Poltekba Mantapkan Transformasi Organisasi dalam Semangat “Transforming Today, Sustainability Tomorrow”

21 Pejabat Struktural, 1 Fungsional, dan 12 PNS Baru Dilantik: Poltekba Perkuat SDM Unggul Berbasis Meritokrasi

Balikpapan, 2 Juni 2025 – Dalam langkah konkret mewujudkan tata kelola perguruan tinggi vokasi yang profesional, modern, dan berorientasi kinerja, Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba) resmi melaksanakan pelantikan pejabat struktural, fungsional, serta pengangkatan Pegawai Negeri Sipil (PNS) baru. Acara pelantikan bertempat di Gedung Terpadu Lantai 4 pada Senin, 2 Juni 2025 ini dipimpin langsung oleh Direktur Poltekba, Dr. Emil Azmanajaya, S.T., M.T., yang menetapkan 21 pejabat struktural, 1 pejabat fungsional, serta 12 PNS baru di lingkungan kampus. Pelantikan ini merupakan bagian dari dinamika organisasi yang sehat dan adaptif terhadap perkembangan regulasi serta kebutuhan strategis institusi. Proses seleksi dilakukan melalui mekanisme fit and proper test secara objektif, sebagai perwujudan prinsip meritokrasi yang menjadi landasan pembinaan SDM unggul di Poltekba. Dalam sambutannya, Dr. Emil menyampaikan bahwa pelantikan ini bukan hanya sebatas pengisian jabatan, melainkan bagian dari upaya reformasi birokrasi secara menyeluruh. Hal ini sejalan dengan perubahan nomenklatur dan tata kelola berdasarkan regulasi terbaru—yakni peralihan dari Permendiknas Nomor 41 Tahun 2011 ke Permendiktisaintek Nomor 6 Tahun 2025. Reformasi ini mendorong terciptanya struktur organisasi yang lebih ramping, lincah, dan berorientasi pada kinerja serta hasil. “Hari ini kita tidak hanya melantik pejabat, tetapi juga memantapkan fondasi transformatif Poltekba sebagai institusi yang berdaya saing tinggi. Ini adalah era kinerja, bukan era posisi. Kami berharap para pejabat yang dilantik mampu berkontribusi nyata untuk membawa Poltekba lebih berdampak,” ujar Dr. Emil, ditemui seusai acara. Lebih jauh, pelantikan ini merupakan bagian dari roadmap transformasi Poltekba sebagai Ecotech Fusion Campus, sebuah konsep pengembangan institusi yang memadukan inovasi teknologi (tech-based innovation), keberlanjutan lingkungan (ecological sustainability), dan kolaborasi industri-masyarakat. Dengan semangat “Transforming Today, Sustainability Tomorrow,” Poltekba terus berkomitmen membangun ekosistem pendidikan vokasi yang menjawab kebutuhan industri masa kini dan masa depan, sekaligus memberi kontribusi nyata bagi pembangunan berkelanjutan. Program Kampus Berdampak menjadi benang merah dari seluruh kebijakan dan gerak langkah Poltekba. Melalui penguatan kapasitas SDM, pembenahan struktur kelembagaan, dan akselerasi digitalisasi layanan, Poltekba membangun sistem kerja yang tidak hanya efisien, tetapi juga inklusif dan pro-lingkungan. Pelantikan ini diharapkan menjadi titik awal bagi pejabat baru untuk memperkuat kualitas layanan akademik dan non-akademik, membangun budaya kerja berbasis prestasi, serta memperluas jejaring kerja sama strategis—baik di tingkat lokal, nasional, maupun global. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya menjadikan Poltekba sebagai pilar utama pembangunan vokasi di Kalimantan Timur dan Indonesia Timur. Dengan formasi baru yang telah dilantik, Poltekba siap melangkah lebih jauh dalam menjawab tantangan globalisasi, transformasi digital, serta transisi menuju ekonomi hijau. Ini adalah wujud nyata dari visi Poltekba: menjadi Menjadi institusi pendidikan tinggi vokasi yang berkarakter, unggul, dan berdaya saing global.

Dosen Poltekba Yogiana Mulyani Raih Penghargaan atas Kontribusinya dalam Pengembangan Ekonomi Kreatif dan Pariwisata

Yogiana Mulyani, Menerima Penghargaan Penghargaan Berkat Dedikasi dalam Pemberdayaan Perempuan dan Pengembangan Pariwisata

Dalam acara Diseminasi Penguatan Karakter Keluarga Berlandaskan Nilai-Nilai Pancasila yang berlangsung pada Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-53, Kamis 22 Mei 2025 di BSCC Dome, Balikpapan, Yogiana Mulyani, M.M., Par, Dosen Jurusan Pariwisata dan juga sekaligus sebagai Ketua Senat Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba), dianugerahi penghargaan atas kontribusinya yang luar biasa dalam pemberdayaan perempuan, khususnya dalam bidang ekonomi dan pariwisata. Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi terhadap dedikasi Yogiana dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dengan fokus pada pengembangan sektor pariwisata yang berkelanjutan. Sebagai seorang ibu dari tiga anak yang juga aktif dalam dunia akademik dan pengembangan masyarakat, Yogiana telah memberikan kontribusi nyata dalam pemberdayaan perempuan melalui berbagai inisiatif, salah satunya adalah program pendampingan kelompok sadar wisata (Pokdarwis) yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat lokal di bidang pariwisata. Program ini tidak hanya memberikan pelatihan teknis, tetapi juga membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya pariwisata berbasis pemberdayaan masyarakat. Dengan pendekatan yang melibatkan komunitas lokal secara langsung, Yogiana telah mengukir jejak signifikan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor pariwisata. Dalam keterangannya kepada tim humas, Yogiana menyampaikan rasa syukurnya atas penghargaan tersebut, sekaligus menekankan bahwa kontribusinya berasal dari dedikasi yang tulus sebagai bagian dari tanggung jawab seorang dosen. “Saya bekerja dengan ikhlas karena memang sudah menjadi kewajiban seorang dosen untuk menyebarkan ilmu dan memberikan manfaat kepada masyarakat. Saya melihat keberhasilan ini bukan sebagai tujuan akhir, melainkan bagian dari proses berkelanjutan yang harus dilakukan untuk menciptakan perubahan positif,” ujarnya. Yogiana juga menegaskan bahwa kiprahnya di bidang pariwisata adalah bentuk dari upaya membangun sinergi yang kuat antara dunia akademik, industri pariwisata, dan komunitas lokal. Melalui peran aktifnya, ia telah berhasil menjembatani kesenjangan antara teori yang diajarkan di bangku kuliah dengan kebutuhan praktis di lapangan. Melalui kiprahnya di bidang pariwisata, Yogiana aktif membangun sinergi antara dunia akademik dengan industri dan komunitas lokal. Kontribusinya telah menciptakan dampak positif bagi pengembangan ekonomi kreatif dan destinasi wisata di Balikpapan. “”Dengan menciptakan kerjasama antara pihak kampus, pelaku industri, dan masyarakat, kami dapat bersama-sama membangun pariwisata yang berkelanjutan dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat sekitar,” lanjut Yogiana. Program Kampus Berdampak yang baru diluncurkan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Kemendiktiristek) menjadi salah satu platform utama bagi Poltekba untuk mendorong dosen-dosen, termasuk Yogiana, untuk lebih terlibat dalam pengabdian masyarakat. Kampus Berdampak bukan hanya berfokus pada pendidikan tinggi yang berkualitas, tetapi juga bertujuan menjadikan perguruan tinggi sebagai agen perubahan yang mampu memberikan solusi nyata terhadap masalah sosial dan ekonomi di masyarakat. Yogiana sendiri telah membuktikan komitmennya dalam program ini, dengan mengembangkan sektor pariwisata sebagai pendorong utama ekonomi kreatif di Balikpapan. “Melalui program Kampus Berdampak, kami mengajak mahasiswa dan dosen untuk berperan aktif dalam pembangunan ekonomi masyarakat, salah satunya melalui pengembangan sektor pariwisata. Balikpapan sebagai kota yang sedang berkembang memiliki potensi luar biasa dalam hal destinasi wisata. Dengan mengoptimalkan potensi ini, kami tidak hanya menciptakan lapangan pekerjaan, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui pemberdayaan ekonomi kreatif,” ungkap Yogiana. Selain itu, Yogiana juga membagikan pengalamannya dalam mengatur waktu antara peran sebagai seorang dosen, ibu rumah tangga, dan penggerak pemberdayaan masyarakat. Ia percaya bahwa manajemen waktu yang baik adalah kunci utama untuk menjalani kehidupan yang seimbang. “Sebagai seorang ibu dari tiga anak, saya harus bisa menyeimbangkan antara pekerjaan, keluarga, dan tanggung jawab sosial. Dukungan dari keluarga sangat membantu dalam menjalankan semua peran ini. Saya percaya bahwa dengan perencanaan yang matang dan dukungan yang solid, segala tugas dapat dijalankan dengan baik,” ujarnya. Penghargaan yang diterima Yogiana ini juga menjadi pemicu semangat bagi perempuan lainnya untuk lebih aktif berkontribusi dalam bidang akademik dan sosial. Yogiana berharap, dengan adanya penghargaan ini, semakin banyak perempuan yang terinspirasi untuk tampil berprestasi dan memberikan dampak positif kepada masyarakat. “Semoga penghargaan ini dapat menjadi dorongan bagi lebih banyak dosen perempuan untuk terus berprestasi. Kami harus membuktikan bahwa perempuan bisa berperan besar dalam dunia pendidikan, pengabdian masyarakat, dan pengembangan ekonomi kreatif, terutama di sektor pariwisata,” tutup Yogiana.

Bangun Kota Masa Depan Bersama SIKC: Jadilah Arsitek Smart City Indonesia

Program Studi Sarjana Terapan Sistem Informasi Kota Cerdas (SIKC) merupakan bagian dari strategi membangun SDM unggul yang mampu menghadirkan solusi berbasis teknologi untuk menyelesaikan berbagai persoalan perkotaan. Penerapan teknologi IoT yang semakin masif dalam sendi kehidupan manusia, membuat sistem pengelolaan kota ikut berkembang dengan lahirnya konsep smart city. Konsep smart city tersebut merupakan inovasi pengelolaan kota untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, pengelolaan tata kota serta berdampak pada peningkatan kualitas hidup. Melalui pendekatan case-based learning dan project-based learning, mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga aktif merancang inovasi digital yang berdampak langsung bagi masyarakat. Beberapa kontribusi nyata mahasiswa yang selaras dengan semangat Kampus Berdampak yang di ajarkan pada Program Studi Sarjana Terapan Sistem Informasi Kota Cerdas di antaranya: Indonesia Emas 2045 menargetkan pertumbuhan ekonomi inklusif, pembangunan berkelanjutan, dan pemerataan infrastruktur. Program Studi Sistem Informasi Kota Cerdas adalah pilar strategis untuk mewujudkan hal tersebut. Smart City mampu meningkatkan kualitas hidup warga, memperkuat tata kelola pemerintah, serta mendorong efisiensi sumber daya. Lulusan Program Studi Sarjana Terapan Sistem Informasi Kota Cerdas (SIKC) akan menjadi aktor penting dalam: Keterlibatan generasi muda dalam pengembangan smart city berarti mereka turut mengakselerasi transformasi digital nasional, mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), dan secara langsung berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.Dengan bekal tersebut, lulusan program ini tidak hanya siap kerja, tetapi juga siap berinovasi, berkolaborasi dengan pemerintah, industri, dan masyarakat untuk mewujudkan perubahan yang nyata. Poltekba terus berinovasi dalam menghadirkan program studi yang selaras dengan kebutuhan masa depan. Dengan semangat Kampus Berdampak, Poltekba tidak hanya mencetak lulusan yang kompeten, tetapi juga peduli dan siap berkontribusi dalam membangun bangsa. Melalui Program Studi Sarjana Terapan Sistem Informasi Kota Cerdas (SIKC), kamu bisa menjadi bagian dari generasi pembaharu yang mampu membawa dampak nyata bagi lingkungan sekitar dan bangsa. Di sinilah tempatnya untuk tumbuh, berinovasi, dan berkontribusi dalam membentuk masa depan kota-kota Indonesia yang lebih baik. Informasi pendaftaran program studi sarjana terapan Sistem Informasi Kota Cerdas (SIKC) dapat diperoleh melalui laman PMB Poltekba – Penerimaan Mahasiswa Baru Poltekba

Dibuka! Seleksi Mandiri Tes Poltekba 2025, Dapatkan Beasiswa Pendidikan GratisPoll dari Pemprov Kaltim

Politeknik Negeri Balikpapan memiliki komitmen kuat terhadap pendidikan vokasi yang berorientasi pada dunia kerja. Hal ini sejalan dengan visi Poltekba untuk menjadi institusi vokasi unggulan yang berdaya saing global, sekaligus relevan dengan kebutuhan industri di era transformasi digital dan energi berkelanjutan. Melalui berbagai program studi unggulan seperti, Poltekba tidak hanya membekali mahasiswa dengan keterampilan teknis, tetapi juga nilai integritas, profesionalisme, dan semangat inovasi—cerminan dari misi Poltekba untuk menghasilkan lulusan yang siap kerja dan berkontribusi nyata dalam pembangunan daerah dan nasional. Dalam pelaksanaan seleksi ini, Poltekba bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui program Beasiswa Pendidikan GratisPoll, yang memberikan dukungan penuh berupa pembebasan biaya pendidikan kepada mahasiswa yang memenuhi kriteria tertentu. Hal ini merupakan bagian dari upaya strategis untuk meningkatkan angka partisipasi pendidikan tinggi di Kalimantan Timur serta mempercepat pengembangan SDM vokasional di daerah ini.Pelaksanaan seleksi ini dirancang untuk memberikan fleksibilitas dan kesempatan yang lebih luas bagi calon mahasiswa dalam menentukan waktu pendaftaran dan mengikuti proses seleksi sesuai kesiapan masing-masing. Setiap gelombang terdiri dari beberapa tahapan, yaitu pendaftaran, tes akademik, pengumuman hasil tes akademik, tes kesehatan dan wawancara, serta pendaftaran ulang bagi peserta yang dinyatakan lulus. Jadwal Pelaksanaan Seleksi Mandiri Tes Poltekba (SMTP) Tahun 2025 📌 Gelombang 1: 📌 Gelombang 2: Direktur Politeknik Negeri Balikpapan, dalam keterangannya, mengajak para calon mahasiswa untuk memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya. “Kami membuka pintu bagi generasi muda yang ingin belajar secara aplikatif, praktis, dan langsung tersambung dengan dunia kerja. Seleksi Mandiri SMTP adalah jalur untuk bergabung dengan institusi pendidikan vokasi yang terus tumbuh, dinamis, dan relevan,” ujarnya. Informasi lebih lanjut, syarat pendaftaran, dan alur proses seleksi dapat diakses melalui laman resmi:🌐 https://pmb.poltekba.ac.id Untuk pertanyaan dan bantuan teknis, calon peserta dapat menghubungi Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru melalui kontak resmi yang tersedia di website.

Poltekba Apresiasi Mitra Strategis, Dorong Integrasi Kurikulum dan Dunia Kerja

Foto Bersama Poltekba Bersama Mitra Industri

Sebagai upaya mempererat sinergi antara pendidikan vokasi dan dunia industri, Jurusan Rekayasa Elektro Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba) menggelar kegiatan Apresiasi Mitra Industri pada Jumat, 16 Mei 2025. Kegiatan ini menjadi momen penting dalam menyampaikan penghargaan dan rasa terima kasih kepada mitra industri yang telah berkontribusi secara aktif dalam mendukung pelaksanaan program pendidikan vokasi, khususnya dalam penyelenggaraan magang dan praktik kerja lapangan (PKL) bagi mahasiswa. Acara yang berlangsung secara khidmat ini diselenggarakan di Lantai 4 Gedung Terpadu Poltekba, dan dihadiri oleh perwakilan dari 19 perusahaan mitra strategis dari berbagai sektor industri, baik lokal maupun nasional. Kehadiran para mitra mencerminkan komitmen kuat dunia usaha dalam menciptakan ekosistem pendidikan vokasi yang lebih adaptif, kontekstual, dan sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Melalui kegiatan ini, Poltekba menegaskan pentingnya peran industri sebagai mitra kunci dalam membentuk lulusan yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki etos kerja, karakter, dan profesionalitas yang siap menghadapi tantangan industri 5.0. Selama enam bulan terakhir, perusahaan-perusahaan tersebut telah menjadi tempat magang dan praktik kerja lapangan (PKL) bagi mahasiswa Poltekba, khususnya dari Jurusan Rekayasa Elektro. Tak hanya menyediakan ruang praktik, para mitra juga turut memberikan pembinaan langsung di lingkungan kerja nyata, sehingga mahasiswa mendapatkan pengalaman profesional yang tidak dapat digantikan oleh pembelajaran di ruang kelas. Sebagai bentuk penghargaan, Poltekba memberikan sertifikat dan plakat kepada masing-masing mitra. Adapun 19 perusahaan yang menerima penghargaan di antaranya adalah: PT Pertamina Balikpapan, PT Kilang Pertamina Internasional RU V Balikpapan, PLN NP UP Kaltim Teluk, PT Elnusa Fabrikasi Konstruksi, PT Kaltim Kariangau Terminal, hingga perusahaan lokal seperti Perumda Tirta Manuntung Balikpapan dan CV Gerak Madani Epicentrum. Wakil Direktur III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Candra Irawan, S.T., M.Si., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kerja sama dengan dunia industri bukan hanya soal menyediakan tempat magang, tetapi juga merupakan bagian penting dalam pembentukan karakter, penguatan kompetensi teknis, dan penanaman nilai-nilai profesionalisme kepada mahasiswa. “Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas komitmen para mitra. Ini bukan hanya tempat magang, tetapi ruang pembelajaran karakter, kompetensi, dan profesionalitas mahasiswa kami,” ujar Candra. Ia juga menambahkan bahwa ke depan, kerja sama yang telah terjalin diharapkan dapat berkembang ke arah yang lebih strategis, seperti kolaborasi riset terapan, pengembangan kurikulum berbasis industri, pelatihan tenaga pengajar, hingga perekrutan tenaga kerja dari lulusan Poltekba. Senada dengan itu, Direktur Poltekba Dr. Emil Asmanajaya, S.T., M.T., menegaskan bahwa sinergi antara kampus dan industri merupakan bagian integral dari visi Poltekba untuk menjadi politeknik unggulan dalam menghasilkan sumber daya manusia vokasional yang adaptif, profesional, dan siap menghadapi tantangan global. “Ke depan, kami ingin membuka kolaborasi di bidang riset terapan, pengembangan kurikulum berbasis industri, pelatihan dosen, serta peluang kerja bagi lulusan kami. Kami percaya, sinergi yang kuat antara kampus dan dunia industri adalah kunci sukses pendidikan vokasi,” ungkap Dr. Emil. Kegiatan ini juga merupakan bagian dari implementasi Program Kampus Berdampak yang diusung oleh Poltekba, di mana perguruan tinggi vokasi dituntut untuk hadir secara nyata dalam menjawab kebutuhan dunia kerja sekaligus memberi kontribusi pada pembangunan daerah dan nasional. Lebih jauh lagi, sinergi Poltekba dengan dunia industri sejalan dengan visi besar Indonesia Emas 2045, yakni mencetak generasi emas yang unggul dalam kompetensi, karakter, dan daya saing global. Melalui pendidikan vokasi yang berorientasi pada praktik industri dan kolaborasi nyata, Poltekba berkomitmen mencetak lulusan yang siap kerja, inovatif, dan mampu bersaing dalam revolusi industri 5.0.

Sinergi dan Kolaborasi BEM Poltekba & BEM Polnes: Menuju Mahasiswa Vokasi yang Adaptif dan Berdampak

Benchmarking BEM Polnes - BEM Poltekba

Dalam semangat mempererat sinergi antarorganisasi mahasiswa vokasi, Badan Eksekutif Mahasiswa Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba) menerima kunjungan studi banding dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Politeknik Negeri Samarinda (Polnes). Kegiatan yang di laksanakan pada tanggal 12 Mei 2025 di Gedung Terpadu Lantai 4 Poltekba ini berlangsung hangat dan penuh semangat kolaboratif, menjadi ajang pertukaran ide, pemikiran, dan strategi antara dua lembaga kemahasiswaan dari politeknik negeri terkemuka di Kalimantan Timur. Kunjungan diterima langsung oleh Presiden Mahasiswa BEM KM Poltekba, Hafidz Javier Andriasma, bersama jajaran pengurus inti BEM Poltekba. Dari pihak Polnes, hadir Presiden Mahasiswa Reza, didampingi Wakil Presiden Raafi, serta 64 fungsionaris dan perwakilan Forum Komunikasi Mahasiswa Politeknik Indonesia (FKMPI) Wilayah Polnes. “Kami menyambut baik inisiatif studi banding ini sebagai langkah awal membangun sinergi antarlembaga mahasiswa vokasi. Selain sebagai wadah bertukar ide, kami juga berharap kunjungan ini dapat menjadi inspirasi untuk menyusun program kerja yang berdampak dan relevan ke depan,” ujar Hafidz dalam sambutannya. Kegiatan diawali dengan diskusi panel yang membahas sejumlah topik penting seputar sistem kepengurusan organisasi mahasiswa, strategi penguatan partisipasi mahasiswa, serta pengelolaan program kerja yang berkelanjutan. Dalam suasana dialog yang terbuka, kedua BEM saling berbagi pengalaman dan tantangan dalam menjalankan tugas sebagai jembatan antara mahasiswa dan institusi. Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, rombongan BEM Polnes juga diajak mengikuti campus tour untuk melihat langsung berbagai fasilitas unggulan yang dimiliki Poltekba, termasuk laboratorium teknik, ruang praktik digital, dan fasilitas penunjang pembelajaran vokasi lainnya. Kegiatan studi banding ini juga sejalan dengan komitmen Poltekba dalam mewujudkan Kampus Berdampak, yakni kampus yang tidak hanya mencetak lulusan berkualitas, tetapi juga membentuk ekosistem organisasi kemahasiswaan yang aktif, kolaboratif, dan berorientasi pada perubahan sosial. Dalam konteks tersebut, Badan Eksekutif Mahasiswa memiliki peran strategis sebagai mitra kampus dalam mendukung visi dan misi institusi, khususnya dalam aspek pengembangan kepemimpinan mahasiswa, pelaksanaan kegiatan yang kreatif dan produktif, serta peningkatan kontribusi sosial mahasiswa di lingkungan sekitar. Presiden Mahasiswa BEM Polnes, Reza, menyampaikan apresiasinya atas sambutan hangat dari Poltekba. Ia mengungkapkan harapannya agar pertemuan ini menjadi awal dari kerja sama yang lebih luas di masa depan. “Kami sangat terkesan dengan atmosfer kebersamaan dan profesionalisme BEM Poltekba. Semoga ke depan kita bisa menjalin kolaborasi, baik dalam bidang organisasi, riset, maupun kegiatan pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya. Dengan terjalinnya silaturahmi dan pertukaran ide antar-BEM ini, Poltekba berharap dapat terus memperkuat budaya kolaborasi antarkampus vokasi dalam rangka menciptakan generasi mahasiswa yang adaptif, inovatif, dan berdampak positif bagi masyarakat.

PORSBA XV Poltekba: Sinergi Seni, Olahraga, dan Akademik dalam Semangat Kampus Berdampak

Suasana semarak dan penuh antusiasme menyelimuti Gedung Terpadu Lantai 4 Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba) pada Sabtu (11/5), saat institusi vokasi kebanggaan Kota Balikpapan ini secara resmi membuka rangkaian kegiatan Pekan Olahraga dan Seni Poltekba (PORSBA) XV. Acara pembukaan menjadi momen simbolis yang mempertemukan semangat kolaborasi dan semangat juang mahasiswa dari berbagai jurusan. Kegiatan tahunan bergengsi ini dibuka secara resmi oleh Wakil Direktur III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Candra Irawan, S.T., M.Si., yang dalam sambutannya menekankan pentingnya kegiatan seperti PORSBA sebagai ruang pembinaan karakter, sportivitas, dan apresiasi seni di kalangan mahasiswa. Hadir pula jajaran pimpinan kampus, dosen, serta tenaga kependidikan, yang turut memberikan dukungan moral dan menyemarakkan pembukaan. Sebagai kegiatan tahunan terbesar di lingkungan kampus, PORSBA XV hadir sebagai momentum strategis dalam memperkuat kebersamaan, menyalurkan minat dan bakat mahasiswa, serta menumbuhkan semangat sportivitas dan kompetisi sehat. Tahun ini, PORSBA mengusung semangat Kampus Berdampak—mendorong terciptanya mahasiswa Poltekba yang adaptif, kreatif, dan memiliki kontribusi nyata bagi masyarakat. “PORSBA bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga wadah pengembangan karakter. Nilai-nilai seperti sportivitas, kerja sama, serta kecintaan terhadap seni dan budaya merupakan bekal penting bagi mahasiswa sebagai agen perubahan,” ujar Candra Irawan dalam sambutannya. PORSBA XV yang merupakan agenda kegiatan dari Badan Eksekutif Mahasiswa bekerjasama dengan ormawa lainnya ini, akan berlangsung hingga akhir Juni 2025, mempertandingkan 12 cabang lomba yang terbagi dalam tiga kategori utama: olahraga, seni, dan akademik. Di antaranya adalah futsal, basket 3×3, badminton, voli, catur, dan billiard untuk olahraga; MLBB, PUBG Mobile, dan PES Console untuk kategori esports; serta tari, solo song, dan debat di bidang seni dan akademik.Seluruh pertandingan akan digelar di berbagai lokasi kampus, termasuk lapangan olahraga, Gedung Olahraga Terpadu, dan ruang-ruang kelas yang disulap menjadi arena kompetisi. Presiden Mahasiswa BEM KM Poltekba, Hafidz Javier Andriasma, menyampaikan bahwa kegiatan ini bersifat internal, melibatkan mahasiswa lintas jurusan serta tenaga pendidik dan tenaga kependidikan. Lebih dari sekadar kompetisi, PORSBA diharapkan menjadi ruang untuk mempererat solidaritas kampus sekaligus menggali potensi mahasiswa. “PORSBA juga menjadi bagian dari persiapan kami menuju ajang PORSENI tingkat nasional tahun depan di Politeknik Negeri Medan. Kami berharap ajang ini mampu melahirkan atlet dan seniman kampus yang bisa membawa nama Poltekba ke tingkat nasional,” ujarnya. PORSBA XV secara nyata mendukung visi Poltekba untuk menjadi institusi pendidikan vokasi unggul, berkarakter dan berdaya saing. Sekaligus, kegiatan ini mencerminkan pelaksanaan misi pengembangan kegiatan kemahasiswaan yang kreatif dan produktif dalam pembinaan soft skills mahasiswa. Melalui PORSBA, Poltekba terus menunjukkan komitmennya untuk menciptakan lingkungan kampus yang inklusif, sehat, dan inspiratif, dalam rangka menyiapkan lulusan yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga unggul secara sosial dan kultural.

COMBIZZ 2025: Poltekba Dorong Literasi Keuangan dan Kreativitas Akuntansi bagi Generasi Muda

Himpunan Mahasiswa Jurusan Bisnis Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba) kembali menggelar ajang kompetisi edukatif tahunan bertajuk COMBIZZ (Competition of Business) 2025. Mengangkat tema “Cerdas Finansial dan Kreatif Berkarya dalam Mengasah Kemampuan Akuntansi serta Literasi Keuangan untuk Masa Depan”, kegiatan ini menjadi wadah strategis dalam membekali generasi muda dengan keterampilan penting di era digital. Pendaftaran kompetisi dibuka mulai 28 April hingga 22 Mei 2025, dengan babak kualifikasi daring yang dijadwalkan pada 25 Mei 2025. Sementara itu, babak semifinal dan final akan digelar secara luring di Gedung Terpadu Poltekba pada 14 Juni 2025. Ketua Panitia COMBIZZ 2025, Rara Setiawati, didampingi oleh anggota Divisi Humas, Serina Tri Yulianti, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana berkompetisi, tetapi juga sebagai medium edukatif dan inspiratif. “Awalnya kami hanya merancang Youth Accounting Challenge saja, namun karena antusiasme peserta yang tinggi dan pentingnya isu literasi keuangan di kalangan anak muda, kami membuka cabang baru berupa lomba poster digital tingkat nasional,” ujar Rara. Tahun ini, COMBIZZ menghadirkan dua cabang lomba utama, yakni: Penyelenggaraan COMBIZZ 2025 juga merupakan bentuk nyata kontribusi mahasiswa Jurusan Bisnis dalam mendukung visi Politeknik Negeri Balikpapan, yaitu menjadi Politeknik Unggul dan Berdaya Saing Global dalam Bidang Terapan Tahun 2035 Melalui kegiatan ini, semangat misi Poltekba untuk: diwujudkan secara konkret oleh mahasiswa dengan menghadirkan ajang edukatif yang menjangkau peserta lintas daerah dan mempertemukan potensi generasi muda dalam bidang bisnis, akuntansi, serta teknologi kreatif. “Dengan adanya COMBIZZ 2025, diharapkan semakin banyak generasi muda yang sadar pentingnya literasi keuangan serta mampu mengembangkan potensi di bidang akuntansi dan media kreatif,” pungkas Rara.

PLN UP2B Balikpapan dan Poltekba Gelar “SRIKANDI Goes to Campus”, Dorong Kolaborasi Pendidikan Vokasi dan Industri Energi

Sebagai wujud nyata kolaborasi antara dunia pendidikan vokasi dan industri energi nasional, PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pengatur Beban (UP2B) Balikpapan menggelar kegiatan bertajuk “SRIKANDI Goes to Campus” di Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba). Acara ini berlangsung di Gedung Terpadu Lantai 4 Poltekba, 23 April 2025 dan diikuti oleh lebih dari 150 mahasiswa dari Jurusan Rekayasa Elektro. Kegiatan ini merupakan bagian dari program goes to campus PLN untuk meningkatkan literasi kelistrikan, memperkenalkan tantangan transisi energi, serta menumbuhkan semangat inklusivitas, khususnya dalam meningkatkan peran perempuan di sektor teknik dan energi melalui inisiatif SRIKANDI PLN. Hadir dalam kegiatan ini, Manager PLN UP2B Kaltimra, Dita Agustiono, yang secara langsung berbagi pengalaman serta pandangannya terkait peran strategis PLN dalam membangun sistem kelistrikan nasional yang andal, adaptif, dan inklusif. Wakil Direktur III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama Poltekba, Candra Irawan, S.T., M.Si., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kunjungan PLN UP2B dan menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai momentum penguatan sinergi antara institusi pendidikan vokasi dan dunia usaha. “Kami merasa terhormat atas kehadiran Pak Dita Agustiono dan tim PLN. Kegiatan ini bukan hanya menambah wawasan mahasiswa, tetapi juga menjadi ruang inspiratif yang menunjukkan bagaimana perempuan bisa berkontribusi besar di sektor energi yang selama ini dianggap dominan oleh laki-laki,” ungkap Candra. Ia juga menambahkan, topik yang diangkat sangat relevan dengan kebutuhan pengembangan sumber daya manusia saat ini, terutama dalam menyongsong era transisi energi dan industri 4.0. Lebih jauh, Candra menegaskan bahwa kegiatan ini juga merupakan bagian dari strategi institusional Poltekba dalam rangka mencapai indikator kinerja institusi, khususnya pada aspek persentase program studi Sarjana Terapan (D4), Diploma Tiga (D3), dan Diploma Dua (D2) yang melaksanakan kerja sama aktif dengan mitra dunia usaha dan industri. “Kerja sama ini sangat relevan dengan Program Studi Teknik Elektro dan Teknologi Listrik, yang merupakan bagian dari Jurusan Rekayasa Elektro Poltekba. Kedua program studi ini memiliki irisan kuat dengan core bisnis PT PLN (Persero), sehingga kolaborasi seperti ini sangat strategis untuk pengembangan kurikulum, praktik industri, hingga peningkatan keterlibatan mahasiswa dalam proyek-proyek nyata,” jelasnya. Melalui kegiatan ini, Poltekba juga ingin memastikan bahwa lulusan vokasi tidak hanya siap kerja, tetapi juga memiliki pemahaman komprehensif tentang tantangan dan peluang di sektor energi, khususnya kelistrikan nasional. Selain sesi edukatif dan sharing session dari PLN, kegiatan ini turut membuka ruang diskusi interaktif yang membahas peluang karir, kompetensi yang dibutuhkan di sektor energi masa depan, hingga peran teknologi dalam mendukung efisiensi sistem kelistrikan nasional. “Kami berharap mahasiswa bisa melihat lebih dekat dunia kerja yang sesungguhnya, serta mempersiapkan diri dengan kompetensi yang relevan. Sinergi dengan PLN ini akan terus kami dorong dalam bentuk magang industri, kuliah tamu, riset terapan, hingga program pengembangan SDM bersama,” pungkas Candra. Politeknik Negeri Balikpapan berkomitmen untuk terus memperluas jejaring kemitraan strategis sebagai bagian dari upaya pencapaian indikator kinerja utama pendidikan tinggi vokasi, serta mendukung agenda pembangunan daerah dan nasional dalam sektor energi dan ketenagalistrikan.

Inovasi Alat Pencacah Pakan Ikan Bertenaga Surya, Poltekba Dorong Kemandirian Petani dan Transisi Energi Bersih

Dalam upaya menjawab tantangan mahalnya harga pakan ikan industri yang terus menghimpit pelaku usaha budidaya ikan air tawar, tim peneliti dari Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba) menciptakan sebuah terobosan teknologi tepat guna berupa alat pencacah pakan ikan bertenaga surya. Alat ini dirancang sebagai solusi efisien, berkelanjutan, dan ramah lingkungan, untuk membantu petani memproduksi pakan secara mandiri, terutama bagi mereka yang beroperasi di wilayah dengan akses listrik terbatas. Inovasi ini lahir dari hasil riset terapan yang dikembangkan oleh tim peneliti Poltekba melalui program hibah penelitian tahun 2024, dan merupakan bagian dari komitmen institusi dalam mendukung implementasi teknologi yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. Ketua tim peneliti, Qory Hidayati, S.T., M.T., menjelaskan bahwa alat ini merupakan respons terhadap permasalahan nyata di lapangan. Banyak petani sebenarnya memiliki bahan baku pakan seperti dedak, bekatul, dan limbah sayuran, namun tidak mampu mengolahnya karena terbatasnya teknologi dan infrastruktur. “Kami mengembangkan alat ini dengan prinsip efisiensi dan kemudahan penggunaan. Dengan desain yang sederhana, alat ini dapat dioperasikan oleh siapa saja, bahkan oleh petani yang memiliki keterbatasan sumber daya,” jelas Qory dalam sesi wawancara di Kampus Poltekba. Alat ini menggunakan panel surya sebagai sumber daya utama, sehingga dapat digunakan di daerah pedalaman yang belum tersambung listrik secara stabil. Inovasi ini sekaligus mendukung upaya transisi energi nasional menuju penggunaan energi bersih dan berkelanjutan, serta mendukung pencapaian target pembangunan berkelanjutan (SDGs), khususnya pada aspek ketahanan pangan dan energi terbarukan. Pengembangan alat pencacah pakan ini mendapatkan dukungan dari Program Katalisator Minat Saintek Berdikari Skema Emas yang dikelola oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), serta didukung oleh Badan Riset Daerah (BRIDA) Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Kolaborasi lintas sektor ini menjadi contoh nyata sinergi antara lembaga pendidikan vokasi dan pemangku kepentingan daerah dalam menghadirkan solusi inovatif yang berbasis pada kebutuhan lokal. “Dengan alat ini, petani tak hanya mampu memproduksi pakan dengan biaya yang lebih murah, tetapi juga meningkatkan nilai gizi dari pakan yang dihasilkan, karena mereka dapat memilih sendiri bahan bakunya,” tambah Qory. Sebagai langkah lanjutan, tim Poltekba akan melakukan uji coba lapangan di beberapa sentra budidaya ikan air tawar di Kalimantan Timur, termasuk memberikan pelatihan langsung dan pendampingan kepada petani agar dapat mengoperasikan dan merawat alat secara mandiri. “Pendekatan kami tidak berhenti pada penciptaan teknologi. Kami juga ingin memastikan transfer pengetahuan dan keterampilan terjadi di lapangan, sehingga petani benar-benar dapat memanfaatkan inovasi ini secara berkelanjutan,” ujar Qory. Wujud Implementasi Tridarma Perguruan Tinggi Menanggapi inisiatif ini, Wakil Direktur I Bidang Akademik dan Penjaminan Mutu Poltekba, Dr. Tuatul Mahfud, M.Pd., menekankan bahwa kegiatan ini juga merupakan bagian dari implementasi Tridarma Perguruan Tinggi, khususnya dalam hal pengabdian kepada masyarakat. “Kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan salah satu upaya dukungan dari manajemen dalam rangka pemenuhan kewajiban Tridarma dosen. Hal ini sejalan dengan target indikator kinerja jumlah keluaran penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang berhasil mendapat rekognisi internasional atau diterapkan oleh masyarakat per jumlah dosen,” jelasnya. Ia juga menambahkan bahwa Poltekba terus mendorong dosen dan mahasiswa untuk aktif dalam pengembangan riset terapan yang memberikan dampak langsung terhadap masyarakat. Melalui inovasi alat pencacah pakan bertenaga surya ini, Poltekba berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat ketahanan pangan nasional, mengurangi ketergantungan petani terhadap pakan industri, serta meningkatkan kesejahteraan petani ikan air tawar di berbagai wilayah di Indonesia. “Dengan hadirnya inovasi ini, kami ingin membuktikan bahwa pendidikan vokasi mampu menjadi motor penggerak perubahan di tengah masyarakat, dengan menghadirkan solusi yang aplikatif dan sesuai kebutuhan riil,” tutup Qory Hidayati.