Poltekba Gelar Pelatihan Pencegahan Kebakaran: Edukasi dan Kesiapsiagaan di Tengah Meningkatnya Kasus Kebakaran di Balikpapan

Poltekba Gelar Pelatihan Pencegahan Kebakaran: Edukasi dan Kesiapsiagaan di Tengah Meningkatnya Kasus Kebakaran di Balikpapan

Merespons tingginya angka kejadian kebakaran di Kota Balikpapan pada awal tahun 2025 serta Sebagai bentuk nyata implementasi program Kampus Berdampak dan komitmen terhadap Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba) menggelar kegiatan Pelatihan Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran pada Sabtu, 26 Juli 2025. Kegiatan ini dilaksanakan di lingkungan kampus dan menyasar anggota TP PKK Kelurahan Karang Joang sebagai peserta utama, dengan dukungan aktif dari mahasiswa dan dosen Poltekba. Para peserta antusias mengikuti pelatihan yang terbagi dalam dua sesi. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh dosen Jurusan Pariwisata, Maria Veronika Simanjuntak, S.Pd., M.Pd., bersama tim dosen program studi, yaitu Dra. Nawang Retno D., M.Si., Enita Rahayu, S.Pd., M.Pd., Lisnawaty Simatupang, S.S., M.Hum., Yogiana Mulayani, M.M.Par., dan Firda Rahmayanti, S.Tr.Par., M.Par. Pelatihan ini menjadi respons proaktif terhadap tingginya risiko kebakaran di lingkungan rumah tangga. Berdasarkan data dari Dinas Pemadam Kebakaran Kota Balikpapan, selama periode Januari hingga 6 Mei 2025 telah tercatat 52 kejadian kebakaran, termasuk 17 kasus kebakaran bangunan dan 35 kebakaran lainnya, seperti korsleting listrik dan kebakaran sampah. Kejadin kebakaran ini sebagian besar berasal dari korsleting listrik dan kelalaian pengguna kompor gas. Fakta ini menunjukkan perlunya edukasi intensif mengenai kesiapsiagaan dan penanggulangan kebakaran, terutama di kalangan ibu rumah tangga sebagai garda terdepan pengelola rumah. Pada sesi pertama, Maria Veronika menyampaikan materi tentang faktor-faktor pemicu kebakaran di lingkungan domestik, seperti penggunaan kabel ekstensi yang tidak sesuai standar, kebocoran tabung gas, kebiasaan merokok dalam ruangan, serta kelalaian saat menyalakan lilin atau alat pemanas. Peserta juga diajak untuk membuat denah jalur evakuasi rumah tangga, sebagai langkah awal mitigasi bencana. “Satu menit pertama saat api muncul adalah momen paling krusial. Jika kita bisa bertindak cepat dan tepat, kebakaran besar bisa dicegah,” tegas Maria dalam sesi pemaparannya. Memasuki sesi kedua, pelatihan menghadirkan narasumber dari UPTD Pemadam Bahaya dan Kebakaran (PBD) Wilayah Timur Kota Balikpapan, yaitu Riduwan, S.Sos. Ia memaparkan jenis-jenis Alat Pemadam Api Ringan (APAR) seperti Powder dan CO₂, serta mendemonstrasikan cara penggunaannya secara tepat. Selain itu, Riduwan juga memperkenalkan alat pemadam darurat sederhana yang dapat disiapkan di rumah, seperti ember berisi air, karung goni, dan kain basah. Sesi praktik menjadi puncak kegiatan, di mana seluruh peserta mengikuti simulasi pemadaman api di lapangan parkir Gedung Elektro Poltekba. Dengan pendampingan dari enam personel UPTD PBD, para peserta mempraktikkan teknik pemadaman menggunakan karung goni dan tong terbakar, dilanjutkan dengan penggunaan APAR secara bergantian. Pelatihan ini tidak hanya memberikan pengetahuan teknis semata, tetapi juga bertujuan membangun kesadaran kolektif akan pentingnya budaya siaga bencana. Tim dosen Poltekba berharap para peserta mampu menjadi agen perubahan di lingkungannya, menyebarluaskan edukasi keselamatan kebakaran kepada keluarga dan warga sekitar. “Kami ingin para ibu rumah tangga menjadi garda terdepan dalam edukasi keselamatan kebakaran di rumah. Edukasi sederhana ini bisa menyelamatkan nyawa,” ungkap Maria Veronika, menutup sesi pelatihan. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya jangka panjang Poltekba dalam membangun kemitraan dengan masyarakat serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada tujuan ke-11 tentang kota dan permukiman yang aman dan berkelanjutan. Dengan semangat Kampus Berdampak, Poltekba berkomitmen untuk terus melaksanakan program yang berakar pada kebutuhan lokal dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Dr. Tuatul Mahfud Raih Gelar Profesor Termuda, Membawa Poltekba ke Puncak Prestasi Baru

"Mengukir Sejarah: Dr. Tuatul Mahfud, Profesor Pertama dan Termuda Poltekba"

Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba) kembali mencatatkan sejarah baru dengan prestasi luar biasa yang diraih oleh salah satu dosen terbaiknya, Prof. Dr. Tuatul Mahfud, M.Pd. Pada usia 38 tahun 9 bulan, Dr. Tuatul berhasil meraih gelar Profesor di bidang Pelatihan dan Pengembangan Keterampilan Vokasional, menjadikannya sebagai profesor termuda se-Politeknik Indonesia dan guru besar pertama dalam sejarah Poltekba. Capaian ini tidak hanya membanggakan, tetapi juga menjadi tonggak penting dalam pengembangan pendidikan vokasi di Poltekba serta di Indonesia. Prof. Dr. Tuatul Mahfud dikenal sebagai akademisi dengan spesialisasi dalam riset yang mendalam terkait dengan career development, vocational behaviour, work-based learning, dan pelatihan vokasi. Perjalanan kariernya yang penuh inspirasi dimulai dari keluarga sederhana di Kudus. Merantau ke Jakarta sejak kecil, Prof. Dr. Tuatul menyadari bahwa peran kedua orang tuanya, khususnya ibundanya, menjadi motivasi utama dalam meraih sukses hingga saat ini. Beliau tidak hanya berfokus pada pengajaran, tetapi juga aktif berperan dalam riset yang relevan dengan dunia vokasi yang terus berkembang. Sebelum mengabdi di Poltekba, Prof. Dr. Tuatul memulai kariernya sebagai guru di SMKN 30 Jakarta serta terlibat dalam program Pendidik untuk Pendidikan Anak-anak Indonesia di Sabah, Malaysia. Kini, selain menjabat sebagai Wakil Direktur I Bidang Akademik di Poltekba, beliau juga mengajar di Program Studi D4 Pengelolaan Perhotelan, Jurusan Pariwisata. Karier akademiknya sebelumnya mencakup berbagai posisi strategis, antara lain Ketua Senat, Sekretaris Jurusan Pariwisata, Kaprodi Tata Boga, hingga Kasubbag Perencanaan. Pengalamannya yang luas di dunia pendidikan dan administrasi semakin memperkuat posisi Prof. Dr. Tuatul sebagai figur sentral dalam pengembangan pendidikan vokasi di Poltekba. Kontribusi terhadap Pendidikan Vokasi dan Keterampilan di Poltekba Sebagai seorang akademisi yang berkomitmen terhadap pengembangan pendidikan vokasi, Prof. Dr. Tuatul sangat percaya bahwa pendidikan vokasi harus mampu beradaptasi dengan perkembangan industri dan teknologi yang semakin dinamis. “Pendekatan upskilling, reskilling, dan cross-skilling menjadi kunci untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang tidak hanya kompeten tetapi juga fleksibel dan inovatif. Dengan strategi ini, pendidikan vokasi dapat menjadi pilar strategis dalam membentuk tenaga kerja yang tangguh dan berdaya saing,” ujar Dr. Tuatul. Pendidikan vokasi, menurutnya, harus mempersiapkan tenaga kerja untuk dapat beradaptasi dengan tantangan yang dibawa oleh globalisasi, perkembangan teknologi, dan transformasi industri. Untuk itu, pengembangan kurikulum yang mengedepankan aspek praktikal dan berbasis industri menjadi sangat penting. Selain itu, Dr. Tuatul juga menekankan pentingnya sinergi antara dunia pendidikan dengan dunia industri untuk menghasilkan lulusan yang siap pakai dan memiliki keterampilan yang dibutuhkan oleh pasar kerja. Di tengah upaya Poltekba untuk menjawab tantangan tersebut, program-program seperti Ecotech Fusion Campus menjadi contoh nyata bagaimana kampus ini merespons perubahan zaman. Ecotech Fusion Campus bertujuan untuk menciptakan kolaborasi antara pendidikan, teknologi, dan industri untuk menghasilkan inovasi yang bermanfaat. Di sini, para mahasiswa tidak hanya mendapatkan ilmu teori, tetapi juga keterampilan praktis yang diperlukan di dunia industri, termasuk dalam bidang teknologi ramah lingkungan dan industri digital. Apresiasi dari Pimpinan Poltekba Atas pencapaian gemilang, Dr. Emil Azmanajaya, S.T., M.T, Direktur Poltekba, menyampaikan rasa bangga dan penghargaan yang tinggi. “Kami mengucapkan selamat dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Bapak Prof. Dr. Tuatul Mahfud atas pencapaian luar biasa ini. Ini adalah tonggak sejarah yang menjadi inspirasi bagi kami semua untuk terus berkontribusi dalam pendidikan vokasi dan terus berinovasi demi kemajuan bangsa,” kata Dr. Emil Azmanajaya. Lebih lanjut, Dr. Emil juga memberikan apresiasi kepada dua dosen lainnya, Dr. Ir. Randis, S.T., M.T, dan Nuryanti, S.T., M.T, yang juga meraih jabatan akademik Lektor Kepala. Dengan tambahan Profesor dan Lektor Kepala di Poltekba, Dr. Emil berharap kualitas tridharma perguruan tinggi—yang mencakup pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat—akan semakin kuat. Kehadiran profesor dan lektor kepala ini juga diharapkan membuka peluang untuk kolaborasi yang lebih luas di tingkat nasional maupun internasional, khususnya dalam pengembangan program-program berdampak yang relevan dengan kebutuhan industri. Poltekba kini semakin mengukuhkan dirinya sebagai institusi pendidikan vokasi yang berperan aktif dalam mempersiapkan tenaga kerja yang siap bersaing di dunia global. Salah satu langkah besar yang diambil adalah dengan memperkenalkan konsep Ecotech Fusion Campus. Konsep ini mengintegrasikan teknologi ramah lingkungan, transformasi digital, dan pendidikan vokasi dalam satu ekosistem yang saling mendukung. Para mahasiswa Poltekba tidak hanya akan dilatih dalam bidang keterampilan teknis, tetapi juga diberdayakan untuk menciptakan solusi inovatif yang mendukung keberlanjutan lingkungan dan kemajuan industri. Di era yang terus berkembang, Poltekba berkomitmen untuk tidak hanya mengajarkan keterampilan dasar, tetapi juga mengembangkan karakter dan mentalitas kewirausahaan pada mahasiswa, sehingga mereka tidak hanya siap bekerja tetapi juga siap berinovasi dan menciptakan lapangan kerja baru. Biodata Singkat Dr. Tuatul Mahfud Dr. Tuatul Mahfud telah mengabdi di Poltekba selama lebih dari 12 tahun, dengan dedikasi penuh dalam dunia pendidikan vokasi. Sebagai seorang pengajar, peneliti, dan pemimpin akademik, beliau telah banyak berkontribusi dalam pengembangan kurikulum dan program pendidikan yang sesuai dengan tuntutan industri.

Mengasah Kompetensi Mahasiswa Poltekba Melalui Kuliah Tamu dan Pembekalan OJT di Dunia Industri

Kuliah Tamu dan Pembekalan OJT di Poltekba: Meningkatkan Kesiapan Mahasiswa untuk Berkarir di Industri Alat Berat

Dalam menghadapi tantangan dunia industri, khususnya di sektor alat berat, penting bagi perguruan tinggi untuk mempersiapkan lulusannya dengan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pasar tenaga kerja. Sejalan dengan program kampus berdampak yang bertujuan untuk meningkatkan relevansi pendidikan tinggi dengan dunia kerja, Program Studi Alat Berat, Jurusan Teknik Mesin, Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba) terus berupaya menyelaraskan pendidikan dengan tuntutan kebutuhan tenaga kerja, khususnya di level middle skill. Pada Senin (21/7/2025), Poltekba menyelenggarakan kuliah tamu dan pembekalan bagi 86 mahasiswa yang akan melaksanakan On the Job Training (OJT). Kegiatan ini menjadi agenda rutin yang wajib diikuti oleh mahasiswa sebelum terjun ke dunia industri. Koordinator OJT yang merupakan Sekretaris Jurusan Teknik Mesin, Yudi Kurniawan, M.T., menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya sebagai persiapan teknis, tetapi juga untuk membekali mahasiswa dengan pengetahuan mengenai etika, keselamatan, dan target yang harus dicapai selama OJT. “Pembekalan ini bertujuan agar mahasiswa memiliki kesiapan teknis, mental, serta pemahaman yang memadai agar dapat bersaing di dunia industri yang dinamis,” ujarnya. Selama lima bulan, mahasiswa akan mengimplementasikan ilmu yang telah dipelajari di berbagai perusahaan besar yang bergerak di sektor alat berat, seperti PT United Tractors, PT United Tractors Pandu Engineering, PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA), PT Komatsu Remanufacturing Asia, dan PT Petrosea. Lokasi OJT tersebar di beberapa daerah, termasuk Kalimantan, Pekanbaru, Sorong, hingga Palu. Keterlibatan mereka dalam program ini akan memberikan pengalaman langsung dan memungkinkan mahasiswa untuk menyesuaikan diri dengan tuntutan kompetensi yang dibutuhkan oleh dunia industri, khususnya dalam kategori tenaga kerja dengan keterampilan menengah (middle skill), yang kini semakin banyak dicari oleh perusahaan-perusahaan besar. Dalam kuliah tamu kali ini, para mahasiswa mendapatkan pembekalan materi yang komprehensif dari berbagai narasumber. Aris Budi Santoso, seorang trainer dari PT Chitra Paratama, menjadi pemateri utama yang menyampaikan materi tentang perbaikan dasar unit alat berat. Selain itu, dua dosen Poltekba, Ir. Ida Bagus Dharmawan, S.T.,MS.i, dan Patria Rahmawati, S.Psi.,M.Mpd.,Psikolog, turut mengisi sesi tentang etika dan perilaku kerja, serta kesehatan dan keselamatan kerja (K3) yang sangat krusial di lingkungan industri. Materi etika dan perilaku kerja ini mengajarkan mahasiswa bagaimana berinteraksi dengan profesionalisme tinggi di tempat kerja, mengelola hubungan antar kolega, serta memahami pentingnya sikap dalam berkontribusi di dunia industri. Sementara itu, pemahaman mengenai K3 bertujuan untuk memastikan bahwa mahasiswa dapat bekerja dengan aman dan meminimalkan risiko kecelakaan yang mungkin terjadi selama masa OJT mereka. Yudi Kurniawan menambahkan bahwa mahasiswa juga diberikan panduan terkait pencapaian target dan tujuan selama OJT. Dengan demikian, pengalaman lima bulan mereka dapat memberikan manfaat maksimal bagi perkembangan kompetensi mereka. “Kami berharap mahasiswa dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan baik, menunjukkan kemampuan terbaik di perusahaan, dan membuktikan bahwa mereka siap menjadi tenaga kerja yang kompeten dan profesional di bidangnya,” pungkasnya. Dengan langkah-langkah strategis seperti ini, Poltekba tidak hanya menghasilkan lulusan yang siap pakai di dunia industri, tetapi juga turut berperan dalam memenuhi kebutuhan tenaga kerja middle skill yang sangat dibutuhkan oleh sektor industri alat berat, yang terus berkembang pesat. Program seperti OJT ini memberikan dampak yang signifikan bagi mahasiswa, serta memperkuat hubungan antara dunia pendidikan dan industri dalam menghadapi era digital dan revolusi industri 4.0.

Kolaborasi Generasi Muda untuk Indonesia Emas 2045: Digitalize Your Business Vol. 2

Politeknik Negeri Balikpapan: Mendorong Kewirausahaan Muda Melalui Digitalize Your Business Vol. 2

Acara Digitalize Your Business Vol. 2 yang digelar oleh Politeknik Negeri Balikpapan melalui Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Bisnis, dengan tema “Membangun Jiwa Entrepreneur Muda yang Inovatif dan Tangguh di Era Digital,” berhasil menarik lebih dari 160 peserta, yang terdiri dari pelaku UMKM dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Balikpapan. Antusiasme yang tinggi dari peserta mencerminkan kesadaran generasi muda dan pelaku usaha akan pentingnya transformasi digital dalam mengembangkan bisnis yang berdaya saing di tengah pesatnya perkembangan teknologi. Kegiatan ini merupakan contoh nyata dari program kampus berdampak yang diusung oleh Politeknik Negeri Balikpapan. Program semacam ini sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045, yang menargetkan Indonesia menjadi negara dengan ekonomi terbesar di dunia pada tahun 2045. Dalam mewujudkan visi tersebut, generasi muda memiliki peran yang sangat penting, khususnya dalam mengembangkan kemampuan wirausaha yang inovatif dan adaptif terhadap perubahan zaman, terutama di era digital. Sebagai bagian dari upaya mencetak mahasiswa berdampak, acara ini menghadirkan dua narasumber yang sangat inspiratif. Endah Tri Hapsari, Ketua UMKM Balikpapan Selatan, memberikan pemaparan tentang pentingnya inovasi dan keberanian dalam menjalankan usaha agar UMKM tetap relevan di era digitalisasi. Dengan berbagi pengalaman praktis, ia mendorong peserta untuk tidak takut mencoba langkah baru dalam mengembangkan bisnis. Sementara itu, Brian Mupratomo, atau yang akrab disapa Mas Bray, yang merupakan pemilik Cafe Diorama dan Warung KPK Balikpapan, turut berbagi kisah suksesnya dalam membangun brand lokal dan memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas pasar serta memperkuat eksistensi bisnisnya di tengah tantangan zaman. Acara ini bukan hanya sekadar wadah berbagi ide, namun juga sebuah kesempatan untuk memperluas jejaring bisnis dan memperkenalkan semangat kewirausahaan kepada generasi muda. Ketua Panitia, Feia Marfela Christa Sendow, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan semangat berwirausaha yang adaptif, kreatif, dan resilien. “Harapannya, acara ini dapat menjadi pemicu lahirnya lebih banyak entrepreneur muda yang siap berinovasi dan menghadapi tantangan era digital,” ujar Feia. Hal ini sejalan dengan upaya untuk menciptakan mahasiswa berdampak yang dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan perekonomian Indonesia. Tak hanya itu, dalam acara ini juga diumumkan berbagai apresiasi bagi peserta yang berprestasi. Pemenang Doorprize, Ananda Arifahdani Agustino, berhasil meraih penghargaan, begitu juga dengan peserta lain yang berprestasi, seperti Dira, Isti, dan Fristya, yang meraih penghargaan sebagai Penanya Terbaik. Selain itu, Muhammad Khalis dari UPN Veteran Jawa Timur, Rima Puji Astuti, dan Astuti dari Poltekba masing-masing meraih juara dalam Post-Test tercepat dengan nilai 100. Melalui acara ini, Politeknik Negeri Balikpapan tidak hanya memberikan wawasan seputar digitalisasi dalam dunia bisnis, tetapi juga menjadi titik awal bagi generasi muda Balikpapan untuk mempersiapkan diri sebagai entrepreneur yang siap bersaing di dunia digital. Dengan semangat kolaborasi yang tinggi, diharapkan acara Digitalize Your Business Vol. 2 dapat menjadi inspirasi dan landasan bagi para peserta untuk mengembangkan potensi kewirausahaannya, serta berkontribusi dalam mendukung tercapainya Indonesia Emas 2045.

Pencapaian Poltekba dalam Program P2MW: Mewujudkan Visi Ecotech Fusion untuk Ekonomi Daerah

Tim Mahasiswa Poltekba Raih Pendanaan Nasional Program P2MW

Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba) meraih prestasi gemilang dengan berhasil memperoleh pendanaan dari Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Keberhasilan ini menjadi tonggak sejarah pertama bagi Poltekba setelah penggabungan pendidikan vokasi dan akademik. Dua tim mahasiswa Poltekba berhasil lolos seleksi nasional berkat ide bisnis yang inovatif, menunjukkan bahwa integrasi antara teori dan praktik yang diterapkan di Poltekba mampu menghasilkan solusi bisnis yang bermanfaat bagi masyarakat. Wakil Direktur III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama Poltekba, Candra Irawan, S.T., M.Si., memberikan apresiasi yang tinggi kepada kedua tim yang berhasil mewujudkan ide bisnis mereka dalam ajang seleksi P2MW. “Kami sangat bangga atas pencapaian ini. Keberhasilan kedua tim membuktikan bahwa mahasiswa Poltekba memiliki semangat kewirausahaan yang luar biasa dan mampu bersaing di tingkat nasional. Ini adalah hasil dari integrasi pendidikan vokasi dan akademik yang kami jalankan dengan komitmen penuh,” ungkapnya. Program P2MW merupakan inisiatif yang bertujuan untuk menumbuhkan jiwa wirausaha di kalangan mahasiswa, mempersiapkan mereka menjadi pengusaha tangguh yang dapat menciptakan lapangan kerja, serta mempertemukan teori yang dipelajari di kampus dengan praktik nyata di dunia bisnis. Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya mendapatkan pendanaan untuk mengembangkan usaha, tetapi juga bimbingan dari para ahli, akses ke jaringan mitra industri, dan pengalaman langsung dalam mengelola usaha. Keberhasilan kedua tim ini sejalan dengan visi Ecotech Fusion Campus Poltekba, yang berfokus pada pengembangan inovasi teknologi yang berkelanjutan dan berorientasi pada solusi ekonomi yang berdampak sosial. Visi ini mengajak mahasiswa untuk tidak hanya menguasai teori, tetapi juga aktif berperan dalam pembangunan ekonomi berbasis teknologi, yang dapat memperkuat ekosistem kewirausahaan lokal. Candra Irawan berharap pencapaian ini dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk berani mengembangkan ide bisnis mereka, memanfaatkan peluang yang ada, dan memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar. “Kami mengajak seluruh mahasiswa Poltekba untuk memanfaatkan program P2MW sebagai platform belajar dari para praktisi, sekaligus berkontribusi pada kemajuan ekonomi daerah melalui inovasi bisnis yang kreatif,” tambahnya. Ke depan, Poltekba berkomitmen untuk terus memperkuat dukungan terhadap pembinaan kewirausahaan terpadu, memperluas kerja sama dengan industri, dan mengembangkan potensi mahasiswa agar semakin banyak wirausaha muda berprestasi yang lahir dari kampus ini. Dengan semangat Ecotech Fusion, Poltekba bertekad menciptakan generasi pengusaha yang siap menghadapi tantangan global dengan solusi bisnis berbasis teknologi yang berdampak luas.

Poltekba Berikan Kesempatan Kedua untuk Calon Mahasiswa SMKPN Gelombang Pertama

Pelaksanaan Giat Tes Kesehatan Bagi Calon Mahasiswa Baru Poltekba

Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba) terus berkomitmen untuk mewujudkan visi dan misinya dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas melalui pendidikan vokasi. Dalam rangka mendukung Program Indonesia Emas 2045serta pencapaian misi berdaya saing global, maka Poltekba tidak hanya berfokus pada peningkatan kualitas pendidikan tetapi juga pada aksesibilitas yang luas bagi seluruh calon mahasiswa, melalui program seleksi yang inklusif dan berkesinambungan. Pada Rabu, 2 Juli 2025, sebanyak 184 calon mahasiswa yang telah dinyatakan lulus pada Seleksi Mandiri Konsorsium Politeknik Negeri (SMKPN) gelombang pertama, mengikuti tes kesehatan di Lantai 4 Gedung Terpadu Poltekba. Pemeriksaan kesehatan yang bekerja sama dengan tim medis dari Rumah Sakit Dr. R. Hardjanto ini, meliputi berbagai tahap, seperti anamnesis, pemeriksaan visus mata, tes laboratorium (hematologi), serta tes narkoba. Tes kesehatan ini merupakan prosedur wajib yang harus dijalani oleh seluruh peserta yang lulus ujian tertulis SMKPN sebelum melanjutkan ke tahap berikutnya, memastikan setiap calon mahasiswa siap secara fisik dan mental untuk menjalani perkuliahan di pendidikan tinggi, baik mata kuliah teori maupun praktek serta kegiatan pendukung pendidikan lainnya. Rizki Rahardianto, Panitia Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru Poltekba, menjelaskan bahwa selain menjalani tes kesehatan, para calon mahasiswa juga mengajukan besaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) pada hari yang sama. Besaran UKT ini akan diumumkan setelah hasil tes kesehatan keluar. Peserta yang lolos pada tahap ini kemudian akan melanjutkan ke proses daftar ulang dan resmi berstatus sebagai mahasiswa baru Poltekba, sekaligus berhak mengajukan beasiswa Gratispol yang disediakan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Poltekba juga membuka kesempatan bagi peserta SMKPN yang belum lulus pada gelombang pertama. Mereka diberikan peluang untuk memilih program studi pilihan yang masih memiliki kuota, sebagai bentuk komitmen Poltekba untuk memberikan kesempatan pendidikan vokasi yang terbuka bagi seluruh masyarakat, terlepas dari latar belakang mereka. Langkah ini selaras dengan misi Poltekba untuk menyediakan pendidikan yang inklusif dan menjangkau berbagai lapisan masyarakat, mendukung Visi Indonesia Emas 2045 dengan mencetak tenaga kerja terampil yang siap menghadapi tantangan global. Poltekba juga memberikan kesempatan kepada peserta yang telah melaksanakan ujian Seleksi Mandiri Konsorsium Politeknik Negeri (SM-KPN) Gel I – Politeknik Negeri Balikpapan tetapi belum dinyatakan lulus mendapatkan kesempatan untuk bisa memilih program studi yang masih memiliki daya tampung, kesempatan ini dibuka mulai 1 Juli hingga 4 Juli 2025. Pendaftaran dapat dilakukan melalui tautan https://bit.ly/SMKPN_POLTEKBA-2025, dan kemudian mengirimkan bukti registrasi berupa screenshot ke nomor WhatsApp di wa.me/6281350242704, dengan mencantumkan format: Nama Lengkap, Nomor Pendaftaran atau Nomor Peserta, dan Asal Sekolah. Panitia Seleksi juga membuka jalur komunikasi langsung bagi peserta yang membutuhkan bantuan atau informasi lebih lanjut. “Bagi yang ingin melanjutkan pendidikan vokasi di Poltekba, ini adalah peluang emas yang tidak boleh dilewatkan,” tambah Rizki. Dengan pendidikan vokasi yang berkualitas dan inklusif, Poltekba berkomitmen untuk mendukung pengembangan SDM yang kompeten, siap menghadapi perkembangan teknologi dan industri, serta berperan aktif dalam membangun Indonesia yang lebih maju dan berdaya saing global dengan mengacu kepada visi eco tech fusion campus.

GastroGlow 2025: Festival Kuliner Internasional Mini dengan Pendekatan Project-Based Learning di Eco Tech Fusion Campus Poltekba

Pembukaan GastroGlow Festival

Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba), sebagai bagian dari visi Eco Tech Fusion Campus, terus berinovasi dalam menghadirkan pendidikan vokasi yang mengintegrasikan teknologi, keberlanjutan, dan pengembangan keterampilan praktis yang relevan dengan kebutuhan industri global. Salah satu contoh nyata dari pendekatan ini adalah kegiatan GastroGlow 2025, yang digelar oleh Jurusan Pariwisata Poltekba. Kegiatan ini merupakan proyek pembelajaran berbasis praktik (Project-Based Learning) yang mengajak mahasiswa untuk langsung terlibat dalam penyelenggaraan festival kuliner internasional mini yang digelar sejak Senin, 30 Juni hingga 3 Juli 2025 di area parkir Gedung GE Poltekba. Dalam rangka meningkatkan keterampilan mahasiswa secara praktis, GastroGlow 2025 menampilkan 14 tenant kuliner yang merupakan hasil kreasi mahasiswa dari Program Studi Tata Boga dan Pengelolaan Perhotelan. Kegiatan ini membagi mahasiswa menjadi beberapa kelompok yang mewakili berbagai negara dari dua kategori besar: Kontinental dan Oriental. Setiap kelompok diberi kesempatan untuk merancang dan menjalankan tenant kuliner yang mencerminkan cita rasa global, sambil mempraktikkan keterampilan yang mereka pelajari di kelas. Ketua Jurusan Pariwisata, Chardina Dianovita, menjelaskan bahwa GastroGlow 2025 merupakan bagian dari rangkaian Project-Based Learning yang mendalam. Mahasiswa tidak hanya terlibat dalam aspek penyajian kuliner, tetapi juga dalam setiap tahap kegiatan mulai dari perencanaan, pembelian bahan, pengolahan, penjualan, promosi, hingga perhitungan laba rugi. Dengan melibatkan mahasiswa dalam seluruh proses ini, kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, pemecahan masalah, serta komunikasi efektif yang sangat dibutuhkan dalam industri pariwisata dan kuliner global. “GastroGlow 2025 bukan hanya sebuah festival kuliner, tetapi juga merupakan ruang belajar yang nyata, yang membuka wawasan mahasiswa dalam industri pariwisata global. Ini adalah kesempatan untuk menerapkan langsung pengetahuan yang mereka pelajari dalam konteks yang nyata, memperkuat motivasi mereka untuk berwirausaha, dan meningkatkan keterampilan praktis yang dapat membantu mereka bersaing di pasar global,” kata Chardina. Menampilkan Keanekaragaman Kuliner Dunia di Eco Tech Fusion Campus Di GastroGlow 2025, mahasiswa semester dua dan empat memamerkan menu khas dari berbagai negara. Semester dua menampilkan negara-negara kontinental, seperti Meksiko, USA, Belanda, Prancis, Spanyol, dan Italia. Sementara semester empat menampilkan cita rasa oriental dari Cina, Singapura, Malaysia, India, Turki, Jepang, dan Korea Selatan. Setiap tenant beroperasi dari pukul 09.00 hingga 17.00 WITA, menyajikan berbagai makanan khas dan minuman internasional yang menggugah selera, seperti kimbab, bungeoppang, dimsum, shawarma, burger, churros, serta aneka minuman khas dari berbagai negara. Keunikan GastroGlow 2025 tahun ini adalah semangat kolaborasi yang tumbuh di antara mahasiswa, meskipun tanpa kehadiran bintang tamu seperti tahun sebelumnya. Tahun ini, acara berfokus pada keterlibatan internal mahasiswa, yang berperan aktif dalam menyusun dan melaksanakan kegiatan dari awal hingga akhir. Poltekba, sebagai Eco Tech Fusion Campus, memanfaatkan teknologi dalam memfasilitasi proses pendaftaran dan promosi acara ini, memberi ruang bagi mahasiswa untuk mengasah keterampilan teknologi, serta mengembangkan ide-ide inovatif yang berkelanjutan. Sebagai bagian dari komitmen Poltekba untuk menerapkan Eco Tech Fusion Campus, kegiatan seperti GastroGlow 2025 juga berfokus pada aspek keberlanjutan. Dalam setiap kegiatan, mahasiswa diajarkan untuk memikirkan solusi yang ramah lingkungan, seperti pengurangan limbah, penggunaan bahan-bahan organik, dan pengelolaan sumber daya secara efisien. Hal ini sejalan dengan tujuan Poltekba untuk mencetak lulusan yang tidak hanya terampil dan kreatif, tetapi juga memiliki kesadaran terhadap pentingnya keberlanjutan dalam setiap aspek kehidupan dan pekerjaan mereka. Meskipun tenant GastroGlow 2025 masih khusus untuk mahasiswa jurusan pariwisata, acara ini terbuka untuk umum. Pengunjung dari kalangan masyarakat dapat menikmati suasana yang diciptakan di Poltekba serta mencicipi beragam sajian kuliner internasional yang disiapkan oleh mahasiswa. Hal ini memberikan peluang bagi masyarakat untuk lebih mengenal potensi dan kreativitas mahasiswa Poltekba dalam bidang kuliner dan pariwisata. Dengan pendekatan Project-Based Learning dan konsep Eco Tech Fusion Campus, GastroGlow 2025 memberikan pengalaman belajar yang menyeluruh dan relevan dengan perkembangan industri global. Ini merupakan bagian dari upaya Poltekba untuk mendukung pembentukan sumber daya manusia yang kompeten, inovatif, dan siap menghadapi tantangan di dunia pariwisata dan kuliner yang terus berkembang.

Poltekba Raih Juara 1, Futsal POLNES Sport Competition V

Futsal Poltekba Menang di POLNES Sport Competition V: Menyongsong Era Kejayaan Olahraga Kampus

Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba) kembali menorehkan prestasi gemilang di ajang dPOLNES Sport Competition V, yang berlangsung pada Sabtu (28/6/2025). Turnamen dengan tajuk “Rise Above Limits, Compete for Glory” ini merupakan ajang mengasah skill di bidang olahraga. Pada partai final, Poltekba berhasil mengalahkan tim futsal Universitas Mulawarman (Unmul) melalui drama adu penalti dengan skor 3-1, setelah sebelumnya bermain imbang di waktu normal. Kemenangan ini tidak hanya menutup kompetisi dengan manis, tetapi juga menjadi sebuah langkah bersejarah bagi Poltekba dalan perhelatan turnamen Futsal di Bumi Etam. Prestasi ini menjadi bukti nyata dari visi Poltekba yang ingin menjadi institusi pendidikan vokasi unggul yang tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga pada pengembangan karakter, kualitas, dan bakat mahasiswa, termasuk dalam bidang olahraga. Wakil Direktur III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama Poltekba, Candra Irawan, S.T., M.Si., menyampaikan rasa bangga atas pencapaian luar biasa ini, mengingat tim futsal Poltekba tampil tanpa pelatih tetap. “Tahun ini, tim futsal kami membuktikan bahwa dengan semangat, kekompakan, dan mental juara, kami bisa mengalahkan tim-tim besar yang diperkuat oleh pemain profesional. Ini adalah prestasi yang sangat membanggakan bagi kami,” ujar Candra Irawan. Ia juga menambahkan, kemenangan ini semakin istimewa karena tim Poltekba berjuang tanpa pelatih tetap, dengan mengandalkan strategi internal, motivasi, dan disiplin yang tinggi dari seluruh pemain. Kesuksesan Poltekba di ajang ini juga tidak lepas dari peran serta Tim Pembina UKM Olahraga, Risky Hardianto, dan Staf Kemahasiswaan, Erna Ningsih, yang memberikan pendampingan penuh kepada tim futsal selama turnamen berlangsung. Selain meraih gelar juara, Muhammad Rizal, salah satu pemain andalan Poltekba, berhasil menyabet penghargaan sebagai The Best Player dalam turnamen ini. Penghargaan ini menjadi simbol kualitas individu yang mendukung keberhasilan kolektif tim futsal Poltekba. Muhammad Rizal Sabet Gelar The Best Player Sebagai bagian dari misi Poltekba untuk terus mengembangkan potensi mahasiswa dan menciptakan iklim kompetitif yang sehat, Poltekba juga serius dalam membina atlet muda. Tahun ini, Poltekba telah merekrut sebanyak 15 siswa SMA/SMK se-Kalimantan Timur melalui Jalur Prestasi Mandiri (telescouting), yang akan memperkuat tim futsal Poltekba di masa depan. Candra Irawan menegaskan bahwa langkah ini adalah bagian dari komitmen institusi dalam memajukan olahraga di kampus. Direktur Poltekba, Dr. Emil Azmanajaya, S.T., M.T., juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas keberhasilan tim futsal Poltekba. “Seluruh sivitas akademika Poltekba sangat bangga dengan pencapaian Tim Futsal kami. Kemenangan ini bukan hanya tentang trofi, tetapi mencerminkan dedikasi, kerja keras, dan semangat pantang menyerah yang patut diteladani oleh seluruh civitas akademika,” ujar Dr. Emil Azmanajaya. Ia juga menegaskan komitmen Poltekba untuk terus memperkuat pembinaan atlet dengan melibatkan pelatih profesional dan peningkatan fasilitas olahraga di kampus. “Kemenangan ini merupakan awal dari era kejayaan olahraga Poltekba, baik di tingkat regional maupun nasional,” tambahnya. Melalui pencapaian ini, Poltekba terus berkomitmen untuk mengembangkan dan memperkuat bidang olahraga sebagai bagian dari misi institusinya dalam membentuk mahasiswa yang unggul, kompetitif, dan siap menghadapi tantangan di berbagai bidang, termasuk olahraga.

Combizz 2025, Akselerator Talenta Muda Menuju Indonesia Emas 2045

Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba) kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi unggul dan berdampak melalui penyelenggaraan Competition of Business (Combizz) 2025 yang digagas oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan Bisnis. Kegiatan ini resmi ditutup pada Sabtu (14/6) di Lantai 4 Gedung Terpadu Poltekba, setelah menghadirkan dua cabang lomba bergengsi: Youth Accounting Challenge Vol. V tingkat Kalimantan Timur dan Lomba Poster Digital tingkat nasional. Kegiatan ini bukan hanya sekadar ajang adu kemampuan, tetapi juga merupakan bagian dari ekosistem pendidikan vokasi yang mengintegrasikan literasi keuangan, kreativitas digital, dan penguatan kompetensi teknis akuntansi sejak dini. Hal ini sejalan dengan arah strategis Poltekba sebagai kampus vokasi berdampak yang aktif mencetak lulusan dengan keahlian sesuai kebutuhan industri dan masyarakat. Combizz 2025: Poltekba Beri Golden Ticket Jalur Prestasi untuk Juara Youth Accounting dan Poster Digital Atmosfer kompetisi begitu terasa sejak pagi hari. Sebanyak 9 tim dari 7 sekolah menengah kejuruan di Kalimantan Timur berpartisipasi dalam Youth Accounting Challenge, menunjukkan ketajaman analisis dan penguasaan materi akuntansi dalam berbagai babak mulai dari kualifikasi hingga final. SMKN 8 Samarinda berhasil meraih gelar juara pertama, disusul SMKN 2 Balikpapan di posisi kedua dan ketiga. Sementara itu, Lomba Poster Digital berhasil menarik 19 peserta dari berbagai perguruan tinggi dan sekolah di Indonesia. Dengan karya yang kreatif dan sarat pesan edukatif, mahasiswi dari STIE Balikpapan keluar sebagai juara utama, mengungguli peserta dari berbagai wilayah, termasuk dari Pulau Jawa dan Kalimantan. Ketua Panitia Combizz 2025, Rara Setiawati, menyampaikan apresiasinya atas semangat kolaboratif dan kualitas karya peserta. “Ajang ini bukan sekadar kompetisi, tapi sarana untuk menumbuhkan kemampuan berpikir kritis, melek keuangan, dan meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya pengelolaan informasi di era digital,” ujar Rara. Lebih dari itu, ajang ini menjadi bagian dari strategi Poltekba Berdampak dalam membangun koneksi langsung antara institusi pendidikan vokasi dengan siswa dan mahasiswa dari seluruh penjuru Indonesia. Dengan memberi ruang aktualisasi kepada pelajar dan mahasiswa, Combizz juga mendukung pelaksanaan Indikator Kinerja Utama (IKU) Kemendikbudristek, khususnya dalam memperluas akses mahasiswa dari jalur prestasi non-akademik. Wakil Direktur III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama Poltekba, Candra Irawan, S.T., M.Si., menegaskan bahwa para pemenang dari masing-masing cabang lomba diberikan apresiasi khusus dalam bentuk Golden Ticket Jalur Seleksi Mandiri Prestasi. Artinya, mereka mendapatkan kesempatan untuk menjadi mahasiswa Poltekba tanpa perlu mengikuti tes reguler, sebagai bentuk penghargaan atas capaian mereka di bidang akademik maupun kreativitas. “Ini adalah langkah nyata kami dalam memotivasi generasi muda agar terus berkarya. Program jalur prestasi bukan sekadar pintu masuk, tetapi sarana untuk menampung talenta terbaik yang telah terbukti mampu bersaing,” tegas Candra. Ia menambahkan, melalui kegiatan seperti Combizz, Poltekba semakin memperkuat perannya dalam mencetak ahli madya akuntansi dan profesional bisnis digital yang relevan dengan kebutuhan masa depan serta siap berkontribusi menuju visi Indonesia Emas 2045. Sebagai penutup, panitia menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta, juri, sponsor, dan pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan acara ini. Poltekba berkomitmen untuk menjadikan Combizz sebagai agenda tahunan yang terus berkembang, inovatif, dan berdampak lebih luas bagi generasi muda Indonesia.

Jembatani Pendidikan & Industri, Poltekba dan PT. ITCHI Hutani Manunggal Buka Peluang Emas Lewat Beasiswa Prestisius

Beasiswa Full dari PT ITCHI Hutani Manunggal

Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba) terus menunjukkan komitmennya sebagai institusi vokasi yang responsif terhadap tantangan masa depan, melalui kerja sama strategis dengan PT ITCI Hutani Manunggal (IHM) dalam penyelenggaraan program beasiswa penuh bagi mahasiswa Program Studi Teknologi Rekayasa Konstruksi Jalan dan Jembatan (TRKJJ) serta Teknologi Rekayasa Konstruksi Bangunan Air (TRKBA). Kegiatan sosialisasi beasiswa yang dilaksanakan secara daring pada Jumat (13/6) ini, diikuti oleh 80 peserta dari berbagai SMA/sederajat angkatan 2023–2025, serta disambut antusias oleh para orang tua dan guru. Program beasiswa ini tak hanya menjadi bentuk nyata dari sinergi antara dunia pendidikan tinggi dan industri, namun juga merupakan wujud nyata dukungan terhadap agenda Indonesia Emas 2045, khususnya dalam mendorong pembangunan SDM unggul yang kompeten, berdaya saing global, serta memiliki keterampilan adaptif di era industri hijau dan digital. Menurut Assessment Center Leader dan Tim Beasiswa PT. IHM, Anastasia Karolina Sitanggang, beasiswa PT. IHM menyasar siswa berprestasi akademik yang mengalami kendala ekonomi, dengan harapan dapat mendorong lahirnya lulusan vokasi yang siap kerja dan tahan banting. “Kami ingin mereka fokus belajar. Semua kebutuhan studi—biaya pendidikan, akomodasi, hingga uang saku—sudah kami tanggung. Ini adalah investasi jangka panjang kami untuk SDM Indonesia,” ujar Anastasia. Program ini memperkuat implementasi Indikator Kinerja Utama (IKU) Kemdiktiristek, khususnya IKU 1 (lulusan mendapat pekerjaan yang layak) dan IKU 7 (kelas yang kolaboratif dan partisipatif dengan mitra industri). Selain mendapat akses pendidikan vokasi berkualitas di Poltekba, penerima beasiswa juga dijanjikan kesempatan kerja langsung di PT. ITCI Hutani Manunggal setelah lulus, sehingga menciptakan jalur karier yang terstruktur dan berkelanjutan. Seleksi beasiswa meliputi tiga tahap: seleksi administrasi dokumen, ujian tertulis, dan wawancara motivasi. “Kualitas akan menjadi kunci. Kami ingin memastikan hanya peserta yang benar-benar siap yang akan melaju,” jelas Irwan Kelana Putra, Manager Project MBT HTI. Ia juga menegaskan, jika hasil evaluasi tahun ini baik, program akan dilanjutkan secara berkelanjutan. Wakil Direktur III Poltekba bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Candra Irawan, S.T., M.Si., menambahkan bahwa kerja sama ini memperkuat posisi Poltekba sebagai EcoTech Fusion Campus, yaitu kampus vokasi yang mengintegrasikan teknologi ramah lingkungan, kemitraan industri, dan relevansi kurikulum. “Kami juga sedang membuka Beasiswa GratisPol serta menjalankan lima kelas ikatan dinas bersama berbagai mitra industri besar seperti Petrosea, BUMA, Blue Sky, hingga program Taiwan,” paparnya. Kurikulum TRKBA dan TRKJJ saat ini telah diselaraskan dengan kebutuhan PT IHM, memastikan bahwa mahasiswa tidak hanya belajar teori tetapi juga memahami konteks industri secara nyata sejak awal. Hal ini sejalan dengan semangat Poltekba sebagai kampus berdampak yang berkontribusi langsung pada pembangunan daerah dan nasional. Sementara itu, Wakil Ketua Panitia SPMB Poltekba, Ferdy Novri, S.Si., M.M., menyampaikan bahwa pendaftaran beasiswa PT. IHM dibuka pada 13–17 Juni 2025 melalui jalur mandiri. Ia menekankan bahwa meskipun tidak ada batas kuota terbuka, proses seleksi akan tetap ketat. “Kami mencari talenta terbaik yang siap berkembang bersama industri,” ujar Ferdy. Dengan kepastian penempatan kerja serta dukungan penuh selama studi, program ini menjadi peluang emas bagi generasi muda untuk meraih pendidikan tinggi tanpa hambatan finansial. Lebih dari itu, kerja sama ini juga menjadi langkah konkret dalam mempersiapkan SDM unggulan menuju visi Indonesia Emas 2045 yang berkelanjutan, tangguh, dan berintegritas. “Mahasiswa kami tidak hanya disiapkan untuk lulus, tapi untuk menjadi profesional berkualitas sejak hari pertama bekerja,” tutup Anastasia.