Poltekba Raih Penghargaan PNBP Terbaik pada Anugerah Diktisaintek 2025

Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Direktur Poltekba, Dr. Emil Azmanajaya, M.T., menerima Penghargaan Anugerah Keuangan dan Barang Milik Negara dengan Sub Kategori Pengelolaan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Terbaik Tahun Anggaran 2025 pada ajang Anugerah Diktisaintek 2025. Anugerah Diktisaintek 2025 merupakan ruang apresiasi bagi insan pendidikan tinggi, sains, dan teknologi yang telah berkontribusi nyata dalam memajukan bangsa. Ajang penghargaan lintas bidang ini menjadi momentum penting yang mempersatukan dedikasi dan inovasi dari berbagai penjuru negeri, sekaligus menegaskan komitmen bersama dalam membangun pendidikan tinggi yang unggul dan berdampak. Kegiatan bergengsi tersebut dihadiri langsung oleh Menteri Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), Wakil Menteri Kemendiktisaintek, Penasihat Khusus Menteri, serta para pimpinan Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta dari seluruh Indonesia. Turut hadir pula pimpinan redaksi media massa nasional serta para jurnalis, yang menegaskan pentingnya peran kolaborasi antara dunia pendidikan dan media dalam menyebarluaskan praktik-praktik terbaik pendidikan tinggi. Penghargaan yang diraih Poltekba menjadi pengakuan atas komitmen institusi dalam menjalankan pengelolaan keuangan negara yang transparan, akuntabel, dan berintegritas, khususnya dalam pengelolaan PNBP yang mendukung keberlanjutan program pendidikan vokasi. Dalam keterangannya, Direktur Poltekba Dr. Emil Azmanajaya, M.T. menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas capaian tersebut. “Penghargaan ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh sivitas akademika Poltekba. Kami berkomitmen untuk terus menjaga tata kelola keuangan yang akuntabel dan bertanggung jawab, agar setiap rupiah yang dikelola benar-benar memberikan dampak bagi peningkatan mutu pendidikan vokasi, penguatan SDM, serta kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan nasional,” ujar Dr. Emil. Lebih lanjut, Dr. Emil menegaskan bahwa penghargaan ini menjadi motivasi bagi Poltekba untuk terus berinovasi, memperkuat tata kelola institusi, serta mendukung visi Kemendiktisaintek dalam membangun pendidikan tinggi sains dan teknologi yang adaptif, relevan, dan berdaya saing. Ditemui pada kesempatan yang berbeda, Wakil Direktur II Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Umum Politeknik Negeri Balikpapan turut menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang berhasil diraih institusi pada ajang Anugerah Diktisaintek 2025 tersebut. Ia menegaskan bahwa capaian ini bukanlah hasil kerja individu, melainkan buah dari kerja keras, kerja cerdas, kerja ikhlas, serta kerja sama seluruh lini di Poltekba, mulai dari pimpinan, unit perencanaan dan keuangan, hingga seluruh sivitas akademika yang secara konsisten menjaga akuntabilitas dan kepatuhan dalam pengelolaan keuangan negara. “Penghargaan ini adalah bukti bahwa sistem yang dibangun secara bersama, dijalankan dengan disiplin, dan dilandasi keikhlasan dalam bekerja, akan menghasilkan capaian yang membanggakan. Ini merupakan hasil kolaborasi dan komitmen semua pihak di Poltekba,” ujarnya. Lebih lanjut, Wakil Direktur II menambahkan bahwa penghargaan tersebut menjadi penyemangat untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola, khususnya dalam pengelolaan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), agar semakin profesional, transparan, dan berdampak langsung pada peningkatan layanan pendidikan vokasi.
Poltekba Dominasi CHAPTER 2025, Dosen dan Kampus Raih Juara 1 CBP Rupiah Bank Indonesia

Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba) kembali membuktikan kualitasnya dengan meraih dua penghargaan bergengsi pada ajang Championship Perguruan Tinggi Terintegrasi Bank Indonesia (CHAPTER) Tahun 2025. Pada kompetisi yang menilai kontribusi perguruan tinggi dalam literasi sistem pembayaran dan penguatan gerakan Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah (CBP Rupiah) ini, Poltekba berhasil meraih Juara 1 Dosen Ter CBP Rupiah serta Juara 1 Perguruan Tinggi Ter CBP Rupiah. Penghargaan Dosen Ter CBP Rupiah diraih oleh Ferdi Novri, S.Si., M.M., yang dinilai berhasil menunjukkan dedikasi dan kontribusi signifikan dalam edukasi sistem pembayaran dan literasi Rupiah. Prestasi Poltekba juga diperkuat oleh partisipasi mahasiswa Meirinda Nailla Agni F. dan Panji Kusumo Nugroho dari Program Studi Akuntansi Perpajakan, yang turut berperan dalam menghantarkan Poltekba meraih gelar Perguruan Tinggi Ter CBP Rupiah terbaik. CHAPTER merupakan program apresiasi tahunan Bank Indonesia kepada perguruan tinggi mitra yang aktif mendukung penguatan literasi sistem pembayaran, edukasi moneter, dan kampanye CBP Rupiah. Program ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman generasi muda terhadap fungsi Rupiah, digitalisasi layanan publik, QRIS, uang elektronik, hingga kebijakan sistem pembayaran nasional. Melalui CHAPTER, Bank Indonesia mendorong kampus menjadi motor edukasi ekonomi digital dan penjaga kedaulatan Rupiah di tengah perkembangan teknologi. Direktur Poltekba, Dr. Emil Azmanajaya, S.T., M.T., menyampaikan rasa bangga atas pencapaian tersebut. “Prestasi ini menunjukkan komitmen Poltekba dalam mendukung literasi moneter dan sistem pembayaran nasional. Semoga capaian ini menjadi motivasi bagi seluruh sivitas akademika untuk terus mencintai, membanggakan, dan memahami fungsi Rupiah sebagai simbol kedaulatan ekonomi bangsa.” Sementara itu, Ferdi Novri, S.Si., M.M., selaku peraih Juara 1 Dosen Ter CBP Rupiah, turut memberikan harapan atas capaian ini. “Penghargaan ini saya persembahkan untuk Poltekba dan mahasiswa yang terus belajar memahami pentingnya Rupiah. Semoga prestasi ini menginspirasi kita semua untuk semakin mencintai, bangga, dan paham akan fungsi Rupiah dalam kehidupan sehari-hari maupun pembangunan ekonomi nasional.” Dengan raihan dua gelar ini, Poltekba kembali menegaskan posisinya sebagai Kampus Berdampak, yang tidak hanya unggul dalam kompetensi vokasi tetapi juga aktif mendukung program strategis Bank Indonesia. Ke depan, Poltekba berkomitmen memperkuat edukasi CBP Rupiah melalui pembelajaran, seminar, kemitraan, dan program pengembangan kompetensi mahasiswa di bidang ekonomi digital. Prestasi ini menjadi bukti bahwa Poltekba siap melahirkan talenta vokasi unggul yang cerdas, berdaya saing, dan memiliki kecintaan kuat terhadap Rupiah sebagai simbol kebanggaan bangsa.
Mahasiswa Poltekba Raih Dua Gelar Juara di ASCOMFEST 2025, Buktikan Kualitas Vokasi yang Kompetitif

Prestasi gemilang kembali ditorehkan oleh Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba) di tingkat nasional. Dalam ajang bergengsi Accounting Student Competency Festival (ASCOMFEST) 2025 yang diselenggarakan oleh Politeknik Negeri Semarang (Polines), tim mahasiswa Jurusan Bisnis Poltekba berhasil mengharumkan nama kampus dengan membawa pulang dua gelar juara. Tim pertama yang beranggotakan Fika Marini, M. Yusuf Ali Ahmadi, dan Huria sukses meraih Juara 1 Lomba Cerdas Cermat Akuntansi setelah melalui persaingan ketat dengan peserta dari berbagai perguruan tinggi ternama di Indonesia. Tidak hanya itu, tim kedua yang terdiri dari Amirul Bahar, Elsa Mia Safitri, dan Hafifah Wardhani Pramita Puspa Hanum juga menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih Juara Harapan 2 pada Lomba Credit Officer. Ajang ASCOMFEST 2025 merupakan kompetisi nasional yang diikuti oleh mahasiswa akuntansi dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia. Kompetisi ini menguji kemampuan peserta dalam bidang akuntansi, analisis keuangan, dan pemahaman konsep bisnis modern yang relevan dengan kebutuhan industri. Ketua Jurusan Bisnis Poltekba, Hendra S. Kusno, S.E., M.S.A., Ak., CA., CPA., CSRS., CPAT., CRA, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas perjuangan mahasiswa yang berhasil menorehkan prestasi luar biasa tersebut. Menurutnya, pencapaian ini tidak datang secara instan, melainkan melalui proses panjang dan persiapan matang. “Prestasi ini merupakan buah dari kerja keras para mahasiswa bersama para dosen pendamping. Mereka telah berlatih intensif sejak tahap seleksi daring hingga babak final di Semarang, dan akhirnya mampu menorehkan hasil terbaik dengan mengalahkan peserta dari kampus besar seperti Universitas Indonesia dan Universitas Airlangga,” ungkap Hendra. Lebih lanjut, Hendra menegaskan bahwa capaian ini menjadi bukti nyata kualitas mahasiswa vokasi Poltekba yang kompeten, kreatif, dan mampu bersaing di kancah nasional. Ia berharap, keberhasilan tersebut menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk terus meningkatkan prestasi di masa mendatang. “Kami berharap tahun depan akan lebih banyak mahasiswa Jurusan Bisnis Poltekba yang tampil dan berprestasi di berbagai ajang nasional. Prestasi ini bukan hanya kebanggaan individu, tetapi juga refleksi kualitas pembelajaran dan komitmen Poltekba dalam mencetak lulusan unggul dan berdaya saing,” tambahnya. Hendra juga memberikan apresiasi khusus kepada para dosen pendamping yang telah berperan besar dalam membimbing tim hingga mencapai hasil maksimal. Dalam kompetisi tersebut, Lomba Cerdas Cermat Akuntansi dibimbing oleh Sisca Santika, S.E., M.S.A. dan Hasto Finanto, S.E., M.Sc., sedangkan Lomba Credit Officer didampingi oleh Dessy Handa Sari, S.E., M.M. “Dengan torehan prestasi ini, kami berharap Poltekba semakin dikenal sebagai kampus vokasi unggulan yang tidak hanya berfokus pada praktik industri, tetapi juga pada peningkatan kompetensi dan semangat juang mahasiswanya di tingkat nasional,” pungkas Hendra. Pencapaian ini menjadi bukti konsistensi Politeknik Negeri Balikpapan dalam menjalankan misi Kampus Berdampak, yaitu menghadirkan pendidikan vokasi yang relevan, berdaya saing, dan berkontribusi nyata bagi pengembangan sumber daya manusia unggul di Indonesia.
Poltekba Tegaskan Kiprah Internasional Lewat Penghargaan Program BIPA 2025

Kabar membanggakan kembali datang dari Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba). Dalam ajang Seminar Nasional Bahasa 2025 yang diselenggarakan oleh Badan Bahasa Republik Indonesia melalui Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Timur, bekerja sama dengan Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) pada 24–25 Oktober 2025 di IKN, Poltekba berhasil meraih penghargaan sebagai Institusi Proaktif dalam Penyelenggaraan Program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) di Kalimantan Timur. Penghargaan ini menjadi bentuk pengakuan atas komitmen Poltekba dalam memperkuat diplomasi bahasa dan budaya Indonesia di tingkat global. Melalui program BIPA yang secara konsisten dijalankan, Poltekba turut memperkenalkan bahasa dan budaya Indonesia kepada masyarakat internasional. Penghargaan tersebut diserahkan oleh Badan Bahasa dan Otorita IKN, dan diterima langsung oleh Direktur Politeknik Negeri Balikpapan, Dr. Emil Azmanajaya, S.T., M.T. Program BIPA di Poltekba merupakan bagian dari inisiatif strategis “Kampus Berdampak”, yang menegaskan peran pendidikan vokasi dalam memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan dunia. Melalui kegiatan pengajaran bahasa Indonesia bagi penutur asing, Poltekba tidak hanya meningkatkan kompetensi kebahasaan para pemelajar internasional, tetapi juga memperkuat jalinan diplomasi kultural yang mendukung semangat internasionalisasi kampus. Saat ini, Kepala UPA Bahasa Poltekba, Abdul Gafur, terus mengembangkan aktivitas pengajaran BIPA. Ia tercatat masih aktif mengajar pemelajar dari Prancis dan Rusia, serta sedang mempersiapkan kelas baru bagi pemelajar dari Pakistan. “Kami berkomitmen untuk menjadikan Poltekba sebagai pusat pembelajaran bahasa dan budaya Indonesia di wilayah Kalimantan Timur. Melalui program BIPA, kami tidak hanya mengajarkan bahasa, tetapi juga memperkenalkan nilai-nilai luhur bangsa kepada dunia,” ujar Abdul Gafur. Sementara itu, Direktur Politeknik Negeri Balikpapan, Dr. Emil Azmanajaya, S.T., M.T., menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas penghargaan tersebut. “Penghargaan ini merupakan bukti nyata bahwa Poltekba tidak hanya fokus pada pendidikan vokasi, tetapi juga berkontribusi dalam diplomasi kebahasaan dan kebudayaan Indonesia. Ke depan, kami akan terus memperluas jejaring internasional dan menghadirkan program yang berdampak, selaras dengan semangat Kampus Berdampak yang menjadi arah kebijakan Poltekba,” ungkapnya. Penghargaan ini diharapkan menjadi motivasi bagi Politeknik Negeri Balikpapan untuk terus berperan aktif dalam diplomasi bahasa dan budaya Indonesia, serta memperkuat posisinya sebagai institusi vokasi yang berdaya saing global dan berwawasan internasional. Melalui berbagai program unggulan yang selaras dengan visi Kampus Berdampak, Poltekba berkomitmen menghadirkan kontribusi nyata bagi pembangunan sumber daya manusia, memperluas jejaring kerja sama internasional, dan mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia.
Juara Kompetisi Bahasa Inggris Nasional, Bukti Poltekba Siapkan Lulusan Siap Kerja Global

Semangat Kampus Berdampak kembali nyata melalui prestasi membanggakan mahasiswa Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba) di ajang Indonesian Polytechnic English Championship (IPEC) ke-2 yang diselenggarakan di Politeknik Negeri Manado, Sulawesi Utara, pada 14–18 September 2025. Dua wakil Poltekba menunjukkan kualitasnya di tingkat nasional. Nabilla Waafiah Subhan, mahasiswa semester tiga Program Studi Pengelolaan Perhotelan, meraih Juara 1 kategori Expert Interview. Sementara itu, Rangga Bagaskara, mahasiswa semester lima Program Studi Teknik Sipil, sukses membawa pulang Juara 3 di kategori yang sama. “Alhamdulillah, capaian ini selaras dengan target kami. Hasil tersebut adalah buah latihan intensif selama dua bulan dan komitmen untuk terus menghadirkan kampus yang berdampak,” tutur Abdul Gafur, S.Pd., M.Pd., pelatih sekaligus pendamping tim. Kompetisi ini menghadirkan atmosfer layaknya proses rekrutmen kerja profesional. Para peserta diuji kemampuan bahasa Inggris melalui sesi wawancara dengan juri yang berperan sebagai tim HRD perusahaan. Babak penyisihan dilakukan secara daring, sedangkan final berlangsung luring di Manado. Dari empat mahasiswa yang dikirim, dua peserta Writing harus terhenti di babak awal, sementara Nabilla dan Rangga berhasil menembus final bersama 15 finalis terbaik se-Indonesia. Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa kemampuan bahasa Inggris adalah keterampilan esensial dalam pendidikan vokasi dan dunia kerja modern. Industri pariwisata, teknik sipil, migas, dan sektor jasa yang menjadi fokus Poltekba menuntut lulusan yang mampu berkomunikasi efektif di kancah internasional, baik untuk melayani wisatawan mancanegara, bekerja di perusahaan multinasional, maupun menjalin kemitraan global. Visi Program Kampus Berdampak Poltekba menekankan pentingnya soft skill dan hard skill yang terintegrasi, salah satunya penguasaan bahasa Inggris. Keikutsertaan mahasiswa dalam ajang seperti IPEC tidak hanya mengasah keterampilan komunikasi, tetapi juga membiasakan mereka menghadapi standar rekrutmen global yang mengutamakan kepercayaan diri, kemampuan presentasi, dan wawasan internasional. “Bahasa Inggris adalah jembatan menuju peluang karier yang lebih luas. Lewat kompetisi seperti IPEC, mahasiswa terbiasa menghadapi situasi nyata yang akan mereka jumpai di industri,” tambah Abdul Gafur. Keberhasilan ini menjadi modal penting bagi Poltekba untuk terus mencetak lulusan yang berdaya saing internasional. Nabilla sendiri telah dipersiapkan untuk tampil di National Tourism Vocational Skill Competition (NTVSC) di Politeknik Negeri Malang bulan depan, bersama tim pariwisata Poltekba. “Pengalaman IPEC menjadi fondasi kuat untuk meraih juara di NTVSC mendatang,” tutup Abdul Gafur optimistis.
EcoTech Fusion Campus Poltekba :Dua Ide Futuristik Mahasiswa Poltekba Lolos PKM Nasional

Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba) kembali mengukir prestasi membanggakan di tingkat nasional. Dua tim mahasiswa kampus vokasi kebanggaan Kota Minyak berhasil menembus seleksi ketat Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Gagasan Futuristik Tertulis 2025, yang digelar oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemdiktisaintek). Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa kreativitas dan inovasi mahasiswa Poltekba mampu bersaing di tingkat nasional, sekaligus menunjukkan kontribusi kampus dalam menghadirkan solusi cerdas dan berdampak bagi masyarakat serta pembangunan berkelanjutan. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata konsistensi Poltekba dalam mendorong ide kreatif dan solutif mahasiswa, sekaligus menegaskan peran kampus dalam Program Kampus Berdampak dan visi EcoTech Fusion Campus: Transforming Today, Sustaining Tomorrow. Dua artikel ilmiah yang lolos mengangkat isu strategis terkait pelestarian lingkungan dan mitigasi bencana. Artikel pertama, berjudul Pelestarian Ekosistem Laut Melalui Autonomous Robots dan Intelligent Drones Berbasis Artificial Intelligence dan Remote Sensing Satellite untuk Pengelolaan Berkelanjutan, dipimpin oleh Nabila Ramadani dengan anggota Alya Salsabila, Dinar Abhista Pramutia, Indri Septia Amanda, dan Aninda Ratu Aisyah, seluruhnya mahasiswa Program Studi Akuntansi Perpajakan Poltekba. Artikel kedua berjudul Biosmart IoT-Pave: Integrasi Underground Biofilter dan IoT-Driven Road Monitoring System untuk Optimalisasi Drainase dan Transformasi Infrastruktur Berkelanjutan, diketuai Rangga Bagaskara dengan anggota Alfaruqi, Fendy Handoyo, dan Muhammad Arkaan, mahasiswa Program Studi Teknik Sipil Poltekba. Dosen pendamping kedua tim, Desak Made Ristia Kartika, S.Pd., M.Sc., menyampaikan apresiasi atas prestasi mahasiswa. “Ini adalah tahun ketiga berturut-turut saya mendampingi tim Poltekba yang berhasil lolos PKM. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa mahasiswa Poltekba mampu bersaing di tingkat nasional, baik di level vokasi maupun perguruan tinggi seluruh Indonesia. Harapan kami, tahun ini Poltekba dapat melangkah lebih jauh hingga ke ajang PIMNAS,” ujarnya. Kompetisi tahun ini menuntut kreativitas tinggi karena melibatkan peserta dari seluruh perguruan tinggi di Indonesia. Kedua gagasan mahasiswa Poltekba menunjukkan relevansi yang kuat dengan tantangan pembangunan nasional. Biosmart IoT-Pave menghadirkan inovasi sistem drainase bawah tanah terintegrasi IoT untuk mengurangi genangan akibat curah hujan ekstrem serta memperkuat ketahanan infrastruktur transportasi. Sementara Pelestarian Ekosistem Laut memanfaatkan artificial intelligence, robot otonom, drone cerdas, dan citra satelit untuk mendeteksi kerusakan ekosistem laut, wilayah rawan pencemaran, dan dampak perubahan iklim, sebagai dasar pengambilan keputusan pengelolaan lingkungan. Keberhasilan ini sejalan dengan visi Poltekba sebagai EcoTech Fusion Campus, yang menekankan pada inovasi teknologi berbasis keberlanjutan dan kontribusi nyata bagi masyarakat. Prestasi mahasiswa ini juga memperkuat peran Poltekba dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045, melalui pengembangan sumber daya manusia unggul, kreatif, dan adaptif terhadap perubahan global. “Semoga kedua artikel ini dapat menjadi solusi nyata bagi persoalan bangsa, khususnya di bidang lingkungan hidup dan pembangunan berkelanjutan, sekaligus memperkuat identitas Poltekba sebagai kampus vokasi yang unggul dan berdampak,” tutup Desak Made Ristia Kartika.
Poltekba Cetak Juara Dunia, Dua Mahasiswa Raih Medali Perunggu di Ajang Pencak Silat Global

Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba) kembali mencatatkan prestasi membanggakan di tingkat internasional. Dua mahasiswa Program Studi Teknik Elektro, Muhammad Hasan Firdaus dan Muhammad Husein Firdaus, berhasil meraih medali perunggu pada Tournament Pencak Silat of Tapak Suci World Championship 2, yang diselenggarakan pada 31 Juli hingga 3 Agustus 2025 di Universitas Brawijaya, Malang. Keberhasilan mereka di kategori Seni Ganda Tangan Kosong tidak hanya mengukir prestasi pribadi, tetapi juga semakin mengharumkan nama Poltekba di kancah dunia. Prestasi ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi kedua mahasiswa, tetapi juga bagi seluruh sivitas akademika Poltekba, terutama UKM Beladiri. Pembina UKM Beladiri Poltekba, Reza Nugrahandy, mengungkapkan rasa bangga atas pencapaian tersebut. “Ini adalah hasil dari kerja keras selama latihan intensif di perguruan maupun di UKM. Medali perunggu yang diraih oleh Hasan dan Husein menjadi bukti bahwa mahasiswa Poltekba mampu bersaing di tingkat dunia, baik di ajang internasional maupun kompetisi lainnya,” ujar Reza Nugrahandy, Sabtu (9/8/2025). Pencak silat telah menjadi salah satu cabang olahraga andalan Poltekba, yang sering kali menyumbangkan medali pada ajang Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) antar-Politeknik se-Indonesia. Hasil gemilang ini semakin memotivasi Poltekba untuk melanjutkan pengembangan pembinaan mahasiswa di bidang olahraga. “Dengan dukungan pelatih berpengalaman seperti Coach Syuro dan semangat juang para mahasiswa, kami akan terus mengembangkan program-program berkelanjutan dalam mencetak atlet berprestasi,” tambah Reza. Selain itu, Wakil Direktur III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama Poltekba, Candra Irawan, S.T., M.Si., turut memberikan apresiasi tinggi. “Kami bangga atas prestasi luar biasa yang telah dicapai oleh Hasan dan Husein. Keberhasilan mereka tidak hanya mengharumkan nama pribadi dan keluarga mereka, tetapi juga Kota Balikpapan dan Kalimantan Timur di tingkat nasional dan internasional,” ungkap Candra. Sebagai bukti konsistensi dan komitmen dalam mengembangkan potensi mahasiswa, Hasan berhasil lolos seleksi untuk mewakili Kalimantan Timur pada Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS) 2025 di Semarang. Keikutsertaan Hasan pada ajang bergengsi ini menjadi wujud nyata dari upaya Poltekba dalam mendukung pengembangan prestasi mahasiswa, baik dalam aspek akademik maupun non-akademik. Dalam rangka menciptakan dampak yang lebih besar, Poltekba secara aktif mendorong siswa SMA/SMK berprestasi untuk memanfaatkan Jalur Prestasi dalam penerimaan mahasiswa baru. Jalur ini memberikan kesempatan bagi siswa berbakat di bidang olahraga, seni, sains, dan bidang lainnya untuk melanjutkan pendidikan tinggi di Poltekba sembari terus mengembangkan bakat dan prestasi mereka. Hal ini juga berkontribusi pada pemenuhan indikator kinerja utama, yakni meningkatkan prestasi mahasiswa di tingkat nasional dan internasional. Poltekba berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan potensi mahasiswa melalui berbagai program yang berdampak, sehingga mereka dapat menjadi pribadi yang unggul, berprestasi, dan siap bersaing di dunia global.
Dr. Tuatul Mahfud Raih Gelar Profesor Termuda, Membawa Poltekba ke Puncak Prestasi Baru

Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba) kembali mencatatkan sejarah baru dengan prestasi luar biasa yang diraih oleh salah satu dosen terbaiknya, Prof. Dr. Tuatul Mahfud, M.Pd. Pada usia 38 tahun 9 bulan, Dr. Tuatul berhasil meraih gelar Profesor di bidang Pelatihan dan Pengembangan Keterampilan Vokasional, menjadikannya sebagai profesor termuda se-Politeknik Indonesia dan guru besar pertama dalam sejarah Poltekba. Capaian ini tidak hanya membanggakan, tetapi juga menjadi tonggak penting dalam pengembangan pendidikan vokasi di Poltekba serta di Indonesia. Prof. Dr. Tuatul Mahfud dikenal sebagai akademisi dengan spesialisasi dalam riset yang mendalam terkait dengan career development, vocational behaviour, work-based learning, dan pelatihan vokasi. Perjalanan kariernya yang penuh inspirasi dimulai dari keluarga sederhana di Kudus. Merantau ke Jakarta sejak kecil, Prof. Dr. Tuatul menyadari bahwa peran kedua orang tuanya, khususnya ibundanya, menjadi motivasi utama dalam meraih sukses hingga saat ini. Beliau tidak hanya berfokus pada pengajaran, tetapi juga aktif berperan dalam riset yang relevan dengan dunia vokasi yang terus berkembang. Sebelum mengabdi di Poltekba, Prof. Dr. Tuatul memulai kariernya sebagai guru di SMKN 30 Jakarta serta terlibat dalam program Pendidik untuk Pendidikan Anak-anak Indonesia di Sabah, Malaysia. Kini, selain menjabat sebagai Wakil Direktur I Bidang Akademik di Poltekba, beliau juga mengajar di Program Studi D4 Pengelolaan Perhotelan, Jurusan Pariwisata. Karier akademiknya sebelumnya mencakup berbagai posisi strategis, antara lain Ketua Senat, Sekretaris Jurusan Pariwisata, Kaprodi Tata Boga, hingga Kasubbag Perencanaan. Pengalamannya yang luas di dunia pendidikan dan administrasi semakin memperkuat posisi Prof. Dr. Tuatul sebagai figur sentral dalam pengembangan pendidikan vokasi di Poltekba. Kontribusi terhadap Pendidikan Vokasi dan Keterampilan di Poltekba Sebagai seorang akademisi yang berkomitmen terhadap pengembangan pendidikan vokasi, Prof. Dr. Tuatul sangat percaya bahwa pendidikan vokasi harus mampu beradaptasi dengan perkembangan industri dan teknologi yang semakin dinamis. “Pendekatan upskilling, reskilling, dan cross-skilling menjadi kunci untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang tidak hanya kompeten tetapi juga fleksibel dan inovatif. Dengan strategi ini, pendidikan vokasi dapat menjadi pilar strategis dalam membentuk tenaga kerja yang tangguh dan berdaya saing,” ujar Dr. Tuatul. Pendidikan vokasi, menurutnya, harus mempersiapkan tenaga kerja untuk dapat beradaptasi dengan tantangan yang dibawa oleh globalisasi, perkembangan teknologi, dan transformasi industri. Untuk itu, pengembangan kurikulum yang mengedepankan aspek praktikal dan berbasis industri menjadi sangat penting. Selain itu, Dr. Tuatul juga menekankan pentingnya sinergi antara dunia pendidikan dengan dunia industri untuk menghasilkan lulusan yang siap pakai dan memiliki keterampilan yang dibutuhkan oleh pasar kerja. Di tengah upaya Poltekba untuk menjawab tantangan tersebut, program-program seperti Ecotech Fusion Campus menjadi contoh nyata bagaimana kampus ini merespons perubahan zaman. Ecotech Fusion Campus bertujuan untuk menciptakan kolaborasi antara pendidikan, teknologi, dan industri untuk menghasilkan inovasi yang bermanfaat. Di sini, para mahasiswa tidak hanya mendapatkan ilmu teori, tetapi juga keterampilan praktis yang diperlukan di dunia industri, termasuk dalam bidang teknologi ramah lingkungan dan industri digital. Apresiasi dari Pimpinan Poltekba Atas pencapaian gemilang, Dr. Emil Azmanajaya, S.T., M.T, Direktur Poltekba, menyampaikan rasa bangga dan penghargaan yang tinggi. “Kami mengucapkan selamat dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Bapak Prof. Dr. Tuatul Mahfud atas pencapaian luar biasa ini. Ini adalah tonggak sejarah yang menjadi inspirasi bagi kami semua untuk terus berkontribusi dalam pendidikan vokasi dan terus berinovasi demi kemajuan bangsa,” kata Dr. Emil Azmanajaya. Lebih lanjut, Dr. Emil juga memberikan apresiasi kepada dua dosen lainnya, Dr. Ir. Randis, S.T., M.T, dan Nuryanti, S.T., M.T, yang juga meraih jabatan akademik Lektor Kepala. Dengan tambahan Profesor dan Lektor Kepala di Poltekba, Dr. Emil berharap kualitas tridharma perguruan tinggi—yang mencakup pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat—akan semakin kuat. Kehadiran profesor dan lektor kepala ini juga diharapkan membuka peluang untuk kolaborasi yang lebih luas di tingkat nasional maupun internasional, khususnya dalam pengembangan program-program berdampak yang relevan dengan kebutuhan industri. Poltekba kini semakin mengukuhkan dirinya sebagai institusi pendidikan vokasi yang berperan aktif dalam mempersiapkan tenaga kerja yang siap bersaing di dunia global. Salah satu langkah besar yang diambil adalah dengan memperkenalkan konsep Ecotech Fusion Campus. Konsep ini mengintegrasikan teknologi ramah lingkungan, transformasi digital, dan pendidikan vokasi dalam satu ekosistem yang saling mendukung. Para mahasiswa Poltekba tidak hanya akan dilatih dalam bidang keterampilan teknis, tetapi juga diberdayakan untuk menciptakan solusi inovatif yang mendukung keberlanjutan lingkungan dan kemajuan industri. Di era yang terus berkembang, Poltekba berkomitmen untuk tidak hanya mengajarkan keterampilan dasar, tetapi juga mengembangkan karakter dan mentalitas kewirausahaan pada mahasiswa, sehingga mereka tidak hanya siap bekerja tetapi juga siap berinovasi dan menciptakan lapangan kerja baru. Biodata Singkat Dr. Tuatul Mahfud Dr. Tuatul Mahfud telah mengabdi di Poltekba selama lebih dari 12 tahun, dengan dedikasi penuh dalam dunia pendidikan vokasi. Sebagai seorang pengajar, peneliti, dan pemimpin akademik, beliau telah banyak berkontribusi dalam pengembangan kurikulum dan program pendidikan yang sesuai dengan tuntutan industri.
Pencapaian Poltekba dalam Program P2MW: Mewujudkan Visi Ecotech Fusion untuk Ekonomi Daerah

Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba) meraih prestasi gemilang dengan berhasil memperoleh pendanaan dari Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Keberhasilan ini menjadi tonggak sejarah pertama bagi Poltekba setelah penggabungan pendidikan vokasi dan akademik. Dua tim mahasiswa Poltekba berhasil lolos seleksi nasional berkat ide bisnis yang inovatif, menunjukkan bahwa integrasi antara teori dan praktik yang diterapkan di Poltekba mampu menghasilkan solusi bisnis yang bermanfaat bagi masyarakat. Wakil Direktur III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama Poltekba, Candra Irawan, S.T., M.Si., memberikan apresiasi yang tinggi kepada kedua tim yang berhasil mewujudkan ide bisnis mereka dalam ajang seleksi P2MW. “Kami sangat bangga atas pencapaian ini. Keberhasilan kedua tim membuktikan bahwa mahasiswa Poltekba memiliki semangat kewirausahaan yang luar biasa dan mampu bersaing di tingkat nasional. Ini adalah hasil dari integrasi pendidikan vokasi dan akademik yang kami jalankan dengan komitmen penuh,” ungkapnya. Program P2MW merupakan inisiatif yang bertujuan untuk menumbuhkan jiwa wirausaha di kalangan mahasiswa, mempersiapkan mereka menjadi pengusaha tangguh yang dapat menciptakan lapangan kerja, serta mempertemukan teori yang dipelajari di kampus dengan praktik nyata di dunia bisnis. Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya mendapatkan pendanaan untuk mengembangkan usaha, tetapi juga bimbingan dari para ahli, akses ke jaringan mitra industri, dan pengalaman langsung dalam mengelola usaha. Keberhasilan kedua tim ini sejalan dengan visi Ecotech Fusion Campus Poltekba, yang berfokus pada pengembangan inovasi teknologi yang berkelanjutan dan berorientasi pada solusi ekonomi yang berdampak sosial. Visi ini mengajak mahasiswa untuk tidak hanya menguasai teori, tetapi juga aktif berperan dalam pembangunan ekonomi berbasis teknologi, yang dapat memperkuat ekosistem kewirausahaan lokal. Candra Irawan berharap pencapaian ini dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk berani mengembangkan ide bisnis mereka, memanfaatkan peluang yang ada, dan memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar. “Kami mengajak seluruh mahasiswa Poltekba untuk memanfaatkan program P2MW sebagai platform belajar dari para praktisi, sekaligus berkontribusi pada kemajuan ekonomi daerah melalui inovasi bisnis yang kreatif,” tambahnya. Ke depan, Poltekba berkomitmen untuk terus memperkuat dukungan terhadap pembinaan kewirausahaan terpadu, memperluas kerja sama dengan industri, dan mengembangkan potensi mahasiswa agar semakin banyak wirausaha muda berprestasi yang lahir dari kampus ini. Dengan semangat Ecotech Fusion, Poltekba bertekad menciptakan generasi pengusaha yang siap menghadapi tantangan global dengan solusi bisnis berbasis teknologi yang berdampak luas.
Poltekba Raih Juara 1, Futsal POLNES Sport Competition V

Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba) kembali menorehkan prestasi gemilang di ajang dPOLNES Sport Competition V, yang berlangsung pada Sabtu (28/6/2025). Turnamen dengan tajuk “Rise Above Limits, Compete for Glory” ini merupakan ajang mengasah skill di bidang olahraga. Pada partai final, Poltekba berhasil mengalahkan tim futsal Universitas Mulawarman (Unmul) melalui drama adu penalti dengan skor 3-1, setelah sebelumnya bermain imbang di waktu normal. Kemenangan ini tidak hanya menutup kompetisi dengan manis, tetapi juga menjadi sebuah langkah bersejarah bagi Poltekba dalan perhelatan turnamen Futsal di Bumi Etam. Prestasi ini menjadi bukti nyata dari visi Poltekba yang ingin menjadi institusi pendidikan vokasi unggul yang tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga pada pengembangan karakter, kualitas, dan bakat mahasiswa, termasuk dalam bidang olahraga. Wakil Direktur III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama Poltekba, Candra Irawan, S.T., M.Si., menyampaikan rasa bangga atas pencapaian luar biasa ini, mengingat tim futsal Poltekba tampil tanpa pelatih tetap. “Tahun ini, tim futsal kami membuktikan bahwa dengan semangat, kekompakan, dan mental juara, kami bisa mengalahkan tim-tim besar yang diperkuat oleh pemain profesional. Ini adalah prestasi yang sangat membanggakan bagi kami,” ujar Candra Irawan. Ia juga menambahkan, kemenangan ini semakin istimewa karena tim Poltekba berjuang tanpa pelatih tetap, dengan mengandalkan strategi internal, motivasi, dan disiplin yang tinggi dari seluruh pemain. Kesuksesan Poltekba di ajang ini juga tidak lepas dari peran serta Tim Pembina UKM Olahraga, Risky Hardianto, dan Staf Kemahasiswaan, Erna Ningsih, yang memberikan pendampingan penuh kepada tim futsal selama turnamen berlangsung. Selain meraih gelar juara, Muhammad Rizal, salah satu pemain andalan Poltekba, berhasil menyabet penghargaan sebagai The Best Player dalam turnamen ini. Penghargaan ini menjadi simbol kualitas individu yang mendukung keberhasilan kolektif tim futsal Poltekba. Muhammad Rizal Sabet Gelar The Best Player Sebagai bagian dari misi Poltekba untuk terus mengembangkan potensi mahasiswa dan menciptakan iklim kompetitif yang sehat, Poltekba juga serius dalam membina atlet muda. Tahun ini, Poltekba telah merekrut sebanyak 15 siswa SMA/SMK se-Kalimantan Timur melalui Jalur Prestasi Mandiri (telescouting), yang akan memperkuat tim futsal Poltekba di masa depan. Candra Irawan menegaskan bahwa langkah ini adalah bagian dari komitmen institusi dalam memajukan olahraga di kampus. Direktur Poltekba, Dr. Emil Azmanajaya, S.T., M.T., juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas keberhasilan tim futsal Poltekba. “Seluruh sivitas akademika Poltekba sangat bangga dengan pencapaian Tim Futsal kami. Kemenangan ini bukan hanya tentang trofi, tetapi mencerminkan dedikasi, kerja keras, dan semangat pantang menyerah yang patut diteladani oleh seluruh civitas akademika,” ujar Dr. Emil Azmanajaya. Ia juga menegaskan komitmen Poltekba untuk terus memperkuat pembinaan atlet dengan melibatkan pelatih profesional dan peningkatan fasilitas olahraga di kampus. “Kemenangan ini merupakan awal dari era kejayaan olahraga Poltekba, baik di tingkat regional maupun nasional,” tambahnya. Melalui pencapaian ini, Poltekba terus berkomitmen untuk mengembangkan dan memperkuat bidang olahraga sebagai bagian dari misi institusinya dalam membentuk mahasiswa yang unggul, kompetitif, dan siap menghadapi tantangan di berbagai bidang, termasuk olahraga.