Sejarah Politeknik Negeri Balikpapan
Perjalanan panjang Politeknik Negeri Balikpapan sebagai perguruan tinggi vokasi unggulan dalam mencetak tenaga kerja profesional untuk mendukung kebutuhan industri.
Politeknik Negeri Balikpapan merupakan perguruan tinggi vokasi pertama di Kota Balikpapan yang lahir dari kebutuhan tenaga kerja terampil untuk mendukung perkembangan industri, migas, konstruksi, dan jasa di Kalimantan Timur.
Awal Berdiri (2000โ2002)
Cikal bakal Poltekba dimulai dengan pembentukan Yayasan Pendidikan Pemerintah Kota Balikpapan melalui Akta Notaris Nomor 14 Tahun 2000.
Atas prakarsa Pemerintah Kota Balikpapan pada masa kepemimpinan almarhum Imdaad Hamid, didirikanlah Politeknik Balikpapan sebagai perguruan tinggi swasta yang berfokus pada pendidikan vokasi.
Politeknik Balikpapan memperoleh izin operasional dari Menteri Pendidikan Nasional melalui SK Nomor 168/D/O/2002 tanggal 2 Agustus 2002.
Tahun akademik 2002/2003 menjadi angkatan pertama dengan empat program studi:
- D3 Teknik Mesin Alat Berat
- D3 Teknik Elektronika
- D3 Teknik Sipil
- D3 Tata Boga
Program-program tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan dunia industri dan dunia kerja di Balikpapan serta Kalimantan Timur.
Masa Pengembangan Kampus (2004โ2010)
Seiring meningkatnya jumlah mahasiswa, Pemerintah Kota Balikpapan mulai melakukan pembebasan lahan seluas sekitar 15 hektare di Jalan Soekarno-Hatta Km. 8 sebagai lokasi kampus permanen.
Beberapa tonggak penting pembangunan kampus:
- 2007: Peletakan batu pertama kampus oleh Menteri Pendidikan Nasional Prof. Bambang Sudibyo
- 2008: Kampus baru mulai ditempati
- 2009: Pembangunan gedung perkuliahan Teknik Elektronika
- 2010: Pembangunan gedung workshop Program Studi Alat Berat
Pada tahun 2010 seluruh program studi berhasil memperoleh akreditasi dari BAN-PT, menjadi salah satu syarat penting dalam proses penegerian kampus.
Proses Penegerian (2006โ2011)
Usulan perubahan status menjadi perguruan tinggi negeri telah diajukan sejak tahun 2006. Namun, karena beberapa persyaratan belum terpenuhi, proses tersebut belum dapat direalisasikan.
Setelah seluruh program studi memperoleh akreditasi dan mendapat dukungan berbagai pihak, usulan penegerian kembali diajukan pada tahun 2010.
Tahapan penting penegerian:
- 20 Mei 2011: Visitasi dan verifikasi lapangan oleh tim Kementerian Pendidikan Nasional
- 29 Mei 2011: Serah terima aset kepada Kementerian Pendidikan Nasional
- 9 September 2011: Terbit Permendiknas Nomor 41 Tahun 2011
Sejak saat itu status Politeknik Balikpapan resmi berubah menjadi Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba).
Perkembangan Setelah Menjadi Negeri (2012โSekarang)
Setelah berstatus negeri, Poltekba terus berkembang dengan membuka program studi baru serta meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan.
Saat ini Poltekba memiliki berbagai program studi di bidang:
- Teknik Alat Berat
- Teknik Sipil
- Teknik Elektronika
- Teknologi Listrik
- Akuntansi Perpajakan
- Perbankan dan Keuangan Digital
- Tata Boga
- Pengelolaan Perhotelan
- Teknologi Rekayasa Konstruksi Jalan dan Jembatan
- Teknologi Rekayasa Bangunan Air
- Teknologi Rekayasa Manufaktur
- Sistem Informasi Kota Cerdas
Tokoh Pendiri
Perjalanan Poltekba tidak dapat dipisahkan dari peran almarhum Imdaad Hamid yang dikenal sebagai penggagas dan pendiri Poltekba.
Sebagai bentuk penghormatan atas jasa beliau, pada tahun 2025 Poltekba mengabadikan namanya menjadi Imdaad Hamid Sport Convention Centre (IHSCC).