Dari Balikpapan ke Taiwan: Langkah Nyata Poltekba Cetak SDM Unggul Berkelas Dunia

Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba) terus memperkuat perannya dalam mencetak lulusan vokasi unggulan berdaya saing global melalui kerja sama strategis dengan perusahaan internasional. Hari ini, Jumat, 13 Juni 2025, Poltekba resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) bersama Cheng Wei Global Taiwan, menandai dimulainya program magang internasional bagi mahasiswa Jurusan Pariwisata. Kerja sama ini merupakan bagian dari komitmen Poltekba dalam mewujudkan Kampus Berdampak, serta mendukung pencapaian visi Indonesia Emas 2045 yang menargetkan SDM unggul, adaptif, dan siap berkontribusi dalam skala global. Program ini akan membuka kesempatan magang selama satu tahun di Taiwan, dimulai pada Agustus 2025 hingga Juli 2026, yang ditujukan untuk meningkatkan keterampilan praktis dan eksposur internasional mahasiswa. Sebanyak 35 mahasiswa telah mengikuti proses seleksi yang dilakukan langsung oleh tim dari Cheng Wei Global. Mahasiswa yang lolos akan menjalani program magang dengan fasilitas yang sangat mendukung, termasuk akomodasi dan konsumsi yang sepenuhnya ditanggung oleh perusahaan, jaminan perlindungan kesehatan, serta insentif bulanan sebesar NTD 18.800 (sekitar Rp9 juta setelah pajak). Program ini dirancang tidak hanya untuk memperkuat kompetensi teknis, tetapi juga memperluas jejaring profesional di industri pariwisata internasional. Wakil Direktur III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama Poltekba, Candra Irawan, S.T., M.Si, menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan langkah konkret dalam membangun kemitraan internasional yang berdampak langsung pada pengembangan kapasitas mahasiswa. “Program ini adalah wujud nyata upaya Poltekba dalam memperluas jejaring global serta memberikan ruang aktualisasi internasional bagi mahasiswa. Ini adalah bekal penting dalam menyongsong masa depan SDM Indonesia yang berdaya saing tinggi,” ujarnya. Sementara itu, Direktur Poltekba, Dr. Emil Azmanajaya, S.T., M.T, menyambut positif kerja sama ini sebagai bagian dari strategi kampus dalam mendukung transformasi pendidikan vokasi. “Kolaborasi ini merupakan kesempatan emas bagi mahasiswa untuk mengasah keterampilan, memperluas wawasan, dan membangun jejaring profesional di industri pariwisata dunia. Kami berharap para mahasiswa dapat menjadi duta Poltekba dan turut serta mempererat hubungan pendidikan vokasi antara Indonesia dan Taiwan,” ungkapnya. Acara penandatanganan MoU yang berlangsung di Kampus Poltekba ini turut dihadiri oleh pimpinan kedua institusi. Dari pihak Cheng Wei Global hadir langsung Mr. Ken Yen (President), Mr. Sam Hsieh (Vice President), Ms. Queena Yeh (Vice President), serta Ms. Feny Wu (Translator). Kehadiran mereka mencerminkan keseriusan dalam membangun sinergi jangka panjang antara dunia industri global dan pendidikan vokasi Indonesia. Menutup kegiatan ini, Candra Irawan kembali menegaskan bahwa kerja sama ini adalah bagian dari misi jangka panjang Poltekba untuk menjadi institusi vokasi bertaraf internasional. “Kolaborasi ini adalah langkah strategis dalam memperluas jaringan dan membuka akses karier global bagi mahasiswa. Kami percaya bahwa pengalaman internasional ini akan menjadi katalis penting dalam menciptakan generasi emas Indonesia yang profesional, adaptif, dan visioner,” tutupnya. Melalui langkah-langkah konkret seperti ini, Poltekba tidak hanya mendukung pengembangan sumber daya manusia unggul, tetapi juga ikut andil dalam menyiapkan generasi yang siap menyongsong Indonesia sebagai kekuatan ekonomi dunia pada tahun 2045.
Poltekba Tuan Rumah Sarasehan Nasional FKMPI ke-24, Perkuat Peran Mahasiswa Vokasi Menuju Indonesia Emas 2045

Komitmen Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba) untuk memperkuat peran pendidikan vokasi dalam membentuk generasi unggul kembali diwujudkan melalui peran strategisnya sebagai tuan rumah Sarasehan Nasional Forum Komunikasi Mahasiswa Politeknik se-Indonesia (FKMPI) ke-24. Kegiatan yang berlangsung mulai 12 hingga 15 Juni 2025 ini diikuti oleh puluhan delegasi mahasiswa dari berbagai politeknik negeri seluruh Indonesia. Bertempat di lingkungan kampus Poltekba yang telah berkembang sebagai pusat pendidikan vokasi di Kalimantan Timur, acara pembukaan sarasehan berlangsung penuh semangat kebersamaan. Para peserta berasal dari institusi ternama seperti Politeknik Negeri Pertanian Payakumbuh, Politeknik Negeri Semarang, POLNES Samarinda, Politani Pangkep, Politeknik Negeri Sriwijaya, dan berbagai politeknik lainnya dari Sumatra hingga Nusa Tenggara. Direktur Poltekba, Dr. Emil Azmanajaya, S.T., M.T., dalam sambutannya menyampaikan kebanggaannya atas kepercayaan yang diberikan kepada Poltekba sebagai tuan rumah. Ia menegaskan bahwa momentum ini sangat sejalan dengan semangat Kampus Berdampak, di mana kampus bukan hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga menjadi ruang strategis dalam membangun kolaborasi, memperkuat jejaring nasional, dan menyiapkan pemimpin muda untuk menghadapi tantangan masa depan. “Kami percaya bahwa organisasi mahasiswa bukan hanya pelengkap, tetapi pilar penting dalam ekosistem kampus yang sehat dan dinamis. Melalui FKMPI, kita merawat semangat kolaborasi, saling belajar, dan saling memperkuat, yang merupakan fondasi penting menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Dr. Emil. Sarasehan ini menjadi lebih dari sekadar forum tahunan. Dalam ruang-ruang diskusi, peserta saling berbagi praktik baik, menyusun strategi penguatan organisasi, dan merancang inisiatif-inisiatif konkret yang akan menjawab tantangan zaman, termasuk revolusi industri, transformasi digital, dan tuntutan dunia kerja masa depan. Wakil Direktur III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama Poltekba sekaligus Wakil Ketua I BAKORMA, Candra Irawan, S.T., M.Si., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian penting dari upaya membentuk mahasiswa vokasi yang relevan, tangguh, dan mampu beradaptasi di era disrupsi. “Sarasehan ini adalah ruang untuk menyulam ide, menjahit mimpi, dan merancang arah organisasi mahasiswa politeknik agar makin inklusif dan berdampak. Mari kita bawa pulang tidak hanya kenangan, tetapi juga gagasan baru, sahabat baru, dan semangat baru,” tuturnya. Kegiatan selama empat hari ini mencakup diskusi panel nasional, forum kerja internal organisasi, kunjungan lapangan, serta malam keakraban sebagai bentuk penguatan jejaring sosial antar-delegasi. Semua agenda dirancang untuk membangun pemahaman bersama tentang pentingnya gerakan kemahasiswaan politeknik dalam menghadapi perubahan global. Sebagai penutup sambutannya, Candra menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah terlibat. “Terima kasih kepada panitia, mahasiswa, dosen pembina, sponsor, dan seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan sarasehan ini. Semoga kegiatan ini menjadi pijakan awal bagi lahirnya gerakan kemahasiswaan politeknik yang lebih progresif, adaptif, dan kolaboratif demi menyongsong Indonesia Emas 2045,” pungkasnya. Dengan menjadi tuan rumah Sarasehan Nasional FKMPI ke-24, Poltekba tidak hanya menegaskan posisinya sebagai pusat vokasi unggulan, tetapi juga memperlihatkan kesiapannya dalam mendukung transformasi pendidikan vokasi yang menyatu dengan kebutuhan bangsa dan masa depan.
Poltekba Tuan Rumah Turnamen Voli HUT Bhayangkara: Wujud Sinergi Kampus dan Kepolisian

Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba) kembali menunjukkan perannya sebagai institusi vokasi yang aktif membangun jejaring dan kontribusi sosial. Bertempat di Gedung Workshop Terpadu (GWT) — salah satu fasilitas unggulan kampus — resmi dibuka Turnamen Bola Voli HUT Bhayangkara ke-79 yang diikuti 28 tim dari jajaran kepolisian se-Kalimantan Timur. Turnamen ini diselenggarakan pada tanggal 11 Juni – 14 Juni 2025. Turnamen ini bukan hanya sekadar ajang olahraga, tetapi menjadi bagian penting dari perayaan Hari Bhayangkara serta sarana mempererat hubungan antara institusi pendidikan tinggi vokasi dan aparat penegak hukum. Direktur Poltekba, Dr. Emil Azmanajaya, S.T., M.T., menyampaikan bahwa kepercayaan yang diberikan kepada Poltekba sebagai tuan rumah adalah bentuk nyata pengakuan terhadap peran kampus dalam mendukung stabilitas dan pembangunan daerah. “Kami tidak hanya fokus mencetak lulusan siap kerja, tetapi juga hadir sebagai mitra aktif dalam menjaga harmoni sosial dan membangun karakter bangsa. Inilah semangat Kampus Berdampak yang kami usung: kampus yang hidup bersama dan untuk masyarakat,” ujar Dr. Emil. Ia juga menegaskan bahwa kegiatan semacam ini sejalan dengan tujuan Poltekba sebagai pusat unggulan pendidikan vokasi yang inovatif, kolaboratif, dan berkontribusi nyata terhadap pembangunan berkelanjutan. “Melalui fasilitas modern seperti GWT, lapangan olahraga kampus, serta dukungan SDM yang kompeten, kami siap menjadi ruang terbuka bagi sinergi positif lintas sektor,” tambahnya. Acara pembukaan turnamen turut dihadiri oleh tokoh-tokoh penting, termasuk Kapolda Kalimantan Timur Irjen. Pol. Endar Priantoro, S.H., S.I.K., C.F.E., M.H., serta Wakapolda Brigjen. Pol. Dr. H. Muhammad Sabilul Alif, S.H., S.I.K., M.Si.. Kehadiran mereka disambut hangat oleh jajaran pimpinan Poltekba, civitas akademika, dan para peserta turnamen. Wakil Direktur III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama Poltekba, Candra Irawan, S.T., M.Si., turut menyampaikan bahwa momen ini menjadi cermin sinergi antara dunia pendidikan dan institusi keamanan. “Kolaborasi seperti ini sangat strategis, khususnya dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik dan keterampilan, tetapi juga memiliki integritas dan jiwa kebangsaan,” tegasnya. Turnamen bola voli ini akan berlangsung selama beberapa hari dan menjadi wadah mempererat tali silaturahmi antaranggota Polri serta memperkuat keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan yang membangun karakter, disiplin, dan sportivitas. Dengan semangat terbuka dan kolaboratif, Poltekba terus mendorong terciptanya ekosistem kampus yang tidak hanya unggul dalam pendidikan vokasi, tetapi juga berdampak nyata bagi masyarakat dan daerah.
Transforming Today, Sustainability Tomorrow: Poltekba dan LiuGong Kembangkan Kompetensi Mahasiswa Industri Hijau

Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba) melalui Jurusan Rekayasa Elektro sukses menggelar kuliah umum bertajuk “Sustainable Future of Students Competence in Heavy Equipment Industry” yang berlangsung di Lantai 4 Gedung Terpadu, Selasa (3/6/2025). Kegiatan ini menghadirkan narasumber profesional dari PT LiuGong Machinery, salah satu perusahaan terkemuka di bidang alat berat, yang berbagi wawasan penting bagi dosen dan mahasiswa Teknik Elektronika dan Teknologi Listrik. Kuliah umum ini sejalan erat dengan visi Politeknik Negeri Balikpapan sebagai Ecotech Fusion Campus – Transforming Today, Sustainability Tomorrow, yang menegaskan komitmen kampus untuk mentransformasi proses pembelajaran dan riset melalui integrasi teknologi ramah lingkungan serta inovasi berkelanjutan. Ketua Jurusan Rekayasa Elektro, Ihsan, S.Kom., M.T., menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian penting dari program Kampus Berdampak, yang mendorong pengembangan kompetensi mahasiswa agar mampu menjawab tantangan industri masa depan yang berfokus pada keberlanjutan. “Kami ingin memastikan mahasiswa tidak hanya siap secara teknis, tetapi juga sadar akan pentingnya keberlanjutan lingkungan, seperti pengembangan teknologi Electric Vehicle (EV) yang ramah lingkungan, sehingga mereka menjadi agen perubahan yang berkontribusi pada masa depan industri alat berat yang berkelanjutan,” ujar Ihsan. Kegiatan ini juga membuka babak baru dalam kerja sama strategis antara Politeknik Negeri Balikpapan, PT LiuGong Machinery, dan Liuzhou Polytechnic University (LZPU), China. Kerja sama ini akan diwujudkan dalam bentuk kelas kolaborasi internasional dan program double degree, memberikan mahasiswa akses ke pendidikan standar global sekaligus memperluas jejaring industri alat berat berbasis teknologi hijau. Sinergi ini mencerminkan salah satu indikator kinerja utama (IKU) dalam kerjasama perguruan tinggi, yakni peningkatan kolaborasi internasional, inovasi pendidikan yang adaptif terhadap kebutuhan industri, dan penguatan link and match antara kampus dan dunia kerja. Melalui kemitraan ini, Poltekba mengokohkan perannya sebagai Ecotech Fusion Campus yang siap mentransformasi pengetahuan hari ini menjadi solusi keberlanjutan esok hari. Mahasiswa menunjukkan antusiasme tinggi dalam diskusi, terutama terkait peluang karier di industri alat berat yang tengah bertransformasi menuju teknologi hijau. Kuliah umum ini menjadi sarana penting untuk menumbuhkan kesadaran dan kesiapan mahasiswa dalam menghadapi dinamika industri alat berat masa depan yang mengedepankan aspek sustainability. Politeknik Negeri Balikpapan yakin bahwa program-program seperti ini memperkuat kompetensi lulusan yang tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga memiliki kesadaran lingkungan yang tinggi. Dengan demikian, visi Ecotech Fusion Campus – Transforming Today, Sustainability Tomorrow dapat terwujud melalui kontribusi nyata dalam mencetak SDM yang berdaya saing global dan berkomitmen terhadap kelestarian lingkungan.
Poltekba Mantapkan Transformasi Organisasi dalam Semangat “Transforming Today, Sustainability Tomorrow”

Balikpapan, 2 Juni 2025 – Dalam langkah konkret mewujudkan tata kelola perguruan tinggi vokasi yang profesional, modern, dan berorientasi kinerja, Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba) resmi melaksanakan pelantikan pejabat struktural, fungsional, serta pengangkatan Pegawai Negeri Sipil (PNS) baru. Acara pelantikan bertempat di Gedung Terpadu Lantai 4 pada Senin, 2 Juni 2025 ini dipimpin langsung oleh Direktur Poltekba, Dr. Emil Azmanajaya, S.T., M.T., yang menetapkan 21 pejabat struktural, 1 pejabat fungsional, serta 12 PNS baru di lingkungan kampus. Pelantikan ini merupakan bagian dari dinamika organisasi yang sehat dan adaptif terhadap perkembangan regulasi serta kebutuhan strategis institusi. Proses seleksi dilakukan melalui mekanisme fit and proper test secara objektif, sebagai perwujudan prinsip meritokrasi yang menjadi landasan pembinaan SDM unggul di Poltekba. Dalam sambutannya, Dr. Emil menyampaikan bahwa pelantikan ini bukan hanya sebatas pengisian jabatan, melainkan bagian dari upaya reformasi birokrasi secara menyeluruh. Hal ini sejalan dengan perubahan nomenklatur dan tata kelola berdasarkan regulasi terbaru—yakni peralihan dari Permendiknas Nomor 41 Tahun 2011 ke Permendiktisaintek Nomor 6 Tahun 2025. Reformasi ini mendorong terciptanya struktur organisasi yang lebih ramping, lincah, dan berorientasi pada kinerja serta hasil. “Hari ini kita tidak hanya melantik pejabat, tetapi juga memantapkan fondasi transformatif Poltekba sebagai institusi yang berdaya saing tinggi. Ini adalah era kinerja, bukan era posisi. Kami berharap para pejabat yang dilantik mampu berkontribusi nyata untuk membawa Poltekba lebih berdampak,” ujar Dr. Emil, ditemui seusai acara. Lebih jauh, pelantikan ini merupakan bagian dari roadmap transformasi Poltekba sebagai Ecotech Fusion Campus, sebuah konsep pengembangan institusi yang memadukan inovasi teknologi (tech-based innovation), keberlanjutan lingkungan (ecological sustainability), dan kolaborasi industri-masyarakat. Dengan semangat “Transforming Today, Sustainability Tomorrow,” Poltekba terus berkomitmen membangun ekosistem pendidikan vokasi yang menjawab kebutuhan industri masa kini dan masa depan, sekaligus memberi kontribusi nyata bagi pembangunan berkelanjutan. Program Kampus Berdampak menjadi benang merah dari seluruh kebijakan dan gerak langkah Poltekba. Melalui penguatan kapasitas SDM, pembenahan struktur kelembagaan, dan akselerasi digitalisasi layanan, Poltekba membangun sistem kerja yang tidak hanya efisien, tetapi juga inklusif dan pro-lingkungan. Pelantikan ini diharapkan menjadi titik awal bagi pejabat baru untuk memperkuat kualitas layanan akademik dan non-akademik, membangun budaya kerja berbasis prestasi, serta memperluas jejaring kerja sama strategis—baik di tingkat lokal, nasional, maupun global. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya menjadikan Poltekba sebagai pilar utama pembangunan vokasi di Kalimantan Timur dan Indonesia Timur. Dengan formasi baru yang telah dilantik, Poltekba siap melangkah lebih jauh dalam menjawab tantangan globalisasi, transformasi digital, serta transisi menuju ekonomi hijau. Ini adalah wujud nyata dari visi Poltekba: menjadi Menjadi institusi pendidikan tinggi vokasi yang berkarakter, unggul, dan berdaya saing global.
Dosen Poltekba Yogiana Mulyani Raih Penghargaan atas Kontribusinya dalam Pengembangan Ekonomi Kreatif dan Pariwisata

Dalam acara Diseminasi Penguatan Karakter Keluarga Berlandaskan Nilai-Nilai Pancasila yang berlangsung pada Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-53, Kamis 22 Mei 2025 di BSCC Dome, Balikpapan, Yogiana Mulyani, M.M., Par, Dosen Jurusan Pariwisata dan juga sekaligus sebagai Ketua Senat Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba), dianugerahi penghargaan atas kontribusinya yang luar biasa dalam pemberdayaan perempuan, khususnya dalam bidang ekonomi dan pariwisata. Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi terhadap dedikasi Yogiana dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dengan fokus pada pengembangan sektor pariwisata yang berkelanjutan. Sebagai seorang ibu dari tiga anak yang juga aktif dalam dunia akademik dan pengembangan masyarakat, Yogiana telah memberikan kontribusi nyata dalam pemberdayaan perempuan melalui berbagai inisiatif, salah satunya adalah program pendampingan kelompok sadar wisata (Pokdarwis) yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat lokal di bidang pariwisata. Program ini tidak hanya memberikan pelatihan teknis, tetapi juga membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya pariwisata berbasis pemberdayaan masyarakat. Dengan pendekatan yang melibatkan komunitas lokal secara langsung, Yogiana telah mengukir jejak signifikan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor pariwisata. Dalam keterangannya kepada tim humas, Yogiana menyampaikan rasa syukurnya atas penghargaan tersebut, sekaligus menekankan bahwa kontribusinya berasal dari dedikasi yang tulus sebagai bagian dari tanggung jawab seorang dosen. “Saya bekerja dengan ikhlas karena memang sudah menjadi kewajiban seorang dosen untuk menyebarkan ilmu dan memberikan manfaat kepada masyarakat. Saya melihat keberhasilan ini bukan sebagai tujuan akhir, melainkan bagian dari proses berkelanjutan yang harus dilakukan untuk menciptakan perubahan positif,” ujarnya. Yogiana juga menegaskan bahwa kiprahnya di bidang pariwisata adalah bentuk dari upaya membangun sinergi yang kuat antara dunia akademik, industri pariwisata, dan komunitas lokal. Melalui peran aktifnya, ia telah berhasil menjembatani kesenjangan antara teori yang diajarkan di bangku kuliah dengan kebutuhan praktis di lapangan. Melalui kiprahnya di bidang pariwisata, Yogiana aktif membangun sinergi antara dunia akademik dengan industri dan komunitas lokal. Kontribusinya telah menciptakan dampak positif bagi pengembangan ekonomi kreatif dan destinasi wisata di Balikpapan. “”Dengan menciptakan kerjasama antara pihak kampus, pelaku industri, dan masyarakat, kami dapat bersama-sama membangun pariwisata yang berkelanjutan dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat sekitar,” lanjut Yogiana. Program Kampus Berdampak yang baru diluncurkan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Kemendiktiristek) menjadi salah satu platform utama bagi Poltekba untuk mendorong dosen-dosen, termasuk Yogiana, untuk lebih terlibat dalam pengabdian masyarakat. Kampus Berdampak bukan hanya berfokus pada pendidikan tinggi yang berkualitas, tetapi juga bertujuan menjadikan perguruan tinggi sebagai agen perubahan yang mampu memberikan solusi nyata terhadap masalah sosial dan ekonomi di masyarakat. Yogiana sendiri telah membuktikan komitmennya dalam program ini, dengan mengembangkan sektor pariwisata sebagai pendorong utama ekonomi kreatif di Balikpapan. “Melalui program Kampus Berdampak, kami mengajak mahasiswa dan dosen untuk berperan aktif dalam pembangunan ekonomi masyarakat, salah satunya melalui pengembangan sektor pariwisata. Balikpapan sebagai kota yang sedang berkembang memiliki potensi luar biasa dalam hal destinasi wisata. Dengan mengoptimalkan potensi ini, kami tidak hanya menciptakan lapangan pekerjaan, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui pemberdayaan ekonomi kreatif,” ungkap Yogiana. Selain itu, Yogiana juga membagikan pengalamannya dalam mengatur waktu antara peran sebagai seorang dosen, ibu rumah tangga, dan penggerak pemberdayaan masyarakat. Ia percaya bahwa manajemen waktu yang baik adalah kunci utama untuk menjalani kehidupan yang seimbang. “Sebagai seorang ibu dari tiga anak, saya harus bisa menyeimbangkan antara pekerjaan, keluarga, dan tanggung jawab sosial. Dukungan dari keluarga sangat membantu dalam menjalankan semua peran ini. Saya percaya bahwa dengan perencanaan yang matang dan dukungan yang solid, segala tugas dapat dijalankan dengan baik,” ujarnya. Penghargaan yang diterima Yogiana ini juga menjadi pemicu semangat bagi perempuan lainnya untuk lebih aktif berkontribusi dalam bidang akademik dan sosial. Yogiana berharap, dengan adanya penghargaan ini, semakin banyak perempuan yang terinspirasi untuk tampil berprestasi dan memberikan dampak positif kepada masyarakat. “Semoga penghargaan ini dapat menjadi dorongan bagi lebih banyak dosen perempuan untuk terus berprestasi. Kami harus membuktikan bahwa perempuan bisa berperan besar dalam dunia pendidikan, pengabdian masyarakat, dan pengembangan ekonomi kreatif, terutama di sektor pariwisata,” tutup Yogiana.
Bangun Kota Masa Depan Bersama SIKC: Jadilah Arsitek Smart City Indonesia

Program Studi Sarjana Terapan Sistem Informasi Kota Cerdas (SIKC) merupakan bagian dari strategi membangun SDM unggul yang mampu menghadirkan solusi berbasis teknologi untuk menyelesaikan berbagai persoalan perkotaan. Penerapan teknologi IoT yang semakin masif dalam sendi kehidupan manusia, membuat sistem pengelolaan kota ikut berkembang dengan lahirnya konsep smart city. Konsep smart city tersebut merupakan inovasi pengelolaan kota untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, pengelolaan tata kota serta berdampak pada peningkatan kualitas hidup. Melalui pendekatan case-based learning dan project-based learning, mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga aktif merancang inovasi digital yang berdampak langsung bagi masyarakat. Beberapa kontribusi nyata mahasiswa yang selaras dengan semangat Kampus Berdampak yang di ajarkan pada Program Studi Sarjana Terapan Sistem Informasi Kota Cerdas di antaranya: Indonesia Emas 2045 menargetkan pertumbuhan ekonomi inklusif, pembangunan berkelanjutan, dan pemerataan infrastruktur. Program Studi Sistem Informasi Kota Cerdas adalah pilar strategis untuk mewujudkan hal tersebut. Smart City mampu meningkatkan kualitas hidup warga, memperkuat tata kelola pemerintah, serta mendorong efisiensi sumber daya. Lulusan Program Studi Sarjana Terapan Sistem Informasi Kota Cerdas (SIKC) akan menjadi aktor penting dalam: Keterlibatan generasi muda dalam pengembangan smart city berarti mereka turut mengakselerasi transformasi digital nasional, mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), dan secara langsung berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.Dengan bekal tersebut, lulusan program ini tidak hanya siap kerja, tetapi juga siap berinovasi, berkolaborasi dengan pemerintah, industri, dan masyarakat untuk mewujudkan perubahan yang nyata. Poltekba terus berinovasi dalam menghadirkan program studi yang selaras dengan kebutuhan masa depan. Dengan semangat Kampus Berdampak, Poltekba tidak hanya mencetak lulusan yang kompeten, tetapi juga peduli dan siap berkontribusi dalam membangun bangsa. Melalui Program Studi Sarjana Terapan Sistem Informasi Kota Cerdas (SIKC), kamu bisa menjadi bagian dari generasi pembaharu yang mampu membawa dampak nyata bagi lingkungan sekitar dan bangsa. Di sinilah tempatnya untuk tumbuh, berinovasi, dan berkontribusi dalam membentuk masa depan kota-kota Indonesia yang lebih baik. Informasi pendaftaran program studi sarjana terapan Sistem Informasi Kota Cerdas (SIKC) dapat diperoleh melalui laman PMB Poltekba – Penerimaan Mahasiswa Baru Poltekba
Dibuka! Seleksi Mandiri Tes Poltekba 2025, Dapatkan Beasiswa Pendidikan GratisPoll dari Pemprov Kaltim

Politeknik Negeri Balikpapan memiliki komitmen kuat terhadap pendidikan vokasi yang berorientasi pada dunia kerja. Hal ini sejalan dengan visi Poltekba untuk menjadi institusi vokasi unggulan yang berdaya saing global, sekaligus relevan dengan kebutuhan industri di era transformasi digital dan energi berkelanjutan. Melalui berbagai program studi unggulan seperti, Poltekba tidak hanya membekali mahasiswa dengan keterampilan teknis, tetapi juga nilai integritas, profesionalisme, dan semangat inovasi—cerminan dari misi Poltekba untuk menghasilkan lulusan yang siap kerja dan berkontribusi nyata dalam pembangunan daerah dan nasional. Dalam pelaksanaan seleksi ini, Poltekba bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui program Beasiswa Pendidikan GratisPoll, yang memberikan dukungan penuh berupa pembebasan biaya pendidikan kepada mahasiswa yang memenuhi kriteria tertentu. Hal ini merupakan bagian dari upaya strategis untuk meningkatkan angka partisipasi pendidikan tinggi di Kalimantan Timur serta mempercepat pengembangan SDM vokasional di daerah ini.Pelaksanaan seleksi ini dirancang untuk memberikan fleksibilitas dan kesempatan yang lebih luas bagi calon mahasiswa dalam menentukan waktu pendaftaran dan mengikuti proses seleksi sesuai kesiapan masing-masing. Setiap gelombang terdiri dari beberapa tahapan, yaitu pendaftaran, tes akademik, pengumuman hasil tes akademik, tes kesehatan dan wawancara, serta pendaftaran ulang bagi peserta yang dinyatakan lulus. Jadwal Pelaksanaan Seleksi Mandiri Tes Poltekba (SMTP) Tahun 2025 📌 Gelombang 1: 📌 Gelombang 2: Direktur Politeknik Negeri Balikpapan, dalam keterangannya, mengajak para calon mahasiswa untuk memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya. “Kami membuka pintu bagi generasi muda yang ingin belajar secara aplikatif, praktis, dan langsung tersambung dengan dunia kerja. Seleksi Mandiri SMTP adalah jalur untuk bergabung dengan institusi pendidikan vokasi yang terus tumbuh, dinamis, dan relevan,” ujarnya. Informasi lebih lanjut, syarat pendaftaran, dan alur proses seleksi dapat diakses melalui laman resmi:🌐 https://pmb.poltekba.ac.id Untuk pertanyaan dan bantuan teknis, calon peserta dapat menghubungi Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru melalui kontak resmi yang tersedia di website.
Poltekba Apresiasi Mitra Strategis, Dorong Integrasi Kurikulum dan Dunia Kerja

Sebagai upaya mempererat sinergi antara pendidikan vokasi dan dunia industri, Jurusan Rekayasa Elektro Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba) menggelar kegiatan Apresiasi Mitra Industri pada Jumat, 16 Mei 2025. Kegiatan ini menjadi momen penting dalam menyampaikan penghargaan dan rasa terima kasih kepada mitra industri yang telah berkontribusi secara aktif dalam mendukung pelaksanaan program pendidikan vokasi, khususnya dalam penyelenggaraan magang dan praktik kerja lapangan (PKL) bagi mahasiswa. Acara yang berlangsung secara khidmat ini diselenggarakan di Lantai 4 Gedung Terpadu Poltekba, dan dihadiri oleh perwakilan dari 19 perusahaan mitra strategis dari berbagai sektor industri, baik lokal maupun nasional. Kehadiran para mitra mencerminkan komitmen kuat dunia usaha dalam menciptakan ekosistem pendidikan vokasi yang lebih adaptif, kontekstual, dan sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Melalui kegiatan ini, Poltekba menegaskan pentingnya peran industri sebagai mitra kunci dalam membentuk lulusan yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki etos kerja, karakter, dan profesionalitas yang siap menghadapi tantangan industri 5.0. Selama enam bulan terakhir, perusahaan-perusahaan tersebut telah menjadi tempat magang dan praktik kerja lapangan (PKL) bagi mahasiswa Poltekba, khususnya dari Jurusan Rekayasa Elektro. Tak hanya menyediakan ruang praktik, para mitra juga turut memberikan pembinaan langsung di lingkungan kerja nyata, sehingga mahasiswa mendapatkan pengalaman profesional yang tidak dapat digantikan oleh pembelajaran di ruang kelas. Sebagai bentuk penghargaan, Poltekba memberikan sertifikat dan plakat kepada masing-masing mitra. Adapun 19 perusahaan yang menerima penghargaan di antaranya adalah: PT Pertamina Balikpapan, PT Kilang Pertamina Internasional RU V Balikpapan, PLN NP UP Kaltim Teluk, PT Elnusa Fabrikasi Konstruksi, PT Kaltim Kariangau Terminal, hingga perusahaan lokal seperti Perumda Tirta Manuntung Balikpapan dan CV Gerak Madani Epicentrum. Wakil Direktur III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Candra Irawan, S.T., M.Si., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kerja sama dengan dunia industri bukan hanya soal menyediakan tempat magang, tetapi juga merupakan bagian penting dalam pembentukan karakter, penguatan kompetensi teknis, dan penanaman nilai-nilai profesionalisme kepada mahasiswa. “Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas komitmen para mitra. Ini bukan hanya tempat magang, tetapi ruang pembelajaran karakter, kompetensi, dan profesionalitas mahasiswa kami,” ujar Candra. Ia juga menambahkan bahwa ke depan, kerja sama yang telah terjalin diharapkan dapat berkembang ke arah yang lebih strategis, seperti kolaborasi riset terapan, pengembangan kurikulum berbasis industri, pelatihan tenaga pengajar, hingga perekrutan tenaga kerja dari lulusan Poltekba. Senada dengan itu, Direktur Poltekba Dr. Emil Asmanajaya, S.T., M.T., menegaskan bahwa sinergi antara kampus dan industri merupakan bagian integral dari visi Poltekba untuk menjadi politeknik unggulan dalam menghasilkan sumber daya manusia vokasional yang adaptif, profesional, dan siap menghadapi tantangan global. “Ke depan, kami ingin membuka kolaborasi di bidang riset terapan, pengembangan kurikulum berbasis industri, pelatihan dosen, serta peluang kerja bagi lulusan kami. Kami percaya, sinergi yang kuat antara kampus dan dunia industri adalah kunci sukses pendidikan vokasi,” ungkap Dr. Emil. Kegiatan ini juga merupakan bagian dari implementasi Program Kampus Berdampak yang diusung oleh Poltekba, di mana perguruan tinggi vokasi dituntut untuk hadir secara nyata dalam menjawab kebutuhan dunia kerja sekaligus memberi kontribusi pada pembangunan daerah dan nasional. Lebih jauh lagi, sinergi Poltekba dengan dunia industri sejalan dengan visi besar Indonesia Emas 2045, yakni mencetak generasi emas yang unggul dalam kompetensi, karakter, dan daya saing global. Melalui pendidikan vokasi yang berorientasi pada praktik industri dan kolaborasi nyata, Poltekba berkomitmen mencetak lulusan yang siap kerja, inovatif, dan mampu bersaing dalam revolusi industri 5.0.