Poltekba Raih Juara 1, Futsal POLNES Sport Competition V

Futsal Poltekba Menang di POLNES Sport Competition V: Menyongsong Era Kejayaan Olahraga Kampus

Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba) kembali menorehkan prestasi gemilang di ajang dPOLNES Sport Competition V, yang berlangsung pada Sabtu (28/6/2025). Turnamen dengan tajuk “Rise Above Limits, Compete for Glory” ini merupakan ajang mengasah skill di bidang olahraga. Pada partai final, Poltekba berhasil mengalahkan tim futsal Universitas Mulawarman (Unmul) melalui drama adu penalti dengan skor 3-1, setelah sebelumnya bermain imbang di waktu normal. Kemenangan ini tidak hanya menutup kompetisi dengan manis, tetapi juga menjadi sebuah langkah bersejarah bagi Poltekba dalan perhelatan turnamen Futsal di Bumi Etam. Prestasi ini menjadi bukti nyata dari visi Poltekba yang ingin menjadi institusi pendidikan vokasi unggul yang tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga pada pengembangan karakter, kualitas, dan bakat mahasiswa, termasuk dalam bidang olahraga. Wakil Direktur III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama Poltekba, Candra Irawan, S.T., M.Si., menyampaikan rasa bangga atas pencapaian luar biasa ini, mengingat tim futsal Poltekba tampil tanpa pelatih tetap. “Tahun ini, tim futsal kami membuktikan bahwa dengan semangat, kekompakan, dan mental juara, kami bisa mengalahkan tim-tim besar yang diperkuat oleh pemain profesional. Ini adalah prestasi yang sangat membanggakan bagi kami,” ujar Candra Irawan. Ia juga menambahkan, kemenangan ini semakin istimewa karena tim Poltekba berjuang tanpa pelatih tetap, dengan mengandalkan strategi internal, motivasi, dan disiplin yang tinggi dari seluruh pemain. Kesuksesan Poltekba di ajang ini juga tidak lepas dari peran serta Tim Pembina UKM Olahraga, Risky Hardianto, dan Staf Kemahasiswaan, Erna Ningsih, yang memberikan pendampingan penuh kepada tim futsal selama turnamen berlangsung. Selain meraih gelar juara, Muhammad Rizal, salah satu pemain andalan Poltekba, berhasil menyabet penghargaan sebagai The Best Player dalam turnamen ini. Penghargaan ini menjadi simbol kualitas individu yang mendukung keberhasilan kolektif tim futsal Poltekba. Muhammad Rizal Sabet Gelar The Best Player Sebagai bagian dari misi Poltekba untuk terus mengembangkan potensi mahasiswa dan menciptakan iklim kompetitif yang sehat, Poltekba juga serius dalam membina atlet muda. Tahun ini, Poltekba telah merekrut sebanyak 15 siswa SMA/SMK se-Kalimantan Timur melalui Jalur Prestasi Mandiri (telescouting), yang akan memperkuat tim futsal Poltekba di masa depan. Candra Irawan menegaskan bahwa langkah ini adalah bagian dari komitmen institusi dalam memajukan olahraga di kampus. Direktur Poltekba, Dr. Emil Azmanajaya, S.T., M.T., juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas keberhasilan tim futsal Poltekba. “Seluruh sivitas akademika Poltekba sangat bangga dengan pencapaian Tim Futsal kami. Kemenangan ini bukan hanya tentang trofi, tetapi mencerminkan dedikasi, kerja keras, dan semangat pantang menyerah yang patut diteladani oleh seluruh civitas akademika,” ujar Dr. Emil Azmanajaya. Ia juga menegaskan komitmen Poltekba untuk terus memperkuat pembinaan atlet dengan melibatkan pelatih profesional dan peningkatan fasilitas olahraga di kampus. “Kemenangan ini merupakan awal dari era kejayaan olahraga Poltekba, baik di tingkat regional maupun nasional,” tambahnya. Melalui pencapaian ini, Poltekba terus berkomitmen untuk mengembangkan dan memperkuat bidang olahraga sebagai bagian dari misi institusinya dalam membentuk mahasiswa yang unggul, kompetitif, dan siap menghadapi tantangan di berbagai bidang, termasuk olahraga.

Dukung Smart City dan Indonesia Emas 2045, Poltekba Raih Prestasi Gemilang di Ajang KRENOVA

Poltekba Tunjukkan Peran Strategis dalam Mewujudkan Indonesia Emas 2045 Lewat Karya Inovasi Mahasiswa di KRENOVA

Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba) kembali menorehkan prestasi membanggakan di ajang tahunan Kreativitas dan Inovasi Masyarakat (KRENOVA) 2025. Dalam malam penganugerahan yang digelar di Sapphire Ballroom, Hotel Grand Tjokro Balikpapan, Rabu (28/5/2025), tim mahasiswa Poltekba berhasil meraih juara ketiga kategori Mahasiswa melalui karya inovatif berjudul Prototipe Sederhana Wireless Power Transfer (WPT) pada Integrasi Kota Cerdas (Smart City) Berbasis Multi-Coil. Tim inovator tersebut beranggotakan tiga mahasiswa Jurusan Rekayasa Elektro, Program Studi Teknologi Listrik, yaitu Dimas Arif Prasetyo (ketua tim), Adit Tamsyiar, dan Christoper Richardus Riwu, yang dibimbing langsung oleh dosen pendamping Mikail Eko Prasetyo Widagda, S.T., M.T. Prestasi ini menjadi bukti nyata komitmen Poltekba dalam mendorong mahasiswa berprestasi melalui program Kampus Berdampak yang berfokus pada inovasi dan solusi nyata untuk masyarakat. Ketua dosen pendamping, Mikail Eko Prasetyo Widagda, menyatakan kebanggaannya atas capaian mahasiswa binaannya. “Karya ini bukan hanya proyek akademik semata, melainkan kontribusi nyata bagi percepatan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang mengusung konsep smart city berkelanjutan. Inovasi Wireless Power Transfer ini menjadi solusi efisien dan ramah lingkungan untuk mengatasi permasalahan kabel udara yang semrawut, sekaligus mendukung infrastruktur energi modern dan terintegrasi di IKN,” ujarnya. Lebih lanjut, inovasi ini sejalan dengan visi strategis Indonesia Emas 2045 yang menargetkan Indonesia menjadi negara maju dengan sumber daya manusia unggul, teknologi maju, dan pembangunan berkelanjutan. Politeknik Negeri Balikpapan melalui visi Ecotech Fusion Campus – Transforming Today, Sustainability Tomorrow – berkomitmen membekali mahasiswa dengan kemampuan inovasi dan teknologi hijau, yang merupakan salah satu pilar utama dalam mewujudkan visi Indonesia Emas. Pencapaian ini juga memperkuat indikator kinerja utama (IKU) mahasiswa meraih prestasi yang menjadi tolok ukur keberhasilan Poltekba dalam menghasilkan lulusan yang kompeten, kreatif, dan siap berkontribusi dalam pembangunan nasional. Melalui ajang KRENOVA, mahasiswa tidak hanya diasah kreativitasnya, tetapi juga didorong untuk menghadirkan solusi inovatif yang berdampak nyata bagi pembangunan daerah dan masa depan bangsa. Ajang KRENOVA merupakan platform strategis pemerintah Kota Balikpapan dalam mendorong budaya inovasi masyarakat, termasuk kalangan pelajar dan mahasiswa, guna mendukung percepatan transformasi digital dan pembangunan berkelanjutan. Tahun ini, sebanyak 43 tim dari 85 peserta berhasil mendapatkan penghargaan atas karya inovatif mereka yang mendukung pembangunan smart city dan keberlanjutan. Dengan torehan prestasi ini, Politeknik Negeri Balikpapan semakin mengukuhkan perannya sebagai kampus vokasi unggulan yang tidak hanya menghasilkan lulusan terampil, tetapi juga mampu berkontribusi aktif dalam percepatan pembangunan IKN dan mewujudkan Indonesia Emas 2045. Poltekba terus mengembangkan program-program pembinaan mahasiswa agar prestasi dan karya inovatif mereka menjadi kekuatan penggerak kemajuan daerah dan bangsa di era teknologi dan sustainability.

Dosen Poltekba Yogiana Mulyani Raih Penghargaan atas Kontribusinya dalam Pengembangan Ekonomi Kreatif dan Pariwisata

Yogiana Mulyani, Menerima Penghargaan Penghargaan Berkat Dedikasi dalam Pemberdayaan Perempuan dan Pengembangan Pariwisata

Dalam acara Diseminasi Penguatan Karakter Keluarga Berlandaskan Nilai-Nilai Pancasila yang berlangsung pada Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-53, Kamis 22 Mei 2025 di BSCC Dome, Balikpapan, Yogiana Mulyani, M.M., Par, Dosen Jurusan Pariwisata dan juga sekaligus sebagai Ketua Senat Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba), dianugerahi penghargaan atas kontribusinya yang luar biasa dalam pemberdayaan perempuan, khususnya dalam bidang ekonomi dan pariwisata. Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi terhadap dedikasi Yogiana dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dengan fokus pada pengembangan sektor pariwisata yang berkelanjutan. Sebagai seorang ibu dari tiga anak yang juga aktif dalam dunia akademik dan pengembangan masyarakat, Yogiana telah memberikan kontribusi nyata dalam pemberdayaan perempuan melalui berbagai inisiatif, salah satunya adalah program pendampingan kelompok sadar wisata (Pokdarwis) yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat lokal di bidang pariwisata. Program ini tidak hanya memberikan pelatihan teknis, tetapi juga membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya pariwisata berbasis pemberdayaan masyarakat. Dengan pendekatan yang melibatkan komunitas lokal secara langsung, Yogiana telah mengukir jejak signifikan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor pariwisata. Dalam keterangannya kepada tim humas, Yogiana menyampaikan rasa syukurnya atas penghargaan tersebut, sekaligus menekankan bahwa kontribusinya berasal dari dedikasi yang tulus sebagai bagian dari tanggung jawab seorang dosen. “Saya bekerja dengan ikhlas karena memang sudah menjadi kewajiban seorang dosen untuk menyebarkan ilmu dan memberikan manfaat kepada masyarakat. Saya melihat keberhasilan ini bukan sebagai tujuan akhir, melainkan bagian dari proses berkelanjutan yang harus dilakukan untuk menciptakan perubahan positif,” ujarnya. Yogiana juga menegaskan bahwa kiprahnya di bidang pariwisata adalah bentuk dari upaya membangun sinergi yang kuat antara dunia akademik, industri pariwisata, dan komunitas lokal. Melalui peran aktifnya, ia telah berhasil menjembatani kesenjangan antara teori yang diajarkan di bangku kuliah dengan kebutuhan praktis di lapangan. Melalui kiprahnya di bidang pariwisata, Yogiana aktif membangun sinergi antara dunia akademik dengan industri dan komunitas lokal. Kontribusinya telah menciptakan dampak positif bagi pengembangan ekonomi kreatif dan destinasi wisata di Balikpapan. “”Dengan menciptakan kerjasama antara pihak kampus, pelaku industri, dan masyarakat, kami dapat bersama-sama membangun pariwisata yang berkelanjutan dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat sekitar,” lanjut Yogiana. Program Kampus Berdampak yang baru diluncurkan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Kemendiktiristek) menjadi salah satu platform utama bagi Poltekba untuk mendorong dosen-dosen, termasuk Yogiana, untuk lebih terlibat dalam pengabdian masyarakat. Kampus Berdampak bukan hanya berfokus pada pendidikan tinggi yang berkualitas, tetapi juga bertujuan menjadikan perguruan tinggi sebagai agen perubahan yang mampu memberikan solusi nyata terhadap masalah sosial dan ekonomi di masyarakat. Yogiana sendiri telah membuktikan komitmennya dalam program ini, dengan mengembangkan sektor pariwisata sebagai pendorong utama ekonomi kreatif di Balikpapan. “Melalui program Kampus Berdampak, kami mengajak mahasiswa dan dosen untuk berperan aktif dalam pembangunan ekonomi masyarakat, salah satunya melalui pengembangan sektor pariwisata. Balikpapan sebagai kota yang sedang berkembang memiliki potensi luar biasa dalam hal destinasi wisata. Dengan mengoptimalkan potensi ini, kami tidak hanya menciptakan lapangan pekerjaan, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui pemberdayaan ekonomi kreatif,” ungkap Yogiana. Selain itu, Yogiana juga membagikan pengalamannya dalam mengatur waktu antara peran sebagai seorang dosen, ibu rumah tangga, dan penggerak pemberdayaan masyarakat. Ia percaya bahwa manajemen waktu yang baik adalah kunci utama untuk menjalani kehidupan yang seimbang. “Sebagai seorang ibu dari tiga anak, saya harus bisa menyeimbangkan antara pekerjaan, keluarga, dan tanggung jawab sosial. Dukungan dari keluarga sangat membantu dalam menjalankan semua peran ini. Saya percaya bahwa dengan perencanaan yang matang dan dukungan yang solid, segala tugas dapat dijalankan dengan baik,” ujarnya. Penghargaan yang diterima Yogiana ini juga menjadi pemicu semangat bagi perempuan lainnya untuk lebih aktif berkontribusi dalam bidang akademik dan sosial. Yogiana berharap, dengan adanya penghargaan ini, semakin banyak perempuan yang terinspirasi untuk tampil berprestasi dan memberikan dampak positif kepada masyarakat. “Semoga penghargaan ini dapat menjadi dorongan bagi lebih banyak dosen perempuan untuk terus berprestasi. Kami harus membuktikan bahwa perempuan bisa berperan besar dalam dunia pendidikan, pengabdian masyarakat, dan pengembangan ekonomi kreatif, terutama di sektor pariwisata,” tutup Yogiana.

Mahasiswa Bersuara, Budaya Terjaga: Kiprah Mutiara Zahira dalam Misi Kampus Berdampak Poltekba

Mutiara Zahira, mahasiswi semester dua Program Studi Akuntansi Perpajakan, berhasil meraih gelar Wakil II Putri Kebudayaan Kota Balikpapan 2025.

Mahasiswi Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba), Mutiara Zahira, kembali mengharumkan nama institusi dengan menorehkan prestasi membanggakan sebagai Wakil II Putri Kebudayaan Kota Balikpapan 2025. Mutiara, yang saat ini duduk di semester dua Program Studi Akuntansi Perpajakan, tampil memukau dalam ajang tersebut dengan gagasannya dalam pelestarian bahasa dan budaya lokal. Pencapaian ini selaras dengan visi Poltekba sebagai institusi pendidikan vokasi yang unggul, berkarakter dan berdaya saing global, serta mendukung misi untuk menghasilkan lulusan yang kompeten, berdaya saing, dan memiliki kepedulian sosial terhadap pembangunan daerah. Dalam ajang pemilihan Putri Kebudayaan tersebut, Mutiara mengangkat isu pelestarian bahasa lokal sebagai salah satu elemen penting dalam menjaga identitas budaya masyarakat Balikpapan. “Salah satu program yang kami gagas adalah penyusunan dan pengesahan kamus bahasa lokal Balikpapan, agar lebih dikenal oleh masyarakat luas, terutama pendatang,” ujar Mutiara dalam sesi wawancara pasca-kemenangan. Balikpapan sebagai kota multikultural menjadi latar penting bagi inisiatif ini. Upaya Mutiara untuk membangun jembatan pemahaman antarbudaya di tengah masyarakat sejalan dengan semangat Program Kampus Berdampak, yakni memberikan kontribusi nyata Poltekba dalam penguatan sosial dan budaya lokal melalui peran aktif mahasiswa. Direktur Poltekba, dalam keterangannya, menyampaikan apresiasi atas pencapaian Mutiara. “Prestasi ini bukan hanya membanggakan, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai yang kami tanamkan di Poltekba: integritas, kepedulian, dan kontribusi terhadap pembangunan daerah. Mutiara telah menunjukkan bahwa mahasiswa vokasi bisa menjadi agen perubahan, tidak hanya di dunia kerja, tetapi juga dalam pelestarian budaya,” ujarnya. Sebagai Duta Budaya, Mutiara berharap kiprahnya dapat mendorong generasi muda untuk lebih mencintai dan menghidupkan kembali warisan budaya. “Budaya bukan sesuatu yang kuno, melainkan identitas yang harus kita jaga dan bawa ke masa depan. Saya ingin membuktikan bahwa generasi muda juga bisa tampil keren sambil mencintai budaya,” pungkasnya. Politeknik Negeri Balikpapan terus berkomitmen mendukung mahasiswanya dalam mengembangkan potensi tidak hanya di bidang akademik dan keterampilan vokasi, tetapi juga dalam pengabdian dan kontribusi nyata kepada masyarakat. Keberhasilan Mutiara menjadi bukti bahwa Poltekba siap mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga memiliki nilai-nilai kemanusiaan dan kebudayaan yang kuat.

Pendekar Poltekba Beraksi! Raih Medali di Kejuaraan Silat Antar Perguruan

Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba) kembali memperoleh prestasi membanggakan di bidang olahraga. Kali ini, raihan prestasi tersebut datang dari tiga pendekar andalan kampus biru Kota Minyak yang tampil gemilang pada Kejuaraan Pencak Silat Antar Perguruan se-Balikpapan yang berlangsung pada 13-16 Februari 2025 di Balikpapan Tennis Indoor. Tiga atlet Poltekba yang sukses mengharumkan nama kampusnya adalah M Rocky Fissilmi (Persinas ASAD), mahasiswa Teknik Elektro yang meraih medali perunggu di kelas D Putra Dewasa; Sabda Tanggon Huda (Persinas ASAD), mahasiswa Teknik Sipil yang sukses membawa pulang medali emas di kelas Beregu Putra Dewasa; serta Anjani Permatasari (Tapak Suci), mahasiswi Prodi Perbankan Keuangan Digital yang meraih medali perak di kelas D Putri Dewasa. Selain membela perguruan mereka masing-masing, ajang ini juga menjadi pemanasan bagi para atlet sebelum mewakili Poltekba di Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) XV tahun 2026 yang akan diselenggarakan di Politeknik Negeri Medan. Para atlet berharap pengalaman yang mereka peroleh dari kejuaraan ini dapat menjadi modal berharga untuk menghadapi persaingan di tingkat nasional. Anjani Permatasari, salah satu atlet yang berhasil meraih medali perak, mengungkapkan bahwa kejuaraan ini menjadi motivasi bagi dirinya untuk lebih giat berlatih agar bisa mencapai hasil yang lebih baik di ajang nasional mendatang. Ia bertekad untuk meningkatkan performanya setelah sebelumnya berhasil meraih medali perunggu di Porseni 2024. “Sebagai mahasiswi Poltekba, saya bangga dengan hasil ini, apalagi pencak silat adalah cabang olahraga yang dipertandingkan di Porseni. Dengan prestasi ini, kami ingin menunjukkan bahwa mahasiswa Poltekba memiliki bakat dan dedikasi tinggi dalam olahraga, khususnya pencak silat,” ujar Anjani. Bersama tim pencak silat Poltekba, Anjani dan rekan-rekannya terus menjalani latihan rutin sebagai persiapan menghadapi Porseni XV pada 2026 di Medan. Mereka menyadari bahwa persaingan di tingkat nasional akan semakin ketat, sehingga diperlukan latihan yang lebih intensif dan strategi yang matang. “Soal target, tentu kami ingin membawa pulang medali emas. Kami akan berusaha semaksimal mungkin agar bisa memberikan hasil terbaik untuk Poltekba,” ujar Anjani dengan penuh semangat. Wakil Direktur III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, Candra Irawan, S.T., M.Si., yang dihubungi secara terpisah, menyampaikan, “Perolehan prestasi ini merupakan salah satu kebanggaan dan bukti bahwa Poltekba tidak hanya berkutat pada bidang akademik. Poltekba juga mendukung kegiatan kompetisi di bidang non-akademik. Hal ini sesuai dengan visi Poltekba untuk menjadi perguruan tinggi yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing global,” pungkasnya. Dukungan penuh dari kampus, baik dari segi fasilitas, pelatihan, maupun pendampingan, menjadi faktor penting dalam keberhasilan para atlet. Poltekba terus berupaya memberikan pembinaan yang berkelanjutan agar mahasiswa yang berprestasi di bidang olahraga dapat berkembang lebih jauh dan bersaing di tingkat yang lebih tinggi. Prestasi yang diraih oleh M Rocky Fissilmi, Sabda Tanggan Huda, dan Anjani Permatasari ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk aktif berpartisipasi dalam kegiatan olahraga dan seni. Dengan semangat juang yang tinggi serta kerja keras, mahasiswa Poltekba siap membawa nama baik kampus mereka ke kancah nasional bahkan internasional melalui pencak silat dan cabang olahraga lainnya.

Mahasiswa Poltekba Ukir Prestasi di Program Wirausaha Merdeka 2024

Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba) kembali mencatatkan prestasi di tingkat nasional. Dua mahasiswa Program Studi D3 Tata Boga, Dwi Nuandina Rizal Basir dan Melisa Risti, berhasil meraih nilai A dalam Program Wirausaha Merdeka yang digelar di Politeknik Negeri Jember. Program yang digagas oleh Kemendikbudristek ini merupakan bagian dari inisiatif Kampus Merdeka, yang memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan wirausaha di luar bangku kuliah. Selama enam bulan, kedua mahasiswa tersebut menjalani program intensif yang setara dengan 20 SKS, memperkaya pengalaman mereka dalam dunia kewirausahaan dan pengembangan diri. Wakil Direktur III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama Poltekba, Candra Irawan, S.T., M.Si., menyambut baik pencapaian tersebut. “Alhamdulillah, ini adalah langkah awal yang sangat positif. Program Wirausaha Merdeka membuka peluang luas bagi mahasiswa kami untuk tumbuh menjadi wirausahawan yang memiliki daya saing tinggi,” ujar Candra. Menurutnya, program ini tidak hanya memperkenalkan mahasiswa pada dunia usaha, tetapi juga membekali mereka dengan keterampilan praktis mulai dari pembentukan mindset, perancangan ide bisnis, hingga eksekusi di lapangan. “Pengalaman langsung seperti ini sangat berharga dan memiliki dampak positif yang nyata dalam perjalanan akademik dan karier mahasiswa,” tambahnya. Dwi Nuandina dan Melisa saat ini berada di semester enam dan tengah fokus menyelesaikan tugas akhir mereka. Selama menjalani program, mereka mendapat bimbingan intensif dari Wakil Direktur I Bidang Akademik dan Penjaminan Mutu, Dr. Tuatul Mahfud, M.Pd. “Bimbingan dan arahan dari para dosen dan mentor menjadi faktor penting dalam keberhasilan mereka di program ini,” jelas Tuatul. Program Wirausaha Merdeka berlangsung dari Oktober 2024 hingga Januari 2025. Selain memperkuat keterampilan wirausaha, program ini dirancang untuk menanamkan semangat inovasi dan mendorong mahasiswa agar mampu menciptakan peluang usaha yang berkelanjutan. Candra berharap, keberhasilan Dwi Nuandina dan Melisa dapat menjadi pemantik semangat bagi mahasiswa Poltekba lainnya. “Prestasi ini adalah bukti bahwa mahasiswa Poltekba mampu bersaing dan berprestasi di tingkat nasional. Kami berharap ini menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk terus mengembangkan potensi diri dan berani melangkah dalam dunia kewirausahaan,” tutupnya.

Politeknik Negeri Balikpapan Membuka Program Studi Baru Sistem Informasi Kota Cerdas

Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung perkembangan pendidikan tinggi yang relevan dengan kebutuhan zaman. Kali ini, Poltekba resmi membuka program studi baru, Sistem Informasi Kota Cerdas, untuk mendukung lahirnya SDM unggul di bidang teknologi informasi dan manajemen kota pintar. Program studi ini dirancang untuk menjawab tantangan era digital dalam mewujudkan kota yang terintegrasi, efisien, dan ramah lingkungan melalui teknologi. Mahasiswa akan dibekali dengan ilmu pemrograman, analitik data, Internet of Things (IoT), hingga pengelolaan infrastruktur digital yang menjadi dasar pembangunan kota cerdas. “Prodi ini mempersiapkan calon lulusan yang siap berkerja pada bidang Data Science, Senior Programmer, Cloud Computing Developer, Planning Integration and Control Administration dan, Smart City System Analyst,” jelas Ihsan, S.Kom., M.T, Dengan pembukaan program studi ini, Poltekba berharap dapat mencetak lulusan yang siap bersaing di tingkat nasional dan internasional, serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan kota yang lebih baik. Program ini terbuka untuk pendaftaran tahun ajaran baru, dan informasi lebih lanjut dapat diakses melalui website resmi Poltekba. Melalui langkah strategis ini, Poltekba menunjukkan dedikasinya sebagai institusi pendidikan yang adaptif terhadap perubahan global dan kebutuhan masyarakat lokal.

Poltekba Lakukan Penjajakan Kerjasama Internasional dengan Singapore Polytechnic

Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba) menjadi satu dari 17 politeknik di Indonesia yang melakukan kerjasama dengan Singapore Polytechnic (SP) pada 17-18 Oktober 2024 lalu. Hadir secara langsung Direktur Poltekba, Dr. Emil Azmanajaya, S.T., M.T.Dr. Emil Azmanajaya mengatakan kerjasama yang dilakukan dalam bentuk penguatan SDM dan metode pembelajaran project based learning dan beberapa kerjasama lain. “Penjajakan ini cukup baik. Dan rencananya, para mahasiswa Poltekba juga akan bergabung dengan mahasiswa Singapore Polytechnic untuk kegiatan lomba desain industry otomasi berbasis robotik regional Asia,” jelas Dr. Emil Azmanajaya.Wakil Direktur III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama Poltekba, Candra Irawan, S.T., M.Si menambahkan, kerjasama lain yang akan dilaksanakan tahun depan yakni berupa kelas kerjasama terkait pertukaran pelajar dengan melakukan pengabdian ke masyarakat. Dalam program pengabdian tersebut, ia menambahkan para mahasiswa asal Indonesia termasuk Poltekba akan membuat satu program dan dihibahkan ke masyarakat Singapur yang dituju.“Nantinya gabungan mahasiswa asal Indonesia, Australia, Vietnam, Myanmar bahkan China diarahkan ke tempat atau desa yang telah ditunjuk. Mereka membuat konsep atau prototipe ataupun alat yang bisa difungsikan masyarakat sana,” jelasnya.Ia berharap, ada mahasiswa Poltekba yang terlibat dalam program ini. Sehingga tidak hanya membuat program di dalam negeri, tapi juga di luar negeri. “Balikpapan sebagai perwakilan Indonesia juga siap jika ditunjuk menjadi host. Menyambut para mahasiswa dari luar untuk melakukan pengabdian di Kota Balikpapan,” harapnya.

Selamat..!!! Politeknik Negeri Balikpapan raih Predikat Akreditasi Baik Sekali

Momentum yang menggembirakan! Politeknik Negeri Balikpapan telah mendapat pengakuan atas dedikasi dan kualitas pendidikannya. Ya kampus vokasi di Kota Minyak ini berhasil meraih predikat akreditasi Baik Sekali. Hal ini diterima setelah, Jumat (15/3/2024) lalu mendapat kunjungan dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT) untuk melakukan asesmen lapangan. Kepala Pusat Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu Pendidikan Poltekba Subur Mulyanto sangat bersyukur dengan capaian yang sudah diraih. Dengan meningkatnya akreditasi ini, diharap dapat meningkatkan mutu lulusan serta menambah semangat para civitas akademika. Di sisi lain, peningkatan akreditasi ini lanjut dia bisa meningkatkan lulusan Poltekba bekerja pada perusahaan di Balikpapan baik swasta maupun BUMN. Mengingat ada syarat yang ditentukan oleh perusahaan dalam akreditasi minimun perguruan tinggi dalam pelamar kerja.“Mulai tahun ini juga, para lulusan sudah bisa eligible untuk ikut melamar ke perusahaan yang mensyaratkan akreditasi minimal tersebut. Tentu dampak lain yang diharapkan adalah dapat menambah kepercayaan dari masyarakat maupun stakeholder, sehingga animo masyarakat dapat meningkat untuk kuliah di Poltekba,” jelas Subur Mulyanto, Selasa (2/4/2024).