Sejarah Baru di Poltekba: Prof. Dr. Tuatul Mahfud Jadi Profesor Termuda di Seluruh Perguruan Tinggi Vokasi

Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba) mencatatkan sejarah baru dengan mengukuhkan Prof. Dr. Tuatul Mahfud, M.Pd sebagai guru besar pertama dalam sejarah kampus tersebut. Momen bersejarah ini sekaligus menjadikan Prof. Tuatul sebagai profesor termuda di lingkungan politeknik se-Indonesia, dengan usia 38 tahun 9 bulan. Pengukuhan ini digelar pada Kamis pagi, 7 Agustus 2025, di Gedung Terpadu Poltekba, dihadiri oleh pimpinan kampus, sivitas akademika, serta tamu undangan. Prof. Tuatul yang saat ini menjabat sebagai Wakil Direktur I Bidang Akademik dan Penjaminan Mutu Poltekba, meraih gelar kehormatan ini di bidang Pelatihan dan Pengembangan Keterampilan Vokasional. Dalam orasi ilmiahnya yang bertajuk “Transformasi Pelatihan Vokasi: Strategi Upskilling, Reskilling, dan Cross-skilling untuk Menjawab Tantangan Industri 5.0”, beliau menyampaikan pandangan strategis tentang pentingnya pelatihan vokasi yang adaptif dan responsif terhadap perubahan teknologi serta dinamika industri. “Di era disrupsi teknologi dan transformasi industri yang pesat ini, penting bagi kita untuk mempersiapkan tenaga kerja yang fleksibel dan mampu beradaptasi dengan perubahan. Oleh karena itu, pendekatan upskilling, reskilling, dan cross-skilling sangat dibutuhkan untuk menghadapi Industri 5.0,” ujar Prof. Tuatul dalam pidatonya yang menggugah semangat. Gelarnya sebagai profesor pertama Poltekba, sekaligus profesor termuda di politeknik se-Indonesia, menjadi bukti nyata dari perjalanan karier akademik yang penuh dedikasi. Capaian ini sejalan dengan visi Poltekba yang terus bertransformasi menjadi kampus vokasi unggulan, yang mampu memberikan dampak positif tidak hanya dalam pengembangan SDM, tetapi juga sebagai pusat inovasi dan penelitian terapan yang kolaboratif dengan industri dan pemerintah. Direktur Poltekba, Dr. Emil Azmanajaya, S.T., M.T, menyatakan kebanggaannya atas pencapaian luar biasa ini. “Ini adalah momen bersejarah bagi Poltekba. Di usia ke-23 tahun, Poltekba berhasil melahirkan profesor pertama, yang sekaligus menjadi simbol dari kemajuan dan transformasi kampus vokasi. Prof. Tuatul tidak hanya memberikan inspirasi bagi rekan-rekan dosen, tetapi juga bagi mahasiswa untuk terus berkarya dan berinovasi,” ungkapnya dengan penuh bangga. Sebagai akademisi yang memiliki minat riset mendalam di bidang career development, vocational behaviour, work-based learning, dan pelatihan vokasi, Prof. Tuatul mengungkapkan bahwa perjalanan kariernya dimulai dari pendidikan vokasi yang dilaluinya di SMKN 30 Jakarta. Peran orang tua, terutama ibunda, menjadi motivasi besar dalam meraih kesuksesan ini. Sebelum bergabung dengan Poltekba, Prof. Tuatul memiliki pengalaman yang beragam, mulai dari mengajar di SMKN 30 Jakarta hingga mengabdi dalam program Pendidik untuk Pendidikan Anak-anak Indonesia di Sabah, Malaysia. Di Poltekba, ia telah menjabat berbagai posisi strategis, termasuk Ketua Senat, Sekretaris Jurusan Pariwisata, dan Kepala Program Studi Tata Boga, hingga menjadi Wakil Direktur Bidang Akademik saat ini. Dengan pencapaian ini, Prof. Tuatul tidak hanya mengukuhkan diri sebagai pemimpin akademik di Poltekba, tetapi juga sebagai simbol dari semangat pendidikan vokasi yang beradaptasi dengan tuntutan zaman. Ia menekankan pentingnya pendidikan vokasi yang responsif terhadap kebutuhan dunia industri yang terus berkembang. “Melalui pendekatan upskilling, reskilling, dan cross-skilling, kita dapat mempersiapkan tenaga kerja yang lebih kompeten, fleksibel, dan siap bersaing di kancah global. Pendidikan vokasi harus menjadi pilar strategis dalam membentuk SDM yang tangguh dan berdaya saing,” jelas Prof. Tuatul. Dengan pengukuhan Prof. Tuatul sebagai guru besar pertama dan termuda di Poltekba, institusi ini semakin memperkuat posisinya sebagai kampus vokasi yang tidak hanya mencetak lulusan unggul, tetapi juga berperan penting dalam riset dan inovasi yang berdampak langsung pada industri. Gelar ini juga menjadi bagian dari Program Kampus Berdampak, yang bertujuan untuk menjawab tantangan globalisasi dan revolusi industri dengan menghasilkan tenaga kerja yang memiliki keterampilan yang relevan dan siap menghadapi dunia kerja yang semakin dinamis. Sebagai penutup, Dr. Emil Azmanajaya berharap agar gelar guru besar ini dapat semakin memperkuat posisi Poltekba dalam mencetak sumber daya manusia yang berkualitas dan memberikan dampak positif bagi pengembangan industri di Indonesia. “Ini adalah langkah penting bagi Poltekba, dan saya percaya kita akan terus bergerak maju untuk membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih baik,” tutupnya.
Poltekba University: Dies Natalis ke-23 Menjadi Momentum Penguatan Kolaborasi Kampus dan Industri

Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba) akan menggelar perayaan Dies Natalis ke-23 pada 18 hingga 22 Agustus 2025, dengan tema besar “Poltekba University: Kampus Berdampak pada Industri untuk Indonesia Emas”. Tema ini mencerminkan tekad Poltekba untuk semakin berperan aktif dalam mendukung pengembangan industri nasional serta menguatkan posisi kampus vokasi sebagai pilar penting dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) yang unggul menuju visi Indonesia Emas 2045. Dies Natalis tahun ini tidak hanya akan menjadi perayaan tahunan, tetapi juga sebuah momentum penguatan komitmen Poltekba untuk semakin mendalami dan memperkuat kolaborasi dengan industri. Sebagai bagian dari program Kampus Merdeka, kegiatan ini bertujuan memberikan dampak langsung pada perkembangan sektor industri dengan menyediakan lulusan yang siap kerja, inovatif, dan adaptif terhadap tantangan zaman. Ketua Panitia Dies Natalis Poltekba, Lisnawaty Simatupang, S.S., M.Hum., menyatakan bahwa rangkaian kegiatan yang disiapkan tidak jauh berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Namun, semangat baru yang dibawa tahun ini akan memberikan nuansa berbeda. “Kami ingin menjadikan Dies Natalis ke-23 ini sebagai titik penguatan komitmen Poltekba untuk lebih berdampak, khususnya dalam menjawab kebutuhan dunia industri dan masyarakat,” ujarnya. Rangkaian acara tahun ini akan mencakup sidang senat terbuka, berbagai perlombaan yang menggugah semangat kebersamaan, serta kegiatan partisipatif lainnya yang menekankan inovasi dan kolaborasi. Poltekba juga berfokus pada pengembangan aspek-aspek yang lebih relevan dengan kebutuhan industri dan masyarakat. “Lebih dari sekadar seremoni, kami ingin Dies Natalis ini menjadi wujud nyata komitmen Poltekba dalam memberi kontribusi berkelanjutan di bidang pendidikan vokasi dan pengembangan industri,” tambah Lisnawaty. Sebagai bagian dari transformasi Poltekba menuju Polytechnic University, institusi ini berusaha membangun identitas yang lebih kuat dengan menciptakan kolaborasi yang lebih mendalam dengan dunia industri. Sebagai kampus yang berbasis pada pendidikan vokasi, Poltekba memahami pentingnya meningkatkan kualitas kurikulum dan pengajaran yang dapat menjawab tantangan industri 4.0 dan kebutuhan tenaga kerja terampil di berbagai sektor. Di sisi lain, Poltekba juga mengusung konsep Ecotech Fusion Campus, yang mengintegrasikan pendidikan dengan teknologi ramah lingkungan dan inovasi industri. Konsep ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan belajar yang mendukung pengembangan teknologi yang berkelanjutan, serta meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam bidang-bidang yang mendukung keberlanjutan industri dan lingkungan. Dengan menggabungkan program-program yang mendukung Kampus Berdampak, Poltekba juga memberi ruang kepada mahasiswa untuk lebih banyak berinteraksi dengan dunia industri melalui magang, riset bersama, serta pelatihan-pelatihan berbasis kebutuhan industri. Inisiatif ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045, yang mengedepankan peran kampus vokasi dalam mencetak tenaga kerja yang berkualitas dan siap menghadapi tuntutan pasar global. Selama perayaan Dies Natalis ke-23, Poltekba akan melibatkan berbagai pihak, baik dari internal kampus maupun mitra eksternal, untuk memperkuat sinergi antara dunia pendidikan, industri, dan masyarakat. Dengan berbagai kegiatan yang melibatkan semua elemen kampus, Poltekba berharap dapat menciptakan dampak yang lebih besar bagi pengembangan industri dan pendidikan vokasi di Indonesia. Melalui berbagai kegiatan yang dirancang, Poltekba juga berharap bisa memberikan inspirasi bagi lembaga pendidikan vokasi lainnya untuk memperkuat kontribusinya dalam mendukung pembangunan industri nasional dan mewujudkan Indonesia Emas 2045. Dengan komitmen yang terus diperbarui, Poltekba siap menjawab tantangan zaman dan menjadi kampus yang terus memberikan manfaat bagi masyarakat dan industri. “Semoga seluruh kegiatan berjalan lancar dan meninggalkan kesan positif bagi semua pihak yang terlibat,” tutup Lisnawaty.
Poltekba Tuan Rumah Seminar dan Sertifikasi PPLPI 2025: Meningkatkan Kompetensi Laboratorium Menuju Indonesia Emas 2045

Sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di era digital, Balikpapan akan menjadi tuan rumah ajang bergengsi tingkat nasional, yakni Seminar Nasional, Workshop, Pelatihan, dan Sertifikasi Kompetensi yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Pengelola Laboratorium Pendidikan Indonesia (PPLPI). Kegiatan ini akan digelar di Swiss-Belhotel International, Balikpapan, dan mengangkat tema “Optimalisasi Transformasi Digital Laboratorium untuk Meningkatkan Kompetensi dan Profesionalitas PLP Menuju Indonesia Emas 2045”. Tema ini sejalan dengan visi Indonesia untuk menyiapkan generasi unggul yang siap bersaing dalam dunia digital. Seminar dan workshop ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru dalam pengelolaan laboratorium pendidikan, serta memperkenalkan berbagai skema sertifikasi kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia industri dan pendidikan. Tema ini juga mendukung program kampus merdeka dengan menyiapkan mahasiswa untuk dapat beradaptasi dan berkompetisi di dunia kerja yang semakin terdigitalisasi. Acara ini akan menghadirkan sejumlah tokoh penting, di antaranya Wakil Ketua Komisi X DPR RI Dr. Ir. Hetifah Sjaifudian, MPP, dan Direktur Sumber Daya Ditjen Diktiristek, Prof. Dr. Ir. Siti Suning Kusumawardani, ST., MT. Pembukaan acara akan dilakukan oleh Ketua Umum PPLPI Pusat, H. Sofyan, S.Sos, M.Si, serta disambut oleh Direktur Poltekba, Dr. Emil Azmanajaya, ST., MT sebagai tuan rumah penyelenggaraan. Para ahli dari berbagai bidang juga dijadwalkan untuk mengisi seminar ini, di antaranya Dr. Bhimo Widyo Andoko, S.H., M.H. (Kepala Biro Hukum dan Organisasi, Kemdiktiristek), Prof. Dr. Ir. Hamdan, ST., MCS., IPM. (Pakar AI & Cybersecurity), dan Dr. Adi Riyadhi, S.Si., M.Si. (Kepala UPT Lab Terpadu Universitas Andalas). Mereka akan membagikan pengetahuan tentang pengelolaan laboratorium berbasis teknologi terkini dan pentingnya sertifikasi kompetensi untuk meningkatkan profesionalisme. Selain seminar, kegiatan ini juga membuka peluang bagi peserta untuk mengikuti Skema Sertifikasi Kompetensi Nasional dalam berbagai bidang laboratorium, mulai dari Petugas K3, Kepala Laboratorium, Operator Mesin Industri, Analis Gravimetri, hingga Spesialis Artificial Intelligence dan masih banyak lagi. Biaya pendaftaran untuk sertifikasi dan pelatihan ini berkisar antara Rp 2,5 juta hingga Rp 5 juta, dengan fasilitas lengkap seperti Sertifikat 32 JP, Sertifikat BNSP (untuk peserta yang lulus), Seminar Kit, dan makan siang serta coffee break. Bagi peserta dari wilayah Kalimantan, terdapat promo spesial dengan tarif terjangkau untuk kegiatan Seminar dan Workshop pada hari pertama (21 Agustus 2025). Biaya pendaftaran untuk Pemakalah dimulai dari Rp 800.000 (anggota) atau Rp 900.000 (umum), sementara Peserta Non-Pemakalah dikenakan biaya mulai dari Rp 500.000 (anggota) atau Rp 600.000 (umum), dengan tambahan biaya Sertifikasi sebesar Rp 500.000. Salah satu daya tarik utama acara ini adalah Pameran Peralatan Laboratorium Terbesar di Kalimantan yang akan digelar pada 21–22 Agustus 2025, di lokasi yang sama. Pameran ini akan menampilkan berbagai inovasi alat laboratorium dari sektor industri, kesehatan, energi, farmasi, kimia, dan pertambangan. Pengunjung umum dapat mengakses pameran ini secara gratis, sementara Pengunjung Utama dapat menikmati fasilitas eksklusif dengan biaya Rp 350.000 per hari, yang meliputi badge khusus, makan siang, snack, dan doorprize menarik. Pendaftaran untuk acara ini masih dibuka hingga 5 Agustus 2025. Bagi yang berminat, dapat menghubungi Susan (0813-4719-1525) atau Julyar (0813-9242-8187) untuk informasi lebih lanjut. Pembayaran dapat dilakukan ke rekening Perhimpunan Pengelola Laboratorium Pendidikan di Bank BRI Cabang Bogor, No. Rekening: 122401000242564. Link Penting: Dengan pelaksanaan kegiatan ini, PPLPI turut berkontribusi dalam memajukan program kampus berampak yang berfokus pada pengembangan kompetensi mahasiswa melalui pelatihan langsung yang berdampak pada kebutuhan industri di era digital.
HMJ Pariwisata Poltekba Gelar Seminar Kewirausahaan: Mengembangkan Jiwa Wirausaha di Era Digital

Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Pariwisata Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba) sukses menggelar seminar dan webinar bertajuk Pengembangan Jiwa Wirausaha di Era Perkembangan Teknologi pada Minggu, 27 Juli 2025, di Gedung Terpadu Lantai 4 Poltekba. Kegiatan ini diikuti oleh 120 peserta secara langsung dan 20 peserta secara virtual melalui Zoom Meeting. Acara yang digelar dengan tujuan untuk memberikan wawasan tentang kewirausahaan ini menghadirkan pembicara utama, Ferdy Novri, S.Si., MM., C.HRP, CNC, CH, CHt, CTNNLP, CMNLP, CNNLP, CPSC, CSTMI, C.NS, seorang dosen dari Jurusan Bisnis Poltekba. Dalam sesi seminar yang bertajuk “SDM Unggul sebagai Fondasi Inovasi”, Ferdy menekankan pentingnya kemampuan adaptasi pelaku wirausaha terhadap kemajuan teknologi. Menurutnya, teknologi bukanlah sesuatu yang perlu ditakuti, melainkan alat yang harus dimanfaatkan untuk mempercepat pertumbuhan usaha. “Di tengah perkembangan teknologi yang pesat, wirausaha harus mampu memanfaatkan digitalisasi untuk berkembang. Banyak pelaku usaha yang masih kebingungan dalam menghadapi tantangan digital ini,” ujar Ferdy Novri. Dengan gaya penyampaian yang komunikatif dan sesuai dengan perkembangan zaman, materi yang disampaikan berhasil menarik perhatian peserta dan membuat mereka lebih mudah memahami pesan yang ingin disampaikan. Peserta seminar memberikan sambutan yang sangat positif terhadap materi dan suasana acara. Beberapa peserta mengungkapkan bahwa cara penyampaian materi yang santai namun tetap substansial membuat seminar menjadi menarik. “Dengan suasana yang hidup dan dekorasi yang menarik, kami merasa lebih terlibat dalam seminar ini,” kata salah satu peserta. Ferdy Novri juga memberikan apresiasi yang tinggi terhadap kinerja panitia yang telah menyajikan seminar dengan suasana yang nyaman dan inspiratif. “Luar biasa! Panitia telah berhasil mendekor acara ini dengan sangat baik dan sekreatif ini,” puji Ferdy saat memberikan materi. Ketua Panitia, Maghreza Anggara, menjelaskan bahwa kegiatan ini digagas sebagai respons terhadap tantangan dunia usaha di era digital. “Banyak orang yang ingin memulai usaha, tetapi sering bingung harus memulai dari mana. Kami berharap seminar ini bisa membantu membuka wawasan para peserta untuk lebih siap dalam memulai dan mengembangkan jiwa wirausaha yang adaptif dan inovatif,” ungkapnya. Maghreza juga berharap kegiatan ini dapat menjadi pemantik semangat bagi mahasiswa dan masyarakat umum untuk memulai usaha di tengah derasnya arus teknologi yang berkembang. “Dengan wawasan yang lebih luas, kami berharap dapat menginspirasi lebih banyak orang untuk berani memulai usaha mereka sendiri dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang ada,” tutupnya. Dengan suksesnya seminar ini, HMJ Pariwisata Poltekba berkomitmen untuk terus mengembangkan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat bagi mahasiswa dan masyarakat umum, serta mendukung pengembangan jiwa wirausaha yang siap menghadapi tantangan dunia digital.
Kampus Berdampak Poltekba Perkenalkan Inovasi Alat Pencacah Pakan Ikan Tenaga Surya untuk UMKM

Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba) melalui Program Katalisator Kemitraan Berdikari telah meluncurkan sebuah inovasi teknologi yang revolusioner, yaitu alat pencacah pakan ikan berbasis tenaga surya. Inovasi ini merupakan jawaban nyata atas tantangan pembudidaya ikan, khususnya dalam hal efisiensi biaya pakan, yang selama ini menjadi salah satu beban terbesar dalam usaha budidaya perikanan. Alat ini dikembangkan melalui kolaborasi erat antara dosen, mahasiswa, dan siswa SMK, sejalan dengan visi Poltekba untuk menjadi institusi pendidikan vokasi yang menghasilkan teknologi terapan yang aplikatif dan berdampak langsung pada masyarakat. Peluncuran alat ini dilaksanakan pada Sabtu (26/7/2025) di Hotel Horison Ultima, dan dihadiri oleh perwakilan dari Dinas DP3, Bappeda Litbang, serta Care ID. Acara tersebut diresmikan oleh Wakil Direktur III Poltekba, Candra Irawan. Alat pencacah pakan tenaga surya ini mampu menghasilkan hingga 30 kg pakan per jam, sepenuhnya menggunakan energi matahari, sehingga sangat ramah lingkungan dan efisien dalam pengoperasiannya. Selain itu, alat ini dilengkapi dengan sistem IoT yang memungkinkan pemantauan secara real-time terhadap enam parameter mesin, termasuk status baterai dan efisiensi pengisian daya dari panel surya melalui aplikasi smartphone. Inovasi ini juga mencerminkan komitmen Poltekba untuk mendukung program kampus berdampak, yang tidak hanya berfokus pada pengembangan teknologi, tetapi juga pada pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar. Dengan kemampuan untuk memproduksi pakan secara mandiri menggunakan limbah organik, pelaku usaha perikanan, terutama UMKM, dapat mengurangi ketergantungan pada pakan pabrikan, yang selama ini memiliki harga yang tinggi. Qory Hidayati, Dosen Teknik Elektronika Poltekba, menegaskan, “Dengan alat ini, UMKM bisa memproduksi pakan sendiri dari limbah organik tanpa tergantung pada pakan pabrikan.” Program ini juga merupakan bagian dari upaya Poltekba untuk memperkuat posisi pendidikan vokasi sebagai penggerak inovasi terapan yang langsung menjawab kebutuhan masyarakat dan dunia usaha. Alat pencacah pakan surya ini, yang kini menjadi bagian dari program teaching factory Poltekba, diharapkan dapat memperkuat ekosistem perikanan lokal dengan meningkatkan kemandirian ekonomi dan efisiensi produksi. Inovasi ini juga berpotensi untuk dipatenkan dan dipasarkan secara massal, yang tentunya dapat membuka peluang usaha baru bagi masyarakat dan pelaku UMKM di bidang perikanan. Wakil Direktur III Poltekba, Candra Irawan, dalam sambutannya menekankan pentingnya kemitraan dengan dunia usaha dan masyarakat dalam pengembangan teknologi tepat guna. Ia mengatakan, “Poltekba berkomitmen mengembangkan teknologi yang aplikatif dan dapat memberikan solusi bagi permasalahan yang dihadapi masyarakat. Harapannya, alat ini tidak hanya dimanfaatkan secara lokal, tetapi juga dapat menjangkau wilayah lain yang memiliki potensi perikanan serupa.” Program ini sejalan dengan visi Ecotech Fusion Campus Poltekba, yang mengedepankan integrasi antara teknologi dan ekosistem yang berkelanjutan, dengan tujuan menciptakan solusi inovatif di bidang perikanan yang ramah lingkungan dan ekonomis. Dengan total biaya riset dan pengembangan yang mencapai Rp150 juta, alat ini kini mulai diproduksi sesuai pesanan dan terus diuji coba bersama pelaku UMKM lokal. Hasil uji coba menunjukkan efisiensi waktu dan biaya yang signifikan dibandingkan dengan metode konvensional. Melalui skema teaching factory dan pendampingan usaha, Poltekba juga berencana menginkubasi kelompok-kelompok binaan untuk membantu mereka mengakses pasar dan membangun ekosistem perikanan yang lebih tangguh, baik dari segi ekonomi maupun teknologi. Inovasi ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang bagi pembudidaya ikan dalam mengatasi mahalnya harga pakan dan meningkatkan efisiensi operasional. Dengan produksi pakan mandiri, para pelaku usaha perikanan dapat meningkatkan margin keuntungan dan mencapai kemandirian ekonomi yang lebih baik. Poltekba, melalui program ini, tidak hanya menciptakan teknologi cerdas, tetapi juga memberdayakan masyarakat untuk memiliki ketahanan ekonomi yang lebih kokoh dalam menghadapi tantangan di industri perikanan.
Poltekba Gelar Pelatihan Pencegahan Kebakaran: Edukasi dan Kesiapsiagaan di Tengah Meningkatnya Kasus Kebakaran di Balikpapan

Merespons tingginya angka kejadian kebakaran di Kota Balikpapan pada awal tahun 2025 serta Sebagai bentuk nyata implementasi program Kampus Berdampak dan komitmen terhadap Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba) menggelar kegiatan Pelatihan Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran pada Sabtu, 26 Juli 2025. Kegiatan ini dilaksanakan di lingkungan kampus dan menyasar anggota TP PKK Kelurahan Karang Joang sebagai peserta utama, dengan dukungan aktif dari mahasiswa dan dosen Poltekba. Para peserta antusias mengikuti pelatihan yang terbagi dalam dua sesi. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh dosen Jurusan Pariwisata, Maria Veronika Simanjuntak, S.Pd., M.Pd., bersama tim dosen program studi, yaitu Dra. Nawang Retno D., M.Si., Enita Rahayu, S.Pd., M.Pd., Lisnawaty Simatupang, S.S., M.Hum., Yogiana Mulayani, M.M.Par., dan Firda Rahmayanti, S.Tr.Par., M.Par. Pelatihan ini menjadi respons proaktif terhadap tingginya risiko kebakaran di lingkungan rumah tangga. Berdasarkan data dari Dinas Pemadam Kebakaran Kota Balikpapan, selama periode Januari hingga 6 Mei 2025 telah tercatat 52 kejadian kebakaran, termasuk 17 kasus kebakaran bangunan dan 35 kebakaran lainnya, seperti korsleting listrik dan kebakaran sampah. Kejadin kebakaran ini sebagian besar berasal dari korsleting listrik dan kelalaian pengguna kompor gas. Fakta ini menunjukkan perlunya edukasi intensif mengenai kesiapsiagaan dan penanggulangan kebakaran, terutama di kalangan ibu rumah tangga sebagai garda terdepan pengelola rumah. Pada sesi pertama, Maria Veronika menyampaikan materi tentang faktor-faktor pemicu kebakaran di lingkungan domestik, seperti penggunaan kabel ekstensi yang tidak sesuai standar, kebocoran tabung gas, kebiasaan merokok dalam ruangan, serta kelalaian saat menyalakan lilin atau alat pemanas. Peserta juga diajak untuk membuat denah jalur evakuasi rumah tangga, sebagai langkah awal mitigasi bencana. “Satu menit pertama saat api muncul adalah momen paling krusial. Jika kita bisa bertindak cepat dan tepat, kebakaran besar bisa dicegah,” tegas Maria dalam sesi pemaparannya. Memasuki sesi kedua, pelatihan menghadirkan narasumber dari UPTD Pemadam Bahaya dan Kebakaran (PBD) Wilayah Timur Kota Balikpapan, yaitu Riduwan, S.Sos. Ia memaparkan jenis-jenis Alat Pemadam Api Ringan (APAR) seperti Powder dan CO₂, serta mendemonstrasikan cara penggunaannya secara tepat. Selain itu, Riduwan juga memperkenalkan alat pemadam darurat sederhana yang dapat disiapkan di rumah, seperti ember berisi air, karung goni, dan kain basah. Sesi praktik menjadi puncak kegiatan, di mana seluruh peserta mengikuti simulasi pemadaman api di lapangan parkir Gedung Elektro Poltekba. Dengan pendampingan dari enam personel UPTD PBD, para peserta mempraktikkan teknik pemadaman menggunakan karung goni dan tong terbakar, dilanjutkan dengan penggunaan APAR secara bergantian. Pelatihan ini tidak hanya memberikan pengetahuan teknis semata, tetapi juga bertujuan membangun kesadaran kolektif akan pentingnya budaya siaga bencana. Tim dosen Poltekba berharap para peserta mampu menjadi agen perubahan di lingkungannya, menyebarluaskan edukasi keselamatan kebakaran kepada keluarga dan warga sekitar. “Kami ingin para ibu rumah tangga menjadi garda terdepan dalam edukasi keselamatan kebakaran di rumah. Edukasi sederhana ini bisa menyelamatkan nyawa,” ungkap Maria Veronika, menutup sesi pelatihan. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya jangka panjang Poltekba dalam membangun kemitraan dengan masyarakat serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada tujuan ke-11 tentang kota dan permukiman yang aman dan berkelanjutan. Dengan semangat Kampus Berdampak, Poltekba berkomitmen untuk terus melaksanakan program yang berakar pada kebutuhan lokal dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Dr. Tuatul Mahfud Raih Gelar Profesor Termuda, Membawa Poltekba ke Puncak Prestasi Baru

Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba) kembali mencatatkan sejarah baru dengan prestasi luar biasa yang diraih oleh salah satu dosen terbaiknya, Prof. Dr. Tuatul Mahfud, M.Pd. Pada usia 38 tahun 9 bulan, Dr. Tuatul berhasil meraih gelar Profesor di bidang Pelatihan dan Pengembangan Keterampilan Vokasional, menjadikannya sebagai profesor termuda se-Politeknik Indonesia dan guru besar pertama dalam sejarah Poltekba. Capaian ini tidak hanya membanggakan, tetapi juga menjadi tonggak penting dalam pengembangan pendidikan vokasi di Poltekba serta di Indonesia. Prof. Dr. Tuatul Mahfud dikenal sebagai akademisi dengan spesialisasi dalam riset yang mendalam terkait dengan career development, vocational behaviour, work-based learning, dan pelatihan vokasi. Perjalanan kariernya yang penuh inspirasi dimulai dari keluarga sederhana di Kudus. Merantau ke Jakarta sejak kecil, Prof. Dr. Tuatul menyadari bahwa peran kedua orang tuanya, khususnya ibundanya, menjadi motivasi utama dalam meraih sukses hingga saat ini. Beliau tidak hanya berfokus pada pengajaran, tetapi juga aktif berperan dalam riset yang relevan dengan dunia vokasi yang terus berkembang. Sebelum mengabdi di Poltekba, Prof. Dr. Tuatul memulai kariernya sebagai guru di SMKN 30 Jakarta serta terlibat dalam program Pendidik untuk Pendidikan Anak-anak Indonesia di Sabah, Malaysia. Kini, selain menjabat sebagai Wakil Direktur I Bidang Akademik di Poltekba, beliau juga mengajar di Program Studi D4 Pengelolaan Perhotelan, Jurusan Pariwisata. Karier akademiknya sebelumnya mencakup berbagai posisi strategis, antara lain Ketua Senat, Sekretaris Jurusan Pariwisata, Kaprodi Tata Boga, hingga Kasubbag Perencanaan. Pengalamannya yang luas di dunia pendidikan dan administrasi semakin memperkuat posisi Prof. Dr. Tuatul sebagai figur sentral dalam pengembangan pendidikan vokasi di Poltekba. Kontribusi terhadap Pendidikan Vokasi dan Keterampilan di Poltekba Sebagai seorang akademisi yang berkomitmen terhadap pengembangan pendidikan vokasi, Prof. Dr. Tuatul sangat percaya bahwa pendidikan vokasi harus mampu beradaptasi dengan perkembangan industri dan teknologi yang semakin dinamis. “Pendekatan upskilling, reskilling, dan cross-skilling menjadi kunci untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang tidak hanya kompeten tetapi juga fleksibel dan inovatif. Dengan strategi ini, pendidikan vokasi dapat menjadi pilar strategis dalam membentuk tenaga kerja yang tangguh dan berdaya saing,” ujar Dr. Tuatul. Pendidikan vokasi, menurutnya, harus mempersiapkan tenaga kerja untuk dapat beradaptasi dengan tantangan yang dibawa oleh globalisasi, perkembangan teknologi, dan transformasi industri. Untuk itu, pengembangan kurikulum yang mengedepankan aspek praktikal dan berbasis industri menjadi sangat penting. Selain itu, Dr. Tuatul juga menekankan pentingnya sinergi antara dunia pendidikan dengan dunia industri untuk menghasilkan lulusan yang siap pakai dan memiliki keterampilan yang dibutuhkan oleh pasar kerja. Di tengah upaya Poltekba untuk menjawab tantangan tersebut, program-program seperti Ecotech Fusion Campus menjadi contoh nyata bagaimana kampus ini merespons perubahan zaman. Ecotech Fusion Campus bertujuan untuk menciptakan kolaborasi antara pendidikan, teknologi, dan industri untuk menghasilkan inovasi yang bermanfaat. Di sini, para mahasiswa tidak hanya mendapatkan ilmu teori, tetapi juga keterampilan praktis yang diperlukan di dunia industri, termasuk dalam bidang teknologi ramah lingkungan dan industri digital. Apresiasi dari Pimpinan Poltekba Atas pencapaian gemilang, Dr. Emil Azmanajaya, S.T., M.T, Direktur Poltekba, menyampaikan rasa bangga dan penghargaan yang tinggi. “Kami mengucapkan selamat dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Bapak Prof. Dr. Tuatul Mahfud atas pencapaian luar biasa ini. Ini adalah tonggak sejarah yang menjadi inspirasi bagi kami semua untuk terus berkontribusi dalam pendidikan vokasi dan terus berinovasi demi kemajuan bangsa,” kata Dr. Emil Azmanajaya. Lebih lanjut, Dr. Emil juga memberikan apresiasi kepada dua dosen lainnya, Dr. Ir. Randis, S.T., M.T, dan Nuryanti, S.T., M.T, yang juga meraih jabatan akademik Lektor Kepala. Dengan tambahan Profesor dan Lektor Kepala di Poltekba, Dr. Emil berharap kualitas tridharma perguruan tinggi—yang mencakup pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat—akan semakin kuat. Kehadiran profesor dan lektor kepala ini juga diharapkan membuka peluang untuk kolaborasi yang lebih luas di tingkat nasional maupun internasional, khususnya dalam pengembangan program-program berdampak yang relevan dengan kebutuhan industri. Poltekba kini semakin mengukuhkan dirinya sebagai institusi pendidikan vokasi yang berperan aktif dalam mempersiapkan tenaga kerja yang siap bersaing di dunia global. Salah satu langkah besar yang diambil adalah dengan memperkenalkan konsep Ecotech Fusion Campus. Konsep ini mengintegrasikan teknologi ramah lingkungan, transformasi digital, dan pendidikan vokasi dalam satu ekosistem yang saling mendukung. Para mahasiswa Poltekba tidak hanya akan dilatih dalam bidang keterampilan teknis, tetapi juga diberdayakan untuk menciptakan solusi inovatif yang mendukung keberlanjutan lingkungan dan kemajuan industri. Di era yang terus berkembang, Poltekba berkomitmen untuk tidak hanya mengajarkan keterampilan dasar, tetapi juga mengembangkan karakter dan mentalitas kewirausahaan pada mahasiswa, sehingga mereka tidak hanya siap bekerja tetapi juga siap berinovasi dan menciptakan lapangan kerja baru. Biodata Singkat Dr. Tuatul Mahfud Dr. Tuatul Mahfud telah mengabdi di Poltekba selama lebih dari 12 tahun, dengan dedikasi penuh dalam dunia pendidikan vokasi. Sebagai seorang pengajar, peneliti, dan pemimpin akademik, beliau telah banyak berkontribusi dalam pengembangan kurikulum dan program pendidikan yang sesuai dengan tuntutan industri.
Mengasah Kompetensi Mahasiswa Poltekba Melalui Kuliah Tamu dan Pembekalan OJT di Dunia Industri

Dalam menghadapi tantangan dunia industri, khususnya di sektor alat berat, penting bagi perguruan tinggi untuk mempersiapkan lulusannya dengan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pasar tenaga kerja. Sejalan dengan program kampus berdampak yang bertujuan untuk meningkatkan relevansi pendidikan tinggi dengan dunia kerja, Program Studi Alat Berat, Jurusan Teknik Mesin, Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba) terus berupaya menyelaraskan pendidikan dengan tuntutan kebutuhan tenaga kerja, khususnya di level middle skill. Pada Senin (21/7/2025), Poltekba menyelenggarakan kuliah tamu dan pembekalan bagi 86 mahasiswa yang akan melaksanakan On the Job Training (OJT). Kegiatan ini menjadi agenda rutin yang wajib diikuti oleh mahasiswa sebelum terjun ke dunia industri. Koordinator OJT yang merupakan Sekretaris Jurusan Teknik Mesin, Yudi Kurniawan, M.T., menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya sebagai persiapan teknis, tetapi juga untuk membekali mahasiswa dengan pengetahuan mengenai etika, keselamatan, dan target yang harus dicapai selama OJT. “Pembekalan ini bertujuan agar mahasiswa memiliki kesiapan teknis, mental, serta pemahaman yang memadai agar dapat bersaing di dunia industri yang dinamis,” ujarnya. Selama lima bulan, mahasiswa akan mengimplementasikan ilmu yang telah dipelajari di berbagai perusahaan besar yang bergerak di sektor alat berat, seperti PT United Tractors, PT United Tractors Pandu Engineering, PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA), PT Komatsu Remanufacturing Asia, dan PT Petrosea. Lokasi OJT tersebar di beberapa daerah, termasuk Kalimantan, Pekanbaru, Sorong, hingga Palu. Keterlibatan mereka dalam program ini akan memberikan pengalaman langsung dan memungkinkan mahasiswa untuk menyesuaikan diri dengan tuntutan kompetensi yang dibutuhkan oleh dunia industri, khususnya dalam kategori tenaga kerja dengan keterampilan menengah (middle skill), yang kini semakin banyak dicari oleh perusahaan-perusahaan besar. Dalam kuliah tamu kali ini, para mahasiswa mendapatkan pembekalan materi yang komprehensif dari berbagai narasumber. Aris Budi Santoso, seorang trainer dari PT Chitra Paratama, menjadi pemateri utama yang menyampaikan materi tentang perbaikan dasar unit alat berat. Selain itu, dua dosen Poltekba, Ir. Ida Bagus Dharmawan, S.T.,MS.i, dan Patria Rahmawati, S.Psi.,M.Mpd.,Psikolog, turut mengisi sesi tentang etika dan perilaku kerja, serta kesehatan dan keselamatan kerja (K3) yang sangat krusial di lingkungan industri. Materi etika dan perilaku kerja ini mengajarkan mahasiswa bagaimana berinteraksi dengan profesionalisme tinggi di tempat kerja, mengelola hubungan antar kolega, serta memahami pentingnya sikap dalam berkontribusi di dunia industri. Sementara itu, pemahaman mengenai K3 bertujuan untuk memastikan bahwa mahasiswa dapat bekerja dengan aman dan meminimalkan risiko kecelakaan yang mungkin terjadi selama masa OJT mereka. Yudi Kurniawan menambahkan bahwa mahasiswa juga diberikan panduan terkait pencapaian target dan tujuan selama OJT. Dengan demikian, pengalaman lima bulan mereka dapat memberikan manfaat maksimal bagi perkembangan kompetensi mereka. “Kami berharap mahasiswa dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan baik, menunjukkan kemampuan terbaik di perusahaan, dan membuktikan bahwa mereka siap menjadi tenaga kerja yang kompeten dan profesional di bidangnya,” pungkasnya. Dengan langkah-langkah strategis seperti ini, Poltekba tidak hanya menghasilkan lulusan yang siap pakai di dunia industri, tetapi juga turut berperan dalam memenuhi kebutuhan tenaga kerja middle skill yang sangat dibutuhkan oleh sektor industri alat berat, yang terus berkembang pesat. Program seperti OJT ini memberikan dampak yang signifikan bagi mahasiswa, serta memperkuat hubungan antara dunia pendidikan dan industri dalam menghadapi era digital dan revolusi industri 4.0.
Kolaborasi Generasi Muda untuk Indonesia Emas 2045: Digitalize Your Business Vol. 2

Acara Digitalize Your Business Vol. 2 yang digelar oleh Politeknik Negeri Balikpapan melalui Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Bisnis, dengan tema “Membangun Jiwa Entrepreneur Muda yang Inovatif dan Tangguh di Era Digital,” berhasil menarik lebih dari 160 peserta, yang terdiri dari pelaku UMKM dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Balikpapan. Antusiasme yang tinggi dari peserta mencerminkan kesadaran generasi muda dan pelaku usaha akan pentingnya transformasi digital dalam mengembangkan bisnis yang berdaya saing di tengah pesatnya perkembangan teknologi. Kegiatan ini merupakan contoh nyata dari program kampus berdampak yang diusung oleh Politeknik Negeri Balikpapan. Program semacam ini sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045, yang menargetkan Indonesia menjadi negara dengan ekonomi terbesar di dunia pada tahun 2045. Dalam mewujudkan visi tersebut, generasi muda memiliki peran yang sangat penting, khususnya dalam mengembangkan kemampuan wirausaha yang inovatif dan adaptif terhadap perubahan zaman, terutama di era digital. Sebagai bagian dari upaya mencetak mahasiswa berdampak, acara ini menghadirkan dua narasumber yang sangat inspiratif. Endah Tri Hapsari, Ketua UMKM Balikpapan Selatan, memberikan pemaparan tentang pentingnya inovasi dan keberanian dalam menjalankan usaha agar UMKM tetap relevan di era digitalisasi. Dengan berbagi pengalaman praktis, ia mendorong peserta untuk tidak takut mencoba langkah baru dalam mengembangkan bisnis. Sementara itu, Brian Mupratomo, atau yang akrab disapa Mas Bray, yang merupakan pemilik Cafe Diorama dan Warung KPK Balikpapan, turut berbagi kisah suksesnya dalam membangun brand lokal dan memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas pasar serta memperkuat eksistensi bisnisnya di tengah tantangan zaman. Acara ini bukan hanya sekadar wadah berbagi ide, namun juga sebuah kesempatan untuk memperluas jejaring bisnis dan memperkenalkan semangat kewirausahaan kepada generasi muda. Ketua Panitia, Feia Marfela Christa Sendow, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan semangat berwirausaha yang adaptif, kreatif, dan resilien. “Harapannya, acara ini dapat menjadi pemicu lahirnya lebih banyak entrepreneur muda yang siap berinovasi dan menghadapi tantangan era digital,” ujar Feia. Hal ini sejalan dengan upaya untuk menciptakan mahasiswa berdampak yang dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan perekonomian Indonesia. Tak hanya itu, dalam acara ini juga diumumkan berbagai apresiasi bagi peserta yang berprestasi. Pemenang Doorprize, Ananda Arifahdani Agustino, berhasil meraih penghargaan, begitu juga dengan peserta lain yang berprestasi, seperti Dira, Isti, dan Fristya, yang meraih penghargaan sebagai Penanya Terbaik. Selain itu, Muhammad Khalis dari UPN Veteran Jawa Timur, Rima Puji Astuti, dan Astuti dari Poltekba masing-masing meraih juara dalam Post-Test tercepat dengan nilai 100. Melalui acara ini, Politeknik Negeri Balikpapan tidak hanya memberikan wawasan seputar digitalisasi dalam dunia bisnis, tetapi juga menjadi titik awal bagi generasi muda Balikpapan untuk mempersiapkan diri sebagai entrepreneur yang siap bersaing di dunia digital. Dengan semangat kolaborasi yang tinggi, diharapkan acara Digitalize Your Business Vol. 2 dapat menjadi inspirasi dan landasan bagi para peserta untuk mengembangkan potensi kewirausahaannya, serta berkontribusi dalam mendukung tercapainya Indonesia Emas 2045.
Pencapaian Poltekba dalam Program P2MW: Mewujudkan Visi Ecotech Fusion untuk Ekonomi Daerah

Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba) meraih prestasi gemilang dengan berhasil memperoleh pendanaan dari Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Keberhasilan ini menjadi tonggak sejarah pertama bagi Poltekba setelah penggabungan pendidikan vokasi dan akademik. Dua tim mahasiswa Poltekba berhasil lolos seleksi nasional berkat ide bisnis yang inovatif, menunjukkan bahwa integrasi antara teori dan praktik yang diterapkan di Poltekba mampu menghasilkan solusi bisnis yang bermanfaat bagi masyarakat. Wakil Direktur III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama Poltekba, Candra Irawan, S.T., M.Si., memberikan apresiasi yang tinggi kepada kedua tim yang berhasil mewujudkan ide bisnis mereka dalam ajang seleksi P2MW. “Kami sangat bangga atas pencapaian ini. Keberhasilan kedua tim membuktikan bahwa mahasiswa Poltekba memiliki semangat kewirausahaan yang luar biasa dan mampu bersaing di tingkat nasional. Ini adalah hasil dari integrasi pendidikan vokasi dan akademik yang kami jalankan dengan komitmen penuh,” ungkapnya. Program P2MW merupakan inisiatif yang bertujuan untuk menumbuhkan jiwa wirausaha di kalangan mahasiswa, mempersiapkan mereka menjadi pengusaha tangguh yang dapat menciptakan lapangan kerja, serta mempertemukan teori yang dipelajari di kampus dengan praktik nyata di dunia bisnis. Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya mendapatkan pendanaan untuk mengembangkan usaha, tetapi juga bimbingan dari para ahli, akses ke jaringan mitra industri, dan pengalaman langsung dalam mengelola usaha. Keberhasilan kedua tim ini sejalan dengan visi Ecotech Fusion Campus Poltekba, yang berfokus pada pengembangan inovasi teknologi yang berkelanjutan dan berorientasi pada solusi ekonomi yang berdampak sosial. Visi ini mengajak mahasiswa untuk tidak hanya menguasai teori, tetapi juga aktif berperan dalam pembangunan ekonomi berbasis teknologi, yang dapat memperkuat ekosistem kewirausahaan lokal. Candra Irawan berharap pencapaian ini dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk berani mengembangkan ide bisnis mereka, memanfaatkan peluang yang ada, dan memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar. “Kami mengajak seluruh mahasiswa Poltekba untuk memanfaatkan program P2MW sebagai platform belajar dari para praktisi, sekaligus berkontribusi pada kemajuan ekonomi daerah melalui inovasi bisnis yang kreatif,” tambahnya. Ke depan, Poltekba berkomitmen untuk terus memperkuat dukungan terhadap pembinaan kewirausahaan terpadu, memperluas kerja sama dengan industri, dan mengembangkan potensi mahasiswa agar semakin banyak wirausaha muda berprestasi yang lahir dari kampus ini. Dengan semangat Ecotech Fusion, Poltekba bertekad menciptakan generasi pengusaha yang siap menghadapi tantangan global dengan solusi bisnis berbasis teknologi yang berdampak luas.