Sinergi Poltekba dan Kesbangpol Wujudkan Mahasiswa Beretika Politik dan Melek Demokrasi

Dalam upaya menumbuhkan kesadaran politik dan memperkuat peran generasi muda dalam proses demokrasi, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Pemerintah Kota Balikpapan bekerja sama dengan Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba) menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Pendidikan Politik untuk Mahasiswa, Rabu (15/10) di Aula Poltekba. Dengan mengangkat tema “Mahasiswa sebagai Agent of Change: Mengawal Demokrasi dari Kampus ke Masyarakat”, kegiatan ini diikuti oleh 100 mahasiswa dari berbagai program studi di lingkungan Poltekba. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen bersama dalam mencetak mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran politik dan kebangsaan. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Plt. Sekretaris Badan Kesbangpol Kota Balikpapan, Ruddy Iskandar, S.Sos., M.AP. Dalam sambutannya, ia menyampaikan pentingnya peran mahasiswa dalam menjaga iklim demokrasi yang sehat dan konstruktif. “Melalui kegiatan ini, kami berharap mahasiswa mampu menjadi motor penggerak perubahan sosial yang positif, baik di dalam kampus maupun di tengah masyarakat. Dengan bekal etika politik dan literasi yang kuat, mahasiswa dapat berkontribusi dalam menjaga stabilitas dan kualitas demokrasi. Hal ini sejalan dengan arah program ‘Kampus Berdampak’, yang mendorong perguruan tinggi untuk melahirkan lulusan yang tidak hanya cakap secara keilmuan, tetapi juga berdampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya. Sementara itu, Wakil Direktur III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama Politeknik Negeri Balikpapan, Bpk. Candra Irawan, S.T., M.Si, dalam sambutannya mengapresiasi sinergi antara Poltekba dan Kesbangpol Kota Balikpapan dalam memberikan ruang pembelajaran politik bagi mahasiswa. “Mahasiswa adalah elemen penting dalam pembangunan bangsa. Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam politik bukan semata tentang kekuasaan, tetapi tentang tanggung jawab sosial dan moral sebagai warga negara. Kami berharap kegiatan ini menjadi langkah awal untuk membangun budaya demokrasi yang beretika di lingkungan kampus,” ujar Candra Irawan. Sosialisasi ini menghadirkan dua narasumber yang kompeten di bidangnya: Antusiasme tinggi ditunjukkan oleh para peserta yang aktif berdiskusi, bertanya, dan menyampaikan pandangan terhadap isu-isu politik dan demokrasi saat ini. Kegiatan ini diharapkan menjadi awal dari rangkaian edukasi politik yang berkelanjutan di lingkungan kampus. Dengan adanya kegiatan ini, Poltekba menunjukkan komitmennya dalam mendukung program pemerintah serta memperkuat peran perguruan tinggi sebagai pusat pembinaan karakter dan demokrasi yang sehat di kalangan generasi muda
Kampus Berdampak Poltekba Perkenalkan Inovasi Alat Pencacah Pakan Ikan Tenaga Surya untuk UMKM

Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba) melalui Program Katalisator Kemitraan Berdikari telah meluncurkan sebuah inovasi teknologi yang revolusioner, yaitu alat pencacah pakan ikan berbasis tenaga surya. Inovasi ini merupakan jawaban nyata atas tantangan pembudidaya ikan, khususnya dalam hal efisiensi biaya pakan, yang selama ini menjadi salah satu beban terbesar dalam usaha budidaya perikanan. Alat ini dikembangkan melalui kolaborasi erat antara dosen, mahasiswa, dan siswa SMK, sejalan dengan visi Poltekba untuk menjadi institusi pendidikan vokasi yang menghasilkan teknologi terapan yang aplikatif dan berdampak langsung pada masyarakat. Peluncuran alat ini dilaksanakan pada Sabtu (26/7/2025) di Hotel Horison Ultima, dan dihadiri oleh perwakilan dari Dinas DP3, Bappeda Litbang, serta Care ID. Acara tersebut diresmikan oleh Wakil Direktur III Poltekba, Candra Irawan. Alat pencacah pakan tenaga surya ini mampu menghasilkan hingga 30 kg pakan per jam, sepenuhnya menggunakan energi matahari, sehingga sangat ramah lingkungan dan efisien dalam pengoperasiannya. Selain itu, alat ini dilengkapi dengan sistem IoT yang memungkinkan pemantauan secara real-time terhadap enam parameter mesin, termasuk status baterai dan efisiensi pengisian daya dari panel surya melalui aplikasi smartphone. Inovasi ini juga mencerminkan komitmen Poltekba untuk mendukung program kampus berdampak, yang tidak hanya berfokus pada pengembangan teknologi, tetapi juga pada pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar. Dengan kemampuan untuk memproduksi pakan secara mandiri menggunakan limbah organik, pelaku usaha perikanan, terutama UMKM, dapat mengurangi ketergantungan pada pakan pabrikan, yang selama ini memiliki harga yang tinggi. Qory Hidayati, Dosen Teknik Elektronika Poltekba, menegaskan, “Dengan alat ini, UMKM bisa memproduksi pakan sendiri dari limbah organik tanpa tergantung pada pakan pabrikan.” Program ini juga merupakan bagian dari upaya Poltekba untuk memperkuat posisi pendidikan vokasi sebagai penggerak inovasi terapan yang langsung menjawab kebutuhan masyarakat dan dunia usaha. Alat pencacah pakan surya ini, yang kini menjadi bagian dari program teaching factory Poltekba, diharapkan dapat memperkuat ekosistem perikanan lokal dengan meningkatkan kemandirian ekonomi dan efisiensi produksi. Inovasi ini juga berpotensi untuk dipatenkan dan dipasarkan secara massal, yang tentunya dapat membuka peluang usaha baru bagi masyarakat dan pelaku UMKM di bidang perikanan. Wakil Direktur III Poltekba, Candra Irawan, dalam sambutannya menekankan pentingnya kemitraan dengan dunia usaha dan masyarakat dalam pengembangan teknologi tepat guna. Ia mengatakan, “Poltekba berkomitmen mengembangkan teknologi yang aplikatif dan dapat memberikan solusi bagi permasalahan yang dihadapi masyarakat. Harapannya, alat ini tidak hanya dimanfaatkan secara lokal, tetapi juga dapat menjangkau wilayah lain yang memiliki potensi perikanan serupa.” Program ini sejalan dengan visi Ecotech Fusion Campus Poltekba, yang mengedepankan integrasi antara teknologi dan ekosistem yang berkelanjutan, dengan tujuan menciptakan solusi inovatif di bidang perikanan yang ramah lingkungan dan ekonomis. Dengan total biaya riset dan pengembangan yang mencapai Rp150 juta, alat ini kini mulai diproduksi sesuai pesanan dan terus diuji coba bersama pelaku UMKM lokal. Hasil uji coba menunjukkan efisiensi waktu dan biaya yang signifikan dibandingkan dengan metode konvensional. Melalui skema teaching factory dan pendampingan usaha, Poltekba juga berencana menginkubasi kelompok-kelompok binaan untuk membantu mereka mengakses pasar dan membangun ekosistem perikanan yang lebih tangguh, baik dari segi ekonomi maupun teknologi. Inovasi ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang bagi pembudidaya ikan dalam mengatasi mahalnya harga pakan dan meningkatkan efisiensi operasional. Dengan produksi pakan mandiri, para pelaku usaha perikanan dapat meningkatkan margin keuntungan dan mencapai kemandirian ekonomi yang lebih baik. Poltekba, melalui program ini, tidak hanya menciptakan teknologi cerdas, tetapi juga memberdayakan masyarakat untuk memiliki ketahanan ekonomi yang lebih kokoh dalam menghadapi tantangan di industri perikanan.
PLN UP2B Balikpapan dan Poltekba Gelar “SRIKANDI Goes to Campus”, Dorong Kolaborasi Pendidikan Vokasi dan Industri Energi

Sebagai wujud nyata kolaborasi antara dunia pendidikan vokasi dan industri energi nasional, PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pengatur Beban (UP2B) Balikpapan menggelar kegiatan bertajuk “SRIKANDI Goes to Campus” di Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba). Acara ini berlangsung di Gedung Terpadu Lantai 4 Poltekba, 23 April 2025 dan diikuti oleh lebih dari 150 mahasiswa dari Jurusan Rekayasa Elektro. Kegiatan ini merupakan bagian dari program goes to campus PLN untuk meningkatkan literasi kelistrikan, memperkenalkan tantangan transisi energi, serta menumbuhkan semangat inklusivitas, khususnya dalam meningkatkan peran perempuan di sektor teknik dan energi melalui inisiatif SRIKANDI PLN. Hadir dalam kegiatan ini, Manager PLN UP2B Kaltimra, Dita Agustiono, yang secara langsung berbagi pengalaman serta pandangannya terkait peran strategis PLN dalam membangun sistem kelistrikan nasional yang andal, adaptif, dan inklusif. Wakil Direktur III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama Poltekba, Candra Irawan, S.T., M.Si., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kunjungan PLN UP2B dan menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai momentum penguatan sinergi antara institusi pendidikan vokasi dan dunia usaha. “Kami merasa terhormat atas kehadiran Pak Dita Agustiono dan tim PLN. Kegiatan ini bukan hanya menambah wawasan mahasiswa, tetapi juga menjadi ruang inspiratif yang menunjukkan bagaimana perempuan bisa berkontribusi besar di sektor energi yang selama ini dianggap dominan oleh laki-laki,” ungkap Candra. Ia juga menambahkan, topik yang diangkat sangat relevan dengan kebutuhan pengembangan sumber daya manusia saat ini, terutama dalam menyongsong era transisi energi dan industri 4.0. Lebih jauh, Candra menegaskan bahwa kegiatan ini juga merupakan bagian dari strategi institusional Poltekba dalam rangka mencapai indikator kinerja institusi, khususnya pada aspek persentase program studi Sarjana Terapan (D4), Diploma Tiga (D3), dan Diploma Dua (D2) yang melaksanakan kerja sama aktif dengan mitra dunia usaha dan industri. “Kerja sama ini sangat relevan dengan Program Studi Teknik Elektro dan Teknologi Listrik, yang merupakan bagian dari Jurusan Rekayasa Elektro Poltekba. Kedua program studi ini memiliki irisan kuat dengan core bisnis PT PLN (Persero), sehingga kolaborasi seperti ini sangat strategis untuk pengembangan kurikulum, praktik industri, hingga peningkatan keterlibatan mahasiswa dalam proyek-proyek nyata,” jelasnya. Melalui kegiatan ini, Poltekba juga ingin memastikan bahwa lulusan vokasi tidak hanya siap kerja, tetapi juga memiliki pemahaman komprehensif tentang tantangan dan peluang di sektor energi, khususnya kelistrikan nasional. Selain sesi edukatif dan sharing session dari PLN, kegiatan ini turut membuka ruang diskusi interaktif yang membahas peluang karir, kompetensi yang dibutuhkan di sektor energi masa depan, hingga peran teknologi dalam mendukung efisiensi sistem kelistrikan nasional. “Kami berharap mahasiswa bisa melihat lebih dekat dunia kerja yang sesungguhnya, serta mempersiapkan diri dengan kompetensi yang relevan. Sinergi dengan PLN ini akan terus kami dorong dalam bentuk magang industri, kuliah tamu, riset terapan, hingga program pengembangan SDM bersama,” pungkas Candra. Politeknik Negeri Balikpapan berkomitmen untuk terus memperluas jejaring kemitraan strategis sebagai bagian dari upaya pencapaian indikator kinerja utama pendidikan tinggi vokasi, serta mendukung agenda pembangunan daerah dan nasional dalam sektor energi dan ketenagalistrikan.
Inovasi Alat Pencacah Pakan Ikan Bertenaga Surya, Poltekba Dorong Kemandirian Petani dan Transisi Energi Bersih

Dalam upaya menjawab tantangan mahalnya harga pakan ikan industri yang terus menghimpit pelaku usaha budidaya ikan air tawar, tim peneliti dari Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba) menciptakan sebuah terobosan teknologi tepat guna berupa alat pencacah pakan ikan bertenaga surya. Alat ini dirancang sebagai solusi efisien, berkelanjutan, dan ramah lingkungan, untuk membantu petani memproduksi pakan secara mandiri, terutama bagi mereka yang beroperasi di wilayah dengan akses listrik terbatas. Inovasi ini lahir dari hasil riset terapan yang dikembangkan oleh tim peneliti Poltekba melalui program hibah penelitian tahun 2024, dan merupakan bagian dari komitmen institusi dalam mendukung implementasi teknologi yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. Ketua tim peneliti, Qory Hidayati, S.T., M.T., menjelaskan bahwa alat ini merupakan respons terhadap permasalahan nyata di lapangan. Banyak petani sebenarnya memiliki bahan baku pakan seperti dedak, bekatul, dan limbah sayuran, namun tidak mampu mengolahnya karena terbatasnya teknologi dan infrastruktur. “Kami mengembangkan alat ini dengan prinsip efisiensi dan kemudahan penggunaan. Dengan desain yang sederhana, alat ini dapat dioperasikan oleh siapa saja, bahkan oleh petani yang memiliki keterbatasan sumber daya,” jelas Qory dalam sesi wawancara di Kampus Poltekba. Alat ini menggunakan panel surya sebagai sumber daya utama, sehingga dapat digunakan di daerah pedalaman yang belum tersambung listrik secara stabil. Inovasi ini sekaligus mendukung upaya transisi energi nasional menuju penggunaan energi bersih dan berkelanjutan, serta mendukung pencapaian target pembangunan berkelanjutan (SDGs), khususnya pada aspek ketahanan pangan dan energi terbarukan. Pengembangan alat pencacah pakan ini mendapatkan dukungan dari Program Katalisator Minat Saintek Berdikari Skema Emas yang dikelola oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), serta didukung oleh Badan Riset Daerah (BRIDA) Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Kolaborasi lintas sektor ini menjadi contoh nyata sinergi antara lembaga pendidikan vokasi dan pemangku kepentingan daerah dalam menghadirkan solusi inovatif yang berbasis pada kebutuhan lokal. “Dengan alat ini, petani tak hanya mampu memproduksi pakan dengan biaya yang lebih murah, tetapi juga meningkatkan nilai gizi dari pakan yang dihasilkan, karena mereka dapat memilih sendiri bahan bakunya,” tambah Qory. Sebagai langkah lanjutan, tim Poltekba akan melakukan uji coba lapangan di beberapa sentra budidaya ikan air tawar di Kalimantan Timur, termasuk memberikan pelatihan langsung dan pendampingan kepada petani agar dapat mengoperasikan dan merawat alat secara mandiri. “Pendekatan kami tidak berhenti pada penciptaan teknologi. Kami juga ingin memastikan transfer pengetahuan dan keterampilan terjadi di lapangan, sehingga petani benar-benar dapat memanfaatkan inovasi ini secara berkelanjutan,” ujar Qory. Wujud Implementasi Tridarma Perguruan Tinggi Menanggapi inisiatif ini, Wakil Direktur I Bidang Akademik dan Penjaminan Mutu Poltekba, Dr. Tuatul Mahfud, M.Pd., menekankan bahwa kegiatan ini juga merupakan bagian dari implementasi Tridarma Perguruan Tinggi, khususnya dalam hal pengabdian kepada masyarakat. “Kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan salah satu upaya dukungan dari manajemen dalam rangka pemenuhan kewajiban Tridarma dosen. Hal ini sejalan dengan target indikator kinerja jumlah keluaran penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang berhasil mendapat rekognisi internasional atau diterapkan oleh masyarakat per jumlah dosen,” jelasnya. Ia juga menambahkan bahwa Poltekba terus mendorong dosen dan mahasiswa untuk aktif dalam pengembangan riset terapan yang memberikan dampak langsung terhadap masyarakat. Melalui inovasi alat pencacah pakan bertenaga surya ini, Poltekba berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat ketahanan pangan nasional, mengurangi ketergantungan petani terhadap pakan industri, serta meningkatkan kesejahteraan petani ikan air tawar di berbagai wilayah di Indonesia. “Dengan hadirnya inovasi ini, kami ingin membuktikan bahwa pendidikan vokasi mampu menjadi motor penggerak perubahan di tengah masyarakat, dengan menghadirkan solusi yang aplikatif dan sesuai kebutuhan riil,” tutup Qory Hidayati.
Olimpiade Elektro 2025 Resmi digelar, Kenalkan Pendidikan Vokasi dan Jaring Bibit Unggul

Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong pengembangan potensi generasi muda melalui gelaran Olimpiade Elektro 2025, yang resmi dimulai pada Senin (21/4/2025) di Gedung Workshop Terpadu kampus setempat. Dua kompetisi langsung memeriahkan pembukaan: Turnamen Futsal Kategori Putra, yang diikuti oleh 16 tim dari berbagai daerah seperti Penajam Paser Utara (PPU), Tenggarong, dan Samarinda; serta Lomba Instalasi Motor 3 Phase, yang mempertemukan 10 tim dari SMA/SMK unggulan se-Kalimantan Timur. Wakil Direktur III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama Poltekba, Candra Irawan, S.T., M.Si, menyampaikan bahwa ajang ini merupakan kompetisi bergengsi yang dirancang untuk menjaring bibit-bibit unggul, baik di bidang teknik maupun olahraga. “Olimpiade ini menjadi langkah nyata kami dalam mendekatkan dunia pendidikan vokasi kepada para pelajar, sekaligus memberikan gambaran tentang lingkungan dan kultur pembelajaran di Poltekba,” ujar Candra. Tak sekadar menjadi arena kompetisi, kegiatan ini juga menjadi sarana strategis dalam pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) kampus. Poltekba secara aktif mencari bibit unggul di bidang akademik dan non-akademik sebagai bagian dari strategi untuk memenuhi indikator kinerja berupa persentase mahasiswa D3/D4/S1 yang menghabiskan paling sedikit 20 SKS di luar kampus atau meraih prestasi tingkat nasional. Dalam konteks tersebut, peserta yang menunjukkan performa unggul di Olimpiade ini berpeluang mendapatkan akses jalur prestasi dalam program telescouting penerimaan mahasiswa baru Poltekba. Lebih lanjut, Candra menjelaskan bahwa kegiatan ini juga merupakan bagian dari rencana kerja dosen, sejalan dengan target kinerja persentase dosen yang terlibat dalam kegiatan tridarma di kampus lain, QS100 berdasarkan bidang ilmu, industri, atau membina mahasiswa berprestasi tingkat nasional dalam lima tahun terakhir. “Ini bukan hanya tentang lomba. Ini tentang menciptakan ekosistem yang mendorong keterlibatan aktif seluruh civitas akademika, serta kolaborasi nyata antara dosen, mahasiswa, dan stakeholder eksternal,” jelasnya. Selain memperebutkan hadiah jutaan rupiah, para peserta juga mendapatkan pengalaman belajar langsung dari lingkungan politeknik yang berorientasi pada praktik dan pengembangan keterampilan industri. Kegiatan ini turut mendapat dukungan dari berbagai mitra strategis seperti Bank Mandiri, Asuransi Bina Griya, Telkomsel, dan Pocari Sweat, yang berperan aktif dalam memastikan keberlangsungan acara edukatif dan inspiratif semacam ini. Poltekba menegaskan akan terus memperkuat sinergi dengan masyarakat dan stakeholder pendidikan demi menjadikan kampus sebagai pusat inovasi dan pengembangan talenta muda Kalimantan Timur. “Kami ingin Poltekba menjadi pintu masa depan yang terbuka luas bagi para siswa. Olimpiade ini adalah momentum awal yang membuka banyak kemungkinan,” pungkas Candra.
Poltekba Dukung Program “Gratispol” Pemprov Kaltim: Wujud Komitmen Cetak Lulusan Unggul, Berkarakter, dan Berdaya Saing Global
Balikpapan, 22 April 2025 – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur resmi meluncurkan program unggulan bertajuk “Gratispol” sebagai wujud nyata dari janji kampanye Gubernur Kaltim, Dr. H. Rudy Mas’ud,S.E.,M.E. dan Wakil Gubernur Ir. H. Seno Aji, M.Si. dalam upaya memperluas akses pendidikan tinggi bagi seluruh masyarakat Kaltim. Peluncuran program ini digelar di Convention Hall Samarinda, Senin (21/4/2025), dan menjadi tonggak penting dalam pemerataan pendidikan berbasis vokasi di provinsi ini. Salah satu bentuk nyata implementasi program Gratispol adalah beasiswa pendidikan gratis dari jenjang SMA hingga S3, yang secara resmi mulai berlaku pada tahun akademik 2025/2026. Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba) menjadi salah satu institusi pendidikan tinggi vokasi yang dipercaya untuk ambil bagian dalam program strategis ini. Direktur Poltekba, Dr. Emil Azmanajaya, S.T., M.T., hadir langsung dalam peluncuran program untuk menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) antara Poltekba dan Pemerintah Provinsi Kaltim. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi tinggi atas diluncurkannya program Gratispol. “Kami sangat mengapresiasi program Gratispol ini. Ini adalah peluang besar bagi generasi muda Kalimantan Timur untuk mengakses pendidikan vokasi berkualitas secara gratis. Di Poltekba, kami siap mencetak lulusan yang siap kerja, unggul, dan berdaya saing global,” ujar Dr. Emil. Melalui program Gratispol, Poltekba menegaskan komitmennya untuk mendukung peningkatan kapasitas diri masyarakat Kalimantan Timur melalui pendidikan vokasi yang terjangkau dan berkualitas. Dengan semangat inovasi dan kolaborasi, program ini mendorong pengembangan potensi generasi muda, menciptakan lingkungan belajar yang inklusif, serta membentuk masyarakat yang siap bersaing di kancah nasional maupun internasional – sejalan dengan visi Poltekba untuk mencetak lulusan berkarakter, unggul, dan berdaya saing global. Wakil Direktur I Bidang Akademik dan Penjaminan Mutu Poltekba, Dr. Tuatul Mahfud, M.Pd., menyampaikan bahwa Poltekba telah resmi masuk dalam daftar kampus penyelenggara beasiswa Gratispol. Program ini terbuka bagi seluruh program studi yang telah terakreditasi dan dapat diakses oleh masyarakat Kaltim dengan sejumlah ketentuan. “Beasiswa Gratispol mencakup pembiayaan penuh untuk SPP atau UKT bagi mahasiswa yang memenuhi syarat. Penerima harus memiliki KTP Kaltim dengan masa tinggal minimal tiga tahun. Adapun batas usia maksimal penerima adalah 25 tahun untuk jenjang D3, D4, dan S1; 35 tahun untuk S2; serta 40 tahun untuk S3,” jelas Dr. Tuatul. Ia juga menambahkan bahwa teknis pendaftaran, kuota, dan detail persyaratan akan disesuaikan dengan petunjuk teknis (juknis) dari Pemerintah Provinsi. “Kami berharap masyarakat Kaltim dapat benar-benar memanfaatkan program ini dan menjadikan Poltekba sebagai pilihan utama. Ini adalah kesempatan emas untuk mendapatkan pendidikan tinggi tanpa beban biaya,” lanjutnya. Tak hanya mengandalkan keunggulan akademik, Poltekba juga membekali mahasiswanya dengan kemampuan teknis sesuai bidang industri, softskill, kerja tim, serta kepemimpinan (leadership). Kampus ini juga terus berupaya melakukan perbaikan berkelanjutan (continuous improvement) dalam tata kelola dan budaya manajemen mutu pendidikan tinggi. Dengan partisipasinya dalam program Gratispol, Poltekba semakin mempertegas perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan pendidikan vokasi yang inklusif dan berkelanjutan, sekaligus mendukung transformasi Kalimantan Timur menjadi provinsi dengan sumber daya manusia unggul, adaptif, dan kompetitif.
Resmi Dibuka, Pendaftaran Seleksi Mandiri Poltekba Tahun Akademik 2025/2026

Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba) secara resmi membuka pendaftaran Seleksi Mandiri Tes Poltekba (SMTP) Gelombang I untuk Tahun Akademik 2025/2026. Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba) secara resmi membuka pendaftaran Seleksi Mandiri Tes Poltekba (SMTP) Gelombang I untuk Tahun Akademik 2025/2026. Pendaftaran ini dibuka mulai tanggal 14 April hingga 24 Juni 2025, dengan kuota terbatas sebanyak 276 orang. Sebagai salah satu perguruan tinggi vokasi negeri terkemuka di Kalimantan Timur, Poltekba menawarkan 11 program studi unggulan yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan dunia industri dan dunia kerja saat ini. Adapun program studi yang ditawarkan, di antaranya: Direktur Politeknik Negeri Balikpapan dalam keterangannya menyampaikan bahwa pembukaan jalur seleksi mandiri ini merupakan wujud komitmen kampus dalam memberikan kesempatan lebih luas kepada masyarakat untuk mengakses pendidikan tinggi vokasi yang berkualitas. “Poltekba berkomitmen mencetak lulusan yang tidak hanya memiliki keterampilan teknis yang kuat, tetapi juga siap menghadapi tantangan dan kebutuhan dunia kerja. Selain itu, dengan adanya Program GratisPol dari Gubernur Kalimantan Timur, pendidikan tinggi kini bisa diakses oleh seluruh warga Kalimantan Timur,” ujarnya. Sebagai informasi, Poltekba bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur telah melakukan pertemuan terkait pelaksanaan program unggulan dari Dr. Rudi Mas’ud, S.E., M.E., Gubernur Kalimantan Timur, yaitu Program GratisPol. Melalui program ini, masyarakat Kalimantan Timur berhak mendapatkan akses pendidikan gratis, mulai dari jenjang pendidikan dasar hingga perguruan tinggi. Tes Akademik Seleksi Mandiri ini akan dilaksanakan pada 28 Juni 2025. Oleh karena itu, calon peserta diimbau untuk segera melakukan pendaftaran serta mempersiapkan diri sebaik mungkin. Seluruh proses pendaftaran dapat dilakukan secara daring melalui laman resmi Poltekba di http://pmb.poltekba.ac.id. Dengan kuota yang terbatas, Poltekba mengajak seluruh lulusan SMA/SMK/MA sederajat yang ingin melanjutkan pendidikan vokasi untuk tidak melewatkan kesempatan emas ini. Informasi Lebih Lanjut: Panitia Penerimaan Mahasiswa BaruPoliteknik Negeri BalikpapanWebsite: http://pmb.poltekba.ac.idEmail: [email protected]: (0542) 862305
Poltekba Umumkan Hasil Seleksi Jalur Seleksi Mandiri Prestasi Poltekba

BALIKPAPAN – Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba) resmi mengumumkan hasil seleksi tahap pertama Jalur Seleksi Mandiri Prestasi Poltekba (SM-PP) pada Selasa (25/3/2025). Sebanyak 113 peserta dinyatakan lolos dan berhak melanjutkan ke tahapan seleksi berikutnya. Seleksi Mandiri Prestasi Poltekba ini merupakan jalur pendaftaran mahasiswa baru dengan berdasarkan pada portofolio prestasi yang diraih calon mahasiswa, baik prestasi akademik maupun prestasi non akademik yang tidak masuk di dalam kuota eligible jalur SNBP. Bagi peserta yang berhasil lolos seleksi tahap awal ini, Poltekba telah menjadwalkan dua tahapan penting yang wajib diikuti, yakni tes kesehatan dan tes wawancara, yang akan dilaksanakan pada Rabu, 16 April 2025, mulai pukul 09.00 hingga 15.00 WITA. Tes kesehatan akan dilakukan di Gedung Terpadu Lantai 4 Poltekba, yang meliputi tes narkoba, tes buta warna dan hepatitis. Bagi peserta yang akan mengikuti tes kesehatan dapat melakukan registrasi dengan mengunduh dan mengisi formulir kesehatan melalui laman resmi di https://pmb.poltekba.ac.id/download. Sementara itu, tes wawancara akan dilaksanakan di ruang jurusan masing-masing program studi. Bagi peserta yang berdomisili di luar kota Balikpapan tidak perlu khawatir, karena Poltekba memfasilitasi wawancara secara daring melalui platform Zoom. Untuk mengikuti wawancara online, peserta wajib mengonfirmasi keikutsertaan melalui WhatsApp ke Ibu Novianna di nomor 0855-3675-4392. Selain itu, peserta dari luar kota juga diperbolehkan melakukan tes kesehatan di rumah sakit setempat minimal tipe C. Hasil tes tersebut harus dikirimkan paling lambat 23 April 2025 melalui Google Form di tautan https://s.id/hasil_tes_kesehatan. Jika membutuhkan informasi lebih lanjut terkait tes kesehatan, peserta dapat menghubungi Ibu Lina di nomor 0812-5469-6299. Pengajuan UKT dan KIP-Kuliah Selain mengikuti tahapan tes, calon mahasiswa juga diwajibkan mengumpulkan berkas pengajuan Uang Kuliah Tunggal (UKT) pada 15–18 April 2025 di Unit Layanan Terpadu (ULT) Gedung Direktorat Poltekba. Berkas harus dimasukkan dalam map berwarna biru. Bagi peserta dari luar kota, berkas pengajuan UKT dapat dikirim melalui email ke [email protected]. Informasi lengkap mengenai persyaratan pengajuan UKT tersedia di laman resmi https://pmb.poltekba.ac.id/panduan-spmb/. Perlu dicatat, peserta yang tidak menyerahkan berkas UKT akan secara otomatis dikenakan kelompok UKT tertinggi. Sementara itu, bagi peserta yang mendaftar program KIP-Kuliah, pengumpulan berkas dilakukan pada tanggal yang sama, yaitu 15–18 April 2025, juga di ULT Gedung Direktorat Poltekba. Namun, untuk berkas KIP-Kuliah, peserta diwajibkan menggunakan map berwarna hijau. Peserta dari luar kota juga dapat mengirimkan berkas melalui email ke alamat yang sama. Pertanyaan lebih lanjut dapat disampaikan kepada Ibu Masitah di nomor 0812-5108-9229. Pelayanan pengumpulan berkas UKT dan KIP-Kuliah dibagi menjadi dua sesi, yaitu pagi (09.00 – 12.00 WITA) dan siang (13.00 – 14.30 WITA). Jadwal Pengumuman Akhir Setelah seluruh tahapan seleksi selesai, pengumuman akhir daftar ulang akan diumumkan pada 29 Mei 2025. Poltekba mengimbau kepada seluruh calon mahasiswa untuk mematuhi seluruh jadwal dan ketentuan yang telah ditetapkan agar proses seleksi berjalan dengan lancar dan tertib. Dengan berbagai fasilitas dan kemudahan yang diberikan, Poltekba berharap dapat menjaring mahasiswa-mahasiswa berprestasi dari berbagai daerah di Indonesia.
22 Mahasiswa Poltekba Magang di Malaysia, Siap Bersaing di Industri Global

Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kompetensi mahasiswa di dunia industri perhotelan dan pariwisata global. Sebanyak 22 mahasiswa Jurusan Pariwisata secara resmi dilepas untuk melaksanakan Praktek Kerja Lapangan (PKL) di Malaysia. Program PKL luar negeri ini bertujuan untuk membekali mahasiswa dengan pengalaman kerja langsung di industri perhotelan internasional serta mengasah keterampilan mereka dalam lingkungan kerja global. Mahasiswa yang diberangkatkan telah melalui serangkaian tes dari pihak industri sebelum diterima untuk mengikuti program magang di luar negeri. Hal ini menunjukkan bahwa standar yang diterapkan dalam program ini sudah sesuai dengan kebutuhan industri dan memberikan pengalaman autentik bagi para mahasiswa. Pelepasan Resmi oleh Pimpinan Poltekba Kegiatan seremonial pelepasan dilaksanakan pada Kamis (6/2/2025) dan dipimpin langsung oleh Direktur Poltekba, Dr. Emil Azmanajaya, S.T., M.T. Acara ini turut dihadiri oleh Wakil Direktur Bidang Akademik Dr. Tuatul Mahfud, M.Pd., Wakil Direktur III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama Candra Irawan, S.T., M.Si., serta Ketua Jurusan Pariwisata dan perwakilan dosen. Dalam sambutannya, Dr. Emil Azmanajaya menyampaikan harapannya agar mahasiswa dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. Ia menekankan bahwa program ini merupakan bagian dari strategi Poltekba dalam membangun lulusan yang siap bersaing di pasar kerja global. Sementara itu, Wakil Direktur III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Candra Irawan, S.T., M.Si., mengungkapkan rasa bangganya atas keberangkatan mahasiswa dalam program ini. “Kami berharap ini menjadi kesempatan berharga bagi mereka untuk memperoleh pengalaman kerja langsung, mengenal budaya pergaulan internasional, mengasah keterampilan komunikasi dalam bahasa asing, serta beradaptasi dengan standar kerja yang lebih tinggi,” ujarnya. Penempatan di Resort Bintang Lima Ke-22 mahasiswa tersebut akan menjalani PKL di dua lokasi prestisius di Malaysia, yaitu Aman Tioman Resort dan Laguna Resort. Keberangkatan mahasiswa dilakukan dalam dua gelombang, dengan kelompok pertama berangkat pada 7 Maret ke Aman Tioman Resort, sementara mahasiswa yang akan menjalani PKL di Laguna Resort dijadwalkan berangkat pada akhir Maret atau awal April. Selama magang, mahasiswa akan mendapatkan pelatihan langsung dalam berbagai aspek industri perhotelan, termasuk pelayanan tamu, manajemen operasional, dan standar kerja industri perhotelan internasional. Program ini tidak hanya memberikan pengalaman kerja tetapi juga memperluas wawasan serta jaringan profesional mereka. Fasilitas dan Manfaat bagi Mahasiswa Selain mendapatkan pengalaman kerja yang berharga, mahasiswa juga menerima berbagai fasilitas, di antaranya: Uang saku sebesar 500 ringgit per bulan, Akomodasi dan tempat tinggal yang ditanggung oleh perusahaan, Fasilitas makan selama masa magang, Sertifikat internasional sebagai bukti pengalaman kerja yang dapat menjadi nilai tambah dalam karier mereka di masa depan Menurut Candra Irawan, program ini merupakan langkah strategis Poltekba untuk meningkatkan daya saing lulusan agar dapat bersaing di pasar kerja internasional. “Program ini adalah bagian dari komitmen Poltekba dalam menyiapkan lulusan yang berdaya saing global. Kami berharap para mahasiswa dapat menunjukkan dedikasi dan profesionalisme selama program berlangsung serta membawa nama baik almamater,” tambahnya. Apresiasi untuk Mitra Industri Poltekba juga memberikan apresiasi kepada Aman Tioman Resort dan Laguna Resort, serta Mohd Zainal Abidin bin Mohd Tulus dari Panji Integrasi Cerdas Sdn Bhd, Malaysia, atas kerja sama yang telah terjalin dalam mendukung program ini. “Semoga pengalaman magang ini menjadi langkah awal yang baik bagi mahasiswa dalam meniti karier di industri pariwisata global. Kami berharap program ini dapat terus berjalan dan membuka peluang lebih luas bagi mahasiswa Poltekba di masa depan,” tutupnya.
Poltekba Perluas Jangkauan Akademik dengan Kerja Sama Internasional

Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba) resmi menjalin kerja sama akademik dengan Institut Universitaire de Technologie (IUT) Nancy-Brabois, Université de Lorraine, Prancis. Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) ini dilakukan secara virtual pada Senin (3/3/2025) dan dihadiri oleh Direktur Poltekba, Dr. Emil Azmanajaya, S.T., M.T., Direktur IUT Nancy-Brabois, Dr. Taha Boukhobza, serta Prof. Simon Labrunie. Dalam sambutannya, Dr. Emil Azmanajaya menyampaikan harapannya agar kerja sama ini dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi mahasiswa serta tenaga pengajar di kedua institusi. “Melalui MoU ini, kami ingin membuka peluang bagi mahasiswa Poltekba untuk menempuh pendidikan di IUT Nancy-Brabois, begitu juga sebaliknya. Ini merupakan bagian dari upaya kami dalam memberikan pengalaman global kepada mahasiswa,” ujar Dr. Emil. Kerja sama ini mencakup berbagai aspek akademik, seperti program double degree, internship, serta penelitian bersama. Diharapkan dengan adanya kolaborasi ini, lulusan Poltekba memiliki daya saing lebih tinggi di tingkat nasional maupun internasional. Wakil Direktur III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Candra Irawan, S.T., M.Si., menambahkan bahwa MoU ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat hubungan akademik dan mendukung pertukaran ilmu pengetahuan di bidang teknologi, penelitian, dan pengembangan kurikulum. “MoU ini menjadi fondasi bagi kedua institusi untuk menjalin kolaborasi lebih erat, terutama dalam pertukaran pengalaman akademik serta penguatan kompetensi di lingkungan internasional,” kata Candra Irawan. Beberapa bentuk kerja sama yang akan dijalankan antara Poltekba dan IUT Nancy-Brabois meliputi: Candra menegaskan bahwa kerja sama ini tidak mengikat dalam bentuk pendanaan atau kerja sama bisnis, melainkan lebih menitikberatkan pada kolaborasi akademik yang saling menguntungkan bagi kedua institusi. Dengan adanya kemitraan ini, Poltekba semakin memperkuat posisinya dalam jaringan pendidikan global, membuka kesempatan lebih luas bagi mahasiswa dan tenaga pengajar untuk berkembang dalam lingkungan akademik internasional.