Poltekba dan Tracer Study: Menyelaraskan Pendidikan dengan Kebutuhan Dunia Kerja

Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba) mengadakan Sosialisasi Tracer Study Tahun 2025 pada Selasa (23/9/2025), bertempat di Gedung Terpadu lantai 4. Sebanyak 360 calon alumni dari total 417 wisudawan turut berpartisipasi dalam acara yang bertujuan untuk memetakan jejak karier lulusan tersebut. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Poltekba dalam memperkuat hubungan dengan dunia industri dan memberikan gambaran mengenai kesiapan lulusannya di dunia kerja. Wakil Direktur III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama Poltekba, Candra Irawan, S.T., M.Si, mengungkapkan bahwa tracer study adalah alat penting yang digunakan oleh kampus untuk melacak jejak lulusan, mengevaluasi kompetensi yang mereka miliki, serta menilai relevansi keterampilan mereka dengan kebutuhan dunia kerja. “Tracer study ini bertujuan untuk mengukur kualitas lulusan yang dihasilkan oleh Poltekba. Melalui integrasi dengan sistem kementerian, kita dapat melihat data real-time mengenai persentase lulusan yang bekerja, berwirausaha, atau melanjutkan pendidikan,” jelas Candra. Program ini berfungsi sebagai feedback bagi Poltekba dalam upaya meningkatkan relevansi kurikulum dan layanan yang diberikan kepada mahasiswa, serta sebagai dasar untuk perbaikan kualitas pendidikan. Sebagai lembaga pendidikan vokasi, Poltekba memiliki peran sentral dalam menjembatani dunia pendidikan dan dunia industri. Candra menekankan bahwa keberhasilan lulusan dalam memperoleh pekerjaan, berwirausaha, atau melanjutkan studi akan memberikan dampak positif terhadap Indikator Kinerja Utama (IKU) dan akreditasi kampus, yang pada akhirnya mendongkrak reputasi Poltekba sebagai institusi pendidikan yang menghasilkan tenaga kerja terampil. Tracer study juga membantu kampus untuk memperoleh data objektif tentang relevansi program studi yang ditawarkan, sehingga bisa menyesuaikan dengan kebutuhan pasar tenaga kerja yang terus berkembang. Kepala Pengembangan Karir dan Kewirausahaan Poltekba, Lilik Damayanti, S.S., M.Hum, juga memberikan apresiasi tinggi terhadap antusiasme para mahasiswa yang hadir dalam sosialisasi tersebut. Dari total 417 calon wisudawan, 360 di antaranya hadir, sementara sebagian lainnya telah lebih dulu memulai karier mereka. “Rencananya, wisuda akan digelar pada 11 Oktober mendatang. Setelah itu, mereka akan menjadi bagian dari grup alumni Poltekba, yang akan terus dipantau perkembangannya, khususnya terkait dengan kesuksesan mereka di dunia kerja,” ujar Lilik. Lilik juga menambahkan bahwa pihak Poltekba menargetkan agar maksimal tiga bulan setelah lulus, alumni sudah mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan bidang keahlian mereka. “Ini akan memberikan dampak positif terhadap nilai akreditasi kampus dan menunjukkan bahwa Poltekba berhasil mempersiapkan lulusannya dengan baik untuk menghadapi dunia kerja,” ungkap Lilik. Untuk mendukung hal tersebut, Poltekba akan menyelenggarakan Career and Education Expo pada 22-23 Oktober 2025. Expo ini akan menghadirkan 35 perusahaan dari berbagai sektor industri, yang diharapkan dapat membantu lulusan dalam mencari peluang pekerjaan yang sesuai dengan kompetensi mereka. Dengan pelaksanaan tracer study dan berbagai program yang mendukung pengembangan karir mahasiswa, Poltekba berupaya untuk memastikan bahwa setiap lulusan memiliki kesiapan yang maksimal untuk memasuki dunia kerja, berwirausaha, atau melanjutkan pendidikan. Inisiatif ini, selain memberikan manfaat langsung bagi mahasiswa, juga berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan dan reputasi Poltekba di mata masyarakat dan dunia industri.
Juara Kompetisi Bahasa Inggris Nasional, Bukti Poltekba Siapkan Lulusan Siap Kerja Global

Semangat Kampus Berdampak kembali nyata melalui prestasi membanggakan mahasiswa Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba) di ajang Indonesian Polytechnic English Championship (IPEC) ke-2 yang diselenggarakan di Politeknik Negeri Manado, Sulawesi Utara, pada 14–18 September 2025. Dua wakil Poltekba menunjukkan kualitasnya di tingkat nasional. Nabilla Waafiah Subhan, mahasiswa semester tiga Program Studi Pengelolaan Perhotelan, meraih Juara 1 kategori Expert Interview. Sementara itu, Rangga Bagaskara, mahasiswa semester lima Program Studi Teknik Sipil, sukses membawa pulang Juara 3 di kategori yang sama. “Alhamdulillah, capaian ini selaras dengan target kami. Hasil tersebut adalah buah latihan intensif selama dua bulan dan komitmen untuk terus menghadirkan kampus yang berdampak,” tutur Abdul Gafur, S.Pd., M.Pd., pelatih sekaligus pendamping tim. Kompetisi ini menghadirkan atmosfer layaknya proses rekrutmen kerja profesional. Para peserta diuji kemampuan bahasa Inggris melalui sesi wawancara dengan juri yang berperan sebagai tim HRD perusahaan. Babak penyisihan dilakukan secara daring, sedangkan final berlangsung luring di Manado. Dari empat mahasiswa yang dikirim, dua peserta Writing harus terhenti di babak awal, sementara Nabilla dan Rangga berhasil menembus final bersama 15 finalis terbaik se-Indonesia. Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa kemampuan bahasa Inggris adalah keterampilan esensial dalam pendidikan vokasi dan dunia kerja modern. Industri pariwisata, teknik sipil, migas, dan sektor jasa yang menjadi fokus Poltekba menuntut lulusan yang mampu berkomunikasi efektif di kancah internasional, baik untuk melayani wisatawan mancanegara, bekerja di perusahaan multinasional, maupun menjalin kemitraan global. Visi Program Kampus Berdampak Poltekba menekankan pentingnya soft skill dan hard skill yang terintegrasi, salah satunya penguasaan bahasa Inggris. Keikutsertaan mahasiswa dalam ajang seperti IPEC tidak hanya mengasah keterampilan komunikasi, tetapi juga membiasakan mereka menghadapi standar rekrutmen global yang mengutamakan kepercayaan diri, kemampuan presentasi, dan wawasan internasional. “Bahasa Inggris adalah jembatan menuju peluang karier yang lebih luas. Lewat kompetisi seperti IPEC, mahasiswa terbiasa menghadapi situasi nyata yang akan mereka jumpai di industri,” tambah Abdul Gafur. Keberhasilan ini menjadi modal penting bagi Poltekba untuk terus mencetak lulusan yang berdaya saing internasional. Nabilla sendiri telah dipersiapkan untuk tampil di National Tourism Vocational Skill Competition (NTVSC) di Politeknik Negeri Malang bulan depan, bersama tim pariwisata Poltekba. “Pengalaman IPEC menjadi fondasi kuat untuk meraih juara di NTVSC mendatang,” tutup Abdul Gafur optimistis.
Poltekba Rayakan Dies Natalis ke-23, Menegaskan Komitmen untuk Program Kampus Berdampak

Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba) menutup rangkaian perayaan Dies Natalis ke-23 dengan sukses dalam malam puncak yang digelar di Gedung Workshop Terpadu pada Kamis, 10 September 2025. Perayaan tahun ini mengusung tema yang lebih dari sekadar hiburan; acara ini menjadi ajang untuk mempererat kekompakan civitas akademika sekaligus sebagai momentum untuk memperkenalkan lebih banyak program berdampak yang akan membawa Poltekba menuju status Polytechnic University. Pekan Seni dan Budaya, Penampilan Kreatif Mahasiswa Pekan seni dan budaya menjadi bagian utama dari rangkaian acara, menghadirkan beragam kegiatan yang menunjukkan kreativitas mahasiswa, mulai dari Lomba Menyanyi, Karaoke, Duta Kampus, hingga Fashion Show Baju Adat Modern-Etnik. Malam puncak semakin semarak dengan hiburan dari Comma Band, grup musik asal Balikpapan, dan penampilan UKN Musikus yang berasal dari kampus itu sendiri. Ketua Panitia Dies Natalis, Lisnawaty Simatupang, S.S., M.Hum, menjelaskan bahwa acara ini tidak hanya bertujuan untuk memberikan hiburan, tetapi juga untuk mempererat hubungan antar civitas akademika. “Kami berharap, kegiatan ini dapat menjadi bukti nyata dari upaya kami untuk menjadikan Poltekba sebagai kampus yang tidak hanya unggul dalam bidang pendidikan, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar, termasuk para UMKM yang turut terlibat dalam rangkaian acara,” ujar Lisnawaty. Selama acara, pihak kampus juga memberikan apresiasi kepada sponsor dan mitra industri yang telah mendukung Poltekba dalam mewujudkan berbagai programnya. Penyerahan sertifikat penghargaan merupakan bentuk penghargaan terhadap kolaborasi yang telah terjalin, serta upaya bersama dalam menciptakan kampus yang lebih berdampak. Menurut Lisnawaty, “Kami berharap perayaan Dies Natalis ini tidak hanya mempererat ikatan internal, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat luar kampus. Poltekba berkomitmen untuk terus melibatkan masyarakat dalam kegiatan kampus sebagai bagian dari upaya menciptakan kampus yang lebih inklusif dan berdampak.” Menggapai Cita-Cita Menjadi Polytechnic University Direktur Poltekba, Dr. Emil Azmanajaya, S.T., M.T., juga menyampaikan rasa syukur atas pencapaian yang telah diraih selama 23 tahun berdirinya kampus tersebut. “Kami berkomitmen untuk terus berkembang dan menjadi Polytechnic University yang mampu menghadirkan lebih banyak program berkualitas, serta memberikan kontribusi yang lebih besar untuk bangsa dan negara,” ungkap Dr. Emil. Keberhasilan Poltekba juga terlihat dari lonjakan penerimaan mahasiswa baru yang tercatat meningkat hingga 214 persen pada tahun akademik 2025/2026. Ini merupakan sebuah tonggak sejarah yang menandakan semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap pendidikan vokasi di Poltekba. Harapan untuk Tahun Depan Di usia yang ke-23 tahun ini, Poltekba terus berupaya mewujudkan ambisinya untuk menjadi universitas politeknik yang unggul. Harapan besar agar pada Dies Natalis ke-24 mendatang, Poltekba dapat menghadirkan lebih banyak profesor dan memperluas dampak positifnya, baik di kalangan civitas akademika maupun masyarakat luas, menjadi bagian dari tekad Poltekba untuk terus maju dan memberikan kontribusi yang nyata. “Selamat Dies Natalis ke-23! Di usia ini, kami semakin berkomitmen untuk terus mengembangkan program-program yang tidak hanya unggul, tetapi juga memberikan dampak bagi bangsa. Kami berharap dukungan dari seluruh pihak agar Poltekba bisa segera menuju transformasi menjadi Polytechnic University yang semakin berperan penting dalam pembangunan pendidikan di Indonesia,” tutup Dr. Emil.
Poltekba Lahirkan Duta Kampus 2025, Fokus pada Pengembangan Komunikasi dan Personal Branding Mahasiswa

Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba) kembali menyelenggarakan ajang Pemilihan Duta Kampus 2025 sebagai bagian dari perayaan Dies Natalis ke-23, yang berlangsung di Gedung Workshop Terpadu pada Rabu, 10 September 2025. Ajang tahunan ini berhasil melahirkan dua mahasiswa berprestasi dari Program Studi Akuntansi Perpajakan, Nasywa Zhahirah dan Wira Adi Arya Putra, sebagai pemenang utama. Nasywa Zhahirah, yang terpilih sebagai Duta Kampus Poltekba 2025, menyatakan bahwa partisipasinya bukan sekadar untuk meraih gelar, melainkan sebagai langkah nyata untuk mempromosikan Poltekba kepada masyarakat luas. “Saya ingin membantu meningkatkan minat calon mahasiswa untuk mendaftar ke Poltekba. Selain itu, saya juga ingin menjadi jembatan komunikasi yang transparan dan adil antara mahasiswa dan dosen,” ujar Nasywa. Keberadaan Duta Kampus Poltekba diharapkan menjadi agen perubahan yang aktif dalam membangun hubungan lebih erat antara civitas akademika dan calon mahasiswa, sejalan dengan visi Poltekba untuk menjadi kampus yang lebih berdampak bagi masyarakat. Wira Adi Arya Putra, rekan Nasywa yang juga terpilih sebagai Duta Kampus, berbagi pandangannya mengenai pentingnya peran tersebut dalam mengembangkan soft skill mahasiswa. “Menjadi Duta Kampus adalah kesempatan besar untuk meng-upgrade diri melalui kemampuan public speaking, memperluas relasi, dan memperoleh pengalaman yang berguna baik di dalam maupun di luar kampus,” kata Wira. Selain itu, Wira juga menekankan pentingnya meningkatkan partisipasi mahasiswa dalam berbagai kegiatan akademik dan non-akademik. “Kami ingin menjadikan media sosial sebagai sarana efektif untuk menyampaikan informasi dan menjaga citra positif kampus,” jelasnya. Posisi Duta Kampus juga memberikan kesempatan untuk mengembangkan personal branding, yang dapat meningkatkan nilai kompetitif di dunia kerja. Ketua Koordinator Tim Pemilihan Duta Kampus 2025, Lilik Damayanti, S.S., M.Hum., menyampaikan bahwa ajang ini diikuti oleh delapan peserta dari berbagai program studi di Poltekba. Lilik berharap, dengan terpilihnya Nasywa dan Wira, mereka dapat menginspirasi mahasiswa lainnya dan menjadi representasi yang positif dari Poltekba, baik di dalam maupun luar kampus. “Ajang Pemilihan Duta Kampus ini sejalan dengan tujuan Poltekba dalam mengembangkan soft skill mahasiswa, yang tidak hanya mencakup keterampilan akademik tetapi juga kemampuan komunikasi, leadership, dan pengelolaan media sosial yang kini sangat relevan di dunia kerja,” ujarnya. Dengan pemilihan ini, Poltekba semakin menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki kemampuan interpersonal dan keterampilan sosial yang kuat, yang akan memberi dampak positif bagi perkembangan diri mahasiswa serta kontribusinya kepada masyarakat.
Poltekba dan BUMA Academy Rilis Program RPL Batch 3

Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba) terus berkomitmen untuk memperluas akses pendidikan tinggi melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), yang memberikan pengakuan terhadap pengalaman belajar dari jalur formal, nonformal, informal, serta pengalaman kerja sebagai Satuan Kredit Semester (SKS). Program ini berdampak langsung pada pengurangan masa studi, sehingga mahasiswa dapat menyelesaikan pendidikan lebih cepat dibandingkan dengan jalur reguler, sekaligus memberikan peluang bagi pekerja berpengalaman untuk melanjutkan pendidikan mereka secara lebih efisien. Sebagai bagian dari upaya tersebut, Poltekba menjalin kerja sama dengan PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA) melalui BUMA Academy. Pada Selasa (9/9/2025) pagi, Poltekba secara resmi memulai perkuliahan RPL Batch 3, yang diawali dengan kuliah umum bertema “Orientasi Budaya Akademik Poltekba dan Peraturan Akademik.” Acara ini berlangsung di Ruang Lab Gambar, Gedung Workshop Teknologi Rekayasa Manufaktur. Program RPL ini merupakan salah satu implementasi nyata dari upaya Poltekba untuk menciptakan kampus berdampak yang tidak hanya berfokus pada kualitas akademik, tetapi juga responsif terhadap kebutuhan industri dan masyarakat. Prof. Dr. Tuatul Mahfud, M.Pd., Wakil Direktur I Bidang Akademik dan Penjaminan Mutu Poltekba, menekankan bahwa program RPL merupakan terobosan penting dalam dunia pendidikan vokasi, yang mempermudah para pekerja berpengalaman untuk mendapatkan pengakuan atas keterampilan yang sudah dimiliki. Program ini memungkinkan pengalaman kerja diakui sebagai SKS, sehingga mahasiswa dapat menyelesaikan pendidikan lebih cepat, hanya dalam 3 hingga 4 semester untuk D3 atau D4, dibandingkan dengan 3 hingga 4 tahun pada jalur reguler. Pada Batch 3 kali ini, 30 mahasiswa terdaftar untuk mengikuti perkuliahan, terdiri dari 14 mahasiswa Teknik Mesin dan 16 mahasiswa Teknik Sipil. Prof. Tuatul Mahfud menyatakan, “Alhamdulillah, program ini mendapat respons positif dari industri, terutama dengan adanya kolaborasi ini. Ini menunjukkan bahwa pendidikan vokasi harus terus berkembang dan beradaptasi dengan kebutuhan dunia kerja, serta memberikan ruang bagi pengakuan pengalaman yang dimiliki oleh masyarakat.” Program RPL ini juga menjadi bagian dari visi Poltekba untuk menciptakan kampus yang dapat berdampak luas, menyediakan jalur pendidikan yang lebih fleksibel bagi individu dengan latar belakang beragam. Kerja sama Poltekba dengan PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA) menjadi pilot project penting dalam implementasi program RPL ini. PT BUMA sendiri merupakan salah satu perusahaan besar di Indonesia yang bergerak di bidang pertambangan dan energi, berkomitmen dalam pengembangan sumber daya manusia dan penguatan kualifikasi pekerjanya. Kolaborasi ini bertujuan untuk memberikan peluang pendidikan bagi karyawan BUMA yang ingin meningkatkan kompetensinya melalui pengakuan atas pengalaman kerja mereka. Kedepannya, program RPL ini diharapkan dapat diperluas, tidak hanya untuk kalangan industri tertentu, tetapi juga untuk masyarakat luas. Poltekba telah menyiapkan skema RPL untuk berbagai program studi, seperti D3 Teknik Mesin, D3 Teknik Sipil, D3 Teknik Elektro, Sarjana Terapan Pengelolaan Perhotelan, dan Sarjana Terapan Akuntansi Perpajakan. Kampus vokasi ini juga berencana untuk mensosialisasikan beberapa jurusan ini kepada masyarakat umum, dengan tujuan agar lebih banyak individu yang memiliki akses ke pendidikan tinggi. Dengan demikian, Poltekba berharap dapat memberikan ruang lebih luas bagi masyarakat untuk terus menjalankan pembelajaran sepanjang hayat (lifelong learning), memperkuat hubungan antara dunia pendidikan dan industri, serta menciptakan dampak positif bagi pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas.
Poltekba Gelar Sertifikasi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan, Siapkan Lulusan Siap Kerja

Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba) kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak lulusan yang kompeten dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Melalui Program Studi Teknologi Listrik, Jurusan Rekayasa Elektro, Poltekba menyelenggarakan Sertifikasi Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan bagi 30 mahasiswa pada Jumat (29/8/2025). Program ini tidak hanya menegaskan peran Poltekba dalam Kampus Berdampak, tetapi juga menjadi langkah strategis untuk mendukung kebutuhan tenaga kerja profesional di kawasan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Koordinator Program Studi Teknologi Listrik, Andi Sri Irtawaty, S.T., M.Eng, menyampaikan bahwa terdapat tiga skema sertifikasi yang dipilih mahasiswa sesuai bidang peminatan mereka. Dari total peserta, 13 mahasiswa memilih skema Pembangkit Tenaga Listrik, 4 mahasiswa pada Distribusi Tenaga Listrik, serta 13 mahasiswa lainnya mengambil skema Instalasi Pemanfaatan Tenaga Listrik. Ketiga bidang tersebut merupakan kompetensi yang sangat dibutuhkan dalam pengembangan infrastruktur energi di IKN. Untuk menjamin mutu proses sertifikasi, Poltekba menghadirkan tiga asesor dari PT Lisan Nusantara Satu yang menguji langsung mahasiswa sesuai skema masing-masing. Kegiatan ini telah menjadi agenda rutin tahunan, sekaligus bagian dari implementasi Program Kampus Berdampak yang menekankan pada pemenuhan standar kompetensi industri. Dengan cara ini, mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga dibuktikan kesiapan praktisnya melalui sertifikasi resmi yang diakui secara nasional. Andi Sri Irtawaty menambahkan, pelaksanaan sertifikasi ini sejalan dengan kurikulum serta Praktik Kerja Lapangan (PKL) mahasiswa selama lima bulan di berbagai perusahaan mitra. Pengalaman kerja nyata di industri tersebut memudahkan mahasiswa ketika diuji. “Mereka sudah terbiasa dengan praktik langsung, sehingga saat sertifikasi bukan hanya teori yang diuji, tetapi juga penerapan nyata di lapangan,” jelasnya. Hal ini tentu relevan dengan kebutuhan sumber daya manusia di IKN yang menuntut tenaga profesional siap kerja. Selain sertifikasi, Poltekba juga telah menyiapkan rencana tindak lanjut berupa kerja sama dengan politeknik di Tiongkok. Kerja sama ini mulai berlaku untuk mahasiswa baru tahun ini, sehingga semakin memperluas akses pembelajaran internasional. Sementara itu, bagi mahasiswa tingkat akhir, kampus secara konsisten memfasilitasi proses rekrutmen dengan mendatangkan perusahaan langsung ke kampus. Setiap tahunnya, banyak lulusan terserap ke perusahaan besar, seperti PLN, PT Bayan, hingga Pertamina, yang juga menjadi pemain penting dalam mendukung keberlanjutan energi di kawasan IKN. Melalui berbagai langkah tersebut, Poltekba berharap dapat melahirkan lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi tinggi di bidang ketenagalistrikan, tetapi juga mampu bersaing secara global. “Harapan kami, lulusan Poltekba bisa berkontribusi nyata dalam pembangunan IKN maupun sektor industri lainnya, sehingga keberadaan kampus benar-benar memberikan dampak positif bagi bangsa,” pungkas Andi.
Wajib Sertifikasi! Poltekba Pastikan Lulusan Miliki Kompetensi yang Diakui Industri

Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba) kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan yang unggul, terampil, dan berdaya saing global melalui kegiatan Sertifikasi Kompetensi bagi Lulusan dan/atau Calon Lulusan Program Studi Ahli Madya dan Sarjana Terapan Bidang Sipil. Kegiatan ini terselenggara atas kerja sama antara Politeknik Negeri Balikpapan dengan Balai Jasa Konstruksi Wilayah V Banjarmasin. Uji kompetensi meliputi Sertifikat Kompetensi Kerja (SKK) Konstruksi untuk dua skema utama, yaitu: Kegiatan ini dilaksanakan di Gedung Workshop Teknologi Rekayasa Jalan dan Jembatan (TRKJJ) pada tanggal 28 Agustus 2025. Dalam pelaksanaan uji kompetensi ini, Politeknik Negeri Balikpapan menghadirkan asesor berpengalaman di bidang konstruksi, yaitu: Kegiatan sertifikasi ini secara resmi dibuka oleh Wakil Direktur I Bidang Akademik dan Penjaminan Mutu, Prof. Dr. Tuatul Mahfud, M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa uji kompetensi ini merupakan sebuah kewajiban bagi setiap lulusan Politeknik Negeri Balikpapan. Selain memperoleh ijazah akademik, lulusan juga diwajibkan memiliki sertifikat kompetensi sebagai bukti keahlian profesional yang diakui industri. Penyelenggaraan ini sekaligus menjadi bagian dari ketercapaian Rencana Strategis Poltekba, yakni memastikan setiap mahasiswa lulus dengan sertifikasi kompetensi yang relevan dengan bidang keilmuannya. Selain itu, kegiatan ini juga sejalan dengan program Kampus Berdampak, yang menekankan kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mempersiapkan sumber daya manusia unggul bagi pembangunan bangsa. Visi Indonesia Emas 2045 menargetkan lahirnya generasi produktif dan kompeten, dan Poltekba menjawab tantangan tersebut dengan menyiapkan lulusan yang siap terjun ke dunia kerja dengan keterampilan yang terukur dan tersertifikasi. Konteks lokal Balikpapan sebagai kota penyangga sekaligus pintu gerbang menuju Ibu Kota Nusantara (IKN) menjadi semakin relevan. Pembangunan IKN membutuhkan ribuan tenaga kerja terampil di bidang teknik sipil dan konstruksi. Melalui sertifikasi ini, Politeknik Negeri Balikpapan berperan aktif dalam menyiapkan tenaga terampil yang berkompetensi, sehingga mampu berkontribusi langsung dalam pembangunan strategis nasional. Kegiatan sertifikasi ini diharapkan tidak hanya meningkatkan daya saing lulusan di dunia kerja, tetapi juga memperkuat posisi Poltekba sebagai perguruan tinggi vokasi yang adaptif terhadap kebutuhan industri, berdampak pada masyarakat, dan turut serta dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Kerja Sama Poltekba–Wuhan Group, Bukti Nyata Kampus Berdampak di Level Internasional

Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba) terus memperkuat langkah strategisnya dalam membangun konektivitas global. Hal ini ditandai dengan kunjungan resmi dari Wuhan Central Foreign Economic and Technical Cooperation Group Co., LTD (Wuhan Group), sebuah perusahaan internasional yang bergerak di bidang pendidikan vokasi, pelatihan, dan layanan sumber daya manusia.Kegiatan ini dilaksanakan pada hari ini, 26 Agustus 2025, dan diterima langsung oleh Direktur Poltekba, Dr. Emil Azmanajaya, S.T., M.T., bersama jajaran manajemen. Dari pihak Wuhan Group hadir Xiong Fan, Deputy General Manager, beserta tim. Pertemuan ini menghasilkan kesepakatan sejumlah program strategis yang mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi Kemdiktisaintek, khususnya IKU yang menekankan pada kerja sama internasional dan serapan lulusan. Program tersebut sekaligus menjadi wujud nyata komitmen Poltekba dalam menjalankan agenda “Kampus Berdampak”, yaitu kampus yang tidak hanya mendidik, tetapi juga memberikan kontribusi langsung bagi mahasiswa, industri, dan masyarakat. Dalam pertemuan ini, kedua belah pihak bersepakat untuk mengadakan kerjasama yang meliputi Direktur Poltekba, Dr. Emil Azmanajaya, menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan langkah konkret dalam mewujudkan kampus yang berdampak nyata. “Kami ingin Poltekba tidak hanya meluluskan mahasiswa, tetapi juga melahirkan SDM vokasi yang berdaya saing global. Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa Poltekba hadir sebagai Kampus Berdampak, dengan membuka akses internasional bagi mahasiswa sekaligus memperkuat capaian IKU di bidang kerja sama global,” ungkapnya. Sementara itu, Xiong Fan selaku Deputy General Manager Wuhan Group mengatakan: “Kami sangat antusias bekerja sama dengan Poltekba untuk memberikan pengalaman belajar dan bekerja di Tiongkok. Kami percaya program ini akan mencetak lulusan yang kompeten dan siap menghadapi tantangan industri global,” ujarnya. Kerja sama ini menjadi bagian dari strategi Poltekba untuk menjalankan visi Kampus Berdampak, yaitu menciptakan lulusan yang tidak hanya unggul di bidang akademik, tetapi juga memiliki pengalaman internasional, keterampilan industri, dan jejaring global yang bermanfaat bagi pembangunan bangsa. Dengan mengintegrasikan pendidikan vokasi dan kebutuhan industri global, Poltekba membuktikan diri sebagai kampus vokasi yang relevan, adaptif, dan berdampak langsung pada mahasiswa, dunia usaha, dunia industri, serta masyarakat luas.
EcoTech Fusion Campus Poltekba :Dua Ide Futuristik Mahasiswa Poltekba Lolos PKM Nasional

Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba) kembali mengukir prestasi membanggakan di tingkat nasional. Dua tim mahasiswa kampus vokasi kebanggaan Kota Minyak berhasil menembus seleksi ketat Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Gagasan Futuristik Tertulis 2025, yang digelar oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemdiktisaintek). Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa kreativitas dan inovasi mahasiswa Poltekba mampu bersaing di tingkat nasional, sekaligus menunjukkan kontribusi kampus dalam menghadirkan solusi cerdas dan berdampak bagi masyarakat serta pembangunan berkelanjutan. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata konsistensi Poltekba dalam mendorong ide kreatif dan solutif mahasiswa, sekaligus menegaskan peran kampus dalam Program Kampus Berdampak dan visi EcoTech Fusion Campus: Transforming Today, Sustaining Tomorrow. Dua artikel ilmiah yang lolos mengangkat isu strategis terkait pelestarian lingkungan dan mitigasi bencana. Artikel pertama, berjudul Pelestarian Ekosistem Laut Melalui Autonomous Robots dan Intelligent Drones Berbasis Artificial Intelligence dan Remote Sensing Satellite untuk Pengelolaan Berkelanjutan, dipimpin oleh Nabila Ramadani dengan anggota Alya Salsabila, Dinar Abhista Pramutia, Indri Septia Amanda, dan Aninda Ratu Aisyah, seluruhnya mahasiswa Program Studi Akuntansi Perpajakan Poltekba. Artikel kedua berjudul Biosmart IoT-Pave: Integrasi Underground Biofilter dan IoT-Driven Road Monitoring System untuk Optimalisasi Drainase dan Transformasi Infrastruktur Berkelanjutan, diketuai Rangga Bagaskara dengan anggota Alfaruqi, Fendy Handoyo, dan Muhammad Arkaan, mahasiswa Program Studi Teknik Sipil Poltekba. Dosen pendamping kedua tim, Desak Made Ristia Kartika, S.Pd., M.Sc., menyampaikan apresiasi atas prestasi mahasiswa. “Ini adalah tahun ketiga berturut-turut saya mendampingi tim Poltekba yang berhasil lolos PKM. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa mahasiswa Poltekba mampu bersaing di tingkat nasional, baik di level vokasi maupun perguruan tinggi seluruh Indonesia. Harapan kami, tahun ini Poltekba dapat melangkah lebih jauh hingga ke ajang PIMNAS,” ujarnya. Kompetisi tahun ini menuntut kreativitas tinggi karena melibatkan peserta dari seluruh perguruan tinggi di Indonesia. Kedua gagasan mahasiswa Poltekba menunjukkan relevansi yang kuat dengan tantangan pembangunan nasional. Biosmart IoT-Pave menghadirkan inovasi sistem drainase bawah tanah terintegrasi IoT untuk mengurangi genangan akibat curah hujan ekstrem serta memperkuat ketahanan infrastruktur transportasi. Sementara Pelestarian Ekosistem Laut memanfaatkan artificial intelligence, robot otonom, drone cerdas, dan citra satelit untuk mendeteksi kerusakan ekosistem laut, wilayah rawan pencemaran, dan dampak perubahan iklim, sebagai dasar pengambilan keputusan pengelolaan lingkungan. Keberhasilan ini sejalan dengan visi Poltekba sebagai EcoTech Fusion Campus, yang menekankan pada inovasi teknologi berbasis keberlanjutan dan kontribusi nyata bagi masyarakat. Prestasi mahasiswa ini juga memperkuat peran Poltekba dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045, melalui pengembangan sumber daya manusia unggul, kreatif, dan adaptif terhadap perubahan global. “Semoga kedua artikel ini dapat menjadi solusi nyata bagi persoalan bangsa, khususnya di bidang lingkungan hidup dan pembangunan berkelanjutan, sekaligus memperkuat identitas Poltekba sebagai kampus vokasi yang unggul dan berdampak,” tutup Desak Made Ristia Kartika.
DWP Poltekba 2024–2029 Resmi Dilantik, Perkuat Sinergi Menuju Indonesia Emas 2045

Dharma Wanita Persatuan (DWP) Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba) periode 2024–2029 resmi dikukuhkan dengan pengurus sebanyak 30 orang. Acara pengukuhan dilaksanakan di Lantai 4 Gedung Terpadu Poltekba, berlangsung dengan penuh semangat kebersamaan dan bertepatan dalam momentum pelantikan serentak seluruh pengurus DWP PTN dan LLDIKTI di bawah koordinasi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Sebanyak 90 DWP PTN dan LLDIKTI se-Indonesia, yang mencakup ribuan pengurus, dilantik secara bersamaan sebagai langkah strategis memperkuat sinergi organisasi menuju Indonesia Emas 2045. Ratna Setiarini Emil Azmanajaya, Ketua DWP Poltekba, menyampaikan bahwa kehadiran organisasi ini tidak sekadar menjadi wadah silaturahmi, melainkan ruang pengembangan kapasitas diri dan kontribusi nyata bagi keluarga ASN. Ia menekankan bahwa tujuan pembentukan DWP Poltekba—yakni peningkatan kualitas anggota, kebersamaan, solidaritas, serta kesejahteraan keluarga ASN dalam bidang pendidikan, sosial, budaya, dan ekonomi—sejalan dengan arahan dari DWP Kemdiktisaintek. Arah strategis ini semakin diperkuat setelah Ketua DWP Kemdiktisaintek, Indah Victoria Togar Simatupang, menekankan bahwa pengukuhan serentak adalah momentum penting untuk memperkuat peran DWP sebagai organisasi istri ASN yang mampu mendukung visi-misi kementerian—terutama dalam sektor pendidikan, pemberdayaan keluarga, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia. Ratna pun menambahkan bahwa DWP Poltekba memiliki peran strategis sebagai mitra tugas ASN serta motor penggerak kegiatan sosial dan pemberdayaan perempuan. DWP diharapkan menjadi wadah komunikasi dan aspirasi yang memperkuat peran keluarga besar Poltekba dalam masyarakat—selaras dengan nilai-nilai pembinaan kelembagaan yang digaungkan DWP Kemdiktisaintek. Berbagai fungsi utama seperti di bidang pendidikan, sosial budaya, ekonomi, dan pendukung lainnya telah diidentifikasi sebagai fokus kerja DWP Poltekba. Kepengurusan baru ini diharapkan mampu memperkuat citra positif kampus serta memberikan kontribusi nyata baik dalam lingkungan internal maupun masyarakat sekitar, mendukung semangat pembangunan berkelanjutan dan target Indonesia Emas 2045. Ratna menyimpulkan, “Pelantikan bersama dengan seluruh satuan kerja di bawah Kemdiktisaintek menjadi momentum penting untuk menegaskan komitmen kolektif. Kami berharap DWP Poltekba hadir sebagai pilar pendamping ASN sekaligus agen pemberdayaan perempuan dalam pembangunan berkelanjutan di lingkungan pendidikan tinggi.”