POLTEKBA UNIVERSITY Raih Akreditasi Unggul Program Studi Tata Boga

Program Studi Diploma III (D3) Tata Boga kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan berhasil meraih akreditasi “Unggul”. Pencapaian ini menjadi bukti nyata komitmen institusi dalam meningkatkan mutu pendidikan vokasi, khususnya di bidang kuliner yang terus berkembang pesat. Akreditasi “Unggul” diberikan setelah melalui proses penilaian ketat oleh lembaga akreditasi nasional, yang mencakup berbagai aspek, mulai dari kualitas kurikulum, kompetensi dosen, fasilitas praktik, hingga capaian lulusan di dunia kerja. Program D3 Tata Boga dinilai mampu menghadirkan pembelajaran yang adaptif terhadap kebutuhan industri, serta menghasilkan lulusan yang siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Ketua Program Studi D3 Tata Boga menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada seluruh civitas akademika atas kerja keras dan dedikasi yang telah diberikan. Ia menegaskan bahwa capaian ini bukanlah akhir, melainkan motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan layanan kepada mahasiswa. Mahasiswa juga turut merasakan dampak positif dari akreditasi ini. Dengan status “Unggul”, kepercayaan dunia industri terhadap lulusan semakin meningkat, membuka peluang kerja yang lebih luas, baik di sektor perhotelan, restoran, maupun wirausaha kuliner. Ke depan, Program Studi D3 Tata Boga berkomitmen untuk terus berinovasi dalam pembelajaran berbasis praktik, memperkuat kerja sama dengan industri, serta mengembangkan kompetensi mahasiswa agar mampu mengikuti tren global di bidang gastronomi. Pencapaian ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi program studi lain untuk terus meningkatkan kualitas dan berkontribusi dalam mencetak sumber daya manusia unggul bagi kemajuan bangsa.
Kunjungan Temasek Polytechnic Singapore ke Poltekba University

Dalam upaya memperkuat kerja sama internasional di bidang pendidikan vokasi, Politeknik Temasek melakukan kunjungan ke Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba) dalam rangka kegiatan sharing knowledge. Kunjungan ini menjadi momentum penting bagi kedua institusi untuk saling bertukar wawasan, pengalaman, serta praktik terbaik dalam pengembangan pendidikan, khususnya yang berbasis kebutuhan industri. Dalam kegiatan tersebut, dibahas berbagai aspek mulai dari kurikulum, metode pembelajaran, hingga peluang kolaborasi di masa mendatang. Pihak Poltekba menyambut baik kunjungan ini sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan serta memperluas jejaring kerja sama internasional. Diharapkan, melalui kegiatan ini, kedua institusi dapat terus menjalin hubungan yang berkelanjutan dan memberikan dampak positif bagi pengembangan sumber daya manusia.
Poltekba Hadiri Kick Off dan Kuliah Umum Program Pendidikan Kebanksentralan 2026 di Bank Indonesia Balikpapan

Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba) turut berpartisipasi dalam kegiatan Kick Off dan Kuliah Umum Program Pendidikan Kebanksentralan (PPK) 2026 yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia melalui Kantor Perwakilan Balikpapan, pada Jumat (10/4/2026). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Beruang Madu, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan ini menjadi langkah awal pelaksanaan program PPK tahun 2026, yang bertujuan meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap peran dan kebijakan bank sentral dalam perekonomian nasional. Dalam kegiatan tersebut, Poltekba mengirimkan perwakilan yang terdiri dari dosen, akademisi, serta puluhan mahasiswa untuk mengikuti rangkaian acara, mulai dari sesi pembukaan hingga kuliah umum. Kehadiran ini menjadi wujud komitmen Poltekba dalam mendukung penguatan literasi kebanksentralan di kalangan civitas akademika. Melalui kegiatan ini, mahasiswa Poltekba mendapatkan wawasan langsung mengenai tugas dan fungsi Bank Indonesia, termasuk kebijakan moneter, sistem pembayaran, serta stabilitas sistem keuangan. Selain itu, kegiatan ini juga membuka peluang kolaborasi lebih lanjut antara Poltekba dan Bank Indonesia dalam bidang pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia. Partisipasi aktif Poltekba dalam program ini diharapkan dapat mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki pemahaman yang kuat terhadap dinamika ekonomi dan kebijakan kebanksentralan di Indonesia.
Poltekba Gelar Pembukaan Asesmen Lapangan Akreditasi Prodi D3 Tata Boga

Politeknik Negeri Balikpapan kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu pendidikan melalui pelaksanaan Asesmen Lapangan (AL) akreditasi Program Studi D3 Tata Boga, Jurusan Pariwisata. Kegiatan asesmen ini merupakan tindak lanjut dari surat pemberitahuan yang dikeluarkan oleh BAN-PT terkait pelaksanaan akreditasi. Asesmen Lapangan dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai 30 Maret hingga 1 April 2026. Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, pembukaan asesmen dilaksanakan pada Selasa, 31 Maret 2026, bertempat di Ruang Rapat Lantai 2 Poltekba, dimulai pukul 07.30 WITA hingga selesai. Acara ini dihadiri oleh pimpinan, sivitas akademika, serta pihak-pihak terkait yang terlibat dalam proses akreditasi. Direktur Poltekba, Dr. Emil Azmanajaya, S.T., M.T., dalam undangannya menyampaikan pentingnya kehadiran dan keterlibatan seluruh unsur unit kerja selama proses asesmen berlangsung. Hal ini dikarenakan adanya agenda wawancara serta kunjungan langsung asesor ke berbagai fasilitas penunjang pembelajaran. Pelaksanaan asesmen ini menjadi momen penting bagi Prodi D3 Tata Boga untuk menunjukkan kualitas pendidikan, sarana prasarana, serta kesiapan dalam mencetak lulusan yang kompeten di bidang pariwisata, khususnya tata boga. Dengan adanya kegiatan ini, Poltekba berharap dapat memperoleh hasil akreditasi terbaik sebagai bentuk pengakuan atas kualitas pendidikan yang terus ditingkatkan secara berkelanjutan.
Perkuat Ekosistem Vokasi,Poltekba–SMKN 2 Balikpapan Teken MoU dan Program Kuliah Pelajar

Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ekosistem pendidikan vokasi melalui kolaborasi dengan institusi pendidikan menengah kejuruan. Bertempat di Gedung Terpadu Lantai 4 Poltekba, dilaksanakan kegiatan Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Poltekba dan SMKN 2 Balikpapan, yang dirangkaikan dengan Peluncuran (Launching) Program Kuliah Pelajar. Kegiatan ini dihadiri oleh Direktur Poltekba, para Wakil Direktur, Ketua Jurusan, Ketua Program Studi, serta jajaran pimpinan SMKN 2 Balikpapan. Penandatanganan MoU tersebut menjadi landasan resmi bagi kedua institusi untuk melaksanakan kerja sama strategis dalam peningkatan kompetensi siswa SMK melalui penyelarasan kurikulum, pengembangan soft skill, serta pemberian pengalaman langsung dalam proses pembelajaran di perguruan tinggi. Program Kuliah Pelajar, yang secara resmi dibuka pada kegiatan ini, memberikan kesempatan bagi siswa SMK untuk mengikuti perkuliahan di Poltekba sebagai bagian dari upaya peningkatan kompetensi, kesiapan kerja, serta motivasi melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Dalam sambutannya, Direktur Politeknik Negeri Balikpapan, Dr. Emil Azmanajaya, S.T., M.T., menyampaikan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya kolaborasi tersebut. “Poltekba berkomitmen menghadirkan pendidikan vokasi yang relevan dengan kebutuhan industri. Melalui MoU ini dan peluncuran Program Kuliah Pelajar, kami ingin membuka ruang bagi siswa SMK untuk mendapatkan pengalaman kuliah yang sesungguhnya, sekaligus mempersiapkan mereka menjadi SDM yang kompeten, adaptif, dan siap bersaing. Kami percaya kolaborasi seperti ini adalah kunci mewujudkan kampus yang berdampak bagi daerah,” ungkap Direktur Poltekba. Sementara itu, Kepala SMK Negeri 2 Balikpapan, Suparman, S.Pd. turut menyampaikan apresiasi dan antusiasme atas kerja sama ini. “Kami sangat menyambut baik inisiatif Poltekba dalam membuka ruang seluas-luasnya bagi siswa SMK untuk merasakan atmosfer perkuliahan di perguruan tinggi. Program ini tidak hanya meningkatkan kompetensi siswa, tetapi juga memotivasi mereka untuk melanjutkan studi dan meningkatkan kualitas diri. Kami percaya kolaborasi ini akan memberikan dampak positif bagi peningkatan mutu pendidikan vokasi di Balikpapan,” ujar Kepala SMKN 2 Balikpapan. Kegiatan ini menjadi langkah nyata Poltekba dalam mewujudkan visi sebagai Kampus Berdampak, dengan terus memperluas jejaring dan membangun sinergi untuk menghasilkan lulusan yang profesional, berkarakter, dan mampu bersaing di dunia kerja. Melalui implementasi MoU dan pelaksanaan Program Kuliah Pelajar, Poltekba dan SMKN 2 Balikpapan berharap dapat memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan vokasi di Kota Balikpapan dan Kalimantan Timur. Dengan terjalinnya kolaborasi ini, Poltekba semakin menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi vokasi yang terus berinovasi dan adaptif dalam menjawab kebutuhan dunia pendidikan dan industri, sekaligus memperluas akses pembelajaran bagi generasi muda untuk meraih masa depan yang lebih baik.
Poltekba Raih Juara 3 Nasional Video Paling Inovatif di Ajang PPK ORMAWA 2025

Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK ORMAWA) Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba) mencatat pencapaian membanggakan pada ajang Apresiasi Puncak PPK ORMAWA 2025. Dalam kegiatan yang berlangsung di Universitas Muhammadiyah Malang pada 4–7 Desember 2025 itu, tim Poltekba meraih Juara 3 Nasional untuk kategori Video Paling Inovatif. Prestasi ini menjadi signifikan karena untuk pertama kalinya tim PPK ORMAWA Poltekba berhasil memperoleh pendanaan dari Kemendikbudristek dalam program yang bertujuan memperkuat kapasitas organisasi kemahasiswaan. Tim tersebut berasal dari Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Bisnis dan dibimbing oleh dosen pendamping, Ferdy Novri, S.Si., M.M. Keberhasilan tim Poltekba diraih melalui proses seleksi yang ketat. Mereka mampu unggul dari lebih dari 4.143 proposal yang diajukan perguruan tinggi di seluruh Indonesia dan bersaing dengan 530 institusi. Prestasi tersebut juga menempatkan Poltekba sebagai satu-satunya organisasi kemahasiswaan dari Kalimantan Timur yang lolos hingga tahap nasional serta mendapat undangan resmi pada malam penganugerahan. Wakil Direktur III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Candra Irawan, S.T., M.Si, menyampaikan apresiasinya atas capaian tersebut. Ia menilai keberhasilan ini menunjukkan kemampuan mahasiswa Poltekba untuk berkompetisi di tingkat nasional melalui karya inovatif dan kolaborasi yang kuat. “Kami berharap keberhasilan ini menjadi motivasi bagi seluruh organisasi kemahasiswaan untuk terus berinovasi dan membawa nama kampus ke level nasional maupun internasional. Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung, terutama pimpinan kampus yang memfasilitasi keberangkatan tim ke Malang,” ujar Candra Irawan. Direktur Politeknik Negeri Balikpapan, Dr. Emil Azmanajaya, S.T., M.T, juga memberikan apresiasi atas prestasi tersebut. Menurutnya, capaian ini merupakan bukti nyata sinergi antara mahasiswa, dosen pembimbing, dan pimpinan kampus dalam melahirkan karya yang bermakna. “Poltekba akan terus mendukung penuh setiap langkah inovatif mahasiswa dalam program PPK ORMAWA dan kegiatan pengembangan kapasitas lainnya,” tutur Dr. Emil Azmanajaya. Dosen pendamping, Ferdy Novri, menjelaskan bahwa penghargaan tersebut merupakan hasil dari proses panjang sejak tahap seleksi administrasi, presentasi, seleksi kementerian, hingga visitasi lapangan. Prestasi ini sekaligus menegaskan komitmen Poltekba dalam mendorong mahasiswanya untuk terus berkarya dan berkontribusi bagi masyarakat melalui program-program pemberdayaan yang berkelanjutan.
Tingkatkan Etika Pelayanan Prima, Mahasiswa Perbankan Digital Poltekba Ikuti Beauty Class Bersama PT Paragon Technology and Innovation

Mahasiswa Program Studi Perbankan dan Keuangan Digital Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba) mengikuti kegiatan Beauty Class yang menjadi bagian dari mata kuliah Etika Pelayanan Prima. Kegiatan ini menghadirkan pemateri profesional dari PT Paragon Technology and Innovation, yang merupakan perusahaan kosmetik ternama di Indonesia dengan brand-brand unggulan seperti Wardah dan Kahf. Beauty Class ini bertujuan membekali mahasiswa tidak hanya dalam teknik merawat diri dan penampilan, tetapi juga membangun kepercayaan diri dan citra profesional—keterampilan esensial yang dibutuhkan dalam dunia kerja, khususnya dalam sektor jasa keuangan digital yang sangat memperhatikan etika, tampilan, dan pelayanan prima. Kegiatan yang dilaksanakan pada Selasa, 14 Oktober 2025 ini menjadi langkah awal mahasiswa sebelum melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di industri. Melalui sesi interaktif dan praktik langsung bersama tim dari Wardah dan Kahf, mahasiswa diajak memahami pentingnya grooming, penampilan representatif, dan komunikasi non-verbal dalam memberikan pelayanan yang profesional di sektor perbankan digital. Menurut Dessy Handasari, S.E., M.M., selaku dosen pengampu mata kuliah Etika Pelayanan Prima, kegiatan ini adalah bagian dari penguatan karakter dan keterampilan mahasiswa dalam menghadapi dunia profesional: “Saya berharap dengan adanya pembelajaran Beauty Class dalam perkuliahan, mahasiswa dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan merawat serta mempercantik diri secara profesional. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya mengajarkan teknik make up atau perawatan wajah, tetapi juga membangun kepercayaan diri, etika penampilan, dan citra diri yang positif. Selain itu, pembelajaran Beauty Class dapat menjadi bekal keterampilan tambahan yang bermanfaat di dunia kerja maupun kehidupan sehari-hari. Saya juga berharap pembelajaran ini dilakukan secara interaktif dan praktik langsung agar mahasiswa lebih mudah memahami dan menguasai materi.” Kegiatan ini selaras dengan Program Kampus Berdampak yang diinisiasi oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, yang mendorong perguruan tinggi untuk tidak hanya menghasilkan lulusan yang cerdas secara akademik, tetapi juga kompeten secara karakter dan keterampilan sosial. Hal ini juga sejalan dengan misi Politeknik Negeri Balikpapan untuk menciptakan lulusan vokasi yang profesional, kompeten, dan adaptif terhadap perkembangan industri, termasuk tren Perbankan dan Keuangan Digital saat ini yang sangat menuntut kemampuan pelayanan yang prima dan beretika. Dalam ekosistem keuangan digital yang serba cepat dan berbasis teknologi, penampilan dan kepercayaan diri menjadi bagian penting dalam membangun kredibilitas, baik dalam interaksi dengan nasabah, mitra bisnis, maupun stakeholder lainnya. Beauty Class ini menjadi contoh nyata pembelajaran kontekstual yang diterapkan oleh Poltekba untuk mendekatkan kampus dengan kebutuhan dunia industri. Kegiatan ini ditutup dengan antusiasme tinggi dari para mahasiswa yang merasa mendapatkan pengalaman baru dan keterampilan praktis yang sangat relevan bagi masa depan mereka.
Poltekba dan Mitra Industri Tandatangani Perjanjian Kerja Sama pada Wisuda ke-21

Wisuda ke-21 Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba) tidak hanya menjadi ajang perayaan bagi 428 lulusan yang berhasil menyelesaikan pendidikan vokasi mereka. Lebih dari itu, momentum ini juga dimanfaatkan sebagai langkah strategis untuk memperkuat hubungan antara Poltekba dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI). Dalam rangkaian kegiatan wisuda, Poltekba melaksanakan penandatanganan naskah kerja sama dengan 11 mitra strategis yang terdiri dari perusahaan multinasional, perusahaan internasional, perguruan tinggi dan asosiasi. Penandatanganan ini menjadi simbol komitmen bersama dalam mendorong pendidikan vokasi yang responsif terhadap kebutuhan industri serta membekali mahasiswa dengan kompetensi yang relevan dan adaptif. Adapun mitra kerja sama yang ikut menandatangani perjanjian antara lain: Direktur Politeknik Negeri Balikpapan, dalam sambutannya, menegaskan pentingnya sinergi antara institusi pendidikan vokasi dan dunia industri: “Kerja sama antara perguruan tinggi vokasi dan dunia usaha serta dunia industri adalah fondasi utama dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang relevan dan berdampak. Melalui kolaborasi ini, kurikulum dapat disesuaikan dengan perkembangan industri, mahasiswa mendapat akses ke pembelajaran berbasis praktik, serta membuka peluang magang, penelitian terapan, hingga rekrutmen langsung. Ini sejalan dengan arah kebijakan Program Kampus Berdampak, di mana pendidikan tinggi dituntut untuk memberi manfaat nyata bagi masyarakat dan dunia kerja.” Lebih lanjut, Direktur juga menambahkan pentingnya memperluas jejaring kerja sama tidak hanya di tingkat nasional, namun juga internasional: “Ke depan, Poltekba juga terus mendorong kerja sama internasional sebagai bagian dari upaya meningkatkan daya saing global lulusan. Kolaborasi lintas negara akan membuka peluang pertukaran ilmu, transfer teknologi, dan membekali mahasiswa dengan perspektif global yang sangat dibutuhkan dalam era transformasi digital dan industri 5.0.” Melalui kerja sama ini, Poltekba menegaskan posisinya sebagai institusi pendidikan vokasi yang tidak hanya fokus pada capaian akademik, tetapi juga pada penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi secara nyata di tengah masyarakat dan industri. Kerja sama yang terjalin mencakup berbagai bidang seperti pengembangan kurikulum berbasis industri, pelaksanaan praktik kerja lapangan (PKL), program magang bersertifikat, pelatihan peningkatan kompetensi dosen dan mahasiswa, hingga peluang penelitian terapan yang mendukung inovasi lokal dan kebutuhan dunia kerja. Dengan dilaksanakannya penandatanganan naskah kerja sama ini, Poltekba optimis akan semakin memperkuat link and match antara kampus dengan DUDI sebagai bagian dari transformasi pendidikan vokasi yang berkelanjutan, inovatif, dan berdampak langsung pada pembangunan daerah maupun nasional.
Poltekba – DP3AKB Tanggapi Isu Stunting di Balikpapan dengan Pelatihan MP-ASI bagi Kader TPK

Sebagai bagian dari komitmen Kampus Berdampak dan wujud nyata kontribusi pendidikan tinggi terhadap kesehatan masyarakat, Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba) kembali menggelar Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM). Kali ini, Poltekba mengadakan pelatihan Pengolahan Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) untuk mencegah stunting pada balita di bawah dua tahun (baduta) dan ibu hamil. Kegiatan yang berlangsung pada 23–24 Juli 2025 ini melibatkan 30 kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) dari seluruh kelurahan di Kota Balikpapan. Pelatihan ini merupakan hasil kolaborasi antara Poltekba dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Balikpapan, yang telah terjalin sejak tiga tahun terakhir. Menurut data Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, sekitar 29,8% anak di Balikpapan mengalami stunting pada tahun 2024, angka yang masih menjadi tantangan besar dalam meningkatkan kualitas generasi masa depan. Dalam menghadapi persoalan ini, pengolahan MP-ASI yang bergizi menjadi salah satu solusi efektif yang ditawarkan melalui pelatihan ini. Kepala Bidang Ketahanan Keluarga DP3AKB, Endang Asmorowati, bersama Wakil Direktur I Bidang Akademik Poltekba, Prof. Dr. Tuatul Mahfud, M.Pd, secara resmi membuka acara ini, yang bertujuan untuk memperkuat peran kader TPK dalam edukasi keluarga mengenai gizi seimbang. Prof. Tuatul Mahfud dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelatihan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam menanggulangi stunting, yang tidak hanya melalui teori tetapi juga praktik langsung di lapangan. Pada hari pertama, para peserta mendapatkan pembekalan teori terkait makanan sehat dan bergizi untuk ibu hamil dan baduta. Materi disampaikan oleh Praseptia Gardiarini, M.PH, yang menekankan pentingnya asupan gizi seimbang selama masa kehamilan dan pada dua tahun pertama kehidupan anak. Praseptia juga memaparkan menu-menu yang dapat membantu tumbuh kembang anak yang optimal. Sesi praktik menjadi inti dari pelatihan ini. Pada hari kedua, Prof. Dr. Tuatul Mahfud, M.Pd memandu peserta dalam pengolahan menu kreatif dan bergizi untuk baduta, antara lain puding karakter, bitter ballen, churros daun kelor, dan quesillo (cream caramel). Menu-menu ini dipilih karena kaya akan nutrisi yang dibutuhkan oleh balita untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan mereka. Farida, M.Pd turut memberikan materi dan praktik pengolahan menu sehat untuk ibu hamil, seperti sushi ikan kembung dan macaroni schotel dengan ikan kembung dan daun kelor. Menu-menu ini dipilih karena mengandung protein tinggi dan zat besi yang sangat dibutuhkan oleh ibu hamil untuk mencegah anemia dan mendukung kesehatan janin. Ketua Jurusan Pariwisata Poltekba, Chardina Dianovita, M.Gz, yang juga terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan, menjelaskan bahwa pelatihan ini tidak hanya memberikan keterampilan praktis dalam pengolahan makanan, tetapi juga memperkuat peran kader dalam pendampingan keluarga untuk mencegah stunting secara berkelanjutan. “Kami berharap para kader TPK dapat mengaplikasikan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari, serta berbagi pengetahuan kepada masyarakat di lingkungan mereka,” ujarnya. Sebagai bentuk komitmen Poltekba dalam mendukung program MBG (Makanan Bergizi), tim pengabdian menyerahkan bantuan alat pengolahan makanan kepada kader TPK dan masyarakat setempat. Bantuan tersebut mencakup peralatan dapur seperti oven, mixers, loyang, dan berbagai peralatan lainnya yang mendukung pembuatan MP-ASI bergizi. Tak hanya itu, bahan baku dan kemasan juga diserahkan sebagai modal awal bagi kader untuk mengedukasi ibu hamil dan balita mengenai pentingnya makanan bergizi. Salah satu peserta pelatihan, Siti Nur, kader TPK dari Kelurahan Gunung Bahagia, mengungkapkan rasa terima kasihnya, “Pelatihan ini sangat bermanfaat. Kami mendapatkan ilmu baru yang sangat berguna untuk membantu masyarakat di kelurahan kami. Terutama dalam membantu ibu hamil dan balita untuk mendapatkan gizi yang baik.” Dengan kegiatan ini, Poltekba juga berperan aktif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya gizi seimbang, terutama bagi ibu hamil dan anak di bawah dua tahun. Pelatihan ini juga menjadi bagian dari upaya jangka panjang untuk mencegah stunting dan mendukung generasi yang lebih sehat di masa depan. Poltekba berharap bahwa program ini akan terus berlanjut, mengingat pentingnya peran pendidikan vokasi dalam menyelesaikan persoalan kesehatan masyarakat. Dengan semangat Kampus Berdampak dan kontribusinya terhadap pengembangan masyarakat yang sehat dan berdaya saing, Poltekba terus melaksanakan kegiatan yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat, sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada tujuan ke-2 yang menekankan pentingnya mengakhiri kelaparan, meningkatkan gizi, dan mendukung pertanian yang berkelanjutan.
Poltekba Dukung Program “Gratispol” Pemprov Kaltim: Wujud Komitmen Cetak Lulusan Unggul, Berkarakter, dan Berdaya Saing Global
Balikpapan, 22 April 2025 – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur resmi meluncurkan program unggulan bertajuk “Gratispol” sebagai wujud nyata dari janji kampanye Gubernur Kaltim, Dr. H. Rudy Mas’ud,S.E.,M.E. dan Wakil Gubernur Ir. H. Seno Aji, M.Si. dalam upaya memperluas akses pendidikan tinggi bagi seluruh masyarakat Kaltim. Peluncuran program ini digelar di Convention Hall Samarinda, Senin (21/4/2025), dan menjadi tonggak penting dalam pemerataan pendidikan berbasis vokasi di provinsi ini. Salah satu bentuk nyata implementasi program Gratispol adalah beasiswa pendidikan gratis dari jenjang SMA hingga S3, yang secara resmi mulai berlaku pada tahun akademik 2025/2026. Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba) menjadi salah satu institusi pendidikan tinggi vokasi yang dipercaya untuk ambil bagian dalam program strategis ini. Direktur Poltekba, Dr. Emil Azmanajaya, S.T., M.T., hadir langsung dalam peluncuran program untuk menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) antara Poltekba dan Pemerintah Provinsi Kaltim. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi tinggi atas diluncurkannya program Gratispol. “Kami sangat mengapresiasi program Gratispol ini. Ini adalah peluang besar bagi generasi muda Kalimantan Timur untuk mengakses pendidikan vokasi berkualitas secara gratis. Di Poltekba, kami siap mencetak lulusan yang siap kerja, unggul, dan berdaya saing global,” ujar Dr. Emil. Melalui program Gratispol, Poltekba menegaskan komitmennya untuk mendukung peningkatan kapasitas diri masyarakat Kalimantan Timur melalui pendidikan vokasi yang terjangkau dan berkualitas. Dengan semangat inovasi dan kolaborasi, program ini mendorong pengembangan potensi generasi muda, menciptakan lingkungan belajar yang inklusif, serta membentuk masyarakat yang siap bersaing di kancah nasional maupun internasional – sejalan dengan visi Poltekba untuk mencetak lulusan berkarakter, unggul, dan berdaya saing global. Wakil Direktur I Bidang Akademik dan Penjaminan Mutu Poltekba, Dr. Tuatul Mahfud, M.Pd., menyampaikan bahwa Poltekba telah resmi masuk dalam daftar kampus penyelenggara beasiswa Gratispol. Program ini terbuka bagi seluruh program studi yang telah terakreditasi dan dapat diakses oleh masyarakat Kaltim dengan sejumlah ketentuan. “Beasiswa Gratispol mencakup pembiayaan penuh untuk SPP atau UKT bagi mahasiswa yang memenuhi syarat. Penerima harus memiliki KTP Kaltim dengan masa tinggal minimal tiga tahun. Adapun batas usia maksimal penerima adalah 25 tahun untuk jenjang D3, D4, dan S1; 35 tahun untuk S2; serta 40 tahun untuk S3,” jelas Dr. Tuatul. Ia juga menambahkan bahwa teknis pendaftaran, kuota, dan detail persyaratan akan disesuaikan dengan petunjuk teknis (juknis) dari Pemerintah Provinsi. “Kami berharap masyarakat Kaltim dapat benar-benar memanfaatkan program ini dan menjadikan Poltekba sebagai pilihan utama. Ini adalah kesempatan emas untuk mendapatkan pendidikan tinggi tanpa beban biaya,” lanjutnya. Tak hanya mengandalkan keunggulan akademik, Poltekba juga membekali mahasiswanya dengan kemampuan teknis sesuai bidang industri, softskill, kerja tim, serta kepemimpinan (leadership). Kampus ini juga terus berupaya melakukan perbaikan berkelanjutan (continuous improvement) dalam tata kelola dan budaya manajemen mutu pendidikan tinggi. Dengan partisipasinya dalam program Gratispol, Poltekba semakin mempertegas perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan pendidikan vokasi yang inklusif dan berkelanjutan, sekaligus mendukung transformasi Kalimantan Timur menjadi provinsi dengan sumber daya manusia unggul, adaptif, dan kompetitif.