Poltekba Terima Kunjungan Kerja Sama LiuGong Indonesia, Perkuat Kolaborasi Pendidikan Vokasi dan Industri Alat Berat

Balikpapan — Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba) menerima kunjungan kerja sama dan diskusi kolaboratif dari jajaran manajemen LiuGong Indonesia pada Jumat, 23 Januari 2025. Kegiatan yang berlangsung pada pagi hari ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara dunia pendidikan vokasi dan industri alat berat. Dalam kunjungan tersebut, LiuGong Indonesia diwakili oleh Head of Learning & Development (L&D) serta Deputy General Manager. Rombongan disambut langsung oleh Direktur Politeknik Negeri Balikpapan, Dr. Emil Azmanajaya, S.T., M.T., bersama Dr. Hadi Hermansyah, S.Si., M.Si., dan Candra Irawan, S.T., M.Si. Pertemuan ini membahas berbagai peluang kerja sama strategis antara Poltekba dan LiuGong Indonesia, khususnya dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM), peningkatan kompetensi mahasiswa, serta penyelarasan kurikulum pendidikan vokasi agar selaras dengan kebutuhan industri alat berat. LiuGong Indonesia juga menyampaikan komitmennya untuk mendukung pengembangan keterampilan mahasiswa melalui program pelatihan, magang industri, serta kolaborasi pembelajaran berbasis praktik. Direktur Poltekba menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan inisiatif kerja sama dari LiuGong Indonesia. Menurutnya, kolaborasi dengan industri merupakan elemen penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan vokasi dan memastikan lulusan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. “Kami berharap kerja sama ini dapat memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa dan institusi, serta mendukung lahirnya lulusan yang siap kerja dan berdaya saing,” ujarnya. Kunjungan kerja sama ini diharapkan menjadi awal dari kolaborasi berkelanjutan antara Politeknik Negeri Balikpapan dan LiuGong Indonesia dalam mendukung penguatan pendidikan vokasi yang relevan, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan mampu menjawab kebutuhan industri alat berat di Indonesia. Humas Politeknik Negeri Balikpapan

Sinergi Pendidikan dan Industri, Poltekba Serahkan SK Dewan Penyantun kepada PT Westpex

Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba) terus memperkuat sinergi antara dunia pendidikan vokasi dan industri sebagai langkah strategis dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) yang kompeten dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyerahan Surat Keputusan (SK) Dewan Penyantun Politeknik Negeri Balikpapan kepada mitra industri. SK Dewan Penyantun Poltekba diserahkan secara langsung kepada Direktur Utama PT Westpex, Sutono Hartanto, B.S., M.B.A., oleh Direktur Politeknik Negeri Balikpapan, Dr. Emil Azmanajaya, S.T., M.T., didampingi Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Candra Irawan, S.T., M.Si. Penyerahan ini menjadi simbol kepercayaan sekaligus komitmen bersama dalam membangun kolaborasi berkelanjutan antara institusi pendidikan vokasi dan dunia industri. Pembentukan dan penguatan peran Dewan Penyantun Poltekba diharapkan mampu memberikan masukan strategis bagi pengembangan institusi, memperluas jejaring industri, serta mendorong peningkatan mutu pendidikan vokasi agar selaras dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan pasar kerja. Keterlibatan pelaku industri secara langsung dinilai penting dalam menyelaraskan kurikulum, pembelajaran berbasis praktik, hingga peluang kerja bagi lulusan. Melalui kolaborasi ini, Poltekba optimistis dapat terus menghasilkan lulusan yang kompeten, adaptif, dan siap bersaing di dunia industri. Sinergi dengan PT Westpex sebagai bagian dari Dewan Penyantun diharapkan turut memperkuat peran Poltekba dalam mendukung pembangunan SDM unggul, khususnya di wilayah Kalimantan Timur. Humas Politeknik Negeri Balikpapan

Politeknik Negeri Balikpapan Dukung Sinergi Pendidikan dan Industri Kuliner pada Anniversary ke-19 ICA

Balikpapan, 25 Januari 2026 — Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba) menghadiri undangan resmi Indonesian Chef Association (ICA) dalam rangka perayaan Anniversary ke-19 ICA yang dirangkaikan dengan kegiatan Chef Day 2026. Acara tersebut diselenggarakan oleh ICA BPD Kalimantan Timur pada Minggu (25/1/2026) di Grand Jatra Hotel Balikpapan, lantai 8, mulai pukul 10.00 WITA hingga selesai. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi ICA sebagai organisasi profesi di bidang kuliner untuk mempererat silaturahmi serta memperkuat sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk institusi pendidikan vokasi. Anniversary ke-19 ICA dan Chef Day 2026 diisi dengan beragam rangkaian kegiatan yang bertujuan mendorong pengembangan sumber daya manusia unggul di bidang kuliner dan industri kreatif. Poltekba hadir melalui Direktur Politeknik Negeri Balikpapan, Dr. Emil Azmanajaya, S.T., M.T., didampingi Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Candra Irawan, S.T., M.Si. Kehadiran pimpinan Poltekba menunjukkan komitmen institusi dalam mendukung kolaborasi antara dunia pendidikan vokasi dan asosiasi profesi, khususnya dalam penguatan kompetensi mahasiswa serta pengembangan jejaring kerja sama dengan industri. Direktur Poltekba menyampaikan bahwa sinergi dengan asosiasi profesi seperti ICA memiliki peran strategis dalam menyiapkan lulusan yang adaptif terhadap kebutuhan industri. “Kolaborasi ini diharapkan dapat membuka peluang kerja sama di bidang pendidikan, pelatihan, sertifikasi, dan pengembangan keterampilan kuliner yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja,” ujarnya. Melalui kehadiran Poltekba pada kegiatan Anniversary ke-19 ICA dan Chef Day 2026, diharapkan hubungan kelembagaan antara Politeknik Negeri Balikpapan dan Indonesian Chef Association semakin erat, sekaligus memberikan kontribusi nyata dalam penguatan ekosistem pendidikan vokasi dan industri kuliner di Kalimantan Timur. Humas Politeknik Negeri Balikpapan

Melangkah ke Kancah Global, Mahasiswa Poltekba Raih Beasiswa Liugong melalui Joint Degree Program di Tiongkok

Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba) kembali memperkuat jejaring internasional melalui kerja sama Joint Degree Program dengan Liuzhou Vocational & Technical College (LZPU) Liugong, Tiongkok. Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan vokasi berstandar global sekaligus membuka peluang internasional bagi mahasiswa Poltekba. Melalui program joint degree tersebut, sejumlah mahasiswa Poltekba berhasil lolos Beasiswa Liugong dan berkesempatan menempuh sebagian masa studi di Tiongkok. Beasiswa ini mencakup pembelajaran berbasis teknologi industri, praktik langsung di lingkungan manufaktur modern, serta penguatan kompetensi internasional yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja global. Direktur Poltekba menyampaikan bahwa kerja sama dengan LZPU Liugong merupakan bentuk komitmen institusi dalam menyiapkan lulusan yang unggul, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan industri internasional. “Program joint degree ini tidak hanya memberikan pengalaman akademik lintas negara, tetapi juga membekali mahasiswa dengan keterampilan praktis dan wawasan global,” ujarnya. Mahasiswa Poltekba yang berhasil lolos sebagai penerima Beasiswa Liugong antara lain Panji Gumilang Wicaksono, Satrio Budiarto, Levin Nathanael Raynard Tanujaya, Zulfadly Zharfan, dan Arfian Maulana Achmad. Kelima mahasiswa tersebut merupakan mahasiswa Program Studi D3 Electrical Technology semester 3. Mereka telah melalui proses seleksi ketat yang meliputi prestasi akademik, kemampuan bahasa, serta kesiapan mengikuti sistem pembelajaran internasional. Selama mengikuti program di Tiongkok, mahasiswa akan menjalani kurikulum terintegrasi antara Poltekba dan LZPU, khususnya pada bidang teknologi, manufaktur, dan rekayasa industri, yang dirancang selaras dengan kebutuhan industri global. Salah satu mahasiswa penerima beasiswa menyampaikan rasa bangga dan syukurnya dapat terpilih dalam program ini. Menurutnya, kesempatan belajar langsung di lingkungan industri Liugong merupakan pengalaman berharga untuk meningkatkan kompetensi teknis sekaligus memperluas wawasan global. Ke depan, kerja sama antara Poltekba dan LZPU Liugong diharapkan dapat terus berlanjut dan berkembang, tidak hanya melalui program joint degree, tetapi juga dalam bentuk riset terapan, pertukaran dosen, serta penguatan link and match dengan industri internasional. Melalui program ini, Poltekba menegaskan posisinya sebagai perguruan tinggi vokasi yang aktif berkolaborasi di tingkat global dan berorientasi pada kebutuhan industri masa depan. Humas Politeknik Negeri Balikpapan

Politeknik Negeri Balikpapan Gandeng PT Kilang Pertamina Balikpapan dalam Jajaran Dewan Penyantun

Balikpapan – Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba) terus memperkuat sinergi dengan dunia industri sebagai bagian dari komitmen menghadirkan pendidikan vokasi yang relevan dan berdaya saing. Salah satu langkah strategis tersebut diwujudkan melalui kerja sama dengan PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB) yang kini bergabung dalam jajaran Dewan Penyantun Poltekba. Kerja sama ini ditandai dengan kunjungan resmi Direktur Poltekba ke lingkungan PT Kilang Pertamina Balikpapan. Dalam kunjungan tersebut, Direktur Poltekba disambut langsung oleh Mohamad Junaidi Husni, selaku Vice President (VP) Finance & IT PT Kilang Pertamina Balikpapan. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan konstruktif, mencerminkan semangat kolaborasi antara institusi pendidikan dan industri strategis nasional. Direktur Poltekba menyampaikan bahwa keterlibatan PT Kilang Pertamina Balikpapan dalam Dewan Penyantun merupakan langkah penting untuk memastikan arah pengembangan pendidikan vokasi selaras dengan kebutuhan nyata industri, khususnya sektor energi dan migas. Melalui peran Dewan Penyantun, industri diharapkan dapat memberikan masukan strategis terkait kurikulum, penguatan kompetensi lulusan, hingga peluang kolaborasi riset terapan dan program magang mahasiswa. Sementara itu, pihak PT Kilang Pertamina Balikpapan menyambut baik kerja sama ini sebagai bentuk kontribusi nyata industri dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia lokal. Sinergi ini juga diharapkan mampu mencetak lulusan vokasi yang siap kerja, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta memiliki karakter profesional yang dibutuhkan dunia industri. Dengan terjalinnya kemitraan ini, Politeknik Negeri Balikpapan optimistis dapat terus meningkatkan kualitas pendidikan, memperluas jejaring industri, serta memperkuat perannya sebagai institusi vokasi unggulan yang mendukung pembangunan daerah dan nasional. Humas Politeknik Negeri Balikpapan

Poltekba Jalin Kerja Sama Internasional dengan Hanbat National University Korea Selatan

Penandatanganan MoU Poltekba dengan Hanbat National University

Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba) kembali memperkuat langkah internasionalisasinya dengan menjalin kerja sama akademik bersama Hanbat National University (HNU), Korea Selatan. Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yang menjadi dasar kolaborasi strategis kedua institusi dalam pengembangan pendidikan, penelitian, dan pertukaran akademik. Penandatanganan MoU ini merupakan bagian dari upaya Poltekba dalam memperluas jejaring global serta meningkatkan kualitas tridarma perguruan tinggi agar selaras dengan standar internasional. Hanbat National University sendiri merupakan perguruan tinggi nasional di Korea Selatan yang dikenal kuat dalam bidang sains, teknologi, dan rekayasa. Melalui kesepakatan ini, Poltekba dan HNU sepakat untuk mengembangkan berbagai bentuk kerja sama, antara lain pertukaran mahasiswa, pertukaran dosen dan tenaga kependidikan, kolaborasi penelitian, penyelenggaraan seminar dan simposium akademik, hingga pengembangan kurikulum dan program bersama dari jenjang sertifikat hingga program pascasarjana. Direktur Politeknik Negeri Balikpapan, Dr. Emil Azmanajaya, S.T., M.T., menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis Poltekba dalam menyiapkan lulusan yang berdaya saing global.“Kolaborasi internasional seperti ini menjadi fondasi penting dalam meningkatkan mutu pendidikan vokasi, memperluas wawasan mahasiswa, serta membuka peluang riset dan inovasi bersama di tingkat global,” ujarnya. Kerja sama ini juga memberikan akses timbal balik terhadap fasilitas akademik, seperti laboratorium, perpustakaan, pusat riset, serta dukungan institusional lainnya bagi dosen, peneliti, dan mahasiswa dari kedua belah pihak, sesuai dengan program yang disepakati. Dengan terjalinnya kemitraan ini, Poltekba menegaskan komitmennya untuk terus bertransformasi menjadi institusi pendidikan vokasi yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi global, sekaligus mendukung penguatan hubungan akademik antara Indonesia dan Korea Selatan.

Poltekba dan BRIDA Kaltim Ekspose Hasil Riset Skill e-Passport ASEAN Toolbox

Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba) bersama Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Kalimantan Timur menyelenggarakan Ekspose Seminar Hasil Riset bertema “Strategi Implementasi Model Skill e-Passport ASEAN Toolbox dalam Kebijakan Merdeka Belajar Menengah Kejuruan Pusat Keunggulan Bidang Pariwisata.” Kegiatan ini merupakan bagian dari riset kolaboratif yang dilakukan oleh Tim Riset Poltekba dan BRIDA Kaltim sebagai upaya memperkuat ekosistem pendidikan vokasi yang lebih adaptif, berdaya saing internasional, dan selaras dengan tuntutan industri. Acara digelar pada tanggal 4 Desember 2025, di Aula Mandiri Lantai 1 Kantor DPM Pemdes Provinsi Kalimantan Timur, Jl. MT. Haryono No. 96, Samarinda, dan berlangsung mulai pukul 09.00 WITA hingga selesai. Kegiatan juga diikuti secara daring melalui Zoom untuk memperluas akses partisipasi. Rangkaian acara dimulai dengan registrasi peserta, pembukaan, Lagu Indonesia Raya, doa, serta sambutan oleh Kepala BRIDA Prov. Kaltim, Dr. M. Ir. H. Fitriansyah, ST., MM.. Selanjutnya dilaksanakan pemaparan hasil riset oleh tim peneliti, tanggapan narasumber penanggap, diskusi interaktif, dan ditutup oleh panitia. Ekspose hasil riset ini dihadiri oleh lebih dari 50 institusi strategis, meliputi pemerintah pusat, DPRD Provinsi Kaltim, dinas pendidikan dan pariwisata provinsi serta kabupaten/kota, dinas tenaga kerja, perguruan tinggi, asosiasi industri pariwisata, hotel berbintang, serta SMK Pusat Keunggulan (SMK PK) bidang pariwisata dari berbagai daerah. Kehadiran lintas pemangku kepentingan tersebut menunjukkan kuatnya dukungan terhadap implementasi standar kompetensi ASEAN melalui model Skill e-Passport. Dalam paparannya, tim peneliti yang di motori oleh Prof. Dr. Tuatul Mahfud, M.Pd sebagai Ketua Tim Serta Anggota Tim yang terdiri dari Yogiana Mulyani, M.M.Par, Henry Winnarko, M.Pd dan Andi Yasir Amsal, M.Pd.. menjelaskan bahwa Skill e-Passport merupakan e-portfolio yang digunakan untuk merekam dan memvalidasi capaian kompetensi siswa berdasarkan standar ASEAN Common Competency Standards for Tourism Professionals (ACCSTP) dan Common ASEAN Tourism Curriculum (CATC). Model ini menjawab kebutuhan sistematis terkait mekanisme penyetaraan, rekognisi pembelajaran lampau (RPL), serta rekam jejak kompetensi digital yang dapat digunakan siswa untuk melanjutkan studi, memasuki dunia kerja, atau mengikuti sertifikasi lanjutan. Ketua Tim Peneliti, Prof. Dr. Tuatul Mahfud, M.Pd menegaskan pentingnya inovasi ini bagi masa depan pendidikan vokasi Indonesia. Beliau menyampaikan: “Skill e-Passport adalah langkah strategis untuk membawa lulusan SMK kita ke level ASEAN. Dengan rekognisi kompetensi yang terdigitalisasi dan selaras standar internasional, kita memastikan setiap capaian siswa benar-benar bermakna. Poltekba melalui inisiatif Kampus Berdampak telah menunjukkan peran nyata dalam membantu sekolah dan industri bertemu dalam satu peta kompetensi yang relevan dan berorientasi masa depan.” Melalui kegiatan ini, Poltekba menegaskan komitmennya dalam mengaktualisasikan program Kampus Berdampak, yaitu kampus yang menghasilkan kontribusi nyata bagi masyarakat, dunia pendidikan, dan industri. Poltekba juga akan melanjutkan tahapan strategi pengembangan, mulai dari penguatan SDM, penyelarasan kurikulum, pengembangan platform digital Skill e-Passport, hingga pelaksanaan uji kompetensi berbasis standar ASEAN. Kegiatan riset bersama ini diharapkan menjadi fondasi kuat dalam menghadirkan transformasi nyata bagi SMK, khususnya pada bidang pariwisata, agar lulusan semakin mampu menjawab kebutuhan pasar kerja regional hingga internasional.

Sinergi Hebat! Poltekba Gandeng Industri Tiongkok, Siapkan Mahasiswa Go Global

Sebagai bagian dari upaya mewujudkan Kampus Berdampak, Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba) resmi memperluas jaringan kerja sama internasional dengan menandatangani nota kesepahaman bersama sejumlah perusahaan asal Tiongkok. Penandatanganan dilakukan dalam ajang Trade Expo Indonesia (TEI) 2025 yang berlangsung di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Jumat (17/10/2025). Kegiatan ini menjadi bagian dari Forum Global Talent bertajuk “Bridging Industry 4.0 Competency Gaps via University–Enterprise Alliances”, yang diselenggarakan dengan dukungan penuh dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Beijing. Acara tersebut dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, mulai dari perguruan tinggi, lembaga pemerintah, hingga perusahaan dari Indonesia dan Tiongkok, dan dilaksanakan di Garuda Room 7AB. Dalam forum tersebut, Direktur Poltekba Dr. Emil Azmanajaya hadir secara langsung sebagai bentuk komitmen untuk memperkuat sinergi antara pendidikan vokasi dan kebutuhan dunia industri global. Penandatanganan kerja sama ini melibatkan sejumlah mitra strategis, seperti PT Dora Bisnis Konsultindo (subsidiary of Dora Group) untuk penguatan program magang dan peningkatan kompetensi mahasiswa, serta PT Prima Bersama Berkat dan PT China Indonesia Education Services dalam pengembangan SDM unggul berdaya saing internasional. Langkah strategis ini sekaligus menjadi wujud nyata implementasi program Kampus Berdampak yang dirancang untuk menjembatani kesenjangan antara kompetensi lulusan pendidikan vokasi dengan kebutuhan riil dunia kerja internasional. Kerja sama ini tidak hanya membuka akses bagi mahasiswa Poltekba untuk mengikuti program magang dan pelatihan di tingkat global, tetapi juga menciptakan peluang rekrutmen tenaga kerja profesional secara langsung oleh mitra industri. “Kerja sama ini membuka peluang besar bagi mahasiswa Poltekba untuk memperoleh pengalaman internasional serta menyiapkan SDM yang berdaya saing global,” ungkap Dr. Emil Azmanajaya. Wakil Direktur III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Candra Irawan, S.T., M.Si, menyampaikan bahwa keterlibatan aktif Poltekba dalam forum internasional ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk KBRI Beijing dan para mitra industri. Ia juga menegaskan bahwa penandatanganan nota kesepahaman ini merupakan bagian dari upaya sistematis dalam pemenuhan Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi vokasi, khususnya terkait kerja sama dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI), serta peningkatan pengalaman internasional mahasiswa. “Kami sangat mengapresiasi kepercayaan dan dukungan yang diberikan kepada Poltekba. Kolaborasi ini tidak hanya memberikan mahasiswa pengalaman teknis, tetapi juga memperluas wawasan mereka terhadap budaya kerja global. Ini menjadi bukti nyata bahwa Poltekba mampu hadir sebagai kampus vokasi yang berdampak secara langsung terhadap pembangunan SDM dan penguatan ekosistem kerja sama internasional,” ujarnya. Candra juga menambahkan bahwa kerja sama ini secara strategis mendukung perluasan peluang magang, riset terapan, serta jalur rekrutmen bagi mahasiswa dan alumni Poltekba. “Hal ini merupakan bagian dari komitmen Poltekba dalam membangun SDM unggul untuk mendukung pengembangan Ibu Kota Nusantara dan percepatan pembangunan kawasan Indonesia Timur,” tutupnya.

Poltekba dan Mitra Industri Tandatangani Perjanjian Kerja Sama pada Wisuda ke-21

Wisuda ke-21 Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba) tidak hanya menjadi ajang perayaan bagi 428 lulusan yang berhasil menyelesaikan pendidikan vokasi mereka. Lebih dari itu, momentum ini juga dimanfaatkan sebagai langkah strategis untuk memperkuat hubungan antara Poltekba dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI). Dalam rangkaian kegiatan wisuda, Poltekba melaksanakan penandatanganan naskah kerja sama dengan 11 mitra strategis yang terdiri dari perusahaan multinasional, perusahaan internasional, perguruan tinggi dan asosiasi. Penandatanganan ini menjadi simbol komitmen bersama dalam mendorong pendidikan vokasi yang responsif terhadap kebutuhan industri serta membekali mahasiswa dengan kompetensi yang relevan dan adaptif. Adapun mitra kerja sama yang ikut menandatangani perjanjian antara lain: Direktur Politeknik Negeri Balikpapan, dalam sambutannya, menegaskan pentingnya sinergi antara institusi pendidikan vokasi dan dunia industri: “Kerja sama antara perguruan tinggi vokasi dan dunia usaha serta dunia industri adalah fondasi utama dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang relevan dan berdampak. Melalui kolaborasi ini, kurikulum dapat disesuaikan dengan perkembangan industri, mahasiswa mendapat akses ke pembelajaran berbasis praktik, serta membuka peluang magang, penelitian terapan, hingga rekrutmen langsung. Ini sejalan dengan arah kebijakan Program Kampus Berdampak, di mana pendidikan tinggi dituntut untuk memberi manfaat nyata bagi masyarakat dan dunia kerja.” Lebih lanjut, Direktur juga menambahkan pentingnya memperluas jejaring kerja sama tidak hanya di tingkat nasional, namun juga internasional: “Ke depan, Poltekba juga terus mendorong kerja sama internasional sebagai bagian dari upaya meningkatkan daya saing global lulusan. Kolaborasi lintas negara akan membuka peluang pertukaran ilmu, transfer teknologi, dan membekali mahasiswa dengan perspektif global yang sangat dibutuhkan dalam era transformasi digital dan industri 5.0.” Melalui kerja sama ini, Poltekba menegaskan posisinya sebagai institusi pendidikan vokasi yang tidak hanya fokus pada capaian akademik, tetapi juga pada penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi secara nyata di tengah masyarakat dan industri. Kerja sama yang terjalin mencakup berbagai bidang seperti pengembangan kurikulum berbasis industri, pelaksanaan praktik kerja lapangan (PKL), program magang bersertifikat, pelatihan peningkatan kompetensi dosen dan mahasiswa, hingga peluang penelitian terapan yang mendukung inovasi lokal dan kebutuhan dunia kerja. Dengan dilaksanakannya penandatanganan naskah kerja sama ini, Poltekba optimis akan semakin memperkuat link and match antara kampus dengan DUDI sebagai bagian dari transformasi pendidikan vokasi yang berkelanjutan, inovatif, dan berdampak langsung pada pembangunan daerah maupun nasional.

Poltekba dan BUMA Academy Rilis Program RPL Batch 3

Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba) terus berkomitmen untuk memperluas akses pendidikan tinggi melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), yang memberikan pengakuan terhadap pengalaman belajar dari jalur formal, nonformal, informal, serta pengalaman kerja sebagai Satuan Kredit Semester (SKS). Program ini berdampak langsung pada pengurangan masa studi, sehingga mahasiswa dapat menyelesaikan pendidikan lebih cepat dibandingkan dengan jalur reguler, sekaligus memberikan peluang bagi pekerja berpengalaman untuk melanjutkan pendidikan mereka secara lebih efisien. Sebagai bagian dari upaya tersebut, Poltekba menjalin kerja sama dengan PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA) melalui BUMA Academy. Pada Selasa (9/9/2025) pagi, Poltekba secara resmi memulai perkuliahan RPL Batch 3, yang diawali dengan kuliah umum bertema “Orientasi Budaya Akademik Poltekba dan Peraturan Akademik.” Acara ini berlangsung di Ruang Lab Gambar, Gedung Workshop Teknologi Rekayasa Manufaktur. Program RPL ini merupakan salah satu implementasi nyata dari upaya Poltekba untuk menciptakan kampus berdampak yang tidak hanya berfokus pada kualitas akademik, tetapi juga responsif terhadap kebutuhan industri dan masyarakat. Prof. Dr. Tuatul Mahfud, M.Pd., Wakil Direktur I Bidang Akademik dan Penjaminan Mutu Poltekba, menekankan bahwa program RPL merupakan terobosan penting dalam dunia pendidikan vokasi, yang mempermudah para pekerja berpengalaman untuk mendapatkan pengakuan atas keterampilan yang sudah dimiliki. Program ini memungkinkan pengalaman kerja diakui sebagai SKS, sehingga mahasiswa dapat menyelesaikan pendidikan lebih cepat, hanya dalam 3 hingga 4 semester untuk D3 atau D4, dibandingkan dengan 3 hingga 4 tahun pada jalur reguler. Pada Batch 3 kali ini, 30 mahasiswa terdaftar untuk mengikuti perkuliahan, terdiri dari 14 mahasiswa Teknik Mesin dan 16 mahasiswa Teknik Sipil. Prof. Tuatul Mahfud menyatakan, “Alhamdulillah, program ini mendapat respons positif dari industri, terutama dengan adanya kolaborasi ini. Ini menunjukkan bahwa pendidikan vokasi harus terus berkembang dan beradaptasi dengan kebutuhan dunia kerja, serta memberikan ruang bagi pengakuan pengalaman yang dimiliki oleh masyarakat.” Program RPL ini juga menjadi bagian dari visi Poltekba untuk menciptakan kampus yang dapat berdampak luas, menyediakan jalur pendidikan yang lebih fleksibel bagi individu dengan latar belakang beragam. Kerja sama Poltekba dengan PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA) menjadi pilot project penting dalam implementasi program RPL ini. PT BUMA sendiri merupakan salah satu perusahaan besar di Indonesia yang bergerak di bidang pertambangan dan energi, berkomitmen dalam pengembangan sumber daya manusia dan penguatan kualifikasi pekerjanya. Kolaborasi ini bertujuan untuk memberikan peluang pendidikan bagi karyawan BUMA yang ingin meningkatkan kompetensinya melalui pengakuan atas pengalaman kerja mereka. Kedepannya, program RPL ini diharapkan dapat diperluas, tidak hanya untuk kalangan industri tertentu, tetapi juga untuk masyarakat luas. Poltekba telah menyiapkan skema RPL untuk berbagai program studi, seperti D3 Teknik Mesin, D3 Teknik Sipil, D3 Teknik Elektro, Sarjana Terapan Pengelolaan Perhotelan, dan Sarjana Terapan Akuntansi Perpajakan. Kampus vokasi ini juga berencana untuk mensosialisasikan beberapa jurusan ini kepada masyarakat umum, dengan tujuan agar lebih banyak individu yang memiliki akses ke pendidikan tinggi. Dengan demikian, Poltekba berharap dapat memberikan ruang lebih luas bagi masyarakat untuk terus menjalankan pembelajaran sepanjang hayat (lifelong learning), memperkuat hubungan antara dunia pendidikan dan industri, serta menciptakan dampak positif bagi pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas.