Poltekba Tingkatkan Kompetensi Guru SMK Lewat Pelatihan Accurate Accounting Software

Menuju Ecotech Fusion Campus, Poltekba Latih Guru SMK Bisnis Manajemen dalam Penggunaan Accurate

Sebagai wujud implementasi program Kampus Berdampak dan visi Ecotech Fusion Campus, Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba) melalui tim dosennya menyelenggarakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Inovasi Pembelajaran Akuntansi: Peningkatan Kompetensi Digital Aplikasi Accurate bagi Guru SMK Bisnis Manajemen Balikpapan Guna Meningkatkan Efektivitas Mengajar”. Program ini dirancang untuk menjawab kebutuhan peningkatan kualitas pembelajaran akuntansi berbasis digital di sekolah menengah kejuruan. Kegiatan berlangsung pada 14–15 Agustus 2025 dengan menggandeng Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Produktif Keuangan SMK Bisnis Manajemen Kota Balikpapan. Sebanyak 25 guru turut serta dalam pelatihan yang fokus pada peningkatan keterampilan digital akuntansi berbasis industri. Program ini dipimpin oleh Dito Rozaqi Arazy, S.E., M.S.A. selaku ketua tim, bersama para dosen Poltekba: Drs. Totok Ismawanto, MM.Pd., Husnul Muamilah, S.E., M.M., Ratna Dewi Kusumawati, S.E., M.Sc., Wahyu Yusuf Rio, S.T., M.T., serta Hendra Sanjaya Kusno, S.E., M.S.A., Ak., CA., CPA. Kolaborasi lintas disiplin ilmu ini menegaskan peran Poltekba dalam menghadirkan solusi konkret bagi dunia pendidikan menengah kejuruan. Menurut Dito, rendahnya penguasaan guru terhadap Accurate Accounting Software masih menjadi tantangan utama. Minimnya pelatihan, keterbatasan modul ajar, serta adanya kesenjangan antara kurikulum dan tuntutan industri menyebabkan pembelajaran akuntansi berbasis digital di SMK belum optimal. “Melalui program ini, Poltekba menghadirkan pelatihan intensif sekaligus pendampingan sertifikasi Accurate. Harapannya, guru-guru tidak hanya memperoleh keterampilan praktis, tetapi juga mampu mengintegrasikan teknologi akuntansi modern ke dalam proses belajar-mengajar,” jelasnya. Peserta dibekali materi, modul pembelajaran, praktik simulasi, hingga persiapan menghadapi uji sertifikasi profesional. Dengan meningkatnya kompetensi guru, diharapkan lulusan SMK Bisnis Manajemen di Balikpapan memiliki daya saing lebih tinggi di dunia kerja karena terbiasa menggunakan perangkat lunak akuntansi yang banyak dipakai industri. Kegiatan ini sejalan dengan komitmen Politeknik Negeri Balikpapan sebagai Ecotech Fusion Campus untuk terus memperkuat kolaborasi pendidikan vokasi dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI), serta menghadirkan program yang berdampak nyata bagi masyarakat.

PKKMB Poltekba 2025, Momentum Sejarah dengan Pencapaian Akreditasi Unggul D3 Teknik Sipil

PKKMB Poltekba 2025: Bangun Karakter, Cetak Generasi Unggul

Kegiatan tahun ini menjadi catatan penting dalam sejarah Poltekba. Sebanyak 915 mahasiswa baru resmi bergabung, menjadikan jumlah peserta PKKMB 2025 sebagai yang terbanyak sepanjang penyelenggaraan. Dengan mengusung tema Nawasenagria: Bangun Mimpi, Tumbuh Bersama, PKKMB dirancang tidak hanya sebagai ajang perkenalan, tetapi juga sebagai proses pembentukan karakter dan penguatan visi mahasiswa untuk menghadapi masa depan. Materi yang diberikan pun dirancang komprehensif. Mahasiswa baru mendapatkan bekal wawasan kebangsaan, jati diri bangsa, bela negara, serta sistem pendidikan tinggi di Indonesia. Selain itu, mereka diperkenalkan pada peran perguruan tinggi di era digital dan revolusi industri, pengembangan karakter, hingga muatan lokal khas Poltekba yang menekankan pentingnya keterampilan vokasi yang berdampak bagi masyarakat dan industri. Direktur Poltekba, Dr. Emil Azmanajaya, S.T., M.T., dalam sambutannya menyampaikan kebanggaan atas tingginya minat masyarakat untuk menempuh pendidikan di Poltekba. Ia menegaskan bahwa bergabungnya hampir seribu mahasiswa baru tahun ini adalah tonggak penting dalam perjalanan Poltekba menuju kampus vokasi unggulan di Kalimantan Timur. “PKKMB bukan sekadar agenda awal, melainkan titik bersejarah. Kalian adalah bagian dari generasi emas untuk Indonesia Emas 2045. Lebih membanggakan lagi, Program Studi D3 Teknik Sipil Poltekba kini resmi meraih Akreditasi Unggul, yang menjadi bukti kualitas pendidikan kami diakui secara nasional,” ungkap Emil. Lebih lanjut, Emil menjelaskan bahwa Poltekba saat ini menaungi lima jurusan dengan beragam program unggulan. Salah satunya adalah kerja sama internasional dengan perguruan tinggi di China dan Taiwan, yang membuka peluang mahasiswa untuk belajar dan bekerja di luar negeri. Menurutnya, pengalaman global tersebut akan memperkaya kompetensi lulusan dan membedakan Poltekba dari perguruan tinggi lain di Kalimantan Timur. Senada dengan itu, Wakil Direktur III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Candra Irawan, S.T., M.Si., menekankan bahwa PKKMB bukan sekadar seremonial, tetapi sarana penting untuk mempercepat adaptasi mahasiswa dengan dunia kampus. “Kegiatan ini dirancang agar mahasiswa mampu memahami Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus perannya sebagai agen transformasi dalam pembangunan bangsa,” jelasnya. Selama tiga hari pelaksanaan, mahasiswa baru tidak hanya diperkenalkan dengan sistem akademik, tetapi juga ditanamkan nilai nasionalisme, karakter unggul, serta wawasan global yang selaras dengan visi Poltekba sebagai kampus vokasi berdampak. Ketua Panitia PKKMB, Ayu Nur Ambarwati, menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan langkah awal membangun semangat kebersamaan dan kesiapan menghadapi dunia perkuliahan. “Kami berharap mahasiswa baru dapat menumbuhkan rasa bangga terhadap kampus, disiplin dalam belajar, serta memiliki tekad kuat meraih prestasi,” ujarnya. Dengan capaian Akreditasi Unggul dan program internasional yang terus diperluas, PKKMB 2025 menjadi bukti nyata bahwa Poltekba semakin diminati sebagai kampus vokasi pilihan di Kalimantan Timur, sekaligus berkomitmen mencetak generasi muda unggul yang siap membawa Indonesia menuju 2045.

Poltekba Perkuat Link-and-Match Jurusan Teknik Mesin, Melalui Rekrutmen Langsung PT KAMAJU

Mempersiapkan Lulusan Berkualitas: Rekrutmen Langsung KAMAJU di Poltekba Sebagai Bagian dari Program Kampus Berdampak

Sebagai bagian dari implementasi Program Kampus Berdampak Kementerian Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Kemdiktiristek) yang mendorong kolaborasi erat antara perguruan tinggi dan dunia usaha, Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba) melalui Unit Penunjang Akademik , Career Development Center dan Kewirausahaan (UPA CDC & Kewirausahaan) bekerja sama dengan PT Kanitra Mitra Jayautama (KAMAJU) menyelenggarakan sesi rekrutmen langsung bagi mahasiswa semester akhir dan alumni jurusan Teknik Mesin. Kegiatan rekrutmen yang dilaksanakan pada Rabu hingga Kamis, 13-14 Agustus 2025 ini, bertujuan untuk menyerap tenaga kerja yang memiliki kompetensi tinggi dengan posisi penermpatan sebagai Plan Production Control. Kegiatan ini difokuskan untuk memberikan akses nyata kepada mahasiswa terhadap peluang kerja di sektor industri, sekaligus memperkuat keterhubungan antara pembelajaran di kampus dan kebutuhan dunia kerja (link and match). Sebagai bagian dari visi Ecotech Fusion Campus, Poltekba terus berupaya mengintegrasikan teknologi dan konsep keberlanjutan dalam setiap program akademik dan kemitraan industri yang dilaksanakan. Kolaborasi dengan KAMAJU ini menjadi contoh nyata bagaimana Poltekba memadukan dunia pendidikan dengan inovasi teknologi dan solusi industri yang ramah lingkungan, guna mempersiapkan lulusan yang tidak hanya kompeten tetapi juga siap menghadapi tantangan global yang semakin berkembang. PT Kanitra Mitra Jayautama, yang berdiri sejak 20 September 2010, merupakan perusahaan penyedia jasa tenaga kerja (man power solution) yang awalnya mendukung kebutuhan mekanik untuk PT United Tractors Tbk, dan kemudian berkembang menjadi mitra strategis bagi unit usaha di bawah Astra Heavy Equipment Mining Construction & Energy (AHEMCE) serta grup Astra International. Kepala UPA CDC & Kewirausahaan Poltekba, Lilik Damayanti, S.S., M.Hum, menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif KAMAJU yang memberikan ruang bagi mahasiswa untuk berinteraksi langsung dengan industri sebelum lulus. “Kegiatan seperti ini menunjukkan bahwa sinergi kampus dan industri bukan hanya teori, tetapi implementasi nyata yang memberikan dampak langsung pada kesiapan kerja mahasiswa. Harapan kami, kerja sama ini dapat terus berlanjut melalui program magang, pelatihan soft skill, dan sesi berbagi pengalaman industri,” ujarnya. Posisi Plan Production Control yang dibuka pada rekrutmen ini memiliki peran vital dalam memastikan kelancaran proses produksi, mulai dari penyusunan jadwal, pengaturan ketersediaan material, hingga koordinasi agar produksi berjalan efisien dan tepat waktu. Keberhasilan mengisi posisi ini menjadi kunci dalam mendukung layanan teknis di sektor alat berat dan pertambangan. Poltekba, dengan visi Ecotech Fusion Campus, berkomitmen untuk terus mengembangkan kapasitas mahasiswa melalui kolaborasi dengan dunia industri yang tidak hanya berfokus pada pengembangan kompetensi teknis, tetapi juga menanamkan nilai-nilai keberlanjutan dan inovasi yang berbasis pada teknologi hijau. Kerja sama ini diharapkan dapat menjadi model kolaborasi berkelanjutan antara Poltekba dan mitra industri, sejalan dengan misi Poltekba untuk mencetak lulusan yang unggul, adaptif, dan siap bersaing di pasar kerja nasional maupun global.

Uji Kompetensi Skema Credit Officer di Poltekba, Langkah Nyata Persiapkan Mahasiswa Hadapi Dunia Kerja

Sebagai bagian dari pelaksanaan yudisium, mahasiswa Jurusan Bisnis, Program Studi Perbankan dan Keuangan Digital di Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba) mengikuti Uji Kompetensi Skema Credit Officer yang dilaksanakan pada 11-13 Agustus 2025 di Gedung Terpadu Poltekba. Kegiatan ini merupakan salah satu syarat kelulusan yang menilai kesiapan mahasiswa dalam menghadapi dunia kerja. Uji Kompetensi ini menjadi bukti komitmen Poltekba dalam mendukung pengembangan kompetensi profesional mahasiswa vokasi, terutama dalam perbankan dan keuangan digital, yang semakin dibutuhkan oleh industri. Sertifikasi profesi ini diakui secara nasional oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), yang memberikan jaminan kualitas keterampilan yang dimiliki oleh para mahasiswa. Sebagai bagian dari Program Kampus Berdampak, Poltekba berupaya menghasilkan lulusan yang kompeten, siap menghadapi tantangan dunia kerja, dan berkontribusi terhadap pembangunan daerah, khususnya Balikpapan sebagai salah satu pintu gerbang menuju Ibu Kota Nusantara (IKN). Program ini sejalan dengan Rencana Strategis (Renstra) kampus yang menekankan pada peningkatan kualitas dan kompetensi mahasiswa melalui berbagai sertifikasi kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri. Dalam era yang semakin kompetitif ini, memiliki sertifikat kompetensi menjadi keharusan bagi mahasiswa untuk menunjukkan kemampuan praktis yang diakui oleh industri. Sertifikat ini tidak hanya menunjukkan kualifikasi akademis, tetapi juga memberikan jaminan bahwa lulusan memiliki keterampilan yang siap diterapkan di dunia kerja. Selain itu, sertifikasi ini memberikan kepercayaan lebih kepada perusahaan-perusahaan dalam memilih tenaga kerja yang profesional dan berkompeten. Uji kompetensi ini diselenggarakan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Politeknik Negeri Balikpapan, dengan ketua Drs. Bambang Jati Kusuma, M.M., dan dilaksanakan oleh Dessy Handa Sari, S.E., M.M., Nurul Musfirah Khairiyah, S.E., M.M., serta Ina Dwi Agustin, A.Md., sebagai assesor profesional yang berkompeten dalam bidang perbankan dan keuangan digital. Proses uji kompetensi ini bertujuan untuk menilai keahlian mahasiswa sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh BNSP, sehingga dapat memberikan sertifikat yang diakui di dunia kerja. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh sertifikasi kompetensi, tetapi juga pengalaman yang dapat meningkatkan daya saing mereka di pasar kerja nasional maupun internasional. Poltekba berkomitmen untuk terus menghasilkan lulusan berkualitas, siap bekerja, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan dunia industri, serta mendukung kemajuan ekonomi daerah.

Pelatihan Perawatan Alat Berat Poltekba, Kontribusi Nyata dalam Program Kampus Berdampak

Poltekba Laksanakan Pelatihan Perawatan Small Excavator, Mewujudkan Program Kampus Berdampak

Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba) menggelar Pelatihan Perawatan Berkala Alat Berat Small Excavator bagi para guru SMK Program Studi Alat Berat. Kegiatan yang berlangsung sejak Senin (11/8/2025) hingga Kamis (14/8/2025) ini dilaksanakan di Workshop Jurusan Teknik Mesin Poltekba. Pelatihan ini menjadi bagian dari program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Poltekba yang mendukung pengembangan kompetensi para pendidik di Balikpapan dan Penajam Paser Utara. Pelatihan ini diikuti oleh guru-guru dari SMK Negeri 1 Balikpapan, SMK Pangeran Antasari Balikpapan, SMK Kartika Balikpapan, SMK Setia Budi Balikpapan, SMK Ibnu Khaldun Balikpapan, dan SMK Negeri 1 Penajam Paser Utara, yang berfokus pada peningkatan keterampilan teknis dalam perawatan alat berat, khususnya small excavator. Kegiatan ini merupakan wujud nyata dari peran Poltekba dalam mendukung program Kampus Berdampak, yang sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045, di mana generasi muda yang terdidik dan terampil menjadi tulang punggung kemajuan bangsa. Tim PKM dipimpin oleh Ir. Wahyu Anhar, S.T., M.Eng., dengan anggota Drs. Syaeful Akbar, M.T., Mohamad Amin, S.Pd.T., M.P.Fis., Dr. H. Syahruddin, S.Pd., M.T., Ali Abrar, S.Si., M.T., dan Ramli, S.E., M.M.. Selain itu, 10 mahasiswa Jurusan Teknik Mesin turut berperan sebagai asisten pelatihan. Dalam sambutannya, Subur Mulyanto, S.Pd., M.T., Ketua Jurusan Teknik Mesin Poltekba yang mewakili Ketua Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M), mengungkapkan bahwa kegiatan ini akan menjadi agenda rutin setiap tahunnya sebagai implementasi dari Tridharma Perguruan Tinggi. “Melalui kegiatan ini, Poltekba tidak hanya berperan dalam meningkatkan kompetensi guru SMK di bidang alat berat, tetapi juga turut serta memperkenalkan kampus kepada lembaga pendidikan lainnya di Balikpapan dan PPU. Ini adalah langkah konkret untuk mendukung program Indonesia Emas 2045 melalui pendidikan yang relevan dan terampil,” ujarnya. Selain mendapatkan materi teoritis, peserta juga langsung mempraktikkan teknik perawatan alat berat small excavator. Harapannya, pelatihan ini akan memperkaya keterampilan peserta, yang nantinya akan diaplikasikan dalam proses pembelajaran di sekolah masing-masing, memberikan dampak positif pada kualitas pendidikan vokasi di kawasan tersebut. Sebagai penutup, Dr. Emil Azmanajaya, S.T., M.T., Direktur Poltekba, memberikan dukungan penuh atas terselenggaranya kegiatan PKM ini. “Kegiatan pengabdian kepada masyarakat seperti ini merupakan langkah nyata Poltekba dalam menciptakan dampak yang luas bagi masyarakat dan dunia pendidikan. Kami berharap pelatihan serupa dapat terus digelar, dengan materi yang lebih beragam dan peserta yang lebih banyak di tahun depan,” tutupnya. Seluruh peserta di akhir kegiatan akan menerima sertifikat resmi dari Poltekba sebagai bukti keterampilan yang telah mereka pelajari.

Poltekba Cetak Juara Dunia, Dua Mahasiswa Raih Medali Perunggu di Ajang Pencak Silat Global

Poltekba Torehkan Prestasi Internasional: Dua Mahasiswa Raih Medali Perunggu di Pencak Silat Dunia

Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba) kembali mencatatkan prestasi membanggakan di tingkat internasional. Dua mahasiswa Program Studi Teknik Elektro, Muhammad Hasan Firdaus dan Muhammad Husein Firdaus, berhasil meraih medali perunggu pada Tournament Pencak Silat of Tapak Suci World Championship 2, yang diselenggarakan pada 31 Juli hingga 3 Agustus 2025 di Universitas Brawijaya, Malang. Keberhasilan mereka di kategori Seni Ganda Tangan Kosong tidak hanya mengukir prestasi pribadi, tetapi juga semakin mengharumkan nama Poltekba di kancah dunia. Prestasi ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi kedua mahasiswa, tetapi juga bagi seluruh sivitas akademika Poltekba, terutama UKM Beladiri. Pembina UKM Beladiri Poltekba, Reza Nugrahandy, mengungkapkan rasa bangga atas pencapaian tersebut. “Ini adalah hasil dari kerja keras selama latihan intensif di perguruan maupun di UKM. Medali perunggu yang diraih oleh Hasan dan Husein menjadi bukti bahwa mahasiswa Poltekba mampu bersaing di tingkat dunia, baik di ajang internasional maupun kompetisi lainnya,” ujar Reza Nugrahandy, Sabtu (9/8/2025). Pencak silat telah menjadi salah satu cabang olahraga andalan Poltekba, yang sering kali menyumbangkan medali pada ajang Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) antar-Politeknik se-Indonesia. Hasil gemilang ini semakin memotivasi Poltekba untuk melanjutkan pengembangan pembinaan mahasiswa di bidang olahraga. “Dengan dukungan pelatih berpengalaman seperti Coach Syuro dan semangat juang para mahasiswa, kami akan terus mengembangkan program-program berkelanjutan dalam mencetak atlet berprestasi,” tambah Reza. Selain itu, Wakil Direktur III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama Poltekba, Candra Irawan, S.T., M.Si., turut memberikan apresiasi tinggi. “Kami bangga atas prestasi luar biasa yang telah dicapai oleh Hasan dan Husein. Keberhasilan mereka tidak hanya mengharumkan nama pribadi dan keluarga mereka, tetapi juga Kota Balikpapan dan Kalimantan Timur di tingkat nasional dan internasional,” ungkap Candra. Sebagai bukti konsistensi dan komitmen dalam mengembangkan potensi mahasiswa, Hasan berhasil lolos seleksi untuk mewakili Kalimantan Timur pada Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS) 2025 di Semarang. Keikutsertaan Hasan pada ajang bergengsi ini menjadi wujud nyata dari upaya Poltekba dalam mendukung pengembangan prestasi mahasiswa, baik dalam aspek akademik maupun non-akademik. Dalam rangka menciptakan dampak yang lebih besar, Poltekba secara aktif mendorong siswa SMA/SMK berprestasi untuk memanfaatkan Jalur Prestasi dalam penerimaan mahasiswa baru. Jalur ini memberikan kesempatan bagi siswa berbakat di bidang olahraga, seni, sains, dan bidang lainnya untuk melanjutkan pendidikan tinggi di Poltekba sembari terus mengembangkan bakat dan prestasi mereka. Hal ini juga berkontribusi pada pemenuhan indikator kinerja utama, yakni meningkatkan prestasi mahasiswa di tingkat nasional dan internasional. Poltekba berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan potensi mahasiswa melalui berbagai program yang berdampak, sehingga mereka dapat menjadi pribadi yang unggul, berprestasi, dan siap bersaing di dunia global.

Sejarah Baru di Poltekba: Prof. Dr. Tuatul Mahfud Jadi Profesor Termuda di Seluruh Perguruan Tinggi Vokasi

Mengukir Sejarah: Prof. Tuatul Mahfud Jadi Profesor Termuda di Kampus Vokasi Indonesia

Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba) mencatatkan sejarah baru dengan mengukuhkan Prof. Dr. Tuatul Mahfud, M.Pd sebagai guru besar pertama dalam sejarah kampus tersebut. Momen bersejarah ini sekaligus menjadikan Prof. Tuatul sebagai profesor termuda di lingkungan politeknik se-Indonesia, dengan usia 38 tahun 9 bulan. Pengukuhan ini digelar pada Kamis pagi, 7 Agustus 2025, di Gedung Terpadu Poltekba, dihadiri oleh pimpinan kampus, sivitas akademika, serta tamu undangan. Prof. Tuatul yang saat ini menjabat sebagai Wakil Direktur I Bidang Akademik dan Penjaminan Mutu Poltekba, meraih gelar kehormatan ini di bidang Pelatihan dan Pengembangan Keterampilan Vokasional. Dalam orasi ilmiahnya yang bertajuk “Transformasi Pelatihan Vokasi: Strategi Upskilling, Reskilling, dan Cross-skilling untuk Menjawab Tantangan Industri 5.0”, beliau menyampaikan pandangan strategis tentang pentingnya pelatihan vokasi yang adaptif dan responsif terhadap perubahan teknologi serta dinamika industri. “Di era disrupsi teknologi dan transformasi industri yang pesat ini, penting bagi kita untuk mempersiapkan tenaga kerja yang fleksibel dan mampu beradaptasi dengan perubahan. Oleh karena itu, pendekatan upskilling, reskilling, dan cross-skilling sangat dibutuhkan untuk menghadapi Industri 5.0,” ujar Prof. Tuatul dalam pidatonya yang menggugah semangat. Gelarnya sebagai profesor pertama Poltekba, sekaligus profesor termuda di politeknik se-Indonesia, menjadi bukti nyata dari perjalanan karier akademik yang penuh dedikasi. Capaian ini sejalan dengan visi Poltekba yang terus bertransformasi menjadi kampus vokasi unggulan, yang mampu memberikan dampak positif tidak hanya dalam pengembangan SDM, tetapi juga sebagai pusat inovasi dan penelitian terapan yang kolaboratif dengan industri dan pemerintah. Direktur Poltekba, Dr. Emil Azmanajaya, S.T., M.T, menyatakan kebanggaannya atas pencapaian luar biasa ini. “Ini adalah momen bersejarah bagi Poltekba. Di usia ke-23 tahun, Poltekba berhasil melahirkan profesor pertama, yang sekaligus menjadi simbol dari kemajuan dan transformasi kampus vokasi. Prof. Tuatul tidak hanya memberikan inspirasi bagi rekan-rekan dosen, tetapi juga bagi mahasiswa untuk terus berkarya dan berinovasi,” ungkapnya dengan penuh bangga. Sebagai akademisi yang memiliki minat riset mendalam di bidang career development, vocational behaviour, work-based learning, dan pelatihan vokasi, Prof. Tuatul mengungkapkan bahwa perjalanan kariernya dimulai dari pendidikan vokasi yang dilaluinya di SMKN 30 Jakarta. Peran orang tua, terutama ibunda, menjadi motivasi besar dalam meraih kesuksesan ini. Sebelum bergabung dengan Poltekba, Prof. Tuatul memiliki pengalaman yang beragam, mulai dari mengajar di SMKN 30 Jakarta hingga mengabdi dalam program Pendidik untuk Pendidikan Anak-anak Indonesia di Sabah, Malaysia. Di Poltekba, ia telah menjabat berbagai posisi strategis, termasuk Ketua Senat, Sekretaris Jurusan Pariwisata, dan Kepala Program Studi Tata Boga, hingga menjadi Wakil Direktur Bidang Akademik saat ini. Dengan pencapaian ini, Prof. Tuatul tidak hanya mengukuhkan diri sebagai pemimpin akademik di Poltekba, tetapi juga sebagai simbol dari semangat pendidikan vokasi yang beradaptasi dengan tuntutan zaman. Ia menekankan pentingnya pendidikan vokasi yang responsif terhadap kebutuhan dunia industri yang terus berkembang. “Melalui pendekatan upskilling, reskilling, dan cross-skilling, kita dapat mempersiapkan tenaga kerja yang lebih kompeten, fleksibel, dan siap bersaing di kancah global. Pendidikan vokasi harus menjadi pilar strategis dalam membentuk SDM yang tangguh dan berdaya saing,” jelas Prof. Tuatul. Dengan pengukuhan Prof. Tuatul sebagai guru besar pertama dan termuda di Poltekba, institusi ini semakin memperkuat posisinya sebagai kampus vokasi yang tidak hanya mencetak lulusan unggul, tetapi juga berperan penting dalam riset dan inovasi yang berdampak langsung pada industri. Gelar ini juga menjadi bagian dari Program Kampus Berdampak, yang bertujuan untuk menjawab tantangan globalisasi dan revolusi industri dengan menghasilkan tenaga kerja yang memiliki keterampilan yang relevan dan siap menghadapi dunia kerja yang semakin dinamis. Sebagai penutup, Dr. Emil Azmanajaya berharap agar gelar guru besar ini dapat semakin memperkuat posisi Poltekba dalam mencetak sumber daya manusia yang berkualitas dan memberikan dampak positif bagi pengembangan industri di Indonesia. “Ini adalah langkah penting bagi Poltekba, dan saya percaya kita akan terus bergerak maju untuk membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih baik,” tutupnya.

Poltekba University: Dies Natalis ke-23 Menjadi Momentum Penguatan Kolaborasi Kampus dan Industri

Perayaan Dies Natalis ke-23 Poltekba: Visi Indonesia Emas 2045 Dimulai dari Pendidikan Vokasi

Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba) akan menggelar perayaan Dies Natalis ke-23 pada 18 hingga 22 Agustus 2025, dengan tema besar “Poltekba University: Kampus Berdampak pada Industri untuk Indonesia Emas”. Tema ini mencerminkan tekad Poltekba untuk semakin berperan aktif dalam mendukung pengembangan industri nasional serta menguatkan posisi kampus vokasi sebagai pilar penting dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) yang unggul menuju visi Indonesia Emas 2045. Dies Natalis tahun ini tidak hanya akan menjadi perayaan tahunan, tetapi juga sebuah momentum penguatan komitmen Poltekba untuk semakin mendalami dan memperkuat kolaborasi dengan industri. Sebagai bagian dari program Kampus Merdeka, kegiatan ini bertujuan memberikan dampak langsung pada perkembangan sektor industri dengan menyediakan lulusan yang siap kerja, inovatif, dan adaptif terhadap tantangan zaman. Ketua Panitia Dies Natalis Poltekba, Lisnawaty Simatupang, S.S., M.Hum., menyatakan bahwa rangkaian kegiatan yang disiapkan tidak jauh berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Namun, semangat baru yang dibawa tahun ini akan memberikan nuansa berbeda. “Kami ingin menjadikan Dies Natalis ke-23 ini sebagai titik penguatan komitmen Poltekba untuk lebih berdampak, khususnya dalam menjawab kebutuhan dunia industri dan masyarakat,” ujarnya. Rangkaian acara tahun ini akan mencakup sidang senat terbuka, berbagai perlombaan yang menggugah semangat kebersamaan, serta kegiatan partisipatif lainnya yang menekankan inovasi dan kolaborasi. Poltekba juga berfokus pada pengembangan aspek-aspek yang lebih relevan dengan kebutuhan industri dan masyarakat. “Lebih dari sekadar seremoni, kami ingin Dies Natalis ini menjadi wujud nyata komitmen Poltekba dalam memberi kontribusi berkelanjutan di bidang pendidikan vokasi dan pengembangan industri,” tambah Lisnawaty. Sebagai bagian dari transformasi Poltekba menuju Polytechnic University, institusi ini berusaha membangun identitas yang lebih kuat dengan menciptakan kolaborasi yang lebih mendalam dengan dunia industri. Sebagai kampus yang berbasis pada pendidikan vokasi, Poltekba memahami pentingnya meningkatkan kualitas kurikulum dan pengajaran yang dapat menjawab tantangan industri 4.0 dan kebutuhan tenaga kerja terampil di berbagai sektor. Di sisi lain, Poltekba juga mengusung konsep Ecotech Fusion Campus, yang mengintegrasikan pendidikan dengan teknologi ramah lingkungan dan inovasi industri. Konsep ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan belajar yang mendukung pengembangan teknologi yang berkelanjutan, serta meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam bidang-bidang yang mendukung keberlanjutan industri dan lingkungan. Dengan menggabungkan program-program yang mendukung Kampus Berdampak, Poltekba juga memberi ruang kepada mahasiswa untuk lebih banyak berinteraksi dengan dunia industri melalui magang, riset bersama, serta pelatihan-pelatihan berbasis kebutuhan industri. Inisiatif ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045, yang mengedepankan peran kampus vokasi dalam mencetak tenaga kerja yang berkualitas dan siap menghadapi tuntutan pasar global. Selama perayaan Dies Natalis ke-23, Poltekba akan melibatkan berbagai pihak, baik dari internal kampus maupun mitra eksternal, untuk memperkuat sinergi antara dunia pendidikan, industri, dan masyarakat. Dengan berbagai kegiatan yang melibatkan semua elemen kampus, Poltekba berharap dapat menciptakan dampak yang lebih besar bagi pengembangan industri dan pendidikan vokasi di Indonesia. Melalui berbagai kegiatan yang dirancang, Poltekba juga berharap bisa memberikan inspirasi bagi lembaga pendidikan vokasi lainnya untuk memperkuat kontribusinya dalam mendukung pembangunan industri nasional dan mewujudkan Indonesia Emas 2045. Dengan komitmen yang terus diperbarui, Poltekba siap menjawab tantangan zaman dan menjadi kampus yang terus memberikan manfaat bagi masyarakat dan industri. “Semoga seluruh kegiatan berjalan lancar dan meninggalkan kesan positif bagi semua pihak yang terlibat,” tutup Lisnawaty.

Poltekba Tuan Rumah Seminar dan Sertifikasi PPLPI 2025: Meningkatkan Kompetensi Laboratorium Menuju Indonesia Emas 2045

Meningkatkan Profesionalisme Laboratorium: PPLPI 2025 Gelar Seminar dan Sertifikasi Kompetensi di Balikpapan

Sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di era digital, Balikpapan akan menjadi tuan rumah ajang bergengsi tingkat nasional, yakni Seminar Nasional, Workshop, Pelatihan, dan Sertifikasi Kompetensi yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Pengelola Laboratorium Pendidikan Indonesia (PPLPI). Kegiatan ini akan digelar di Swiss-Belhotel International, Balikpapan, dan mengangkat tema “Optimalisasi Transformasi Digital Laboratorium untuk Meningkatkan Kompetensi dan Profesionalitas PLP Menuju Indonesia Emas 2045”. Tema ini sejalan dengan visi Indonesia untuk menyiapkan generasi unggul yang siap bersaing dalam dunia digital. Seminar dan workshop ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru dalam pengelolaan laboratorium pendidikan, serta memperkenalkan berbagai skema sertifikasi kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia industri dan pendidikan. Tema ini juga mendukung program kampus merdeka dengan menyiapkan mahasiswa untuk dapat beradaptasi dan berkompetisi di dunia kerja yang semakin terdigitalisasi. Acara ini akan menghadirkan sejumlah tokoh penting, di antaranya Wakil Ketua Komisi X DPR RI Dr. Ir. Hetifah Sjaifudian, MPP, dan Direktur Sumber Daya Ditjen Diktiristek, Prof. Dr. Ir. Siti Suning Kusumawardani, ST., MT. Pembukaan acara akan dilakukan oleh Ketua Umum PPLPI Pusat, H. Sofyan, S.Sos, M.Si, serta disambut oleh Direktur Poltekba, Dr. Emil Azmanajaya, ST., MT sebagai tuan rumah penyelenggaraan. Para ahli dari berbagai bidang juga dijadwalkan untuk mengisi seminar ini, di antaranya Dr. Bhimo Widyo Andoko, S.H., M.H. (Kepala Biro Hukum dan Organisasi, Kemdiktiristek), Prof. Dr. Ir. Hamdan, ST., MCS., IPM. (Pakar AI & Cybersecurity), dan Dr. Adi Riyadhi, S.Si., M.Si. (Kepala UPT Lab Terpadu Universitas Andalas). Mereka akan membagikan pengetahuan tentang pengelolaan laboratorium berbasis teknologi terkini dan pentingnya sertifikasi kompetensi untuk meningkatkan profesionalisme. Selain seminar, kegiatan ini juga membuka peluang bagi peserta untuk mengikuti Skema Sertifikasi Kompetensi Nasional dalam berbagai bidang laboratorium, mulai dari Petugas K3, Kepala Laboratorium, Operator Mesin Industri, Analis Gravimetri, hingga Spesialis Artificial Intelligence dan masih banyak lagi. Biaya pendaftaran untuk sertifikasi dan pelatihan ini berkisar antara Rp 2,5 juta hingga Rp 5 juta, dengan fasilitas lengkap seperti Sertifikat 32 JP, Sertifikat BNSP (untuk peserta yang lulus), Seminar Kit, dan makan siang serta coffee break. Bagi peserta dari wilayah Kalimantan, terdapat promo spesial dengan tarif terjangkau untuk kegiatan Seminar dan Workshop pada hari pertama (21 Agustus 2025). Biaya pendaftaran untuk Pemakalah dimulai dari Rp 800.000 (anggota) atau Rp 900.000 (umum), sementara Peserta Non-Pemakalah dikenakan biaya mulai dari Rp 500.000 (anggota) atau Rp 600.000 (umum), dengan tambahan biaya Sertifikasi sebesar Rp 500.000. Salah satu daya tarik utama acara ini adalah Pameran Peralatan Laboratorium Terbesar di Kalimantan yang akan digelar pada 21–22 Agustus 2025, di lokasi yang sama. Pameran ini akan menampilkan berbagai inovasi alat laboratorium dari sektor industri, kesehatan, energi, farmasi, kimia, dan pertambangan. Pengunjung umum dapat mengakses pameran ini secara gratis, sementara Pengunjung Utama dapat menikmati fasilitas eksklusif dengan biaya Rp 350.000 per hari, yang meliputi badge khusus, makan siang, snack, dan doorprize menarik. Pendaftaran untuk acara ini masih dibuka hingga 5 Agustus 2025. Bagi yang berminat, dapat menghubungi Susan (0813-4719-1525) atau Julyar (0813-9242-8187) untuk informasi lebih lanjut. Pembayaran dapat dilakukan ke rekening Perhimpunan Pengelola Laboratorium Pendidikan di Bank BRI Cabang Bogor, No. Rekening: 122401000242564. Link Penting: Dengan pelaksanaan kegiatan ini, PPLPI turut berkontribusi dalam memajukan program kampus berampak yang berfokus pada pengembangan kompetensi mahasiswa melalui pelatihan langsung yang berdampak pada kebutuhan industri di era digital.

HMJ Pariwisata Poltekba Gelar Seminar Kewirausahaan: Mengembangkan Jiwa Wirausaha di Era Digital

Seminar Kewirausahaan HMJ Pariwisata Poltekba: Memanfaatkan Teknologi untuk Pengembangan Usaha

Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Pariwisata Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba) sukses menggelar seminar dan webinar bertajuk Pengembangan Jiwa Wirausaha di Era Perkembangan Teknologi pada Minggu, 27 Juli 2025, di Gedung Terpadu Lantai 4 Poltekba. Kegiatan ini diikuti oleh 120 peserta secara langsung dan 20 peserta secara virtual melalui Zoom Meeting. Acara yang digelar dengan tujuan untuk memberikan wawasan tentang kewirausahaan ini menghadirkan pembicara utama, Ferdy Novri, S.Si., MM., C.HRP, CNC, CH, CHt, CTNNLP, CMNLP, CNNLP, CPSC, CSTMI, C.NS, seorang dosen dari Jurusan Bisnis Poltekba. Dalam sesi seminar yang bertajuk “SDM Unggul sebagai Fondasi Inovasi”, Ferdy menekankan pentingnya kemampuan adaptasi pelaku wirausaha terhadap kemajuan teknologi. Menurutnya, teknologi bukanlah sesuatu yang perlu ditakuti, melainkan alat yang harus dimanfaatkan untuk mempercepat pertumbuhan usaha. “Di tengah perkembangan teknologi yang pesat, wirausaha harus mampu memanfaatkan digitalisasi untuk berkembang. Banyak pelaku usaha yang masih kebingungan dalam menghadapi tantangan digital ini,” ujar Ferdy Novri. Dengan gaya penyampaian yang komunikatif dan sesuai dengan perkembangan zaman, materi yang disampaikan berhasil menarik perhatian peserta dan membuat mereka lebih mudah memahami pesan yang ingin disampaikan. Peserta seminar memberikan sambutan yang sangat positif terhadap materi dan suasana acara. Beberapa peserta mengungkapkan bahwa cara penyampaian materi yang santai namun tetap substansial membuat seminar menjadi menarik. “Dengan suasana yang hidup dan dekorasi yang menarik, kami merasa lebih terlibat dalam seminar ini,” kata salah satu peserta. Ferdy Novri juga memberikan apresiasi yang tinggi terhadap kinerja panitia yang telah menyajikan seminar dengan suasana yang nyaman dan inspiratif. “Luar biasa! Panitia telah berhasil mendekor acara ini dengan sangat baik dan sekreatif ini,” puji Ferdy saat memberikan materi. Ketua Panitia, Maghreza Anggara, menjelaskan bahwa kegiatan ini digagas sebagai respons terhadap tantangan dunia usaha di era digital. “Banyak orang yang ingin memulai usaha, tetapi sering bingung harus memulai dari mana. Kami berharap seminar ini bisa membantu membuka wawasan para peserta untuk lebih siap dalam memulai dan mengembangkan jiwa wirausaha yang adaptif dan inovatif,” ungkapnya. Maghreza juga berharap kegiatan ini dapat menjadi pemantik semangat bagi mahasiswa dan masyarakat umum untuk memulai usaha di tengah derasnya arus teknologi yang berkembang. “Dengan wawasan yang lebih luas, kami berharap dapat menginspirasi lebih banyak orang untuk berani memulai usaha mereka sendiri dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang ada,” tutupnya. Dengan suksesnya seminar ini, HMJ Pariwisata Poltekba berkomitmen untuk terus mengembangkan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat bagi mahasiswa dan masyarakat umum, serta mendukung pengembangan jiwa wirausaha yang siap menghadapi tantangan dunia digital.