

Menguatkan Kemandirian Ekonomi Penyandang Disabilitas: Poltekba Laksanakan Pelatihan Pembuatan Roti di Balikpapan

Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung inklusi sosial dan pengembangan kemandirian ekonomi melalui program Kampung Vokasi, yang kali ini menyasar pemberdayaan komunitas penyandang disabilitas di Kota Balikpapan. Kegiatan “Peningkatan Kemandirian Wirausaha Penyandang Disabilitas melalui Pengembangan Kemampuan Pembuatan Roti dan Isian” berlangsung pada 19–20 Juli 2025 di Laboratorium Pastry Bakery Poltekba. Program ini sejalan dengan upaya Poltekba dalam menciptakan dampak positif melalui pendidikan vokasi berbasis kearifan lokal dan pemberdayaan sosial. Berdasarkan data Dinas Sosial Kota Balikpapan, terdapat lebih dari 2.500 penyandang disabilitas di Kota Balikpapan, dengan sebagian besar mengalami keterbatasan akses terhadap pendidikan dan pekerjaan. Untuk itu, kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk memberikan keterampilan yang dapat meningkatkan kemandirian mereka, serta membuka peluang usaha yang berkelanjutan. Dipimpin oleh Farida, M.Pd, bersama tim dosen program studi, yakni Henry Winnarko, S.Pd., M.Pd., Abdul Gafur, S.Pd., M.Pd, Syahrul Karim, S. St., M.Sc, Firda Rahmayanti, S.Tr.Par., M.Par, Dr. Nur Vita Opu, SE., MM, dan Muhammad Albar Gusti Syaf, S.Mat., M.Acc, pelatihan ini berhasil menggandeng Kelurahan Telaga Sari sebagai mitra dalam pelaksanaan program. Keberhasilan ini menambah momentum bagi Poltekba Ecotech Fusion Campus, yang mengintegrasikan pendekatan teknologi dan ekologi dalam pengembangan keterampilan berbasis ekonomi kreatif. Pada hari pertama, para peserta menerima materi penyuluhan mengenai teknik dasar pembuatan roti, pizza, dan abon sebagai isian. Mereka juga diberikan pengetahuan praktis tentang cara menghitung harga jual produk secara tepat, yang merupakan aspek penting dalam memulai usaha mandiri. Sementara itu, pada hari kedua, peserta mengikuti sesi praktik langsung, menggunakan peralatan standar industri untuk membuat roti, dengan bimbingan dari para fasilitator yang berpengalaman. Lurah Telaga Sari, Airin Amir, S.Sos., M.A.P, mengapresiasi program ini sebagai langkah strategis untuk memberdayakan komunitas penyandang disabilitas, khususnya bagi mereka yang tergabung dalam Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kota Balikpapan. “Kami sangat mendukung inisiatif ini karena memberikan peluang bagi penyandang disabilitas untuk meningkatkan kualitas hidup mereka melalui keterampilan wirausaha yang berkelanjutan,” ungkap Airin. Peserta yang terdiri dari 15 penyandang disabilitas fisik dan 5 kader PKK setempat menunjukkan semangat luar biasa dalam mengikuti pelatihan. Salah satu peserta, Sugianto, Ketua PPDI Kota Balikpapan, menyatakan, “Pelatihan ini memberikan kami bekal keterampilan yang sangat berharga. Kami merasa diberi kesempatan untuk berkembang, dan ini adalah peluang untuk meningkatkan ekonomi keluarga kami.” Sebagai bentuk dukungan lanjutan dan keberlanjutan program, Poltekba memberikan bantuan alat produksi roti kepada komunitas PPDI Kota Balikpapan. Bantuan tersebut berupa oven 2 deck, mixer, loyang, kuas roti, rolling pin, pisau roti, gelas ukur, serta berbagai peralatan lain yang mendukung produksi roti. Selain itu, peserta juga menerima bahan baku dan kemasan sebagai modal awal untuk memulai usaha mandiri mereka. Farida, selaku pengarah kegiatan, menambahkan, “Semangat dan antusiasme yang ditunjukkan oleh peserta sangat luar biasa. Program ini tidak hanya memberikan keterampilan teknis, tetapi juga membangun rasa percaya diri mereka dalam berwirausaha.” Program ini bukan hanya sekadar pelatihan keterampilan, tetapi juga merupakan bagian dari Kampus Berdampak Poltekba yang mengedepankan semangat inklusi sosial melalui pemberdayaan ekonomi, serta berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama pada tujuan ke-10 tentang pengurangan ketimpangan sosial dan ekonomi. Poltekba berkomitmen untuk terus mengembangkan dan melaksanakan program-program yang mendukung masyarakat, tidak hanya melalui ruang kelas, tetapi juga dalam rangka membangun masyarakat yang lebih inklusif, mandiri, dan berdaya saing tinggi. Dengan Poltekba Ecotech Fusion Campus, Poltekba terus menghadirkan solusi berbasis teknologi yang ramah lingkungan, untuk memberikan dampak positif yang luas bagi masyarakat Balikpapan dan sekitarnya.

Poltekba Berikan Kesempatan Kedua untuk Calon Mahasiswa SMKPN Gelombang Pertama

Pelaksanaan Giat Tes Kesehatan Bagi Calon Mahasiswa Baru Poltekba

Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba) terus berkomitmen untuk mewujudkan visi dan misinya dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas melalui pendidikan vokasi. Dalam rangka mendukung Program Indonesia Emas 2045serta pencapaian misi berdaya saing global, maka Poltekba tidak hanya berfokus pada peningkatan kualitas pendidikan tetapi juga pada aksesibilitas yang luas bagi seluruh calon mahasiswa, melalui program seleksi yang inklusif dan berkesinambungan. Pada Rabu, 2 Juli 2025, sebanyak 184 calon mahasiswa yang telah dinyatakan lulus pada Seleksi Mandiri Konsorsium Politeknik Negeri (SMKPN) gelombang pertama, mengikuti tes kesehatan di Lantai 4 Gedung Terpadu Poltekba. Pemeriksaan kesehatan yang bekerja sama dengan tim medis dari Rumah Sakit Dr. R. Hardjanto ini, meliputi berbagai tahap, seperti anamnesis, pemeriksaan visus mata, tes laboratorium (hematologi), serta tes narkoba. Tes kesehatan ini merupakan prosedur wajib yang harus dijalani oleh seluruh peserta yang lulus ujian tertulis SMKPN sebelum melanjutkan ke tahap berikutnya, memastikan setiap calon mahasiswa siap secara fisik dan mental untuk menjalani perkuliahan di pendidikan tinggi, baik mata kuliah teori maupun praktek serta kegiatan pendukung pendidikan lainnya. Rizki Rahardianto, Panitia Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru Poltekba, menjelaskan bahwa selain menjalani tes kesehatan, para calon mahasiswa juga mengajukan besaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) pada hari yang sama. Besaran UKT ini akan diumumkan setelah hasil tes kesehatan keluar. Peserta yang lolos pada tahap ini kemudian akan melanjutkan ke proses daftar ulang dan resmi berstatus sebagai mahasiswa baru Poltekba, sekaligus berhak mengajukan beasiswa Gratispol yang disediakan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Poltekba juga membuka kesempatan bagi peserta SMKPN yang belum lulus pada gelombang pertama. Mereka diberikan peluang untuk memilih program studi pilihan yang masih memiliki kuota, sebagai bentuk komitmen Poltekba untuk memberikan kesempatan pendidikan vokasi yang terbuka bagi seluruh masyarakat, terlepas dari latar belakang mereka. Langkah ini selaras dengan misi Poltekba untuk menyediakan pendidikan yang inklusif dan menjangkau berbagai lapisan masyarakat, mendukung Visi Indonesia Emas 2045 dengan mencetak tenaga kerja terampil yang siap menghadapi tantangan global. Poltekba juga memberikan kesempatan kepada peserta yang telah melaksanakan ujian Seleksi Mandiri Konsorsium Politeknik Negeri (SM-KPN) Gel I – Politeknik Negeri Balikpapan tetapi belum dinyatakan lulus mendapatkan kesempatan untuk bisa memilih program studi yang masih memiliki daya tampung, kesempatan ini dibuka mulai 1 Juli hingga 4 Juli 2025. Pendaftaran dapat dilakukan melalui tautan https://bit.ly/SMKPN_POLTEKBA-2025, dan kemudian mengirimkan bukti registrasi berupa screenshot ke nomor WhatsApp di wa.me/6281350242704, dengan mencantumkan format: Nama Lengkap, Nomor Pendaftaran atau Nomor Peserta, dan Asal Sekolah. Panitia Seleksi juga membuka jalur komunikasi langsung bagi peserta yang membutuhkan bantuan atau informasi lebih lanjut. “Bagi yang ingin melanjutkan pendidikan vokasi di Poltekba, ini adalah peluang emas yang tidak boleh dilewatkan,” tambah Rizki. Dengan pendidikan vokasi yang berkualitas dan inklusif, Poltekba berkomitmen untuk mendukung pengembangan SDM yang kompeten, siap menghadapi perkembangan teknologi dan industri, serta berperan aktif dalam membangun Indonesia yang lebih maju dan berdaya saing global dengan mengacu kepada visi eco tech fusion campus.

GastroGlow 2025: Festival Kuliner Internasional Mini dengan Pendekatan Project-Based Learning di Eco Tech Fusion Campus Poltekba

Pembukaan GastroGlow Festival

Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba), sebagai bagian dari visi Eco Tech Fusion Campus, terus berinovasi dalam menghadirkan pendidikan vokasi yang mengintegrasikan teknologi, keberlanjutan, dan pengembangan keterampilan praktis yang relevan dengan kebutuhan industri global. Salah satu contoh nyata dari pendekatan ini adalah kegiatan GastroGlow 2025, yang digelar oleh Jurusan Pariwisata Poltekba. Kegiatan ini merupakan proyek pembelajaran berbasis praktik (Project-Based Learning) yang mengajak mahasiswa untuk langsung terlibat dalam penyelenggaraan festival kuliner internasional mini yang digelar sejak Senin, 30 Juni hingga 3 Juli 2025 di area parkir Gedung GE Poltekba. Dalam rangka meningkatkan keterampilan mahasiswa secara praktis, GastroGlow 2025 menampilkan 14 tenant kuliner yang merupakan hasil kreasi mahasiswa dari Program Studi Tata Boga dan Pengelolaan Perhotelan. Kegiatan ini membagi mahasiswa menjadi beberapa kelompok yang mewakili berbagai negara dari dua kategori besar: Kontinental dan Oriental. Setiap kelompok diberi kesempatan untuk merancang dan menjalankan tenant kuliner yang mencerminkan cita rasa global, sambil mempraktikkan keterampilan yang mereka pelajari di kelas. Ketua Jurusan Pariwisata, Chardina Dianovita, menjelaskan bahwa GastroGlow 2025 merupakan bagian dari rangkaian Project-Based Learning yang mendalam. Mahasiswa tidak hanya terlibat dalam aspek penyajian kuliner, tetapi juga dalam setiap tahap kegiatan mulai dari perencanaan, pembelian bahan, pengolahan, penjualan, promosi, hingga perhitungan laba rugi. Dengan melibatkan mahasiswa dalam seluruh proses ini, kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, pemecahan masalah, serta komunikasi efektif yang sangat dibutuhkan dalam industri pariwisata dan kuliner global. “GastroGlow 2025 bukan hanya sebuah festival kuliner, tetapi juga merupakan ruang belajar yang nyata, yang membuka wawasan mahasiswa dalam industri pariwisata global. Ini adalah kesempatan untuk menerapkan langsung pengetahuan yang mereka pelajari dalam konteks yang nyata, memperkuat motivasi mereka untuk berwirausaha, dan meningkatkan keterampilan praktis yang dapat membantu mereka bersaing di pasar global,” kata Chardina. Menampilkan Keanekaragaman Kuliner Dunia di Eco Tech Fusion Campus Di GastroGlow 2025, mahasiswa semester dua dan empat memamerkan menu khas dari berbagai negara. Semester dua menampilkan negara-negara kontinental, seperti Meksiko, USA, Belanda, Prancis, Spanyol, dan Italia. Sementara semester empat menampilkan cita rasa oriental dari Cina, Singapura, Malaysia, India, Turki, Jepang, dan Korea Selatan. Setiap tenant beroperasi dari pukul 09.00 hingga 17.00 WITA, menyajikan berbagai makanan khas dan minuman internasional yang menggugah selera, seperti kimbab, bungeoppang, dimsum, shawarma, burger, churros, serta aneka minuman khas dari berbagai negara. Keunikan GastroGlow 2025 tahun ini adalah semangat kolaborasi yang tumbuh di antara mahasiswa, meskipun tanpa kehadiran bintang tamu seperti tahun sebelumnya. Tahun ini, acara berfokus pada keterlibatan internal mahasiswa, yang berperan aktif dalam menyusun dan melaksanakan kegiatan dari awal hingga akhir. Poltekba, sebagai Eco Tech Fusion Campus, memanfaatkan teknologi dalam memfasilitasi proses pendaftaran dan promosi acara ini, memberi ruang bagi mahasiswa untuk mengasah keterampilan teknologi, serta mengembangkan ide-ide inovatif yang berkelanjutan. Sebagai bagian dari komitmen Poltekba untuk menerapkan Eco Tech Fusion Campus, kegiatan seperti GastroGlow 2025 juga berfokus pada aspek keberlanjutan. Dalam setiap kegiatan, mahasiswa diajarkan untuk memikirkan solusi yang ramah lingkungan, seperti pengurangan limbah, penggunaan bahan-bahan organik, dan pengelolaan sumber daya secara efisien. Hal ini sejalan dengan tujuan Poltekba untuk mencetak lulusan yang tidak hanya terampil dan kreatif, tetapi juga memiliki kesadaran terhadap pentingnya keberlanjutan dalam setiap aspek kehidupan dan pekerjaan mereka. Meskipun tenant GastroGlow 2025 masih khusus untuk mahasiswa jurusan pariwisata, acara ini terbuka untuk umum. Pengunjung dari kalangan masyarakat dapat menikmati suasana yang diciptakan di Poltekba serta mencicipi beragam sajian kuliner internasional yang disiapkan oleh mahasiswa. Hal ini memberikan peluang bagi masyarakat untuk lebih mengenal potensi dan kreativitas mahasiswa Poltekba dalam bidang kuliner dan pariwisata. Dengan pendekatan Project-Based Learning dan konsep Eco Tech Fusion Campus, GastroGlow 2025 memberikan pengalaman belajar yang menyeluruh dan relevan dengan perkembangan industri global. Ini merupakan bagian dari upaya Poltekba untuk mendukung pembentukan sumber daya manusia yang kompeten, inovatif, dan siap menghadapi tantangan di dunia pariwisata dan kuliner yang terus berkembang.

Combizz 2025, Akselerator Talenta Muda Menuju Indonesia Emas 2045

Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba) kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi unggul dan berdampak melalui penyelenggaraan Competition of Business (Combizz) 2025 yang digagas oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan Bisnis. Kegiatan ini resmi ditutup pada Sabtu (14/6) di Lantai 4 Gedung Terpadu Poltekba, setelah menghadirkan dua cabang lomba bergengsi: Youth Accounting Challenge Vol. V tingkat Kalimantan Timur dan Lomba Poster Digital tingkat nasional. Kegiatan ini bukan hanya sekadar ajang adu kemampuan, tetapi juga merupakan bagian dari ekosistem pendidikan vokasi yang mengintegrasikan literasi keuangan, kreativitas digital, dan penguatan kompetensi teknis akuntansi sejak dini. Hal ini sejalan dengan arah strategis Poltekba sebagai kampus vokasi berdampak yang aktif mencetak lulusan dengan keahlian sesuai kebutuhan industri dan masyarakat. Combizz 2025: Poltekba Beri Golden Ticket Jalur Prestasi untuk Juara Youth Accounting dan Poster Digital Atmosfer kompetisi begitu terasa sejak pagi hari. Sebanyak 9 tim dari 7 sekolah menengah kejuruan di Kalimantan Timur berpartisipasi dalam Youth Accounting Challenge, menunjukkan ketajaman analisis dan penguasaan materi akuntansi dalam berbagai babak mulai dari kualifikasi hingga final. SMKN 8 Samarinda berhasil meraih gelar juara pertama, disusul SMKN 2 Balikpapan di posisi kedua dan ketiga. Sementara itu, Lomba Poster Digital berhasil menarik 19 peserta dari berbagai perguruan tinggi dan sekolah di Indonesia. Dengan karya yang kreatif dan sarat pesan edukatif, mahasiswi dari STIE Balikpapan keluar sebagai juara utama, mengungguli peserta dari berbagai wilayah, termasuk dari Pulau Jawa dan Kalimantan. Ketua Panitia Combizz 2025, Rara Setiawati, menyampaikan apresiasinya atas semangat kolaboratif dan kualitas karya peserta. “Ajang ini bukan sekadar kompetisi, tapi sarana untuk menumbuhkan kemampuan berpikir kritis, melek keuangan, dan meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya pengelolaan informasi di era digital,” ujar Rara. Lebih dari itu, ajang ini menjadi bagian dari strategi Poltekba Berdampak dalam membangun koneksi langsung antara institusi pendidikan vokasi dengan siswa dan mahasiswa dari seluruh penjuru Indonesia. Dengan memberi ruang aktualisasi kepada pelajar dan mahasiswa, Combizz juga mendukung pelaksanaan Indikator Kinerja Utama (IKU) Kemendikbudristek, khususnya dalam memperluas akses mahasiswa dari jalur prestasi non-akademik. Wakil Direktur III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama Poltekba, Candra Irawan, S.T., M.Si., menegaskan bahwa para pemenang dari masing-masing cabang lomba diberikan apresiasi khusus dalam bentuk Golden Ticket Jalur Seleksi Mandiri Prestasi. Artinya, mereka mendapatkan kesempatan untuk menjadi mahasiswa Poltekba tanpa perlu mengikuti tes reguler, sebagai bentuk penghargaan atas capaian mereka di bidang akademik maupun kreativitas. “Ini adalah langkah nyata kami dalam memotivasi generasi muda agar terus berkarya. Program jalur prestasi bukan sekadar pintu masuk, tetapi sarana untuk menampung talenta terbaik yang telah terbukti mampu bersaing,” tegas Candra. Ia menambahkan, melalui kegiatan seperti Combizz, Poltekba semakin memperkuat perannya dalam mencetak ahli madya akuntansi dan profesional bisnis digital yang relevan dengan kebutuhan masa depan serta siap berkontribusi menuju visi Indonesia Emas 2045. Sebagai penutup, panitia menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta, juri, sponsor, dan pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan acara ini. Poltekba berkomitmen untuk menjadikan Combizz sebagai agenda tahunan yang terus berkembang, inovatif, dan berdampak lebih luas bagi generasi muda Indonesia.

Poltekba Tuan Rumah Sarasehan Nasional FKMPI ke-24, Perkuat Peran Mahasiswa Vokasi Menuju Indonesia Emas 2045

FKMPI ke-24 di Poltekba: Mahasiswa Politeknik Bersatu Menjawab Tantangan Zaman

Komitmen Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba) untuk memperkuat peran pendidikan vokasi dalam membentuk generasi unggul kembali diwujudkan melalui peran strategisnya sebagai tuan rumah Sarasehan Nasional Forum Komunikasi Mahasiswa Politeknik se-Indonesia (FKMPI) ke-24. Kegiatan yang berlangsung mulai 12 hingga 15 Juni 2025 ini diikuti oleh puluhan delegasi mahasiswa dari berbagai politeknik negeri seluruh Indonesia. Bertempat di lingkungan kampus Poltekba yang telah berkembang sebagai pusat pendidikan vokasi di Kalimantan Timur, acara pembukaan sarasehan berlangsung penuh semangat kebersamaan. Para peserta berasal dari institusi ternama seperti Politeknik Negeri Pertanian Payakumbuh, Politeknik Negeri Semarang, POLNES Samarinda, Politani Pangkep, Politeknik Negeri Sriwijaya, dan berbagai politeknik lainnya dari Sumatra hingga Nusa Tenggara. Direktur Poltekba, Dr. Emil Azmanajaya, S.T., M.T., dalam sambutannya menyampaikan kebanggaannya atas kepercayaan yang diberikan kepada Poltekba sebagai tuan rumah. Ia menegaskan bahwa momentum ini sangat sejalan dengan semangat Kampus Berdampak, di mana kampus bukan hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga menjadi ruang strategis dalam membangun kolaborasi, memperkuat jejaring nasional, dan menyiapkan pemimpin muda untuk menghadapi tantangan masa depan. “Kami percaya bahwa organisasi mahasiswa bukan hanya pelengkap, tetapi pilar penting dalam ekosistem kampus yang sehat dan dinamis. Melalui FKMPI, kita merawat semangat kolaborasi, saling belajar, dan saling memperkuat, yang merupakan fondasi penting menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Dr. Emil. Sarasehan ini menjadi lebih dari sekadar forum tahunan. Dalam ruang-ruang diskusi, peserta saling berbagi praktik baik, menyusun strategi penguatan organisasi, dan merancang inisiatif-inisiatif konkret yang akan menjawab tantangan zaman, termasuk revolusi industri, transformasi digital, dan tuntutan dunia kerja masa depan. Wakil Direktur III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama Poltekba sekaligus Wakil Ketua I BAKORMA, Candra Irawan, S.T., M.Si., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian penting dari upaya membentuk mahasiswa vokasi yang relevan, tangguh, dan mampu beradaptasi di era disrupsi. “Sarasehan ini adalah ruang untuk menyulam ide, menjahit mimpi, dan merancang arah organisasi mahasiswa politeknik agar makin inklusif dan berdampak. Mari kita bawa pulang tidak hanya kenangan, tetapi juga gagasan baru, sahabat baru, dan semangat baru,” tuturnya. Kegiatan selama empat hari ini mencakup diskusi panel nasional, forum kerja internal organisasi, kunjungan lapangan, serta malam keakraban sebagai bentuk penguatan jejaring sosial antar-delegasi. Semua agenda dirancang untuk membangun pemahaman bersama tentang pentingnya gerakan kemahasiswaan politeknik dalam menghadapi perubahan global. Sebagai penutup sambutannya, Candra menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah terlibat. “Terima kasih kepada panitia, mahasiswa, dosen pembina, sponsor, dan seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan sarasehan ini. Semoga kegiatan ini menjadi pijakan awal bagi lahirnya gerakan kemahasiswaan politeknik yang lebih progresif, adaptif, dan kolaboratif demi menyongsong Indonesia Emas 2045,” pungkasnya. Dengan menjadi tuan rumah Sarasehan Nasional FKMPI ke-24, Poltekba tidak hanya menegaskan posisinya sebagai pusat vokasi unggulan, tetapi juga memperlihatkan kesiapannya dalam mendukung transformasi pendidikan vokasi yang menyatu dengan kebutuhan bangsa dan masa depan.

Poltekba Tuan Rumah Turnamen Voli HUT Bhayangkara: Wujud Sinergi Kampus dan Kepolisian

Poltekba Hadirkan Energi Baru HUT Bhayangkara dengan Semangat Kampus Berdampak

Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba) kembali menunjukkan perannya sebagai institusi vokasi yang aktif membangun jejaring dan kontribusi sosial. Bertempat di Gedung Workshop Terpadu (GWT) — salah satu fasilitas unggulan kampus — resmi dibuka Turnamen Bola Voli HUT Bhayangkara ke-79 yang diikuti 28 tim dari jajaran kepolisian se-Kalimantan Timur. Turnamen ini diselenggarakan pada tanggal 11 Juni – 14 Juni 2025. Turnamen ini bukan hanya sekadar ajang olahraga, tetapi menjadi bagian penting dari perayaan Hari Bhayangkara serta sarana mempererat hubungan antara institusi pendidikan tinggi vokasi dan aparat penegak hukum. Direktur Poltekba, Dr. Emil Azmanajaya, S.T., M.T., menyampaikan bahwa kepercayaan yang diberikan kepada Poltekba sebagai tuan rumah adalah bentuk nyata pengakuan terhadap peran kampus dalam mendukung stabilitas dan pembangunan daerah. “Kami tidak hanya fokus mencetak lulusan siap kerja, tetapi juga hadir sebagai mitra aktif dalam menjaga harmoni sosial dan membangun karakter bangsa. Inilah semangat Kampus Berdampak yang kami usung: kampus yang hidup bersama dan untuk masyarakat,” ujar Dr. Emil. Ia juga menegaskan bahwa kegiatan semacam ini sejalan dengan tujuan Poltekba sebagai pusat unggulan pendidikan vokasi yang inovatif, kolaboratif, dan berkontribusi nyata terhadap pembangunan berkelanjutan. “Melalui fasilitas modern seperti GWT, lapangan olahraga kampus, serta dukungan SDM yang kompeten, kami siap menjadi ruang terbuka bagi sinergi positif lintas sektor,” tambahnya. Acara pembukaan turnamen turut dihadiri oleh tokoh-tokoh penting, termasuk Kapolda Kalimantan Timur Irjen. Pol. Endar Priantoro, S.H., S.I.K., C.F.E., M.H., serta Wakapolda Brigjen. Pol. Dr. H. Muhammad Sabilul Alif, S.H., S.I.K., M.Si.. Kehadiran mereka disambut hangat oleh jajaran pimpinan Poltekba, civitas akademika, dan para peserta turnamen. Wakil Direktur III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama Poltekba, Candra Irawan, S.T., M.Si., turut menyampaikan bahwa momen ini menjadi cermin sinergi antara dunia pendidikan dan institusi keamanan. “Kolaborasi seperti ini sangat strategis, khususnya dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik dan keterampilan, tetapi juga memiliki integritas dan jiwa kebangsaan,” tegasnya. Turnamen bola voli ini akan berlangsung selama beberapa hari dan menjadi wadah mempererat tali silaturahmi antaranggota Polri serta memperkuat keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan yang membangun karakter, disiplin, dan sportivitas. Dengan semangat terbuka dan kolaboratif, Poltekba terus mendorong terciptanya ekosistem kampus yang tidak hanya unggul dalam pendidikan vokasi, tetapi juga berdampak nyata bagi masyarakat dan daerah.