Poltekba Tingkatkan Kompetensi Guru SMK Lewat Pelatihan Accurate Accounting Software

Sebagai wujud implementasi program Kampus Berdampak dan visi Ecotech Fusion Campus, Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba) melalui tim dosennya menyelenggarakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Inovasi Pembelajaran Akuntansi: Peningkatan Kompetensi Digital Aplikasi Accurate bagi Guru SMK Bisnis Manajemen Balikpapan Guna Meningkatkan Efektivitas Mengajar”. Program ini dirancang untuk menjawab kebutuhan peningkatan kualitas pembelajaran akuntansi berbasis digital di sekolah menengah kejuruan. Kegiatan berlangsung pada 14–15 Agustus 2025 dengan menggandeng Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Produktif Keuangan SMK Bisnis Manajemen Kota Balikpapan. Sebanyak 25 guru turut serta dalam pelatihan yang fokus pada peningkatan keterampilan digital akuntansi berbasis industri. Program ini dipimpin oleh Dito Rozaqi Arazy, S.E., M.S.A. selaku ketua tim, bersama para dosen Poltekba: Drs. Totok Ismawanto, MM.Pd., Husnul Muamilah, S.E., M.M., Ratna Dewi Kusumawati, S.E., M.Sc., Wahyu Yusuf Rio, S.T., M.T., serta Hendra Sanjaya Kusno, S.E., M.S.A., Ak., CA., CPA. Kolaborasi lintas disiplin ilmu ini menegaskan peran Poltekba dalam menghadirkan solusi konkret bagi dunia pendidikan menengah kejuruan. Menurut Dito, rendahnya penguasaan guru terhadap Accurate Accounting Software masih menjadi tantangan utama. Minimnya pelatihan, keterbatasan modul ajar, serta adanya kesenjangan antara kurikulum dan tuntutan industri menyebabkan pembelajaran akuntansi berbasis digital di SMK belum optimal. “Melalui program ini, Poltekba menghadirkan pelatihan intensif sekaligus pendampingan sertifikasi Accurate. Harapannya, guru-guru tidak hanya memperoleh keterampilan praktis, tetapi juga mampu mengintegrasikan teknologi akuntansi modern ke dalam proses belajar-mengajar,” jelasnya. Peserta dibekali materi, modul pembelajaran, praktik simulasi, hingga persiapan menghadapi uji sertifikasi profesional. Dengan meningkatnya kompetensi guru, diharapkan lulusan SMK Bisnis Manajemen di Balikpapan memiliki daya saing lebih tinggi di dunia kerja karena terbiasa menggunakan perangkat lunak akuntansi yang banyak dipakai industri. Kegiatan ini sejalan dengan komitmen Politeknik Negeri Balikpapan sebagai Ecotech Fusion Campus untuk terus memperkuat kolaborasi pendidikan vokasi dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI), serta menghadirkan program yang berdampak nyata bagi masyarakat.
Mengasah Kompetensi Mahasiswa Poltekba Melalui Kuliah Tamu dan Pembekalan OJT di Dunia Industri

Dalam menghadapi tantangan dunia industri, khususnya di sektor alat berat, penting bagi perguruan tinggi untuk mempersiapkan lulusannya dengan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pasar tenaga kerja. Sejalan dengan program kampus berdampak yang bertujuan untuk meningkatkan relevansi pendidikan tinggi dengan dunia kerja, Program Studi Alat Berat, Jurusan Teknik Mesin, Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba) terus berupaya menyelaraskan pendidikan dengan tuntutan kebutuhan tenaga kerja, khususnya di level middle skill. Pada Senin (21/7/2025), Poltekba menyelenggarakan kuliah tamu dan pembekalan bagi 86 mahasiswa yang akan melaksanakan On the Job Training (OJT). Kegiatan ini menjadi agenda rutin yang wajib diikuti oleh mahasiswa sebelum terjun ke dunia industri. Koordinator OJT yang merupakan Sekretaris Jurusan Teknik Mesin, Yudi Kurniawan, M.T., menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya sebagai persiapan teknis, tetapi juga untuk membekali mahasiswa dengan pengetahuan mengenai etika, keselamatan, dan target yang harus dicapai selama OJT. “Pembekalan ini bertujuan agar mahasiswa memiliki kesiapan teknis, mental, serta pemahaman yang memadai agar dapat bersaing di dunia industri yang dinamis,” ujarnya. Selama lima bulan, mahasiswa akan mengimplementasikan ilmu yang telah dipelajari di berbagai perusahaan besar yang bergerak di sektor alat berat, seperti PT United Tractors, PT United Tractors Pandu Engineering, PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA), PT Komatsu Remanufacturing Asia, dan PT Petrosea. Lokasi OJT tersebar di beberapa daerah, termasuk Kalimantan, Pekanbaru, Sorong, hingga Palu. Keterlibatan mereka dalam program ini akan memberikan pengalaman langsung dan memungkinkan mahasiswa untuk menyesuaikan diri dengan tuntutan kompetensi yang dibutuhkan oleh dunia industri, khususnya dalam kategori tenaga kerja dengan keterampilan menengah (middle skill), yang kini semakin banyak dicari oleh perusahaan-perusahaan besar. Dalam kuliah tamu kali ini, para mahasiswa mendapatkan pembekalan materi yang komprehensif dari berbagai narasumber. Aris Budi Santoso, seorang trainer dari PT Chitra Paratama, menjadi pemateri utama yang menyampaikan materi tentang perbaikan dasar unit alat berat. Selain itu, dua dosen Poltekba, Ir. Ida Bagus Dharmawan, S.T.,MS.i, dan Patria Rahmawati, S.Psi.,M.Mpd.,Psikolog, turut mengisi sesi tentang etika dan perilaku kerja, serta kesehatan dan keselamatan kerja (K3) yang sangat krusial di lingkungan industri. Materi etika dan perilaku kerja ini mengajarkan mahasiswa bagaimana berinteraksi dengan profesionalisme tinggi di tempat kerja, mengelola hubungan antar kolega, serta memahami pentingnya sikap dalam berkontribusi di dunia industri. Sementara itu, pemahaman mengenai K3 bertujuan untuk memastikan bahwa mahasiswa dapat bekerja dengan aman dan meminimalkan risiko kecelakaan yang mungkin terjadi selama masa OJT mereka. Yudi Kurniawan menambahkan bahwa mahasiswa juga diberikan panduan terkait pencapaian target dan tujuan selama OJT. Dengan demikian, pengalaman lima bulan mereka dapat memberikan manfaat maksimal bagi perkembangan kompetensi mereka. “Kami berharap mahasiswa dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan baik, menunjukkan kemampuan terbaik di perusahaan, dan membuktikan bahwa mereka siap menjadi tenaga kerja yang kompeten dan profesional di bidangnya,” pungkasnya. Dengan langkah-langkah strategis seperti ini, Poltekba tidak hanya menghasilkan lulusan yang siap pakai di dunia industri, tetapi juga turut berperan dalam memenuhi kebutuhan tenaga kerja middle skill yang sangat dibutuhkan oleh sektor industri alat berat, yang terus berkembang pesat. Program seperti OJT ini memberikan dampak yang signifikan bagi mahasiswa, serta memperkuat hubungan antara dunia pendidikan dan industri dalam menghadapi era digital dan revolusi industri 4.0.
Poltekba Dorong Akselerasi Karier Mahasiswa Lewat Kolaborasi dengan Kawan Lama Group

Dalam upaya memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan dunia kerja, Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba) kembali menunjukkan komitmennya terhadap pendidikan vokasi yang berdampak melalui kunjungan industri dari Kawan Lama Group pada tanggal 15 Mei 2025. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Terpadu kampus poltekba ini merupakan bagian dari implementasi Program Kampus Berdampak yang menempatkan keterlibatan aktif industri sebagai pilar penting dalam pembentukan kompetensi lulusan vokasi. Puluhan peserta yang terdiri dari mahasiswa tingkat akhir dan alumni Poltekba turut hadir dalam sesi interaktif bersama Kawan Lama Group, perusahaan nasional yang bergerak di berbagai sektor ritel dan distribusi. Dalam kunjungan ini, Hendrian, Vice Presiden of National Sales Opt – East beserta Ferry Ardiwinata, Director of Sales Management Kawan Lama Group menjelaskan tentang profil perusahaan, struktur bisnis, serta berbagai peluang kerja yang terbuka di lingkungan Kawan Lama Group. Menurut Kepala UPT Career Development Center (CDC) Poltekba, Lilik Damayanti, S.S., M.Hum, kegiatan ini bukan semata ajang presentasi profil perusahaan, tetapi merupakan bentuk nyata dari ekosistem pendidikan vokasi yang menyatu dengan kebutuhan industri. “Kolaborasi ini telah lama terjalin, dan hari ini kita menegaskan kembali komitmen bersama dalam memperkuat konektivitas dunia pendidikan dengan kebutuhan nyata di lapangan kerja,” ungkapnya. Lilik menambahkan, bahwa sinergi dengan industri merupakan langkah strategis dalam merespons tantangan utama pendidikan vokasi di Indonesia, yakni gap antara kompetensi lulusan dengan standar industri. Dalam hal ini, kunjungan industri menjadi sarana efektif untuk memperkenalkan mahasiswa pada dinamika pasar kerja sekaligus memperkaya wawasan mereka terhadap budaya kerja profesional. “Ini merupakan langkah nyata dari Program Kampus Berdampak, di mana institusi pendidikan vokasi tidak hanya membekali keterampilan teknis, tetapi juga aktif membangun jalur karier bagi mahasiswanya. Dukungan nyata seperti pengadaan alat praktik untuk Jurusan Teknik Mesin dari Kawan Lama Group membuktikan komitmen industri dalam membina SDM vokasi,” jelas Lilik. Kegiatan tidak berhenti di ruang presentasi. Tim Kawan Lama Group juga menggelar road show ke sejumlah jurusan, membuka ruang dialog langsung dengan mahasiswa lintas program studi. Langkah ini membuka akses lebih luas bagi mahasiswa untuk memahami kebutuhan spesifik tiap sektor industri secara aktual. Upaya ini mencerminkan visi Poltekba sebagai institusi pendidikan vokasi yang unggul, adaptif, dan responsif terhadap perkembangan zaman. Visi tersebut dijalankan melalui misi Poltekba yang antara lain bertujuan menghasilkan lulusan yang kompeten, profesional, serta mampu berdaya saing tinggi di tengah perubahan industri yang cepat. Dalam konteks pendidikan vokasi nasional, kegiatan seperti ini menjadi bentuk konkret implementasi dari arahan pemerintah untuk mengintegrasikan kurikulum vokasi dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Sebagai bagian dari sistem pendidikan tinggi vokasi, Poltekba tidak hanya fokus pada pembelajaran berbasis praktik, tetapi juga menekankan pentingnya jejaring karier, pemagangan, hingga penyerapan lulusan. Poltekba berharap bahwa kolaborasi ini tidak hanya berakhir pada kegiatan kunjungan, tetapi menjadi awal dari kemitraan jangka panjang yang bersifat transformatif. “Kami berharap dari kunjungan ini lahir bentuk rekrutmen langsung, pemagangan terstruktur, hingga program pembinaan karier yang berkelanjutan bagi para lulusan,” pungkas Lilik.
Inovasi Alat Pencacah Pakan Ikan Bertenaga Surya, Poltekba Dorong Kemandirian Petani dan Transisi Energi Bersih

Dalam upaya menjawab tantangan mahalnya harga pakan ikan industri yang terus menghimpit pelaku usaha budidaya ikan air tawar, tim peneliti dari Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba) menciptakan sebuah terobosan teknologi tepat guna berupa alat pencacah pakan ikan bertenaga surya. Alat ini dirancang sebagai solusi efisien, berkelanjutan, dan ramah lingkungan, untuk membantu petani memproduksi pakan secara mandiri, terutama bagi mereka yang beroperasi di wilayah dengan akses listrik terbatas. Inovasi ini lahir dari hasil riset terapan yang dikembangkan oleh tim peneliti Poltekba melalui program hibah penelitian tahun 2024, dan merupakan bagian dari komitmen institusi dalam mendukung implementasi teknologi yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. Ketua tim peneliti, Qory Hidayati, S.T., M.T., menjelaskan bahwa alat ini merupakan respons terhadap permasalahan nyata di lapangan. Banyak petani sebenarnya memiliki bahan baku pakan seperti dedak, bekatul, dan limbah sayuran, namun tidak mampu mengolahnya karena terbatasnya teknologi dan infrastruktur. “Kami mengembangkan alat ini dengan prinsip efisiensi dan kemudahan penggunaan. Dengan desain yang sederhana, alat ini dapat dioperasikan oleh siapa saja, bahkan oleh petani yang memiliki keterbatasan sumber daya,” jelas Qory dalam sesi wawancara di Kampus Poltekba. Alat ini menggunakan panel surya sebagai sumber daya utama, sehingga dapat digunakan di daerah pedalaman yang belum tersambung listrik secara stabil. Inovasi ini sekaligus mendukung upaya transisi energi nasional menuju penggunaan energi bersih dan berkelanjutan, serta mendukung pencapaian target pembangunan berkelanjutan (SDGs), khususnya pada aspek ketahanan pangan dan energi terbarukan. Pengembangan alat pencacah pakan ini mendapatkan dukungan dari Program Katalisator Minat Saintek Berdikari Skema Emas yang dikelola oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), serta didukung oleh Badan Riset Daerah (BRIDA) Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Kolaborasi lintas sektor ini menjadi contoh nyata sinergi antara lembaga pendidikan vokasi dan pemangku kepentingan daerah dalam menghadirkan solusi inovatif yang berbasis pada kebutuhan lokal. “Dengan alat ini, petani tak hanya mampu memproduksi pakan dengan biaya yang lebih murah, tetapi juga meningkatkan nilai gizi dari pakan yang dihasilkan, karena mereka dapat memilih sendiri bahan bakunya,” tambah Qory. Sebagai langkah lanjutan, tim Poltekba akan melakukan uji coba lapangan di beberapa sentra budidaya ikan air tawar di Kalimantan Timur, termasuk memberikan pelatihan langsung dan pendampingan kepada petani agar dapat mengoperasikan dan merawat alat secara mandiri. “Pendekatan kami tidak berhenti pada penciptaan teknologi. Kami juga ingin memastikan transfer pengetahuan dan keterampilan terjadi di lapangan, sehingga petani benar-benar dapat memanfaatkan inovasi ini secara berkelanjutan,” ujar Qory. Wujud Implementasi Tridarma Perguruan Tinggi Menanggapi inisiatif ini, Wakil Direktur I Bidang Akademik dan Penjaminan Mutu Poltekba, Dr. Tuatul Mahfud, M.Pd., menekankan bahwa kegiatan ini juga merupakan bagian dari implementasi Tridarma Perguruan Tinggi, khususnya dalam hal pengabdian kepada masyarakat. “Kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan salah satu upaya dukungan dari manajemen dalam rangka pemenuhan kewajiban Tridarma dosen. Hal ini sejalan dengan target indikator kinerja jumlah keluaran penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang berhasil mendapat rekognisi internasional atau diterapkan oleh masyarakat per jumlah dosen,” jelasnya. Ia juga menambahkan bahwa Poltekba terus mendorong dosen dan mahasiswa untuk aktif dalam pengembangan riset terapan yang memberikan dampak langsung terhadap masyarakat. Melalui inovasi alat pencacah pakan bertenaga surya ini, Poltekba berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat ketahanan pangan nasional, mengurangi ketergantungan petani terhadap pakan industri, serta meningkatkan kesejahteraan petani ikan air tawar di berbagai wilayah di Indonesia. “Dengan hadirnya inovasi ini, kami ingin membuktikan bahwa pendidikan vokasi mampu menjadi motor penggerak perubahan di tengah masyarakat, dengan menghadirkan solusi yang aplikatif dan sesuai kebutuhan riil,” tutup Qory Hidayati.
Poltekba Dukung Program “Gratispol” Pemprov Kaltim: Wujud Komitmen Cetak Lulusan Unggul, Berkarakter, dan Berdaya Saing Global
Balikpapan, 22 April 2025 – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur resmi meluncurkan program unggulan bertajuk “Gratispol” sebagai wujud nyata dari janji kampanye Gubernur Kaltim, Dr. H. Rudy Mas’ud,S.E.,M.E. dan Wakil Gubernur Ir. H. Seno Aji, M.Si. dalam upaya memperluas akses pendidikan tinggi bagi seluruh masyarakat Kaltim. Peluncuran program ini digelar di Convention Hall Samarinda, Senin (21/4/2025), dan menjadi tonggak penting dalam pemerataan pendidikan berbasis vokasi di provinsi ini. Salah satu bentuk nyata implementasi program Gratispol adalah beasiswa pendidikan gratis dari jenjang SMA hingga S3, yang secara resmi mulai berlaku pada tahun akademik 2025/2026. Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba) menjadi salah satu institusi pendidikan tinggi vokasi yang dipercaya untuk ambil bagian dalam program strategis ini. Direktur Poltekba, Dr. Emil Azmanajaya, S.T., M.T., hadir langsung dalam peluncuran program untuk menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) antara Poltekba dan Pemerintah Provinsi Kaltim. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi tinggi atas diluncurkannya program Gratispol. “Kami sangat mengapresiasi program Gratispol ini. Ini adalah peluang besar bagi generasi muda Kalimantan Timur untuk mengakses pendidikan vokasi berkualitas secara gratis. Di Poltekba, kami siap mencetak lulusan yang siap kerja, unggul, dan berdaya saing global,” ujar Dr. Emil. Melalui program Gratispol, Poltekba menegaskan komitmennya untuk mendukung peningkatan kapasitas diri masyarakat Kalimantan Timur melalui pendidikan vokasi yang terjangkau dan berkualitas. Dengan semangat inovasi dan kolaborasi, program ini mendorong pengembangan potensi generasi muda, menciptakan lingkungan belajar yang inklusif, serta membentuk masyarakat yang siap bersaing di kancah nasional maupun internasional – sejalan dengan visi Poltekba untuk mencetak lulusan berkarakter, unggul, dan berdaya saing global. Wakil Direktur I Bidang Akademik dan Penjaminan Mutu Poltekba, Dr. Tuatul Mahfud, M.Pd., menyampaikan bahwa Poltekba telah resmi masuk dalam daftar kampus penyelenggara beasiswa Gratispol. Program ini terbuka bagi seluruh program studi yang telah terakreditasi dan dapat diakses oleh masyarakat Kaltim dengan sejumlah ketentuan. “Beasiswa Gratispol mencakup pembiayaan penuh untuk SPP atau UKT bagi mahasiswa yang memenuhi syarat. Penerima harus memiliki KTP Kaltim dengan masa tinggal minimal tiga tahun. Adapun batas usia maksimal penerima adalah 25 tahun untuk jenjang D3, D4, dan S1; 35 tahun untuk S2; serta 40 tahun untuk S3,” jelas Dr. Tuatul. Ia juga menambahkan bahwa teknis pendaftaran, kuota, dan detail persyaratan akan disesuaikan dengan petunjuk teknis (juknis) dari Pemerintah Provinsi. “Kami berharap masyarakat Kaltim dapat benar-benar memanfaatkan program ini dan menjadikan Poltekba sebagai pilihan utama. Ini adalah kesempatan emas untuk mendapatkan pendidikan tinggi tanpa beban biaya,” lanjutnya. Tak hanya mengandalkan keunggulan akademik, Poltekba juga membekali mahasiswanya dengan kemampuan teknis sesuai bidang industri, softskill, kerja tim, serta kepemimpinan (leadership). Kampus ini juga terus berupaya melakukan perbaikan berkelanjutan (continuous improvement) dalam tata kelola dan budaya manajemen mutu pendidikan tinggi. Dengan partisipasinya dalam program Gratispol, Poltekba semakin mempertegas perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan pendidikan vokasi yang inklusif dan berkelanjutan, sekaligus mendukung transformasi Kalimantan Timur menjadi provinsi dengan sumber daya manusia unggul, adaptif, dan kompetitif.
Pendekar Poltekba Beraksi! Raih Medali di Kejuaraan Silat Antar Perguruan

Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba) kembali memperoleh prestasi membanggakan di bidang olahraga. Kali ini, raihan prestasi tersebut datang dari tiga pendekar andalan kampus biru Kota Minyak yang tampil gemilang pada Kejuaraan Pencak Silat Antar Perguruan se-Balikpapan yang berlangsung pada 13-16 Februari 2025 di Balikpapan Tennis Indoor. Tiga atlet Poltekba yang sukses mengharumkan nama kampusnya adalah M Rocky Fissilmi (Persinas ASAD), mahasiswa Teknik Elektro yang meraih medali perunggu di kelas D Putra Dewasa; Sabda Tanggon Huda (Persinas ASAD), mahasiswa Teknik Sipil yang sukses membawa pulang medali emas di kelas Beregu Putra Dewasa; serta Anjani Permatasari (Tapak Suci), mahasiswi Prodi Perbankan Keuangan Digital yang meraih medali perak di kelas D Putri Dewasa. Selain membela perguruan mereka masing-masing, ajang ini juga menjadi pemanasan bagi para atlet sebelum mewakili Poltekba di Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) XV tahun 2026 yang akan diselenggarakan di Politeknik Negeri Medan. Para atlet berharap pengalaman yang mereka peroleh dari kejuaraan ini dapat menjadi modal berharga untuk menghadapi persaingan di tingkat nasional. Anjani Permatasari, salah satu atlet yang berhasil meraih medali perak, mengungkapkan bahwa kejuaraan ini menjadi motivasi bagi dirinya untuk lebih giat berlatih agar bisa mencapai hasil yang lebih baik di ajang nasional mendatang. Ia bertekad untuk meningkatkan performanya setelah sebelumnya berhasil meraih medali perunggu di Porseni 2024. “Sebagai mahasiswi Poltekba, saya bangga dengan hasil ini, apalagi pencak silat adalah cabang olahraga yang dipertandingkan di Porseni. Dengan prestasi ini, kami ingin menunjukkan bahwa mahasiswa Poltekba memiliki bakat dan dedikasi tinggi dalam olahraga, khususnya pencak silat,” ujar Anjani. Bersama tim pencak silat Poltekba, Anjani dan rekan-rekannya terus menjalani latihan rutin sebagai persiapan menghadapi Porseni XV pada 2026 di Medan. Mereka menyadari bahwa persaingan di tingkat nasional akan semakin ketat, sehingga diperlukan latihan yang lebih intensif dan strategi yang matang. “Soal target, tentu kami ingin membawa pulang medali emas. Kami akan berusaha semaksimal mungkin agar bisa memberikan hasil terbaik untuk Poltekba,” ujar Anjani dengan penuh semangat. Wakil Direktur III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, Candra Irawan, S.T., M.Si., yang dihubungi secara terpisah, menyampaikan, “Perolehan prestasi ini merupakan salah satu kebanggaan dan bukti bahwa Poltekba tidak hanya berkutat pada bidang akademik. Poltekba juga mendukung kegiatan kompetisi di bidang non-akademik. Hal ini sesuai dengan visi Poltekba untuk menjadi perguruan tinggi yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing global,” pungkasnya. Dukungan penuh dari kampus, baik dari segi fasilitas, pelatihan, maupun pendampingan, menjadi faktor penting dalam keberhasilan para atlet. Poltekba terus berupaya memberikan pembinaan yang berkelanjutan agar mahasiswa yang berprestasi di bidang olahraga dapat berkembang lebih jauh dan bersaing di tingkat yang lebih tinggi. Prestasi yang diraih oleh M Rocky Fissilmi, Sabda Tanggan Huda, dan Anjani Permatasari ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk aktif berpartisipasi dalam kegiatan olahraga dan seni. Dengan semangat juang yang tinggi serta kerja keras, mahasiswa Poltekba siap membawa nama baik kampus mereka ke kancah nasional bahkan internasional melalui pencak silat dan cabang olahraga lainnya.
Poltekba Perluas Jangkauan Akademik dengan Kerja Sama Internasional

Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba) resmi menjalin kerja sama akademik dengan Institut Universitaire de Technologie (IUT) Nancy-Brabois, Université de Lorraine, Prancis. Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) ini dilakukan secara virtual pada Senin (3/3/2025) dan dihadiri oleh Direktur Poltekba, Dr. Emil Azmanajaya, S.T., M.T., Direktur IUT Nancy-Brabois, Dr. Taha Boukhobza, serta Prof. Simon Labrunie. Dalam sambutannya, Dr. Emil Azmanajaya menyampaikan harapannya agar kerja sama ini dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi mahasiswa serta tenaga pengajar di kedua institusi. “Melalui MoU ini, kami ingin membuka peluang bagi mahasiswa Poltekba untuk menempuh pendidikan di IUT Nancy-Brabois, begitu juga sebaliknya. Ini merupakan bagian dari upaya kami dalam memberikan pengalaman global kepada mahasiswa,” ujar Dr. Emil. Kerja sama ini mencakup berbagai aspek akademik, seperti program double degree, internship, serta penelitian bersama. Diharapkan dengan adanya kolaborasi ini, lulusan Poltekba memiliki daya saing lebih tinggi di tingkat nasional maupun internasional. Wakil Direktur III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Candra Irawan, S.T., M.Si., menambahkan bahwa MoU ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat hubungan akademik dan mendukung pertukaran ilmu pengetahuan di bidang teknologi, penelitian, dan pengembangan kurikulum. “MoU ini menjadi fondasi bagi kedua institusi untuk menjalin kolaborasi lebih erat, terutama dalam pertukaran pengalaman akademik serta penguatan kompetensi di lingkungan internasional,” kata Candra Irawan. Beberapa bentuk kerja sama yang akan dijalankan antara Poltekba dan IUT Nancy-Brabois meliputi: Candra menegaskan bahwa kerja sama ini tidak mengikat dalam bentuk pendanaan atau kerja sama bisnis, melainkan lebih menitikberatkan pada kolaborasi akademik yang saling menguntungkan bagi kedua institusi. Dengan adanya kemitraan ini, Poltekba semakin memperkuat posisinya dalam jaringan pendidikan global, membuka kesempatan lebih luas bagi mahasiswa dan tenaga pengajar untuk berkembang dalam lingkungan akademik internasional.
Antusiasme Tinggi, MAN Balikpapan Gelar Sosialisasi Poltekba untuk Siswa
Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Balikpapan menerima kunjungan dari Politeknik Negeri Balikpapan pada Kamis (13/2/2025) kemarin. Kegiatan ini, yang melibatkan 181 siswa, merupakan bagian dari persiapan untuk memberikan gambaran yang lebih jelas kepada siswa mengenai dunia perguruan tinggi. Kunjungan ini diharapkan dapat membuka wawasan para siswa tentang Poltekba dan berbagai program studi yang ditawarkan. Anggota Tim Kesiswaan dan PDSS, Muhammad Idris, S.Pd., menjelaskan bahwa sosialisasi mengenai Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) ini merupakan bagian dari upaya sekolah untuk membantu pelajar dalam mempersiapkan langkah mereka ke jenjang pendidikan tinggi. “Kegiatan ini berkaitan dengan persiapan bagi pelajar kami untuk melanjutkan ke perguruan tinggi. Insya Allah, kegiatan ini akan menjadi agenda tetap bagi sekolah,” ujar Muhammad Idris. Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini sangat penting untuk memberikan pemahaman kepada siswa tentang berbagai pilihan pendidikan tinggi yang bisa mereka ambil. Sosialisasi SNPMB siswa siswi MAN 2 Balikpapan Antusiasme siswa untuk bergabung dengan Poltekba pun terlihat sangat tinggi. “Kami melihat banyak siswa yang tertarik dengan program studi yang ditawarkan Poltekba, dan ini adalah kesempatan bagi mereka untuk mengenal lebih dalam tentang sistem pendidikan vokasi yang sangat relevan dengan dunia kerja,” tambahnya. Idris berharap bahwa melalui penjelasan yang diberikan selama kunjungan ini, tidak ada lagi keraguan dari para siswa dalam memilih program studi dan pola pembelajaran yang ada di Poltekba. “Sosialisasi ini diharapkan bisa membantu siswa-siswi kami untuk mempertimbangkan dan menjadi bahan pertimbangan dalam memilih program studi dan jurusan yang sesuai dengan minat dan bakat mereka,” katanya. Ia juga menekankan bahwa kegiatan ini menjadi bagian penting dari upaya MAN Balikpapan dalam mendukung siswa untuk membuat keputusan yang tepat dalam memilih jalur pendidikan tinggi yang akan ditempuh. Dalam kesempatan tersebut, para siswa diberikan informasi mengenai program studi yang ada di Poltekba, serta pola pembelajaran yang menekankan pada keterampilan praktis dan aplikatif, yang sesuai dengan karakteristik pendidikan vokasi. Selain itu, kegiatan ini juga memberikan kesempatan bagi siswa untuk bertanya langsung kepada perwakilan Poltekba, menjelaskan lebih lanjut mengenai fasilitas kampus, kurikulum, dan peluang karir setelah lulus dari Poltekba. Diharapkan, dengan informasi yang lebih lengkap, siswa dapat lebih percaya diri dalam mengambil keputusan mengenai pendidikan tinggi mereka. “Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan gambaran yang jelas tentang apa yang ditawarkan oleh Poltekba, sehingga siswa bisa melihat dengan pasti pilihan yang tersedia dan menyesuaikan dengan aspirasi karir mereka di masa depan,” tutup Muhammad Idris. Kunjungan ke Poltekba ini juga menjadi salah satu langkah strategis dalam mempersiapkan generasi muda yang tidak hanya memiliki keterampilan teknis, tetapi juga mampu bersaing di dunia kerja global.
Poltekba Sambut Kunjungan SMA Negeri 2 Balikpapan, Perkenalkan Dunia Vokasi

Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba) menerima kunjungan dari pelajar SMA Negeri 2 Balikpapan pada Kamis (13/2/2025). Kegiatan tur kampus ini bertujuan untuk memberikan wawasan lebih dalam tentang dunia perguruan tinggi, khususnya mengenai program-program pendidikan yang tersedia di Poltekba. Dalam sambutannya, Candra Irawan, S.T., M.Si, Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama Poltekba, menjelaskan visi institusi yang berfokus pada pencapaian kualitas pendidikan tinggi vokasi yang berkarakter, unggul, dan berdaya saing global. “Kami mempersiapkan sumber daya manusia yang dibekali dengan softskill dan hardskill yang dibutuhkan oleh dunia usaha dan industri. Poltekba juga membekali keterampilan mahasiswa dengan kewirausahaan,” ujar Candra. Poltekba saat ini memiliki 4 kelas kerjasama dengan berbagai perusahaan, yaitu PT. Petrosea, PT. Liugong Machinery Indonesia, PT. ITCI Hutani Manungal, dan RPL BUMA Akademi. Selain itu, Poltekba juga membuka program Double Degree dengan sejumlah kampus di Taiwan dan Prancis sebagai bagian dari kerjasama internasional. Poltekba terima kunjungan Program Kampus Tour dari SMA Negeri 2 Balikpapan Guru Bimbingan dan Konseling (BK) SMAN 2 Balikpapan, Eva Safida, S.Pd, menyampaikan rasa syukur atas informasi yang diterima selama tur kampus tersebut. “Alhamdulillah, banyak informasi yang didapatkan dari Pak Chandra, terutama mengenai kelas ikatan dinas di Poltekba dan keunggulan-keunggulan dari tiap-tiap jurusan di sana,” ungkap Eva. Ini merupakan kali pertama SMA Negeri 2 Balikpapan mengikuti tur kampus di Poltekba. Para pelajar yang ikut serta memiliki minat untuk melanjutkan pendidikan ke Poltekba. Selain memberikan wawasan mengenai program pendidikan, tur kampus ini juga menyampaikan informasi mengenai beasiswa, seperti Beasiswa KIP Kuliah, serta peluang kerja yang tersedia setelah lulus dari Poltekba. “Alhamdulillah, informasi mengenai penerimaan mahasiswa baru dan peluang bekerja di Poltekba membuka pemikiran anak-anak yang sebelumnya tidak berniat melanjutkan kuliah, menjadi lebih terbuka untuk mencoba masuk ke perguruan tinggi,” kata Eva. Poltekba dan SMAN 2 Balikpapan telah memiliki hubungan yang cukup erat, mengingat beberapa siswa SMA Negeri 2 Balikpapan telah melanjutkan studi ke Poltekba. “Semoga kegiatan ini bisa menjadi agenda rutin dalam program bimbingan karir di SMA Negeri 2 Balikpapan,” harap Eva.
Poltekba Sosialisasikan Program Double Degree Taiwan Secara Virtual

Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba) semakin memperkuat kerja sama internasional di bidang pendidikan vokasi dengan menggelar sosialisasi program Scholarship Double Degree di Taiwan. Kegiatan yang berlangsung secara daring melalui fasilitas Zoom pada Senin (3/2/2025). Pada kegiatan sosialisasi ini, turut dihadirkan narasumber diantaranya Direktur International Talent Circulation (INTACT) Base Bangka Belitung, Suprianto, B.A., M.B.A, Consultant Advisor INTACT Base Bangka Belitung, Ir. Dedy Ramdhani Harahap, S.S.T., M.Sc (Eng) dan alumni Poltekba yang kini berkuliah di Taiwan, Mohammad Ainur Roziqin Program ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa Poltekba dan calon mahasiswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, mulai dari S1 hingga S3, dengan sistem pendidikan berbasis vokasi yang terintegrasi dengan institusi pendidikan di Taiwan. Program Scholarship Dual Degree dan Joint Degree dengan Universitas yang ada di Taiwan menjadi salah satu tema sosialisasi yang menarik antusiasme peserta sosialisasi. Wakil Direktur II Poltekba, Dr. Hadi Hermansyah, S.Si., M.Si, menyampaikan dukungan penuh terhadap program ini. Ia menekankan pentingnya kolaborasi global dalam meningkatkan kualitas pendidikan vokasi di Indonesia. “Kami melihat program ini sebagai peluang besar bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman belajar di luar negeri sekaligus memperkaya wawasan internasional. Poltekba terus mendorong mahasiswa untuk memanfaatkan kesempatan ini demi masa depan yang lebih cerah, Hal ini sejalan dengan visi Poltekba yaitu menjadi institusi Pendidikan Tinggi Vokasi yang Berkarakter, Unggul dan Berdaya Saing Global” ujarnya. Salah satu narasumber, Suprianto, B.A., M.B.A, dari International Talent Circulation (INTACT) Base Bangka Belitung, menjelaskan bahwa program ini telah mendapatkan dukungan penuh dari Direktorat KLSD DIKSI dan akan segera diterapkan di berbagai politeknik di Indonesia. Program ini membuka jalan bagi lulusan Diploma 3 (D3) untuk melanjutkan ke jenjang Sarjana, serta memberikan kesempatan lebih luas hingga ke tingkat Magister dan Doktor. Antusiasme peserta, baik mahasiswa maupun calon mahasiswa, terlihat tinggi dalam sesi diskusi. Bahkan, para orang tua pun turut menunjukkan minat besar terhadap program ini, terutama terkait prosedur pendaftaran dan skema pendanaan. Sementara itu, Mohammad Ainur Roziqin, alumni Poltekba yang kini tengah menempuh studi di Taiwan, turut berbagi pengalamannya. Ia menuturkan bahwa program ini tidak hanya meningkatkan keilmuan tetapi juga memberikan pengalaman berharga dalam lingkungan akademik internasional. Dengan adanya kolaborasi ini, Poltekba berharap dapat berkontribusi dalam mencetak generasi emas Indonesia di tahun 2045, dengan lulusan yang memiliki daya saing global serta siap menghadapi tantangan dunia kerja internasional.