Poltekba – DP3AKB Tanggapi Isu Stunting di Balikpapan dengan Pelatihan MP-ASI bagi Kader TPK

Kolaborasi Poltekba dan DP3AKB Berhasil Gelar Pelatihan MP-ASI untuk Mencegah Stunting di Balikpapan

Sebagai bagian dari komitmen Kampus Berdampak dan wujud nyata kontribusi pendidikan tinggi terhadap kesehatan masyarakat, Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba) kembali menggelar Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM). Kali ini, Poltekba mengadakan pelatihan Pengolahan Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) untuk mencegah stunting pada balita di bawah dua tahun (baduta) dan ibu hamil. Kegiatan yang berlangsung pada 23–24 Juli 2025 ini melibatkan 30 kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) dari seluruh kelurahan di Kota Balikpapan.

Pelatihan ini merupakan hasil kolaborasi antara Poltekba dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Balikpapan, yang telah terjalin sejak tiga tahun terakhir. Menurut data Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, sekitar 29,8% anak di Balikpapan mengalami stunting pada tahun 2024, angka yang masih menjadi tantangan besar dalam meningkatkan kualitas generasi masa depan. Dalam menghadapi persoalan ini, pengolahan MP-ASI yang bergizi menjadi salah satu solusi efektif yang ditawarkan melalui pelatihan ini.

Kepala Bidang Ketahanan Keluarga DP3AKB, Endang Asmorowati, bersama Wakil Direktur I Bidang Akademik Poltekba, Prof. Dr. Tuatul Mahfud, M.Pd, secara resmi membuka acara ini, yang bertujuan untuk memperkuat peran kader TPK dalam edukasi keluarga mengenai gizi seimbang. Prof. Tuatul Mahfud dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelatihan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam menanggulangi stunting, yang tidak hanya melalui teori tetapi juga praktik langsung di lapangan.

Kolaborasi Poltekba dan DP3AKB Berhasil Gelar Pelatihan MP-ASI untuk Mencegah Stunting di Balikpapan

Pada hari pertama, para peserta mendapatkan pembekalan teori terkait makanan sehat dan bergizi untuk ibu hamil dan baduta. Materi disampaikan oleh Praseptia Gardiarini, M.PH, yang menekankan pentingnya asupan gizi seimbang selama masa kehamilan dan pada dua tahun pertama kehidupan anak. Praseptia juga memaparkan menu-menu yang dapat membantu tumbuh kembang anak yang optimal.

Sesi praktik menjadi inti dari pelatihan ini. Pada hari kedua, Prof. Dr. Tuatul Mahfud, M.Pd memandu peserta dalam pengolahan menu kreatif dan bergizi untuk baduta, antara lain puding karakter, bitter ballen, churros daun kelor, dan quesillo (cream caramel). Menu-menu ini dipilih karena kaya akan nutrisi yang dibutuhkan oleh balita untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan mereka.

Farida, M.Pd turut memberikan materi dan praktik pengolahan menu sehat untuk ibu hamil, seperti sushi ikan kembung dan macaroni schotel dengan ikan kembung dan daun kelor. Menu-menu ini dipilih karena mengandung protein tinggi dan zat besi yang sangat dibutuhkan oleh ibu hamil untuk mencegah anemia dan mendukung kesehatan janin.

Ketua Jurusan Pariwisata Poltekba, Chardina Dianovita, M.Gz, yang juga terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan, menjelaskan bahwa pelatihan ini tidak hanya memberikan keterampilan praktis dalam pengolahan makanan, tetapi juga memperkuat peran kader dalam pendampingan keluarga untuk mencegah stunting secara berkelanjutan. “Kami berharap para kader TPK dapat mengaplikasikan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari, serta berbagi pengetahuan kepada masyarakat di lingkungan mereka,” ujarnya.

Sebagai bentuk komitmen Poltekba dalam mendukung program MBG (Makanan Bergizi), tim pengabdian menyerahkan bantuan alat pengolahan makanan kepada kader TPK dan masyarakat setempat. Bantuan tersebut mencakup peralatan dapur seperti oven, mixers, loyang, dan berbagai peralatan lainnya yang mendukung pembuatan MP-ASI bergizi. Tak hanya itu, bahan baku dan kemasan juga diserahkan sebagai modal awal bagi kader untuk mengedukasi ibu hamil dan balita mengenai pentingnya makanan bergizi.

Salah satu peserta pelatihan, Siti Nur, kader TPK dari Kelurahan Gunung Bahagia, mengungkapkan rasa terima kasihnya, “Pelatihan ini sangat bermanfaat. Kami mendapatkan ilmu baru yang sangat berguna untuk membantu masyarakat di kelurahan kami. Terutama dalam membantu ibu hamil dan balita untuk mendapatkan gizi yang baik.”

Dengan kegiatan ini, Poltekba juga berperan aktif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya gizi seimbang, terutama bagi ibu hamil dan anak di bawah dua tahun. Pelatihan ini juga menjadi bagian dari upaya jangka panjang untuk mencegah stunting dan mendukung generasi yang lebih sehat di masa depan.

Poltekba berharap bahwa program ini akan terus berlanjut, mengingat pentingnya peran pendidikan vokasi dalam menyelesaikan persoalan kesehatan masyarakat. Dengan semangat Kampus Berdampak dan kontribusinya terhadap pengembangan masyarakat yang sehat dan berdaya saing, Poltekba terus melaksanakan kegiatan yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat, sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada tujuan ke-2 yang menekankan pentingnya mengakhiri kelaparan, meningkatkan gizi, dan mendukung pertanian yang berkelanjutan.